Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 212 Dokter Cantik


__ADS_3

Aldo langsung memanggil Donny untuk segera datang ke ruangannya. Kedatangan Richard ke perusahaannya telah membuat gusar hatinya. Belum lagi munculnya Dokter Marcus yang sangat memperhatikan gadis itu, saat ini muncul CEO Globally Group yang terlihat memiliki kedekatan dengan Ivona. Aldo bingung apa yang akan dia lakukan untuk bisa mendekati dan mengenal jauh dengan gadis muda itu. Meskipun hatinya memiliki keyakinan jika Ivona adalah istrinya pada kehidupan sebelumnya, tetapi dia harus mendengarnya hal itu dari mulut gadis itu secara langsung.


"Apa lagi yang bisa saya bantu Tuan Muda..? Terkait balik nama tanah di atas bukit, sudah selesai. Kemudian kontraktor yang akan menangani pembangunan villa sesuai gambar yang Tuan Muda buat, sudah ditangani oleh PP Property." Donny langsung melaporkan progress pembebasan tanah di atas bukit, dan pembangunan villa sesuai konsep yang dibuat Aldo. Laki-laki ini berpikir jika masalah tanah ini yang akan ditanyakan oleh Aldo.


"Cari informasi lain tentang Ivona!! Apakah gadis muda itu memiliki kedekatan dengan Tuan Richard CEO Globally Group??" Donny merasa kaget dengan perintah baru dari Tuan Mudanya. Dia merasa informasi yang dia berikan kemarin sudah sedemikian lengkap, tetapi saat ini Aldo masih menginginkan informasi lain darinya. Laki-laki itu melirik wajah Tuan Muda yang terlihat gusar.


"Tuan Muda.., bagaimana saya mau mencari informasi tersebut?? Sejauh ini, saya belum pernah melihat jika gadis muda itu memiliki hubungan dengan Tuan Richard. Apakah hal ini terkait dengan kedatangan Tuan Richard barusan di ruang ini?" dengan hati-hati.., Aldo mencoba mencari kebenaran.


"Aku tidak mau tahu Donny. Maksimal satu kali 24 jam, informasi kedekatan antara Richard dengan Ivona harus sudah sampai di mejaku. Jika tidak.., maka aku pastikan kamu akan aku cutikan tanpa tanggungan selama satu tahun." mendengar ancaman Tuan Muda Aldo, Donny menjadi keder. Dengan pandangan memelas, laki-laki itu mencoba menetap Aldo.


"Baik Tuan Muda..., Donny akan berjibaku mencari informasi tersebut. Sepertinya menuruti setiap kehendak dari Tuan Muda adalah jalan ninjaku.." melihat tidak ada respon dari Tuan Mudanya, Donny menyanggupi pekerjaan baru tersebut. Segera laki-laki itu pamit untuk meninggalkan ruang kerja Aldo.


***********


Merasa malas, Ivona sengaja hari ini tidak pergi kemana-mana. Gadis itu membuka iPad untuk melakukan pengecekan pada akun-akunnya. Tiba-tiba dahinya berkerenyit ketika membaca running text. Berkali-kali gadis itu mengucek-ucek matanya, tidak percaya melihat tulisan yang ada di running text. Tetapi unknown identity dari si pengirim message menimbulkan tanda tanya besar dalam pikirannya.


"Berarti ada orang di masa laluku yang turut re inkarnasi dan masuk ke dunia ini bersamaku. Apakah kak Alex...??" tanda tanya besar kembali menghantui pikirannya. Kembali Ivona mengingat-ingat kemungkinan orang-orang yang dapat mengikutinya di dunia ini.


"Jika pengirim pesan ini adalah kak Alex.., kenapa tidak langsung menemuiku jika dia sudah mengetahui identitasku." kembali kebingungan melanda di pikiran Ivona.

__ADS_1


Setelah sejenak berpikir, muncul keisengan untuk mencari identitas pengirim pesan. Tidak menunggu lama, jari-jari Ivona dengan lincah mulai menari diatas huruf-huruf yang ada didalam iPad. Tetapi sampai jarinya pegal, gadis itu tidak bisa menemukan identitas pengirim pesan itu.


"What the fuck..?? Who are you..*??" sambil mengumpat, Ivona membanting iPad diatas ranjang. Gadis itu kemudian berdiri dan melangkah menuju kulkas. Mengambil satu botol air dingin, tanpa menggunakan gelas, Ivona langsung menenggak air minum langsung dari botolnya.


