Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 222 Agenda Terdekat


__ADS_3

Richard tersenyum penuh kemenangan ketika Ivona memilihnya untuk mengantarkan gadis muda itu kembali ke rusun. Laki-laki muda itu berjalan di samping Ivona, dan Aldo hanya mengikuti di belakang. Menekankan pada Aldo, jika Ivona tidak mengenalnya, serta merasa ada sebuah kesalahan ketika tanpa ijin dan permisinya, Aldo memasuki kamar gadis muda itu, menjadi alasan tegas Ivona menolak Aldo. Tetapi dengan tidak tahu malu, Aldo tetap mengikuti mereka berdua.


"Tuan Muda Richard.., mobil sudah kami siapkan di depan pintu lobby.." sopir perusahaan Globally Group memberitahu pada Richard, jika mobil sudah siap di pintu lobby. Melihat pelayanan yang diutamakan untuk CEO perusahaan ini, membuat Aldo sedikit geram, tetapi tidak ada yang bisa dilakukan oleh laki-laki itu.


"Nana.., kita langsung menuju lobby. Apakah ada tempat yang ingin kamu singgahi terlebih dulu.., sebelum aku mengantarmu kembali ke rusun?" Richard bertanya pada Ivona. Aldo hanya mendengarkan dari belakang.


"Langsung rusun saja kak.., ada sesuatu yang harus Ivona selesaikan saat ini. Kakak nanti bisa langsung kembali ke perusahaan, Ivona diturunkan di jalan masuk halaman rusun saja." Ivona mengarahkan Richard, tetapi laki-laki itu tidak menanggapinya. Karena sudah sampai di depan mobil, Richard membukakan pintu mobil bagian depan di samping kemudi. Tidak banyak berbicara, Ivona langsung masuk dan duduk di kursi. Khawatir jika Richard akan memasangkan seat belt, Ivona langsung memasang seat belt sendiri. Richard tersenyum melihatnya kemudian menutup pintu mobil dengan pelan.


Aldo segera memasuki mobilnya yang sudah disiapkan security di belakang mobil Richard. Begitu mobil Richard meluncur, mobil Aldo juga mengikuti di belakangnya.


"Nana.., apakah kamu benar-benar tidak pernah mengenal Tuan Muda Aldo..?" tiba-tiba Richard bertanya pada Ivona. Mendengar pertanyaan itu, Ivona juga bingung untuk menjawabnya. Gadis muda itu hanya menggelengkan kepala. Dia memang mengetahui, sebelum kejadian malam di hotel, sudah dua kali dia merasa melihat laki-laki muda yang disebut sebagai Aldo itu seperti mengamatinya dari kejauhan. Tetapi untuk berinteraksi secara langsung, dia belum pernah melakukannya. Kejadian di hotel, saat Aldo mengantarkannya pulang, bahkan tidak bisa dianggap sebagai komunikasi mereka. Karena begitu masuk mobil, Ivona langsung tertidur, dan saat bangun sudah pagi hari sesudahnya. Itupun Ivona sudah berada di dalam kamarnya.


"Jika begitu, kenapa Tuan Aldo merasa sudah mengenal kamu. Bahkan laki-laki muda itu terlihat over protective terhadapmu." ucap Richard mengomentari sikap dan perilaku Aldo. Ivona menghela nafas..

__ADS_1


"Tidak tahu juga kak.., yang penting laki-laki itu tidak mengganggu Ivona saja, sepertinya tidak ada masalah." Ivona menanggapi perkataan Richard.


"Iya juga sih.., Tuan Aldo orangnya sebenarnya baik. Sebagai seorang CEO muda yang sukses, laki-laki itu juga tidak memiliki track record buruk dalam pergaulannya. Bahkan dia dikenal tidak begitu menyukai seorang perempuan, makanya agak kaget juga kenapa Tuan Aldo tiba-tiba memperhatikanmu." Richard kembali memberikan tanggapan. Tetapi laki-laki itu merasa senang, jika pada akhirnya Ivona akan bersama dengan Aldo.


