
Melihat Lembar Kerja Siswa yang dilemparkan padanya, Ivona hanya melirik buku itu, tetapi sedikitpun tidak memiliki minat untuk mengambilnya. Dia malah tersenyum sinis saat melihat perbuatan wanita itu.
"Kenapa kamu tidak segera membukanya? Cepat kerjakan latihan-latihan soal itu!" perempuan itu memberi perintah pada Ivona.
"Kamu sadar siapa dirimu di rumah ini? Apa kamu berpikir, aku tidak bisa menendangmu keluar dengan segera dari rumah ini?" Ivona tersenyum dengan sinis.
"Apa maksudmu? Apakah aku harus menjelaskan lagi padamu, siapa aku. Aku diundang secara resmi kesini oleh kakakmu, Tuan Alexander. Oleh sebab itu, kamu harus menurut padaku!" perempuan itu menyebut nama Alexander.
"Ha..ha..ha.., aku mengenal dengan baik siapa kak Alexander, Dengan tangannya sendiri, tidak mungkin dia akan mengirimkan orang yang tidak jelas sepertimu untuk mengajariku dan menjadi guru privat untukku." Ivona memberikan sindirian telak pada perempuan itu.
Dengan geram perempuan itu terkejut dengan omongan yang disampaikan Ivona, dia memelototi gadis itu.
"Ada apa dengan matamu??? Hanya dengan satu jariku, aku bisa membuatmu hari ini juga dikeluarkan dari tempat ini. Aku juga tahu..., kamu sendiri sebenarnya tidak tahu kan tentang matematika, jadi melemparkan tanggungjawabmu untuk mengajariku dengan memerintahku untuk mengerjakan soal?" Ivona mengancam perempuan itu sambil tersenyum.
"Jangan salah sangka padaku!! Aku betul-betul hanya ingin mengujimu, sampai dimana pemahamanmu tentang soal-soal yang ada di LKS itu. Itu akan menjadi dasar bagiku, agar dengan mudah aku bisa melanjutkannya." perempuan itu pura-pura mencari alasan.
"Tidak perlu kamu mencari alasan. Aku tahu berapa rupiah gaji yang kamu terima dari kak Alex. Pasti pasaranmu disini, jauh lebih tinggi dari harga pasaran jika kamu memberikan jasa les privat di luaran kan?" mendengar perkataan yang disampaikan Ivona terakhir, perempuan itu menjadi tidak berkutik, dia speechless.
Ivona tersenyum penuh kemenangan, dia memang sengaja dan penuh percaya diri, menggunakan harga tinggi yang pasti akan bersedia dibayarkan oleh Alexander. Apalagi jika laki-laki muda itu merasa terpuaskan, maka siapapun yang akan mau melaksanakan pekerjaan yang diberikan oleh laki-laki itu juga akan memperoleh bonus darinya.
"Sekarang.., coba aku diajari bagaimana menyelesaikan latihan soal ini dengan menggunakan rumus ABC?" Ivona pura-pura sengaja tidak memahami rumus ABC, dia minta perempuan gruru privat itu untuk mengajarinya.
"Sebentar, abaikan saja soal yang penyelesaiannya menggunakan rumus ABC. Kerjakan dulu 5 soal ini, yang mudah saja yang dikerjakan! Yang sulit, ditinggal saja!" perempuan itu belum mengakui jika dia masih kurang memahami materi yang akan dia privatkan pada Ivona. Dia sudah mulai mengurangi dan tidak mempersulit gadis itu dengan setumpuk pekerjaan rumah.
Ivona hanya beberapa menit mengerjakan, dia sudah menyelesaikan pekerjaan rumah yang diberikan perempuan itu. Kemudian Ivona meminta penjelasan, dia mengatakan jika masih capai untuk mengerjakan soal-soal. Dia hanya ingin mendengarkan saja. Dengan perasaan dongkol, perempuan itu membacakan materi yang sudah tertulis di awal-awal LKS yang dia pegang sampai hari menjelang siang. Karena merasa capai dan bosan, Ivona minta waktu untuk istirahat dulu.
"Aku dah capai, kita istirahat dulu! Aku mau makan siang." kata Ivona yang langsung menutup buku pelajaran yang tadi digunakan untuk proses pembelajaran.
__ADS_1
"Okay.., silakan makan siang dulu! Aku juga mau istirahat." perempuan itu tampak senang, dan tanpa permisi Ivona langsung pergi meninggalkan perempuan itu sendirian. Gadis itu langsung menuju ruang makan.
