Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 251 Dia adalah Adikku


__ADS_3

Carminda dengan penuh kasih seorang ibu menyuapi putrinya dengan hati-hati. Siapapun yang melihat pemandangan itu, akan terketuk hatinya dan terharu. Begitu juga dengan Dokter Rafi, dokter paruh baya yang sudah menaruh hati sangat lama pada Carminda, terlihat berkali-kali menyeka air mata yang tanpa sadar menetes dari pelupuk matanya.


"Dokter Rafi.., apakah Ivona tidak masalah jika mengambil off sampai sore nanti?" tanya Ivona dengan wajah puppy eyes pada laki-laki yang menjadi supervisi dan pengawasnya pada divisi dimana dia ditempatkan.


"Boleh Miss Nana.., aku sudah mengirimkan chat via media whattapps dengan Madam Theodora. Nikmati waktu kalian, kita akan membiarkanmu. Juga kalian tidak perlu khawatir, aku akan merahasiakan hubungan kalian berdua untuk sementara, agar tidak terjadi miss perception disini." dengan sikap kebapakan dan mengerti, Dokter Rafi menjawab pertanyaan Ivona. Laki-laki itu kemudian menghabiskan makanan yang sudah ada di piringnya, kemudian meminum air mineral.


"Aku akan meninggalkan kalian berdua disini, kalian aman.., tidak akan yang mengganggu kalian. Tapi ingat.., maksimal pukul empat sore, kalian harus presensi dengan finger print." lanjut laki-laki paruh baya itu pada pasangan ibu dan anak, kemudian berjalan keluar meninggalkan mereka.


"Terima kasih Dokter Rafi.., kamu selalu baik padaku.." dengan tercekat, Carminda mengucapkan terima kasih pada laki-laki itu. Dokter Rafi membalikkan badan, menatap Carminda kemudian tersenyum tulus dan kembali melanjutkan langkahnya keluar dari paviliun itu.


"Mam.., Dokter Rafi sangat baik ya orangnya ternyata. Dari awal, laki-laki itu selalu memberikan bantuan pada Ivona.., dengan ramah sikapnya melindungi sehingga Ivona merasa kerasan di dalam main laboratory." ucap Ivona sambil mengalihkan pandangan ke wajah Carminda.


Carminda tersenyum kecut, kemudian..


"Iya.., laki-laki itu memang sangat..., sangat baik Nana. Bahkan mama tidak tahu.., bagaimana cara mama untuk membalas semua kebaikannya pada mama selama ini. Sejak kami masih remaja.., laki-laki itu selalu membantu  dan menyelamatkan mama. Ketika kami kembali dipertemukan di laboratorium ini, sikapnya pada mama juga tidak mengalami perubahan sedikitpun." sambil menatap ke luar dengan pandangan menerawang, Carminda menggantung senyumnya. Seperti memahami perasaan yang dirasakan mamanya, Ivona memeluk Carminda dan menyandarkan kepalanya di bahu perempuan paruh baya itu.


"Sepertinya putri mama ini akan sangat bahagia.., jika Dokter Rafi bisa menjadi papa Ivona mam.. Tapi, apakah itu mungkin dan bisa terjadi ya..?" Ivona tiba-tiba menyinggung tentang hubungan papa dan anak. Carminda tersentak, selama ini dia menutupi sendirian status ayahnda dari putrinya. Dia menelan rasa pahit, getir.., bahkan menjadi seorang pelarian kemanapun sendiri. Bahkan papanya Ivona.., mungkin tidak menyadari jika dia memiliki seorang putri yang cantik, genius yang selalu ditutupi identitas olehnya selama ini.

__ADS_1


Melihat perubahan ekspresi dan wajah mamanya yang terlihat sedikit pias, menimbulkan tanda tanya besar di hati gadis itu. Perlahan Ivona.. memegang kedua bahu Carminda.., dan meminta mamanya untuk menatap ke arahnya.


"Mam.., apakah ada yang salah dengan perkataan Nana?? Atau bisakah Dokter Rafi memang papa Ivona yang sebenarnya?" melihat sikap diam Carminda, pertanyaan Ivona semakin berkembang kemana-mana. Gadis itu sudah terjebak pada pikiran kemungkinan-kemungkinan.


"Maafkan mama putriku.., mama sudah terlalu rapat menyembunyikan hal ini padamu. Mama berharap, kamu tidak akan pernah menanyakan ada dimana papamu.., mungkinkah saat ini sudah tiba?" dengan tercekat, Carminda bergumam lirih.


