Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 197 Rumah Susun Cempaka


__ADS_3

Setelah tiga hari berada dalam keadaan sadar di rumah sakit, Ivona baru menyadari jika dia sudah kembali pada kehidupan nyatanya. Ramalan Profesor yang disampaikan pada mamanya, jika dia tidak akan berumur panjang karena otaknya tidak akan bisa memproses kecerdasanya ternyata tidak terbukti. Setelah mengalami koma selama berbulan-bulan, dan vegetatif di dalam rumah sakit akhirnya ingatan Ivona sudah kembali seperti semula. Mengingat dia baru kembali dari sebuah perjalanan yang panjang, menjadikan gadis ini menjadi lebih pendiam.


"Mama ada dimana Ester..?" tanya Ivona lirih pada sekretarisnya, karena dia heran kenapa sudah tiga hari dia dalam keadaan sadar tetapi dia belum bisa melihat mamanya datang untuk menjenguknya.


"Nyonya ada laboratorium Nona.. Karena Nona tidak segera sadar, Nyonya memutuskan untuk menerima tawaran Profesor untuk memintanya kembali ke laboratorium. Seperti yang sudah-sudah Nona.., jika Nyonya sudah memutuskan untuk masuk dan kembali ke laboratoriun, maka Nyonya akan dikarantina dan tidak diperbolehkan untuk berhubungan dengan dunia luar." Ester menceritakan keberadaan mamanya.


Ivona terdiam., dia berusaha mengingat kembali kehidupan lamanya dengan mama. Mereka harus bertahan hidup di jalanan dengan kehidupan seadanya. Bahkan, terkadang untuk makan sehari-hari mereka harus bekerja keras. Ivona harus lari ke warnet untuk mendapatkan koneksi, dan menggunakan kemampuan hackernya untuk mencari uang dan barang-barang yang dia inginkan. Kekerasan hidup di jalan, membentuknya menjadi pribadi wanita yang mandiri, dan tidak tergantung dengan keberadaan laki-laki.


Nyonya Carminda melakukan itu, untuk menjaga dan melindungi Ivona dari ancaman orang-orang yang ingin mengeksploitasi otak putrinya. Berasal dari keluarga genius, menjadikan otak Ivona dapat memproses informasi dengan cepat, dan memecahkan semua permasalahan hanya dalam waktu sekejap. Saat Nyonya Carminda, mendengar sebuah diskusi yang membicarakan bagaimana mereka akan memanfaatkan putrinya, maka sejak Ivona kecil, mamanya membawanya kabur dan tinggal di jalanan untuk menyembunyikan identitasnya. Bahkan, sampai sekarang, Ivona tidak tahu dimana dan siapa papanya.


"Oh iya Nona.., Dokter Marcus tadi pagi berpesan pada saya. Siang ini, Non Ivona sudah diperbolehkan untuk kembali pulang ke rumah. Saya sudah menyiapkan semua yang akan kita bawa pulang Nona.., dan Dokter Marcus akan segera menjemput kita jika kita sudah selesai bersiap." tiba-tiba Ester menyadarkan Ivona dari lamunan. Ivona mengarahkan pandangan matanya pada Ester, dan perempuan muda itu tersenyum sambil menganggukkan kepala. Ivona mengingat Ester sebagai sekretarisnya yang sangat cekatan. Dia bisa mengimbangi konsep dan keinginannya dengan sangat cepat.


"Baik Ester.., siapkan semuanya! Aku akan mengikuti apa yang sudah diatur oleh Dokter Marcus. Aku yakin, Marcus tidak akan membuatku kecewa." ucap Ivona pelan. Ester tersenyum kecut mendengar perkataan Ivona. Dia juga yakin jika Dokter Marcus akan selalu memberikan yang terbaik untuk Ivona, hanya gadis itu yang terkadang tidak mempedulikan apa yang sudah diusahakan oleh Dokter Marcus.


"Sudah siap semuanya Nona., dan Ester juga sudah memberi tahu Dokter Marcus. Kebetulan mendadak dari tadi pagi Dokter Marcus ada jadwal untuk operasi, jadi kita masih harus menunggunya beberapa saat lagi. Oh ya Non.., by the way hari ini Nona menginginkan tinggal dimana?? Di apartemen yang sudah disiapkan Dokter Marcus atau.." belum sampai selesai Ester bertanya, Ivona sudah memotongnya.

