Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 260 Ingatan tentang Alexander


__ADS_3

Sekitar tujuh jam lebih tiga puluh menit dalam perjalanan di angkasa, akhirnya private jet yang membawa rombongan Aldo memasuki pangkalan militer Guam. Pulau Guam ini terletak di bagian barat Samudera Pasifik yang menjadi teritori Amerika Serikat, dan sebagai kota destinasi wisata dan sekaligus lokasi pangkalan militer Negeri Paman Sam. Sebuah negara kecil yang menjadi pangkalan militer Amerika Serikat, dan pernah akan digunakan sebagai kota kecil yang dijadikan sasaran rudal dari Korea Utara, memiliki pemandangan laut dan terumbu karang yang indah. Pilot belum berani melakukan tindakan apapun, meski private jet sudah mendarat di pangkalan tersebut. Berada di lingkungan militer, membuatnya harus memilih hal yang hati-hati.


Tidak lama kemudian, sebuah mobil jip militer mendatangi pesawat tersebut. Pilot didampingi Richard segera turun untuk menyerahkan surat rekomendasi pendaratan yang sudah disiapkan oleh Johny. Setelah berbincang-bincang sebentar, akhirnya orang-orang militer dari pangkalan tersebut, memberikan ijin untuk mereka melakukan pendaratan. Bahkan mereka memberi ijin tinggal di negara tersebut selama satu minggu untuk menikmati destinasi wisata yang ada di negara kecil tersebut.


"Syukurlah.., semuanya berjalan dengan lancar. Ayo kita segera keluar dan mencari hotel di negara kecil ini." Richard segera mengajak keluar rombongan. Malas membawa keluar barang bawaan mereka, tidak ada satupun dari mereka yang membawa keluar barang dan perlengkapan mereka sedikitpun.


Pramugari memimpin jalan keluar untuk dapat berada di luar pangkalan, dan setelah sampai di luar, seorang laki-laki menghadang mereka.


"Permisi.., apakah ini semua adalah rombongan dari Tuan Richard?" laki-laki tersebut memberi hormat, dan bertanya pada Richard.


"Yap.., siapakah anda?" sahut Richard cepat. Laki-laki itu mengambil identitas dari saku bajunya dan menyerahkannya pada Richard. Setelah membacanya sebentar.., Richard menyerahkan kembali identitas tersebut.


"Alessandro.. antar kami semua segera ke hotel. Dan jangan lupa, hubungi butik di negara ini untuk membawakan pakaian dan perlengkapan lain kepada kami!" menggunakan identitas kakeknya, Richard memerintah laki-laki yang bernama Alessandro tersebut.


"Siap.., mari ikuti kami!" Alessandro mengambil alih perjalanan, dan pramugari minta ijin bergegas untuk bergabung dengan pilot dan co pilot.


Alessandro membukakan sebuah mobil van mewah, dan setelah memastikan Richard dan rombongan masuk, laki-laki itu segera menutup pintu kembali dengan kencang. Tidak ada perkataan di dalam mobil, karena semua masih merasakan capai setelah berjam-jam berada di dalam pesawat.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Alessandro memasuki Hyatt Regency Guam, dan setelah menunjukkan kartu identitas, mobil yang dibawa laki-laki itu diberikan ijin untuk berhenti di lobby hotel. Petugas hotel membukakan pintu mobil untuk mereka, dan mempersilakan semua penumpang untuk keluar dari dalam mobil. Setelah menyerahkan kunci mobil pada petugas parkir valet, Alessandro segera mengurusi proses check in mereka di hotel tersebut,


"Tuan..., kalian semua bisa berada di Presidential Suites yang ada di lantai atas hotel ini. Fasilitas di suites tersebut kebetulan ada beberapa kamar, sehingga kita tidak perlu lagi menambah kamar untu Tuan dan rombongan," setelah beberapa saat, Alessandro kembali dan menyerahkan acces card untuk memasuki Presidential Suites. Tidak mau berlama-lama, tanpa bicara Richard segera mengambil acces card dan langsung berjalan menuju lift hotel. Alessandro bergegas mengikuti mereka, dan mereka langsung naik ke atas begitu pintu lift terbuka.


