
Karena penyempurnaan konsep tiga dimensi peralatan medis sudah dilakukan Ivona.., Marcus mengijinkan gadis itu untuk menyusul ke laboratorium sedikit agak siang. Dia sendiri yang akan langsung mengantarkan konsep itu ke laboratorium, dan akan meminta para laboran untuk membuat pengujian. Untuk menghindari human error, atau sabotase atas konsep Ivona..., Marcus tidak melalui diskusi untuk mendapatkan brain storming terlebih dahulu dalam pembuatan dan pengujian alat. Dia lebih suka langsung produksi, uji coba, analisa dan baru dia desiminasikan pada pihak-pihak terkait.
"Aku ingin menenangkan otakku dulu, dalam dua hari ini aku sudah memorsir kerja otakku. Sepertinya udara pantai akan kembali membuatku tenang." Ivona tersenyum, dia ingin menikmati suasana pantai.
Ivona membuka-buka buku panduan wisata, akhirnya dia menemukan pilihan tempat untuk merefresh otaknya, dia akan menuju Repulse Bay. Setelah mengenakan sneaker, celana jins, dan topi.., perlahan Ivona keluar dari dalam hotel. Dia berniat untuk naik bus menuju pantai yang akan dia kunjungi. Gadis itu menyusuri trotoar jalan dengan santai,
"Tin.., tin.., tin..." terdengar klakson mobil di belakang Ivona. Gadis itu segera menepikan tubuhnya tanpa menoleh ke belakang.
"Tin.., tin.., tin.." mobil itu ternyata masih membunyikan klakson. Dengan perasaan jengkel, karena merasa jika dia tidak melanggar aturan jalan raya, Ivona berhenti dan menoleh ke belakang.
Sebuah wajah tampan menyembul keluar dari jendela mobil, tangan laki-laki itu melambai memanggil Ivona untuk mendekat.
"Hah.. Marcus.., bagaimana kamu bisa membuatku terkejut? Bukannya kamu ke laboratorium, kenapa bisa ada disini?" tanya Ivona sambil berjalan menuju mobil yang dikendarai Marcus.
"Masuklah dulu.., kita bicara di dalam mobil!" Ivona menuruti ajakan Marcus, dia langsung masuk ke kursi di depan, dan duduk disamping Marcus yang sedang mengemudi. Laki-laki itu segera menjalankan mobilnya, menyusuri jalanan di kota tersebut.
"Mau kemana tujuanmu Iv..?" tanya Marcus perlahan sambil tersenyum.
"Yah.., pingin rehat saja sejenak Marcus. Bosen, dari kemarin tidak bisa tidur di kamar." ucap Ivona santai, dia kemudian mengendorkan sandaran kursinya, dan menyandarkan kepala di atas kursi mobil.
__ADS_1
"Okay.., katakan apa yang ingin kamu lihat, Ocean Park, Disneyland.., atau ke shopping center. Aku akan mengantar dan menemanimu." Marcus berniat ingin menemani Ivona.
Gadis itu terkejut dengan perkataan Marcus, dia menoleh dan melihat laki-laki itu dari arah samping. Garis rahang yang kokoh dengan hidung mancung menambah tampan wajahnya.
"Tidak usah memandangiku seperti itu Iv..., bisa-bisa nanti kamu jatuh cinta padaku." tiba-tiba dengan penuh percaya diri, Marcus menggoda Ivona. Pipi Ivona langsung memerah.
"Ga bakalan aku jatuh cinta dengan peneliti sepertimu Marcus.. Aku tidak mau, anak-anakku terlahir menjadi kutu buku.. he..he..he.. ga asyik dan ga lucu." sahut Ivona balas menggoda laki-laki di sampingnya itu.
"Asyik kali.., kita wisatanya tiap hari ke toko buku, dan museum. Jika melihat film, yang dilihat film-film dokumenter." Marcus juga membalas godaan Ivona.
Kedua orang itu tertawa bersama.., Ivona juga merasa sudah lama dia tidak merasakan keriangan dan kesenangan bercanda tanpa beban seperti itu. Setelah beberapa saat mengemudi, Marcus tidak tahu kemana tujuan mereka..