"Tet.., tet.., tet..." bel pintu kamar Ivona mengagetkan gadis itu yang sedang melamun.


"Masuk, tidak dikunci.." Ivona mengembalikan botol minuman ke dalam kulkas, kemudian berjalan menuju sofa di ruang tengah yang juga sekaligus ruang tamu.


Pintu didorong dari luar, dan masuklah Bibi Sonya membawa setumpuk pakaian Ivona yang sudah diseterika. Senyum langsung muncul di bibir perempuan tua itu saat melihat Ivona duduk di atas sofa.


"Selamat siang Non.." sapa Bibi Sonya pada Ivona. Perempuan itu menaruh pakaian yang sudah  disetrika di atas meja.


"Sekalian tadi Bibi arisan Non.. Kebetulan dua minggu lalu, Bibi yang dapat arisan, jadi ketempatan arisan di tempat Bi Sonya. Non.., mau tanya nih. Boleh kan?" Ivona menengok ke arah Bi Sonya, setelah melihat mata perempuan itu akhirnya Ivona menganggukkan kepala.


"Tadi di arisan, ibu-ibu pada menanyakan tentang Non Ivona. Mereka bertanya..., siapa tadi malam laki-laki yang mengendarai mobil apa itu Non.., Ferr... Ferrari sepertinya. Semalam bapak-bapak di rusun ini melihat Non Ivona tidur, kemudian diangkat Tuan itu dan membawa Non.. ke dalam kamar. Mereka berpikir jika Tuan itu akan menginap di kamar bersama Non Ivona.., tapi ternyata tidak." Bibi Sonya dengan runtut menceritakan apa yang dibicarakan warga rusun.


Mendengar pertanyaan itu, Ivona hanya tersenyum masam. Gadis itu juga bingung akan menjawab bagaimana, karena dia sendiri juga tidak tahu siapa laki-laki yang telah membawanya pulang. Tetapi.., orang-orang akan berpersepsi lain jika dia bilang tidak tahu apa yang terjadi.


"Oh itu Bi..., semalam Ivona diantar teman Bi.. Namanya kak Aldo.., iya mobilnya Ferrari. Memang gimana Bi.., warga rusun membicarakannya?" Ivona akhirnya membohongi Bibi Sonya. Dia mengatakan jika mengenal orang yang sudah mengantarkannya pulang.

__ADS_1


"Owalah.. ganti lagi to Non. Bibi pikir Tuan Marcus yang datang kesini Non.. Tidak ada pembicaraan negatif tentang Nona, jangan khawatir, Malah ibu-ibu turut merasa senang jika Non Ivona menikah dengan Tuan Marcus atas yang tadi malam mengantar Non. Kata ibu-ibu ikut menumpang tenar.." dengan polos Bibi Sonya menceritakan obrolannya dengan ibu-ibu rusun.


"Bibi bisa saja.." ucap Ivona sambil tersenyum melihat kepolosan warga rusun.


***********


Richard menengok papanya yang sudah jauh membaik, dari terakhir kali dioperasi di rumah sakit. Sudah dua hari, papanya dibawa pulang ke rumah. Dengan penuh perhatian, laki-laki itu menyuapi papanya yang tampak melamun.


"Apa sih yang papa pikirkan?" dengan lembut Richard bertanya pada papanya, sambil mengusap sudut bibir papanya dengan menggunakan lipatan tissue.


"Tidak apa-apa Richard. Hanya papa teringat Dokter cantik yang melakukan tindakan operasi pada papa." ucap Tuan Frans lirih. Matanya seperti mengisyaratkan penyesalan.


"Dokter cantik...?? Apakah Dokter Ivona yang papa maksud?" dengan dahi berpikir, Richard menatap Frans.


"Mungkin itu namanya.., karena di daftar nama tidak tercantum nama dokter itu. Papa belum mengucapkan terima kasih pada dokter itu, padahal papa sudah meragukan kemampuannya saat pertama kali menyapa papa." sambil tersenyum kecut, Frans menceritakan bagaimana sikapnya terhadap dokter yang sudah melakukan tindakan operasi padanya.


"Kapan-kapan Richard janji pa, Richard akan membawa Dokter Ivona menemui papa disini. Sekarang papa istirahat dulu ya?" merasa penyesalan ada di hati papanya, Richard berjanji akan membawa Ivona ke hadapan papanya. Frans tersenyum dan menganggukkan kepala saat menatap putranya.


**************

__ADS_1


__ADS_2