**********


Karena merasa cukup menikmati istirahat di dalam pesawat, wajah Ivona kelihatan bersih dan cerah. Sambil menunggu, petugas butik mengantarkan baju dan perlengkapan untuknya, Ivona hanya mengenakan bath robes keluar dari dalam kamar. Kulit putih bersinar di leher Ivona yang tersingkap tampak menambah kecantikan dan pesona gadis itu. Tanpa bicara, Aldo langsung berdiri dan mengambil handuk hotel untuk menutupi tubuh Ivona.


"Jangan keluar kamar dulu sebelum baju diantarakan oleh orang-orang butik!" seperti merasa khawatir, jika orang lain akan menikmati kulit mulut gadis itu, Aldo dengan sikap over protective berbicara pada gadis itu.


"Bukannya seperti itu Nana.., tapi ingat kamu adalah seorang perempuan, dan kami adalah laki-laki. Aku tidak ingin saja melihat kedua laki-laki itu menikmati kulit tubuhmu." ucap Aldo.


"Hey.., apa kamu bilang Ald..?? Aku ini kakaknya Ivona.., jangan berpikiran kotor kamu padaku?" protes Richard mendengar perkataan Aldo.


"Ingat juga Tuan Muda.., aku mengenal Ivona sejak dia masih kecil. Bahkan melihatnya telanjang di masa kecil, sudah sering aku lakukan." teriak Marcus tidak mau kalah.


"Ah kalian semua menyebalkan, seperti anak kecil." jengkel dirinya menjadi objek pembicaraan, Ivona bergegas kembali masuk ke dalam kamar. Tanpa sadar, Aldo mengikuti gadis itu masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Untuk apa kamu masuk kemari kak Al..?? Kita beda jenis, tidak boleh kamu sembarangan masuk ke kamar perempuan. Ayo keluar..!" Ivona mendorong tubuh Aldo untuk keluar dari kamarnya, tetapi sedikit saja tubuh laki-laki itu tidak terguncang. Tanpa diduga, Aldo menggunakan kakinya untuk menutup pintu kamar. Kemudian laki-laki itu memeluk erat tubuh Ivona. Gesekan kulit mereka yang saling bersentuhan, menjadikan getaran yang hebat di tubuh mereka. Aldo mengangkat wajah Ivona ke atas, kemudian dia menundukkan wajahnya. Tidak lama, ciuman erat keduanya terjadi seperti sebuah pengobat kerinduan.  Tubuh Ivona merasa gemetar, gadis itu seperti menemukan sesuatu yang hilang yang sudah sangat dirindukannya selama ini.


Tangan mungil Ivona memeluk erat punggung Aldo\, dia merasakan kehangatan seperti memeluk tubuh Alexander. Pa**gutan dan lu**matan kedua bibir itu berlangsung lama\, dan bahkan mereka merasa sayang untuk saling melepaskan. Kedua tangan Aldo mengangkat pinggang gadis itu ke atas\, dan ketika Aldo akan membaringkan tubuh Ivona ke atas ranjang\, tiba-tiba terdengar ketukan di pintu kamar Ivona.


"Tok.., tok.., tok..." seperti tersadarkan, Ivona mendorong dada laki-laki itu menjauh darinya. Tangan kanannya meraih bantal, dan menutup wajahnya menggunakan bantal. Mata Aldo terbelalak melihat dua gundukan kenyal yang tersingkap karena tali bath robes yang terlepas. Tidak mau membuat pikiran perempuan muda itu macam-macam, dengan menahan nafas, Aldo menarik kembali bath robes untuk menutupi dan kemudian berjalan menuju pintu meninggalkan Ivona.


Dengan muka kesal, Aldo membuka kembali pintu kamar, dan terlihat Richard berada di depan pintu.


"Ada apa Richard..?" tanya Aldo dengan muka datar.


"Kenapa lama sekali kamu di dalam kamar adikku?" Richard bertanya penuh selidik, dan saat melihat bibir laki-laki itu sedikit tebal, serta melirik Ivona yang menutupi wajahnya dengan menggunakan bantal, laki-laki itu segera menarik Aldo keluar dari dalam kamar Ivona.


"Aku akan menghajarmu jika kamu berani melecehkan adikku." ancaman keluar dari mulut Richard yang dialamatkan untuk Aldo.


Aldo malah tersenyum smirk, dan berjalan meninggalkan Richard di depan pintu kamar Ivona. Marcus melihat interaksi keduanya dengan pandangan datar.


**********

__ADS_1


__ADS_2