
Setelah semua orang sudah pulang dari sekolah, terlihat Vaya berjalan sendiri. Gadis muda itu menghampiri seorang laki-laki yang tampak menunggunya di dalam pintu gerbang. Setelah saling berjabatan tangan, kedua orang itu segera berjalan keluar dari SMA Dharma Nusa.
"Bagaimana rencanamu selanjutnya Vay..? Sudah tidak ada lagi yang dapat kita lakukan untuk papa. Menurut pendapatku.., lebih baik kamu segera meninggalkan kota ini. Kamu bisa mencoba hidup baru di kota yang lain." seorang laki-laki yang bersama Vaya.., yang ternyata adalah putra sulung dari Kepala Rumah Sakit Jiwa berbicara pada Ivona.
"Aku belum tahu kak.. Semua gara-gara perempuan laknat itu. Kehadirannya mengacaukan semua rencana yang sudah disusun oleh ayah dan kakak." dengan sinis, Vaya menjawab pertanyaan kakaknya. Terlihat gadis itu tidak memiliki penyesalan sedikitpun.
"Jangan pikirkan dia lagi.., saat ini yang penting kamu harus bisa bertahan. Keluarga kita sudah tidak memiliki apa-apa. Kakak khawatir.., dengan campur tangan dari CEO Kavindra Group kita tidak akan dapat melawan keluarga Iswara." kakak Vaya tampak mengkhawatirkan keadaan adiknya itu.
"Iya kak.., Vaya mau kembali ke hotel dulu." akhirnya Vaya pamitan pada kakaknya.
"Baiklah.., ingat pesan kakak Vay.. Kamu harus mulai berhemat mulai saat ini.., kembalilah pulang ke rumah keluarga kita. Jangan terus menginap di hotel.., lama-lama uangmu akan habis." setelah berpesan pada Vaya, kakak Vaya langsung meninggalkan Vaya sendiri.
Dengan lesu.., Vaya berjalan di pinggir jalan. Saat gadis itu melihat ada taksi lewat, tangannya menghentikan taksi tersebut, untuk memintanya mengantar ke hotel.
*************
Merasa tanggung jawabnya satu persatu sudah dia selesaikan.., Ivona berpikir sendiri di dalam kamar. Untungnya Alexander hanya menemaninya datang ke sekolah untuk mengambil pengumuman kelulusan, setelah mengantarnya pulang, laki-laki itu berangkat ke perusahaan.
"Aku mulai jenuh berada di tubuh Ivona.. Satu persatu hak yang seharusnya didapatkan gadis itu sudah aku kembalikan. Aku ingin kembali menjadi diriku sendiri.., meskipun kata para expertize usiaku tidak akan lama." Ivona mulai merenung, dia ingin kembali menjadi dirinya sendiri.
"Atau aku melarikan diriku ke luar negeri saja ya. Meskipun aku berada di tubuh ini, tetapi aku bisa berkomunikasi dengan menggunakan semua identitas Ivona pada kehidupanku sebelumnya" pikiran Ivona semakin mengembara kemana-mana. Rutinitas aktivitas sebagai murid sebuah sekolah, sudah secara apik dia perankan, dan lambat laun hak yang seharusnya diperoleh Ivona juga sudah kembali padanya.
"Drttt.., drttt.., drrttt.." tiba-tiba ponsel Ivona berdering. Terlihat nama Caroline yang melakukan panggilan masuk. Dengan malas, Ivona langsung mengambil ponsel kemudian menerima panggilan tersebut.
__ADS_1
"Ya Carol.., ada apa?" Ivona menyapa Caroline.
"Kita jadi ketemuan ya, kalau malam ini bisa tidak? Calon produser sudah siap untuk menemui kita. Nanti aku tunggu di lobby restaurant Madam Lie, kita masuk sama-sama. Tahu ga Iv.., ganteng banget calon produsernya. Yang satu tampan, cool.. tapi tatapannya seperti membunuh orang. Jadi uwu rasanya. Satunya lagi, ramah bingitt... bikin mimpiku klepek-klepek." Caroline malah memuji calon produser yang akan mereka temui, Ivona jadi tepuk jidat.
