Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 231 Aku Berangkat


__ADS_3

Habis waktu Maghrib.., Aldo segera menekan pedal gas mobilnya menuju mansion. Laki-laki itu tidak mengira, berjam-jam waktunya dihabiskan untuk berdiskusi dengan client. Jika laki-laki paruh baya yang mengajaknya diskusi bukan sebagai pelanggan utama perusahaan mereka, Aldo tidak akan melayaninya, tapi akan menugaskan asistennya Donny. Setelah tamunya pamit pulang, Aldo mencoba menghubungi nomor ponsel Ivona tetapi nomor yang dia hubungi sedang tidak aktif. Ingin segera mengetahui kabar gadis itu, menjadi alasannya untuk segera sampai di rumah.


Sesampai di pintu gerbang mansion.., terlihat security penjaga gerbang berlari membuka gerbang. Tanpa berhenti dan menyapa mereka, Aldo langsung menghentikan mobil di depan teras untuk masuk ke rumah. Setelah mematikan mesin mobil dan membuka pintu, Aldo segera bergegas masuk ke dalam rumah.


"Selamat malam Tuan Muda.." Bibi Ijah menyapa  Aldo yang terlihat tergesa-gesa. Tanpa menjawab, Aldo langsung menuju kamar dan membuka pintu. Dahi Aldo berkerut melihat lampu kamarnya masih mati, belum ada yang menyalakan.


"Mungkin Nana sudah tidur.." Aldo berpikir sendiri, kemudian tangannya menyalakan lampu kamar. Aldo sedikit kaget ketika tidak melihat siapa-siapa di dalam kamarnya. Laki-laki itu bergegas kembali keluar.


"Bibi..., bi Ijah.." dengan suara keras, Aldo memanggil Bibi Ijah. Tergopoh-gopoh perempuan paruh  baya itu menghampiri Aldo.


"Iya Tuan Muda.., apakah ada yang perlu Bi Ijah bantu?" mendengar suara keras Aldo, Bi Ijah dengan gugup menanyakan keperluan laki-laki itu saat sudah sampai di depannya.


"Dimana Nona Muda Ivona.., kenapa gadis itu tidak ada di kamar?" tanya Aldo dengan tatapan mengerikan.


"Maaf Tuan Muda..., bukankah Nona Muda Ivona tadi pergi bersama dengan Tuan Muda. Sampai saat ini, Nona Muda belum sampai di mansion Tuan Muda." dengan ketakutan, Bi Ijah menjawab pertanyaan Aldo. Perempuan paruh baya itu tidak berani menatap mata Aldo.


"Shit.*.." Aldo langsung duduk di kursi ruang tengah, mendengar jawaban perempuan paruh baya itu. Laki-laki itu langsung mengambil ponsel dan melakukan panggilan masuk pada nomor ponsel Ivona. Tetapi kembali suara operator menjawab jika nomor yang dihubungi sedang tidak aktif.

__ADS_1


"Apakah Nana masih pergi dengan Dokter Marcus..?? Jika iya, kenapa lama sekali belum pulang sampai jam segini." laki-laki itu kembali melakukan panggilan masuk, hanya kali ini nomor ponsel Dokter Marcus yang dia tekan. Tetapi sama dengan nomor ponsel Ivona.., ponsel Marcus juga sedang tidak aktif.


"Brakk...." merasa jengkel dengan dirinya, kaki laki-laki muda itu menendang kursi di depannya sampai ambruk ke lantai. Beberapa pelayan tidak ada yang berani mendekati laki-laki itu, mereka hanya berdiri sedikit jauh dari Aldo, khawatir akan terkena imbas dari perilaku Tuan Muda. Setelah diam sesaat, kembali Aldo menekan ponselnya. Laki-laki itu menghubungi asistennya Donny.


"Ya Tuan Muda.." tidak pakai menunggu, begitu nomor tersambung, Donny langsung menerima dan menjawab panggilan telpon dari Aldo.


"Periksa saluran CCTV dari mall Galaxy.., temukan mobil Maybach yang dikendarai Dokter Marcus." tanpa pakai prolog, Aldo langsung memberi tugas pad Donny untuk mendapatkan arah mana mobil yang dibawa Marcus.


"Siap Tuan Muda..., saya akan menghubungi orang kita di Ditlantas dan Dinas Perhubungan. Jika tidak berhasil.., saya akan menugaskan IT team kita." tidak berani untuk menolak atau menangguhkan perintah dari Aldo.., Donny langsung menyanggupi tugas barunya.


