
Keesokan harinya, Ivona masih tertidur di kamar Alexander. Gadis muda itu terlihat tampak santai, dia sudah tidak terbebani rutinitas berangkat dan pulang dari sekolah. Karena setelah selesai menempuh ujian akhir, sekolah membebaskan setiap muridnya untuk datang ke sekolah. Alexander juga tidak memberatkan gadis itu, laki-laki muda itu harus mengalah untuk tidur tadi malam di kamar yang semula dia tukarkan untuk Ivona. Gadis itu tidak membiarkan Alexander untuk masuk ke kamarnya saat dia sudah tertidur pulas, dia sengaja membiarkan kunci pintu tidak dia cabut dari dalam.
"Bibi..., apakah Nona Muda belum bangun dari tidurnya?" di meja makan, Alexander terlihat menikmati sarapan pagi sendiri dengan malas.
"Belum bangun Tuan Muda.., tadi Bibi mencoba untuk masuk ke dalam kamarnya. Tetapi rupanya Nona Muda menguncinya dari dalam, dan anak kunci dibiarkannya tergantung dari dalam. Jadi Bibi tidak bisa membukanya Tuan. Atau biar Bibi ketuk saja pintunya, agar Nona Muda bangun dan segera bergabung dengan Tuan Muda untuk sarapan pagi bersama?" Bi Mina menawarkan untuk membangunkan Ivona.
"Tidak perlu Bi.., mungkin Nona Muda kecapaian. Kemarin seharian tidak sempat istirahat, sampai malam baru sampai rumah." Alexander melarang Bi Mina untuk membangunkan Ivona.
Alexander melanjutkan sarapan paginya sambil membaca berita bisnis dari iPad yang ada di tangannya. Terlihat dari pintu ruang makan, Bi Mina menungguinya untuk memastikan jika ada hal yang dibutuhkan oleh Alexander.
"Selamat pagi kak Alex.., aduh harumnya nasi goreng sampai ke hidungku." tiba-tiba terdengar suara cempreng Clara, sepupu Alexander yang kemarin bertemu di mall.
Alexander menoleh ke belakang, terlihat Clara dengan penampilan seksi khasnya tampak bersinar di pagi itu. Gadis itu segera mendatangi Alexander di kursinya, dan saat gadis muda itu akan mencium pipinya, dengan tegas Alexander melarangnya.
"Hi..., kamu kenapa sih Kak..? Tidak biasanya kamu menolak ciuman dariku." Clara memprotes larangan Alexander.
Alexander meletakkan sendok dan pisau di tangannya, dia kemudian melihat ke arah Clara.
"Clara.., itu kan waktu dulu. Kamu belum dewasa.., aku tidak mau tindakan kita akan membuat salah paham seseorang." Alexander tiba-tiba ingat kejadian kemarin dengan Ivona. Bagaimana dia harus didiamkan, dan tidak ditegur sapa oleh Ivona hanya gara-gara ketemu dengan Clara di mall. Laki-laki muda itu juga berpikir bagaimana akan menjelaskan pada Ivona tentang kedatangan Clara pagi ini di villa.
__ADS_1
Clara duduk di samping Alexander.
"Memangnya siapa yang akan salah paham kak? Kata Tante.., kak Alex sampai sekarang juga belum memiliki pacar, dan aku dengar sendiri jika Tante akan menjodohkan kita. Jadi.., tidak masalah kan jika kita lebih mendekatkan diri dari sekarang." Clara dengan santai malah membicarakan perjodohannya dengan laki-laki itu.
"Jangan ngawur kamu Clara.., tolong jaga bicaramu! Aku sudah memiliki pacar.., dan saat ini bahkan kami sudah dalam satu rumah ini. Kekasihku masih tidur, jadi pelankan nada bicaramu!" tidak mau menimbulkan lagi kesalah pahaman dengan Ivona, Alexander memberi ketegasan pada Clara.
"Tidak perlu berbohong padaku Kak Alex.. Aku bukan gadis bodoh, reputasi pengusaha terkenal di kota kecil seperti ini, akan mudah terendus oleh media. Tidak ada media satupun yang pernah memberitakan jika kak Alex pernah jalan dengan perempuan manapun. Jadi kak Alex memang jodoh dari Clara." tidak tahu rasa malu, Clara mengklaim jika dirinya adalah jodoh Alexander.