__ADS_1


"Aku ingin kembali ke tempat aku tinggal bersama mamaku Ester. Banyak kenangan yang harus aku ingat dengan mamaku di tempat itu." sahut Ivona cepat.


"Baik Non.., semoga Dokter Marcus mau mengerti keinginan Non Ivona." Ester tersenyum, dia ingat bahwa tempat yang ingin didatangi Ivona bukan merupakan tempat impian. Sebuah rumah susun di lantai tiga, dengan penghuni yang beraneka profesi. Ada preman, copet, ASN.., atau para pekerja bergaji rendah. Tetapi karena Boss nya tidak merasa risih, Ester hanya mengiyakan.


**************


Pukul satu siang akhirnya Dokter Marcus mengantarkan Ivona untuk kembali ke rumah. Dengan ditemani Ester, Dokter Marcus bahkan mengemudikan mobilnya sendiri.


"Masuklah Na..!" setelah membukakan pintu mobil, Dokter Marcus mempersilakan Ivona untuk segera duduk di kursi depan, tepat di sampingnya yang akan duduk di kursi pengemudi. Tangan Marcus membantu memegangi Ivona, dan akhirnya Ivona sudah duduk di atas kursi. Ester kemudian mengikuti Ivona dan duduk di kursi tengah mobil Dokter Marcus.


Setelah menutup pintu mobil tempat Ivona, Dokter Marcus memutar ke depan kemudian segera duduk di kursinya.


"Kamu jadi pulang ke Cempaka Na..?" pertanyaan Dokter Marcus membuyarkan lamunan Ivona.


"Iya Marc.., ada apa?" Ivona terlihat gugup, sambil mengusap air matanya, gadis itu menoleh ke Dokter Marcus.

__ADS_1


"Kenapa kamu menangis Nana..? Apa yang membuatmu sedih." melihat Ivona menghapus air matanya, Dokter Marcus langsung bertanya pada Ivona. Sambil mengemudi, tatapannya bergantian antara ke Ivona dan kemudian berpindah ke jalan yang mereka lalui.


"Tidak ada apa-apa Marc.. Aku terharu saja masih bisa kembali melihat semuanya. Apa yang tadi kamu tanyakan?" Ivona segera mencoba merubah perasaanya. Gadis itu kemudian tersenyum dan menatap Marcus.


"Tadi Ester bilang padaku, jika kamu ingin pulang ke rumah susun di Cempaka, tidak mau pulang ke apartemen yang sudah aku siapkan untukmu." mendengar jawaban Ivona, Dokter Marcus sedikit merasa lega, meskipun dia bisa melihat jika Ivona menyembunyikan sesuatu darinya.


"Antarkan aku ke rusun Cempaka saja Marc.. Terima kasih untuk bantuanmu selama ini.., Ivona merasa nyaman tinggal di rusun. Banyak kenangan antara aku dengan mama disana.." Ivona meminta Dokter Marcus untuk mengantarkannya ke rusun.


"Okay Tuan Putri.., Ester.., jangan lupa kamu belikan semua kebutuhan logistik untuk Nona Ivona." Dokter Marcus langsung memerintah Ester.


"Sudah Dokter.., tadi saya sudah memesankan semua logistik secara online. Dan Ester juga sudah janjian untuk bertemu Cash on delivery." Ester menjawab permintaan Dokter Marcus.


"Good job Ester.., kamu memang sekretaris Ivona yang bisa diandalkan. Jika perlu, nanti malam kamu juga bisa menemani Ivona tidur di rusun. Siapa tahu Ivona membutuhkan sesuatu, kamu bisa membantunya untuk melayani sementara." Dokter Marcus melanjutkan perintah pada Ester.


"Tidak perlu Marcus.., Ester. Jangan terlalu mengkhawatirkan aku., ada Bibi Sonya yang tinggal di plat sebelah. Perempuan tua itu selalu membantu mama, dan aku yakin beliau juga akan membantu untuk menjagaku." Ivona langsung memotong permintaan Dokter Marcus pada Ester.

__ADS_1


"Okaylah jika maumu begitu Nana." akhirnya Dokter Marcus menuruti keinginan Ivona.


******************


__ADS_2