"Iv.., by the way.., akan kemana tujuanmu? Tidak mungkin kan, kita hanya berkeliling di kota ini seharian. Tapi.., jika ini yang kamu inginkan.., aku akan tetap setia menemanimu sih." Marcus mengingatkan tujuan awal Ivona.
"Untuk tujuan itu, kita akan agak lama di perjalanan Iv.., Tadi laboran memberi tahuku pada pukul 14.30.., kita sudah bisa melakukan uji coba peralatan kita. Jika hasil uji coba sukses.., kamu akan memiliki waktu luang untuk jalan ke pantai.." Marcus menyampaikan penjelasannya.
"Okay..., okay.., terserah saja kamu akan membawaku kemana Marc.."
**************
__ADS_1
Di halaman parkir Disney Land Hong Kong, yang terletak di sebelah Teluk Penny, Pulau Lantau, Hong Kong, sebuah taman hiburan terbesar di dunia, Marcus menghentikan mobilnya. Laki-laki muda itu melirik pada Ivona, dan pada saat itu kebetulan gadis itu tengah melakukan hal yang sama.
"Ayo kita turun Iv..., tampaknya aku perlu membawamu naik Grizzly Gulch roller coaster. Kita harus merasakan sensasi berkeliling tambang beruang dan mengarungi sudut-sudut curam. Okay.., apakah kamu berani?" tanya Marcus pada Ivona.
"Okay.., siapa yang takut?" kata Ivona, dan gadis itu segera membuka pintu mobil kemudian langsung melompat turun. Melihat kegesitan gadis di sampingnya itu, Marcus hanya geleng-geleng kepala. Dia kemudian berjalan dan menarik tangan Ivona, untuk mengajaknya mencari tiket masuk. Setelah menggesek credit card Marcus, mereka mendapatkan dua tiket masuk. Seperti anak kecil, kedua orang itu segera memasuki area wahana.
"Apa yang akan kita coba pertama kali Ivona..?" tanya Marcus.
"Seperti katamu tadi, kita naik roller coaster." seru Ivona sambil menunjuk ke arah roller coaster yang sedang beroperasi, Gadis itu tidak mempedulikan sinar matahari yang mulai agak tinggi, dengan bersemangat dia menarik tangan Marcus mendatangi alat penguji nyali itu. Marcus hanya tersenyum senang, melirik pergelangan tangannya yang ditarik Ivona tanpa sadar.
Kedua orang itu segera menaiki roller coaster dan duduk berdampingan. Setelah penumpang sudah mulai naik, perlahan roller coaster itu berjalan dan mulai berputar cepat.
"Aaaaawwwwwwww..." Ivona berteriak panjang sambil memegang erat lengan Marcus. Laki-laki di sampingnya itu tersenyum bahagia.
Ivona merasakan jantung berdebar lebih cepat,demikian juga dengan saluran pernapasan. Tetapi sedikitpun dia tidak merasa takut, ada energi yang melepaskan ganjalan yang ada di hatinya saat teriakan lepas dia teriakkan di angkasa. Setelah beberapa saat, roller coaster itu akhirnya berhenti.
"Ha.., ha..., ha.., Marcus terima kasih kamu telah membawaku kesini. Seperti lepas semua bebanku." seru Ivona sambil teriak.
"Syukurlah.., ayok kita coba lagi wahana yang lainnya." Marcus mengajak Ivona untuk mencoba wahana bermain lainnya. Dua orang peneliti yang seharusnya berada di belakang laptop, saat ini mereka menghabiskan waktu di taman hiburan.
__ADS_1
"Marcus.., aku ingin itu. cotton candy yang berbentuk kelinci. Lucu banget.." Ivona kembali menarik tangan Marcus, membawanya mendekat ke merchant yang menjual cotton candy. Marcus menuruti permintaan gadis itu, keduanya duduk sambil tertawa-tawa menikmati cotton candy berdua. Orang-orang yang melihat mereka merasa senang melihat kelucuan, mereka mengira jika Ivona dan Marcus merupakan pasangan. Banyak barang-barang dan pernik-pernik lucu yang dibeli oleh Ivona, dan dengan setia Marcus mengawal dna membayari semua belanjaannya.
************