Sepeninggalan Ivona, perempuan itu pergi keluar menuju teras. Melihat tidak ada orang di sekelilingnya, dia mulai mengeluarkan ponsel. Dia melakukan panggilan terhadap asisten Alexander yaitu Rico.
"Ada apa siang-siang menelponku?? Terus bagaimana, jadi kan hari ini kamu memberikan les privat pada Ivona?" Rico langsung menerima panggilan, dan melakukan konfirmasi pemberian les privat pada perempuan itu.
"Itu anak datang dari planet mana sih Ric?? Ada anak gadis, tidak ada sopan santunnya, malasnya minta ampun." perempuan itu langsung mengadukan tingkah Ivona pada laki-laki itu.
"Hush.., jaga bicaramu! Jika Tua Alex sampai mendengar bahwa kamu menghina gadis itu, kamu akan langsung ditendang dari rumah itu. Ceritakan lagi!" ucap Rico yang menyimak.
"Tenang.., aku sudah memastikan. Di sekitarku berdiri saat ini, tidak ada satu orangpun, bahkan pelayan rumah juga tidak ada." jawab perempuan itu.
**********
"Tok.., tok.., tok..," terdengar ketukan pintu di ruang kerja Alexander.
"Masuk." jawab Alexander singkat tanpa melihat siapa yang datang. Tatapan laki-laki muda itu masih disibukkan dengan layar laptop yang ada di depannya.
"Saya mengganggu tidak Tuan?" tanya Rico. Mendengar perkataan asistennya, Alexander langsung menekan tombol save pada file yang baru saja dia baca. Dia kemudian mengalihkan pandangannya pada Roco yang saat ini berdiri di depannya.
"Duduklah dulu!"
Rico mengikuti apa yang diperintahkan oleh Alex, dia kemudian duduk di depan meja kerja Alexander.
"Saya mau melaporkan tentang les privat yang dilakukan oleh guru privat pada Ivona." Rico memulai pembicaraan.
__ADS_1
"Ya ada apa?? Apakah Ivona bisa menyesuaikan dengannya?" mendengar nama Ivona, Alexander langsung antusias untuk mendengarkan cerita lebih lanjut.
"Itualah Tuan. Guru privat mengeluh dengan tingkah nakal yang dilakukan oleh gadis itu. Ivona malas untuk belajar, dan tidak mau mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru privat padanya. Guru privat itu sampai mengeluh pada saya." Rico menceritakan apa yang dia dengar dari guru privat yang dia cari itu.
"Ganti guru privat dengan yang baru!" tanpa diduga, Alexander langsung memerintahkan pada Rico untuk mengganti guru privat Ivona.
"Kenapa begitu Tuan?? Apakah Tuan tidka akan bertanya pada Non Ivona terlebih dahulu?" Rico mencoba membela guru privat temannya itu.
"Tidak.., kalau aku bilang ganti, ya dia harus diganti. Sekarang.., kamu ikut denganku! Aku akan melihat sendiri bagaimana keadaan Ivona." Alexander langsung berdiri dari tempat duduknya, dan kemudian melangkah keluar meninggalkan ruangan. Tanpa menunggu pengulangan perintah, Rico langsung mengikuti Tuannya itu.
***************
Sore hari, guru privat itu masih menemani Ivona belajar. Ivona masih berniat menguji sampai dimana kepintaran yang dimiliki guru privatnya itu. Perempuan itu sampai kewalahan, dan sudah tampak tidak fokus mengajar. Bahkan beberapa soal salah dia ajarkan pada Ivona.
"Bu Guru..., coba yang benar cara menghitungnya. Sepertinya keliru deh." Ivona dengan perasaan senang, mengerjai guru privatnya.
"Sudah benar itu, siapa bilang salah?" guru privat masih bertahan dengan pendapatnya.
"Masak sih, bilang benar salah tidak pakai perhitungan. Coba dulu dong!" sahut Ivona.
Dengan kesal perempuan itu malas berdebat dengan Ivona, saat dia melihat ke halaman, tiba-tiba dia tahu jika Alexander sudah berada di halaman rumah. Dengan penuh antusias, dia langsung mengambil kertas kemudian mengerjakan soal yang ditunjukkan oleh Ivona. Dia terlihat serius dan ketat, sambil mengajarkan apa yang dia tulis pada Ivona. Sikapnya langsung berubah 180 derajat.
__ADS_1
*****************