Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 209 Kamu Selalu Sama


__ADS_3

Ivona meninggalkan Richard yang memberinya jalan untuk lewat, kemudian gadis itu bergegas mencari rest room. Setelah menengok ke kanan kiri, akhirnya Ivona menemukan petunjuk arah menuju rest room. Beberapa orang melihatnya saat Ivona melintas di depannya, tetapi dengan cuek Ivona mengabaikan orang-orang itu.


"Hi cewek cantik.., mau kemana..??" dua orang laki-laki muda menghalangi jalan Ivona. Malas mengurusi orang-orang itu, Ivona memilih mengambil jalan memutar. Dengan cepat, Ivona langsung masuk ke toilet. Sesampainya di dalam, Ivona melihat dua orang gadis sedang merias wajahnya di depan cermin yang ada di depan toilet. Melihat salah satu bilik toilet kosong, dengan cepat Ivona menyelinap masuk mengabaikan dua orang gadis muda tersebut.


"Tar.., kamu lihat CEO muda itu gakk?? Gila.., wajahnya tampan banget, ditunjang body nya pokoknya emmmm... bikin fantasiku lari kemana-mana deh." salah satu dari gadis itu bercerita pada temannya.


"Yang mana..? Tuan Muda Richard apa..., dengar-dengar CEO itu gay, karena belum pernah ada cerita jika laki-laki itu dekat dengan cewek manapun." sahut temannya.


"Uhh bukan Tuan Muda Richard..., kalau dia mah masih jauh dengan Tuan Muda Aldo. Gilaaaa pokoknya. cool habis. Cuman sayangnya.., tatapannya seperti menguliti dan membunuhku deh." pembicaraan gadis-gadis itu semakin ngelantur kemana-mana. Ivona yang sedang berada di dalam toilet sampai jengah mendengarnya. Tidak berapa lama, Ivona segera mengakhiri keperluannya, kemudian keluar dari dalam bilik. Melihat dua gadis itu melihatnya, Ivona tersenyum dan menganggukkan kepala kemudian mencuci tangan di wastafel. Kedua gadis itu langsung terdiam dan saling berpandangan.


"Datang dengan siapa kamu..?" tiba-tiba salah satu dari gadis itu bertanya pada Ivona.


"Dengan seorang teman kak.., aku yakin kakak juga tidak akan mengenal temanku." Ivona menjawab sambil memberi mereka senyuman. Setelah merasa tangannya bersih, Ivona segera berpamitan untuk keluar dari toilet duluan.

__ADS_1


"Maaf kak.., saya masuk duluan ya." tanpa menunggu jawaban dari gadis-gadis itu, Ivona langsung keluar dari rest room. Dari depan rest room, Ivona melihat round table tempatnya dan Marcus duduk masih terlihat kosong. Gadis itu menyimpulkan jika Marcus masih ada urusan dari putri yang punya acara. Saat melihat untuk kembali ke round table, harus melewati meja tempat duduk Richard, menimbulkan kemalasan Ivona untuk kembali duduk di mejanya.


Ivona mengalihkan pandangan ke pintu  samping, gadis itu melihat ada taman disana. Untuk mengurangi kebosanannya, Ivona mengambil ponsel dan mengirimkan pesan pada Marcus jika dia berada di taman. Setelah melihat pesannya terkirim, Ivona segera melangkah menuju taman tersebut. Udara segar dihirup Ivona, saat gadis itu sudah berada di samping taman.


"Bro.., ternyata cewek tadi menunggu kita disini.., ayo kita samperin." telinga Ivona menangkap suara laki-laki yang sedang berbicara dengan temannya. Gadis itu mengabaikan suara itu, dia masih berdiri sambil memandang bunga anggrek bulan hybrid yang sedang berbunga di depannya.


"Hi cewek.., menunggu kita ya.. Temani kita yukkk..., kami akan membayar mahal kamu deh.." tiba-tiba hidung Ivona mencium aroma minuman keras, dan saat gadis itu membalikkan badannya, terlihat dua orang laki-laki yang sedang memegang sloki berada tepat di belakangnya.


