Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 123 Meningkatkan Citra Sekolah


__ADS_3

Ivona memasuki meeting room, dan pandangannya langsung bersitatap dengan kakeknya. Kakek tersenyum cerah, untuk menghormati laki-laki tua itu Ivona mendatangi kakek dan ketiga kakaknya. Kepala Sekolah melihat kedatangan gadis itu, langsung berdiri menghampirinya.


"Ivona.., kamu duduk di depan saja ya!" ucap Kepala Sekolah sambil menunjuk kursi yang ada di barisan depan.


"'Apa tidak sebaiknya saya duduk di belakang saja pak, sepertinya kurang pas jika murid duduk pada barisan guru-guru." Ivona menolak tawaran itu, dan dia melihat Beni sudah menyiapkan kursi untuknya.


"Ya sudah.., sesukamu saja." Kepala Sekolah akhirnya mengiyakan.


Setelah Kepala Sekolah kembali duduk, Ivona segera kembali mendatangi kakeknya. Gadis itu mencium tangan kakeknya.


"Kakek.., ada acara apa ini? Kok kakek harus repot-repot datang ke sekolah. Harusnya kakek istirahat, agar kondisi kakek segera stabil."


"Kamu bicara apa anak nakal..., kakekmu ini sudah sehat. Apa kamu tega membiarkan kakekmu ini setiap hari hanya berada di dalam rumah terus. Aku juga butuh jalan-jalan, butuh melihat lingkungan sekitar." sahut kakek.


"Oke.., oke.., kapan-kapan Ivona janji deh, akan mengajak kakek jalan-jalan. Kita keluar makan malam bersama."


Setelah sebentar berbasa-basi dengan kakek, Ivona segera ijin untuk duduk di belakang, bersama dengan murid-murid yang lain. Pada saat gadis itu akan melangkah ke posisi tengah, tiba-tiba kaki salah satu murid menghalanginya. Tanpa mau mengalah, kaki kanan Ivona langsung dibenturkan pada betis murid tersebut.


"Duk.., awww.." seru murid tersebut kesakitan. Beberapa murid di sekitar, melihat kejadian tersebut dengan penuh tanda tanya.


"Ups.., maaf, ga sengaja!" saat murid itu memegangi kakinya, Ivona langsung menyelonong masuk merasa tidak peduli.


William yang saat ini duduk di barisan belakangnya, menarik dua sudut mulutnya ke atas.


**********

__ADS_1


Pembawa acara segera memulai acara pada pagi hari itu, karena melihat meeting room sudah terisi penuh. Setelah sambutan-sambutan sudah selesai dilakukan, giliran Kepala Sekolah menyampaikan pengarahan serta memandu acara inti.


"Terima kasih atas kedatangan beberapa orang tua atau wali murid yang secara khusus kita hadirkan untuk datang secara mendadak di SMA Dharma Nusa. Acara mendadak ini sengaja kita adakan, karena untuk memberikan apresiasi pada murid-murid sekolah ini, yang sudah menorehkan prestasi sehingga mengangkat citra sekolah ini menjadi lebih baik." Kepala Sekolah menyampaikan maksud acara pertemuan.


"Selanjutnya kami undang untuk maju ke depan Ivona Carminda, Roy Kumala, Tio Kusuma. Kami mohon perkenan dari anggota keluarga ketiga nama yang kita sebut tadi, untuk bersedia mendampingi ketiga putra terbaik tersebut." Kepala Sekolah melanjutkan.


Seketika tepuk tangan meriah memenuhi meeting room. Beberapa murid yang ada di Kelas G terkejut mendengar pengumuman tersebut. Sontak mereka memandang dengan malu, Ivona yang saat ini malah terlihat duduk sambil memejamkan matanya di kursi pertemuan.


Muka Vaya langsung merah kehitaman mendengar nama Ivona disebut oleh Kepala Sekolah. Meskipun dia tergolong murid pintar di sakolah, tetapi belum pernah sekalipun dia pernah diundang untuk menerima apresiasi terkait bidang akademik. Dengan tatapan iri, Vaya mengarahkan pandangan ke tempat duduk Ivona.


"Iv.., bangun! Namamu dipanggil ke depan." Beni membangunkan Ivona yang sudah tertidur.


