Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 85 Berita Sampah


__ADS_3

Wali kelas sangat geram terhadap perilaku Ivona. Tambah kesini, gadis itu semakin memiliki lidah yang tajam dan tidak mengenal rasa takut pada siapapun. Dengan mata melotot, Wali Kelas melihat Ivona yang juga sedang memandangnya.


"Bisa diam tidak kamu Ivona?" dengan nada sedikit tinggi, wali kelas menegur Ivona.


"Apakah ada yang salah pada diri saya Pak?? Apakah saya tidak dibolehkan untuk membela diri atau melawan orang-orang yang selalu menggunjing dan berbicara tentang saya." sahut Ivona dengan nada dingin.


"Tapi ingat statusmu di sekolah ini Ivona. Kamu dipindahkan oleh Keluarga Iswara di SMA Dharma Nusa untuk apa, untuk belajar kan? Tetapi setiap hari, kerjamu hanya memancing keributan, dan selalu memulai pertengkaran dengan teman-teman sekelasmu saja." Wali kelas terlihat sangat marah.


"Huuuuuu..., betul pak." beberapa murid mendukung perkataan yang disampaikan Wali kelas.


"Oh jadi begitu ya pak. Karena saya hanya murid pindahan di SMA Dharma Nusa, saya harus diam saat orang berbicara tentang berita bohong tentang saya. Bapak juga sebagai Wali Kelas, tidak berusaha ikut menyelidiki kebenaran yang ada di belakangnya. Tetapi, Bapak malah berpihak pada murid-murid lama, meskipun apa yang dia katakan adalah omongan sampah yang tidak ada bukti kebenarannya." Ivona menyampaikan kekesalannya pada Wali kelas. Wajahnya terlihat datar dan dingin, dan wali kelas sedikit merasa ngeri melihat Ivona. Selain itu, wajah wali kelas menjadi merah padam setelah mendengar omongan Ivona, dia ingin menjawab perkataan gadis itu.


"Aku tidak dapat bermain-main dengan gadis itu, Tuan Hendra Jonathan saja tidak bisa menghadapinya, apalagi aku. Apalagi status sebenarnya dia di Keluarga Iswara, sangat menakutkan." Wali Kelas berpikir sendiri.


Dengan menahan diri, Wali kelas dengan kesal dia kembali ke depan dan meninggalkan Ivona.


"Sekarang keluarkan buku pelajaran kalian! Kita akan segera mulai pembelajaran kita, dan kamu Ivona, segera kembali ke tempat dudukmu sendiri!" akhirnya Wali kelas meminta semua murid untuk kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.


Wali Kelas segera memulai pelajarannya, dia berdiri di depan papan tulis dan mulai menjelaskan. Ivona dengan santai mendengarkan penjelasan yang disampaikan wali kelas tersebut, dan tampak jika dia menulis dengan cepat materi yang diajarkan oleh guru tersebut. Gadis itu terlihat tidak terpengaruh dan tidak mempermasalahkan perdebatan yang baru saja terjadi dengan wali kelasnya itu.


 


 


**************


 

__ADS_1


Setelah pelajaran pertama selesai, Ivona membaca dan mempelajari catatan yang tadi dia buat selama pelajaran. William yang selama pelajaran, dia tidak mendengarkan dan tidak mencatat. Dia tersenyum melihat Ivona yang rajin dan catatannya tampak rapi, dia berniat untuk meminjam catatannya itu.


"Iv.., aku pinjam dong catatan pelajaran yang barusan disampaikan Wali kelas!" William tidak malu, dia langsung bicara untuk meminjam buku catatan Ivona. Dia bicara dengan sedikit keras.


Mendengar ucapan William, semua murid di kelas itu menjadi tercengang. Mereka seperti tidak mempercayai pendengaran mereka, karena William yang sangat sulit untuk didekati, kali ini mereka terlihat akrab. Bahkan hampir satu sekolah, mereka sudah melihat bagaimana hubungan antara Ivona dengan Vaya. Sedangkan William sudah dikenal jika dia menyukai Vaya.


"Ih.., beneran ga tuh apa yang barusan aku dengar? William pinjam catatan Ivona." bisik salah satu murid memberi tahu temannya.