*************


Ivona merasa terkesima dengan laki-laki yang sudah menolongnya. Rasa kenyamanan berada dalam gendongan laki-laki itu membuatnya speechless. Gadis itu seperti terhipnoptis, terlena dengan aroma harum yang muncul dari dada laki-laki yang menggendongnya dengan bridal style. Sejenak Ivona memejamkan matanya, ingatan berada dalam dekapan Alexander sedikit membuatnya merasa nyaman.


"Ikutlah bersamaku.., aku akan mengantarmu pulang!" suara laki-laki itu mengagetkan Ivona. Mereka sudah berada di depan pintu lobby, dan laki-laki itu memasukkan tubuh Ivona ke dalam mobil yang sudah disiapkan oleh petugas valey. Tanpa banyak bicara, setelah memasukkan Ivona... laki-laki itu berjalan memutari depan mobilnya kemudian duduk di kursi belakang kemudi. Laki-laki itu melirik ke Ivona sebentar, kemudian tanpa diduga oleh gadis itu, laki-laki itu menundukkan wajahnya ke depan Ivona, dan ternyata dia memasangkan seat belt untuknya.

__ADS_1


Dalam diam, laki-laki itu segera menjalankan mesin mobil, dan perlahan kakinya menginjak pedal gas. Ivona juga tidak memiliki keberanian untuk menolak atau sekedar bertanya pada laki-laki itu. Gadis itu hanya duduk terdiam, kemudian tidak lama Ivona sudah tertidur pulas di atas kursi mobil.


"Kamu selalu sama  dimanapun Ivona.., masih suka tertidur jika mencium aroma tubuhku.." gumam laki-laki itu sambil tersenyum smirk. Laki-laki itu kemudian meminggirkan mobilnya, kemudian melepas jas yang dia kenakan. Perlahan tanpa mengganggu tidur gadis itu, laki-laki itu menyelimuti tubuh Ivona menggunakan jasnya.


Hampir satu jam perjalanan karena sedikit macet, laki-laki itu sudah berada di jalan Cempaka. Tanpa membangunkan dan mengajak Ivona berbicara, laki-laki itu segera membawa mobilnya dan memasukkan mobil di depan pintu masuk rusun. Setelah menghentikan mobil, laki-laki itu kemudian mengambil tas tangan Ivona. Sebuah anak kunci sudah berada di tangan laki-laki itu, kemudian tas tangan Ivona kembali ditutupnya. Laki-laki itu segera membuka pintu mobil dan berjalan keluar. Beberapa penghuni rusun melihat padanya, tetapi laki-laki itu mengacuhkannya. Sebuah mobil mewah bermerk Lamborghini, menjadi sebuah tontonan menarik bagia warga penghuni rusun tersebut.


Tanpa berbicara apapun, laki-laki itu segera membuka pintu mobil tempat Ivona tidur, kemudian mengangkat kembali tubuh gadis itu dengan bridal style. Tidak menghiraukan pandangan para penghuni yang ingin tahu, laki-laki itu membawa tubuh Ivona dan langsung membawanya naik tangga menuju kamar Ivona.


"Tidak akan sulit menemukanmu sayang.." bisik laki-laki itu di telinga Ivona, tetapi gadis itu malah mengarahkan mukanya ke dada laki-laki itu. Tanpa kesulitan, laki-laki itu segera membuka pintu ruangan Ivona kemudian membawa tubuh gadis itu ke kamarnya.


Setelah menyelimuti Ivona, laki-laki itu memberi kecupan di kening gadis itu. Kemudian mengambil dompet dan mengambil card name, kemudian meletakkannya di atas meja. Setelah melihat ke sekeliling, laki-laki itu segera keluar dari ruang Ivona dan mengunci pintu dari luar. Setelah terkunci, menyisipkan kunci tersebut di bawah pintu.


************

__ADS_1


__ADS_2