"Berarti benar Mam..., Dokter Rafi adalah papa Ivona?" dengan muka cerah, Ivona terus mendesak mamanya untuk memberikan informasi silsilah keluarganya.


"Tidak mungkin Na..., Dokter Rafi terlalu baik untuk mama. Karena kesilapan dan kesilauan akan janji, mama telah membuat sebuah kesalah besar. Sangat besar sekali.., sampai lahirlah kamu putriku. Hiks..." tangisan kembali menggetarkan tubuh Carminda. Sepertinya perempuan paruh baya itu memendam rasa sakit dan himpitan yang sangat berat. Tidak mau membebani perasaan mamanya, Ivona memeluk erat tubuh Carminda tanpa mengejarnya lagi dengan pertanyaan tentang siapa papanya. Dapat bertemu lagi dengan mamanya yang sudah melahirkan dan menjaganya  sampai sekarang, sudah syukur yang dirasakan Ivona.


*********


"Woyy..., mau kemana kamu Aldo..?? Kamu masih sehat kan?" Richard berteriak dengan nada tinggi pada laki-laki itu. Aldo berhenti, kemudian menoleh kepada Richard.


"Aku akan menuju ke integrated laboratory guys.. Dengan legal atau ilegal.., aku akan mengeluarkan Ivona dari laboratorium itu. Aku akan membawa perempuan itu kembali.." ucap Aldo dengan nada seru.


Mendengar perkataan laki-laki itu, dan khawatir akan mengacaukan rencananya untuk membawa Ivona keluar, Richard segera memegang tubuh Aldo, dan menahan laki-laki itu agar mengurungkannya niatnya.

__ADS_1


"Dari tadi kamu itu mendengar ceritaku tidak? Laboratorium itu bukan milik pemerintah Hong Kong, bahkan presiden saja tidak memiliki kekuatan terhadap laboratorium itu. Laboratorium itu di bawah komando markas militer pemerintah China dengan berkolaborasi dengan negara-negara maju. Tunggulah beberapa saat, aku sedang menyiapkan bantuan dari komando militer dan badan intelejen untuk dapat memasuki wilayah itu." Richard panjang lebar menjelaskan kembali pada Aldo, sambil mendorong punggung Aldo untuk kembali masuk ke dalam ruangan.


Aldo terdiam, tiba-tiba dia tersentak. laki-laki itu menyadari jika dia tidak memiliki kemampuan untuk menggerakkan militer di negara ini. Dia hanyalah pelaku bisnis, demikian juga dengan keluarganya. Meskipun seringkali dia menyelesaikan permasalahan ijin, permasalahan bisnis dengan menggunakan uang, tetapi dia tidak bisa menggerakkan kekuasaan militer tertinggi di negara itu.


"Aldo.., aku sudah menyelidiki tentangmu dan juga keluargamu. Sepertinya kamu tidak ada hubungan apapun dengan Ivona Carminda.., untuk apa kamu mencarinya?" dengan perasaan heran, Richard mengajukan pertanyaan pada laki-laki itu.


Beberapa saat Aldo terdiam, dia sendiri juga merasa bingung bagaimana akan menyampaikan ceritanya pada Richard. Bisa jadi, laki-laki itu akan menganggapnya sebagai seorang laki-laki gila.. yang terobsesi dengan cerita anak kecil.


"Jika kamu tidak memiliki keterkaitan apapun dengan Ivona.., aku sepertinya bisa melarangmu untuk menemui gadis itu Aldo." tiba-tiba Richard memojokkannya. Mendengar perkataan itu, Aldo menatap mata Richard dengan tajam.


"Atas dasar apa kamu berbicara seperti itu padaku teman??" dengan suara bergetar mengandung amarah, Aldo memerah matanya.


"Kita akan melihat sebentar lagi CEO muda. Aku akan menunjukkan sebuah hubungan keluarga, dimana aku yakin kamupun tidak akan dapat menduganya. Begitu juga denganku." ucap Richard sambil tersenyum kecut.


Merasa tidak mengetahui arah perkataan Richard.., Aldo terus menekan laki-laki itu dengan sikap dan perlakuannya,


"Aku akan buktikan.., jika Ivona adalah adikku." ucap Richard lirih.

__ADS_1


**************


__ADS_2