"Iya.., sejak kapan mereka bisa menjadi akrab seperti itu. Bukankan William itu menyukai Vaya, kenapa hari ini dia berubah baik dengan Ivona." teman yang lain menanggapi.


"Kita lihat saja dulu, apakah Ivona mengijinkan jika William meminjam catatannya." tanpa sadar mereka menunggu apa yang dilakukan Ivona.


"Nih.., lihat dulu sebentar! Kira-kira bisa tidak kamu membaca tulisanku, yang seperti tulisan dokter." sahut Ivona sambil memberikan buku catatannya pada William.


Murid-murid lain yang memperhatikan interaksi mereka, tercengang melihat dengan mudahnya Ivona meminjamkan bukunya pada laki-laki itu. Sedangkan, William sambil tersenyum mengambil buku yang diberikan Ivona, kemudian dia mulai membukanya.


"Tulisanmu bagus Iv.., jelas bisa dong aku membacanya. Pinjam sebentar ya, aku akan menyalin catatanmu. Maklum, tadi aku malas banget mendengar penjelasan dari Wali Kelas." ucap William sambil cengar-cengir. Dia segera mengeluarkan buku tulis dan pulpen, kemudian dia langsung fokus menulis materi pelajaran, dengan menyalin dari catatan gadis itu.


"He..he..he.., kamu bisa saja." kata William tanpa melihat pada Ivona.


Saat mereka diam, Ivona menyandarkan kepalanya di bangku yang ada di depannya, sedangkan William masih fokus pada catatannya, tiba-tiba...


"Uhuyyy..., jangan sok cari muka ya!! Kalian sudah dengar berita belum, jika murid pindahan di kelas kita adalah anak haram. Ternyata dia anak haram dari Keluarga Iswara." tiba-tiba terdengar teriakan seorang murid.


"Sudah dong.. kan sempat jadi trending topic. Meskipun sudah dibersihkan kembali, jejak digital itu jahat broo. Ga akan semudah itu, lagian sudah banyak yang memiliki dokumentasinya." celetuk murid yang lain.


Ivona dan William saling berpandangan mata. Mereka menoleh ke arah murid yang baru saja berteriak menyindir Ivona. Tetapi William mengacuhkannya, dia kembali fokus untuk lanjut menyelesaikan catatannya. Saat ini dia tidak peduli dengan omongan yang menjadi topik perdebatan dari tadi.

__ADS_1


 


*****************


 


"Vaya..., cerita dong sama kami!! Beneran ya jika Ivona itu hanya anak haram di keluarga Iswara, dan dia ingin menggeser posisimu di keluarga?" seorang murid di kelas Vaya, dia menanyakan langsung pada Vaya.


"Tapi jika informasi itu benar, kenapa tiba-tiba akun orang yang membuat postingan jadi keblokir bahkan kehapus akunnya." murid yang lain ikut bertanya.


Vaya diam, dia hanya tersenyum sambil menundukkan kepala. Dia khawatir, jika dia menjawabnya malah keliru bicara. Sehingga kebohongan yang selama ini sudah selalu dia lakukan, menjadi terbongkar.


"Vaya.., ada yang cari tuh!" teriak seorang murid dari luar kelas.


'Siapa?" tanya Vaya deg-degan.


"Tidak tahu, sepertinya bukan anak dari sekolah ini apa ya. Anak laki-laki.., dia masih berada di gerbang sekolah." sahut murid itu.


Mendengar hal itu, Vaya tiba-tiba menjadi gugup. Dia mendadak berpura-pura ingin pergi ke toilet.


"Sorry ya.., aku harus ke toilet dulu." Vaya langsung berlari keluar kelas. Dia langsung masuk ke toilet, dan mengunci pintunya dari dalam. Beberapa saat berlalu, dia tetap tidak mau keluar dari dalam sana.


"Tok.., tok.., tok.., Vaya ayo keluar! Ada tuh, yang cari kamu." seorang murid perempuan mengetuk pintu kamar mandi yang digunakan Vaya.


"Pergilah dulu.., aku masih ingin berada disini." jawab Vaya.


"Ayolah Vaya.., sebentar saja kamu temui orang itu." terdengar murid itu masih berusaha membujuk Vaya.

__ADS_1


 


*************


__ADS_2