"Ehm.., kamu ganggu  saja Ben. Please deh, aku akan tidur sebentar dulu." ucap Ivona.


"Kamu diminta ke depan oleh Kepala Sekolah, kakekmu juga sudah berdiri di depan, Cepat bangun!" mendengar perkataan Beni, gadis itu membuka matanya. Dia baru sadar ketika melihat hampir semua orang melihat pada dirinya.


"Para hadirin semuanya, ketiga murid kita di depan ini bisa menjadi contoh generasi muda yang kreatif dan cerdas. Tio Kusuma dengan prestasi di bidang olahraga, berhasil menjuarai sebagai atlit bulu tangkis untuk peringkat propinsi. Selanjutnya Roy Kumala mendapatkan prestasi di tingkat propinsi pula untuk robotik, dan terakhir adalah Ivona. Meskipun Ivona sebagai murid pindahan yang belum lama bergabung dengan SMA Dharma Nusa, tetapi dia sudah berhasil mengejar ketertinggalan dan sukses sebagai Pemenang Utama pada posisi pertama pada Kompetisi Battle pelajaran Fisika tingkat Nasional." setelah Kepala Sekolah mengakhiri kalimat terakhir, tepuk tangan kembali terdengar di seluruh meeting room.


Mendengar perkataan Kepala Sekolah, kakek dan ketiga kakak Ivona melihat dengan tidak percaya. Ekspresi bahagia dan keharuan jelas tergambar di wajah mereka. Air mata kakek tanpa sengaja menetes saat melihat cucu kandung yang belum lama kembali ke keluarga Iswara, menerima thropy dan sertifikat dari Kepala Sekolah dan Wakil Bidang Akademik.


"Kakek.., semua penghargaan ini untuk Kakek, bukan untuk Ivona." ucap Ivona menyerahkan sertifikat pada kakeknya. Tommy langsung mengambil alih thropy yang ada di tangan adiknya itu.


***********


Vaya menghampiri Ivona di depan kakek dan ketiga kakaknya. Untuk mengambil hati kakeknya, Vaya rela menurunkan sedikit martabatnya untuk memberikan ucapan selamat pada Ivona.

__ADS_1


"Kakek.., Vaya memberi salam pada kakek." Vaya mengucapkan salam pada kakek.


"Ya." kata kakek singkat.


Setelah menyalami tangan kakek, Vaya bergeser mendatangi Ivona.


"Ivona.., kamu memang hebat. Dengan cepat kamu dapat mengimbangi kurikulum pelajaran di SMA Dharma Nusa. Selamat ya." Vaya memberi ucapan selamat pada Ivona.


"Huh.., berarti kalimatmu sama maknanya dengan kurikulum pelajaran di sekolah asalku tidak baik ya Vaya." Ivona dengan sinis menanggapi perkataan Vaya. Thomas menutup mulutnya, dia menahan tawa ketika tahu bahasa sarkasme yang digunakan Ivona.


"Bukan.., bukan begitu maksudku Ivona." Vaya bermaksud untuk meralat ucapannya.


"Rio.., kamu atur. Malam ini kita akan membuat acara syukuran dengan makan malam bersama di rumah makan. Semua harus hadir." kakek tiba-tiba memotong percakapan Vaya dan Ivona.


"Baik kek.., nanti Rio kasih tahu papa dan mama juga." kata Rio.


"Sudah, kak Thomas.., sekarang ajak kakek cepat pulang ke rumah. Sebentar lagi jadwal kakek minum obat, jangan sampai terlambat." Ivona meminta kakaknya untuk cepat membawa pulang kakeknya. Dia memang sangat peduli dengan laki-laki tua yang menyayangi Ivona sejak jaman dulu.


Tiba-tiba ponsel Ivona berdering, dia segera meminta ijin pada kakek untuk kembali ke kelas, dan meminta semua anggota keluarganya untuk pulang ke rumah.


"Hallo.." Ivona menyapa orang yang melakukan panggilan telpon padanya.


"Ya.., saya dari kantor imigrasi. Harap segera datang ke kantor imigrasi untuk melakukan sesi foto maksimal jam 16.00 ya." seseorang memintanya untuk datang ke kantor imigrasi.


"Yapz, tunggu saya."

__ADS_1


*****************


__ADS_2