"Aku belum memiliki ketertarikan dengan lawan jenis, jangan nggombal di depanku. Jika bicaramu malah memuji-muji calon produser, mending aku ga ikutan aja deh. Bisnis yang dilandasi dengan emosional, hasilnya pasti akan kacau." Ivona berbicara keras pada Caroline.
"Hadeh Iv.., jangan tegang terus gitu dong. Sekali-kali, kita juga butuh rileks girl.., cari laki-laki untuk mainan, kita kerjain. Tapi jangan buat serius dulu.., biar ga cepet tua," Caroline merayu Ivona.
"Udah.., tunggu aku!! Jam 17 aku keluar dari rumah.." malas berlama-lama bicara, Ivona mengakhiri pembicaraan.
"Okay deh.., ketemu nanti. See you next.." Caroline mematikan panggilan telpon.
Saat Ivona melihat jam dinding, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 16.15 wib. Gadis itu segera bangun dari tidur, dan bersiap-siap.
*************
"Bibi.., Ivona keluar dulu ya. Jika Kak Alex menanyakan.., bilang saja jika Ivona sedang menemui temannya." Ivona berpamitan dengan Bi Mina, dia perlu jaga-jaga khawatir jika Alexander mencarinya.
"Baik Non.., nanti Bibi sampaikan. Nona Muda mau diantarkan sopir ya.., biar Bibi yang mencarikan." Bi Mina menawarkan jasa baiknya.
"Tidak perlu Bi.., Ivona lebih nyaman naik Ojek Online. Ivona berangkat Bi.." gadis itu langsung berjalan meninggalkan Bi Mina yang masih melihatinya.
"Baik Nona Muda, hati-hati di jalan." wanita tua itu menghela nafas, karena gadis itu selalu tidak ingin merepotkannya.
__ADS_1
Di depan gerbang villa Alexander, terlihat sebuah mobil online sudah menunggu Ivona. Setelah melakukan konfirmasi, Ivona segera memasuki mobil online tersebut.
"Sesuai lokasi mbak tujuannya?" dengan ramah, driver menanyakan kembali lokasi tujuan Ivona.
"Yupz.., restaurant Madam Lie pak." sambil menunggu mobil sampai di tujuan, Ivona membuka iPad. Gadis itu mencoba masuk dan melakukan login ke akun sistem Institut Komputer Internasional. Tiba-tiba Ivona teringat dengan Marcus.., laki-laki yang membuka jalan untuk pendapatannya dari luar negeri.
Beberapa saat Ivona berselancar di sistem tersebut, tetapi dia tidak membuat tindakan apa-apa, dan sangat smooth gadis itu memasuki setiap menu dan melakukan pengintaian pada otorisasi pengguna. Saat Ivona akan melakukan log out.., tiba-tiba ada notifikasi pesan yang masuk untuknya. Segera gadis itu membuka sebuah menu yang berbentuk amplop..
"Hanya Ivona Carminda seorang gadis yang selalu menghantui hari-hariku.., bisa masuk akun tanpa terdeteksi." tiba-tiba Marcus memberinya sebuah pesan.
"Ha.., ha.., ha.., jadi malu aku Marcus. Aku kangen saja.., tiba-tiba ingin bermain di sistem ini. Marcus tetap seniorku yang paling handal, dan sangat jeli mengenaliku." Ivona menanggapi pesan Marcus.
"Kamu jauh lebih hebat dariku sist.. Aku sudah mendengar kabarmu, barusan kamu lulus ya dengan nilai terbaik. Congrat.." Marcus mengucapkan selamat atas kelulusannya.
"Ah.., kamu selalu merendah. Terima kasih hacker kaliber internasional. Sudah ya Marc.., aku sudah mau turun mobil nih." Ivona mengakhiri komunikasinya dengan Marcus, karena driver sudah menghentikan mobilnya di depan pintu lobby Restaurant Madam Lie.
"Okay.. miss you Ivona." Marcus menjawab pesan gadis itu.
"Sudah sampai mbak.." driver memberi tahu Ivona, jika tujuannya sudah sampai.
"Makasih pak.." gadis itu langsung turun dari mobil.
*************
__ADS_1