***********


Ivona minta ijin pada Richard untuk turun di depan toko buku *ramedia, dan Richard mengijinkannya. Di depan pintu masuk toko buku, Richard menghentikan mobilnya. Ivona segera bergegas turun dari dalam mobil.


"Nana.., kakak kirim sopir untuk mengantar kamu pulang ya dari sini?" Richard menawarkan untuk mengirim sopir agar mengantarkan gadis muda itu pulang.


Sesampainya di dalam toko buku, Ivona tidak langsung masuk ke tempat koleksi buku-buku di pajang. Gadis muda itu malah langsung menuju ke food court yang ada di lantai atas toko buku ini. Ivona sudah berjanji untuk menemui Ester di tempat itu. Terlihat dari lantai atas, Ester sudah melambaikan tangan memanggil Ivona untuk naik ke atas. Setelah membalas lambaian tangan tersebut, Ivona langsung naik escalator untuk menuju lantai tiga.


"Selamat siang Nona Ivona..." dengan senyum cerah, Ester menyapa Ivona. Gadis itu menarikkan kursi untuk diduduki Ivona, dan gadis muda itu langsung duduk di atasnya.

__ADS_1


"Bagaimana Ester.., apakah ada hal penting yang akan kamu sampaikan padaku?" Ivona langsung mengkonfirmasi Ester, sambil menyesap es lemon tea yang sudah disiapkan Ester untuknya. Ester menunjukkan email yang masuk ke email kerjaannya dengan gadis muda itu. Ivona langsung mengambil gadget yang diditunjukkan padanya, dan langsung tenggelam membaca email tersebut.


Sebuah penawaran untuk join di sebuah laboratorium dengan jelas terlihat di depan Ivona. Imbalan yang ditawarkan oleh para peneliti itu sangat menggiurkan, tetapi mewajibkan Ivona harus stay di luar negeri untuk beberapa waktu tertentu. Dengan cepat, gadis muda itu menggulirkan gawainya.


"Kenapa Non.., tidak menarikkah?? Perusahaan yang fokus di laboratorium itu memberikan reward yang paling menarik dibandingkan dengan tawaran-tawaran yang lainnya." Ester langsung bertanya pada Ivona.., ketika tawaran untuk join yang memberikan reward yang paling tinggi, dia tunjukkan pada gadis muda itu.


Ivona mengambil nafas, sudah merasakan hidup di dua dunia memberinya kesadaran bahwa kebebasan itu sangat menyenangkan. Gadis muda ini sudah pernah merasakan bekerja di laboratorium, pernah bekerja di Hong Kong.., saat ini dia menginginkan untuk mencari status diri dan keluarganya. Tidak bisa dipungkiri, setelah sekian lama dia hidup di dunia tanpa seorang ayah, tiba-tiba dia merindukan bagaimana sosok ayahnya. Cara tercepat untuk mendapatkan informasi adalah melalui mamanya, sehingga agenda terdekat yang akan dilakukannya adalah mendatangi dan bertemu dengan mamanya.


"Ester.., carikan aku cara dan koneksi agar bisa masuk di laboratorium pemerintah!! Fokus terdekatku adalah ingin bertemu dengan mama. Ada hal penting yang harus aku cari dan selesaikan." Ivona memberi pekerjaan yang lain untuk Ester dan menolak tawaran yang diberikan kepadanya.


"Bukan aku tidak membutuhkan coin Ester.., tetapi jujur.. aku sudah memiliki simpanan uang yang bahkan aku sendiri belum memiliki waktu untuk menikmatinya. Aku ingin mencari ketenangan dan jati diriku sebenarnya, bisakah kamu memahaminya Rster..?" Ivona melanjutkan perkataannya. Setelah diam sebentar, Ester menghela nafas. Gadis itu bisa memahami apa yang diinginkan oleh Ivona.., karena dia mendampingi sendiri bagaimana Ivona melewati masa vegetatif dan berhasil siuman sampai dengan saat ini.


"Okay Non.., aku akan segera menggunakan koneksi untuk memasukkan Nona ke laboratorium. Beri Ester waktu.., semoga tidak lebih dari satu minggu." akhirnya Ester menyanggupi agenda terdekat yang akan dilakukan Ivona.

__ADS_1


*************


__ADS_2