"Terserah kamu mau bicara apa Clara. Dengan tegas kembali aku katakan, aku sudah memiliki kekasih, dan saat ini kekasihku sedang tidur di dalam kamar. Pergilah dari rumahku sekarang juga.., aku tidak mau memancing keributan dengan kekasihku." kembali Alexander menegaskan.
***************
"Tok.., tok.., tok..," terdengar ketukan di pintu kamar yang digunakan untuk tidur Ivona. Merasa tidak percaya dengan omongan Alexander, Clara nekat mendatangi kamar laki-laki muda itu. Gadis muda itu mencoba untuk mendorong pintu itu, tapi kamar itu memang dikunci Ivona dari dalam.
"Non..., Non Clara.., kenapa gedor-gedor pintu kamar Tuan Muda. Saat ini Nona Muda masih tidur di dalam, tadi Tuan Muda berpesan pada Bibi untuk tidak mengganggu Nona Muda tidur." dari arah ruang tengah, Bi Mina berbicara pada Clara.
"Apa katamu Bi..? Siapa Nona Mudanya.., akulah Clara yang sudah dipilih sama Tante untuk menjadi Nona Muda di rumah keluarga Kavindra. Tidak ada gadis manapun yang akan menggantikan posisiku." teriak Clara yang merasa tidak terima dengan kalimat yang diutarakan Bi Mina.
"Maafkan Bibi Non.., Bibi hanya menjalankan perintah dari Tuan Muda." Bi Mina minta maaf pada Clara.
__ADS_1
Tiba-tiba mendengar keributan dari depan pintu kamar yang digunakan untuk tidur Ivona, Alexander segera datang ke tempat tersebut.
"Jaga sikapmu Clara.., jangan membuat batas kesabaranku habis! Ini adalah villaku, rumahku bukan villa atau rumah keluarga Kavindra. Berani kamu membuat keonaran di villaku, aku tidak segan untuk melemparmu sendiri ke jalan di depan sana." tidak bisa mentolerir sikap tidak sopan Clara, Alexander membentak gadis itu.
Gadis muda yang merasa dari kecil sudah diperlakukan dengan baik oleh Alexander itu merasa kaget. Dia sama sekali tidak menyangka, jika laki-laki itu berani membentaknya.
"Kak.., kenapa kak Alex membentakku? Apa yang salah dari Clara." dengan mata berkaca-kaca, Clara bertanya pada Alexander.
"Kamu masih bertanya, dimana letak kesalahanmu Clara. Kamu baru saja membuat kekacauan di rumahku, masih juga kamu bertanya dimana salahmu. Rumah ini punya aturan, punya etika. Tidak aku biarkan seorangpun membuat kekacauan disini." masih dengan suara keras, Alexander menasehati Clara.
"Kak Alex jahat..." Clara langsung berlari keluar meninggalkan Alexander yang masih berdiri disitu. Alexander diam, dia tidak memiliki keinginan sedikitpun untuk mengejar Clara keluar. Bi Mina yang merasa khawatir, segera beranjak untuk mengejar Clara.
"Bi Mina mau kemana?" tiba-tiba suara Alexander mengagetkannya.
"Mau mengejar Non Clara Tuan Muda. Bibi khawatir nanti Non Clara akan mengadu pada Nyonya Besar, akhirnya akan ada keributan dengan Tuan Muda." kata Bi Mina sambil menundukkan kepalanya.
"Apakah sudah tidak ada pekerjaan apapun di dapur, sehingga Bi Mina memiliki waktu luang untuk mengurusi gadis itu. Biarkan saja.., gadis itu harus belajar dimana batasannya." Alexander ganti menasehati Bi Mina.
"Baik Tuan Muda.., Bibi akan melanjutkan membersihkan piring yang kotor di dapur." dengan suara pelan, akhirnya Bi Mina kembali ke dapur.
__ADS_1
Alexander hanya melihati punggung Bi Mina, sampai perempuan itu itu menghilang dari pandangannya. Laki-laki itu segera mengambil nafas dalam.
*************