**********


"Nona Ivona..., ini passport dan visa untuk ijin tinggal di Hong Kong selama enam bulan maksimal. Saya harap Non Ivona bisa memanfaatkan waktu dengan baik untuk bisa menemui Nyonya Carminda." Ester menyerahkan  dua buah buku kecil pada Ivona.


"Terima kasih Ester.., kamu memang sekretarisku yang paling bisa diandalkan." Ivona tersenyum, kemudian tangannya memegang buku itu dan membukanya.


"Sudah menjadi tugas saya Non.. Kemudian sesampainya di Hong Kong International airport, sudah ada yang akan menjemput Nona disana. Namanya Michael.., dan nanti Nona akan langsung diantarkan oleh Michael di apartemen yang bisa digunakan sementara, saat Nona Ivona berada di negara tersebut." Ester melanjutkan penjelasannya, gadis itu menjelaskan tentang pelayanan yang sudah dia siapkan untuk Ivona.

__ADS_1


"Untuk mobilisasi ke laboratorium bagaimana Ester?" Marcus ikut melakukan pengecekan persiapan untuk Ivona.


"Ya Dokter Marcus.., terima kasih saya sudah diingatkan. Sesuai arahan yang Dokter berikan beberapa hari lalu, Ester sudah menghubungi teman Dokter Marcus. Satu hari setelah Non Ivona sampai di apartemen, teman Dokter sudah berjanji akan menemui Non Ivona di apartemen. Selanjutnya, teman Dokter hanya mengatakan bahwa hanya akan menjelaskan pada Non Ivona saja mengenai langkah selanjutnya." Ester menjawab pertanyaan Marcus.


"Kamu tidak perlu terlalu posesif Marc. Aku bisa menjaga diriku sendiri.., apakah kamu masih meragukan kemampuanku untuk menjaga diriku sendiri. Yang penting aku menguasai bahasa Mandarin, Bahasa Inggris dengan lancar. Aku yakin, aku akan bisa berkomunikasi dengan orang-orang disana. Trust me..!" Ivona menatap mata Marcus, dia berusaha meyakinkan laki-laki yang terlalu mengkhawatirkannya itu.


"Huuh.., iya Na.., aku pasti akan mengikutimu terbang jika tidak ada agenda penting. Hari Minggu aku akan menyusulmu ke Hong Kong. Aku tidak tenang membiarkanmu sendiri di negara itu." Marcus tidak bisa menghilangkan rasa khawatirnya.


"Terserah kamu sajalah Marc.., mau datang ya syukur, tetap di negara ini juga tidak masalah. Aku yakin, aku akan bisa menghandle semua dengan baik." Ivona tersenyum, dan kembali meyakinkan Marcus. Tiba-tiba speaker memperdengarkan airport announcement yang berisi tentang panggilan boarding untuk pesawat dengan tujuan Hong Kong.


"Nona.., sepertinya sudah ada panggilan boarding! Nona harus bersiap-siap.., karena mobil shuttle yang akan mengantarkan ke samping pesawat sudah menunggu di luar." Ester mengingatkan tentang panggilan boarding pada Ivona.


"Yap Ester.., terima kasih sudah mengingatkanku." Ivona tersenyum, kemudian dia segera berdiri dari kursinya. Dokter Marcus mengikuti gadis muda itu berdiri, laki-laki itu memeluk Ivona.


"Take care Nana.., jangan lupa untuk menghubungiku jika sudah landing dan turun dari pesawat!" kembali Marcus menyampaikan pesan-pesan pada Ivona.


"Iya.., iya.. Dokter Marcus yang cerewetnya melebihi perempuan. Aku akan jaga diri, dan akan langsung mengabarkan pada kalian berdua, jika sudah sampai di tujuan." dengan memandang Ester dan Marcus secara bergantian, Ivona menenangkan Marcus. Setelah Marcus melepaskan pelukannya, Ester menyalami dan memeluk erat Ivona.

__ADS_1


"Selamat jalan Nona.., jaga diri!" Ivona tersenyum, dan menepuk bahu gadis itu. Kemudian gadis itu segera berjalan dengan menarik tas kabinnya menuju mobil shuttle yang sudah menunggunya.


************


__ADS_2