
Di sebuah komplek rumah mewah
Laki-laki tinggi besar baru terbangun dari tidurnya, dengan masih mengucek matanya laki-laki itu berjalan menghampiri pintu kamarnya. Baru saja dia memutar kenop pintu, terlihat perempuan paruh baya sudah menerobos masuk ke dalam kamarnya.
"Aldo..., bisa-bisanya jam segini baru bangun kamu. Apakah kamu tidak mendengarkan perkataan mama tadi malam?" perempuan paruh baya itu langsung mengomeli putra laki-laki yang dipanggilnya dengan sebutan Aldo itu.
Sedangkan laki-laki yang dipanggil Aldo itu malah berjalan mengambil air minum di atas mejanya, kemudian meminumnya. Setelah meletakkan gelas kembali di atas meja, Aldo berjalan menuju wastafel, dan mencuci wajahnya.
"Ini kan hari Minggu mama.. tahu seperti ini Aldo tidak akan mau pulang ke rumah ini. Mendingan Aldo tidur di rumah Aldo sendiri, tidak akan ada yang berani mengganggu tidurku." Aldo kembali duduk di pinggiran tempat tidur, dengan mata yang masih terlihat mata panda.
"Jangan suka membantah perintah orang tua. Dari kemarin mama bilang kan, jika jam sepuluh pagi ini, ada Carla yang akan datang ke rumah ini dengan kedua orang tuanya. Kamu harus bersiap-siap sekarang juga. Saat ini sudah jam sembilan, cepat mamah tunggu di bawah." mama Aldo bersuara dengan nada tinggi.
"Kenapa mama masih suka membawa anak gadis datang ke rumah ini? Aldo itu sudah menikah ma.., tunggulah sebentar. Aldo akan bawa istri Aldo ke rumah ini untuk menemui mama." dengan suara yang tidak kalah tinggi, Aldo membantah perkataan mamanya. Laki-laki itu langsung masuk kamar mandi dan membanting pintunya dari dalam.
"Aldo.., Aldo.., sampai kapan kamu akan menjadi seperti ini?? Sejak pulang dari rumah sakit, kenapa kamu selalu bilang jika kamu sudah menikah." sambil terduduk, mama Aldo mengelus dadanya. Dia sangat prihatin dengan apa yang terjadi dengan putra pertamanya. Jika dia membawa pulang gadis untuk dikenalkan padanya, selalu Aldo mengatakan jika dia sudah menikah.
*************
__ADS_1
Di dalam bath-up
Aldo berendam di dalam bath-up sambil mandi busa. Pikirannya melayang, dia teringat dengan Ivona yang dia tinggalkan pada dunia sebelumnya. Ketika dia melihat ada senjata pistol yang terarah pada istrinya, secara reflek dia merelakan tubuhnya menerima dua tembakan itu. Ketika tersadar, dia sudah berada di dalam tubuh Aldo.. di dunia ini. Laki-laki ini perlahan belajar menyesuaikan diri dengan kehidupan Aldo, dan untungnya dia dan Aldo sama-sama sebagai CEO perusahaan terkenal, sehingga bukan merupakan hal sulit baginya untuk menjalankan aktivitasnya sehari-hari.
"Nana..., ada dimana kamu??" Aldo kembali teringat dengan istrinya. Laki-laki itu memijat kepalanya perlahan.
"Aku yakin Nana.., aku pasti akan menemukanmu kembali di dunia ini. Tidak butuh waktu lama untuk dapat menyatukan hati kita kembali." Aldo berbicara pada dirinya sendiri. Laki-laki ini memiliki kayakinan yang besar, jika dia akan dapat menemukan kembali Ivona, dan berdua kembali menyatukan pernikahan mereka.
Aldo menyandarkan kepalanya di sandaran bath-up, kemudian dia memejamkan matanya. Tetapi begitu teringat jika pukul sepuluh, mamanya mengajak seorang perempuan untuk dikenalkan padanya, Aldo langsung bangun dan mengakhiri acara berendamnya. Laki-laki itu kemudian membilas tubuhnya dengan air shower.., dan tidak lama kemudian dia mengakhiri acara mandinya. Setelah mengambil handuk, dan dia gunakan untuk mengeringkan air mandi serta membungkus tubuh bagian bawahnya, Aldo langsung keluar dari kamar mandi.
Tidak sampai sepuluh menit, Aldo sudah berganti dengan pakaian santai. Celana jeans dan kaos T shirt dari merek terkenal luar negeri terlihat pas dan macho di tubuhnya. Tubuh six packnya tampak serasi dengan atasan yang dia kenakan. Sambil mengenakan topi, Aldo mengambil kunci mobil dan mengendap-endap keluar. Laki-laki itu tidak mau bertemu dengan mamanya, karena pasti akan dilarang untuk melarikan diri.
"Pagi.." menjawab singkat, Aldo langsung bergegas meninggalkan maid itu dan langsung menuju garasi mobil. Tiba-tiba Aldo mendengar teriakan mamanya bertanya pada maid..
"Raniiii..., kamu lihat Tuan Muda pergi kemana?? Tadi aku lihat anak itu pergi mandi..., tetapi kenapa sudah tidak ada di kamar." mendengar suara mamanya, Aldo langsung menekan pedal gas, dan mobilnya langsung menghilang keluar pagar rumahnya.
*************
__ADS_1
Tanpa tujuan, Aldo terus menyusuri jalan raya yang masih terlihat sepi. Dia tidak mau kembali ke villanya, karena bisa terjadi mamanya akan membawa perempuan yang akan dikenalkan padanya ke villa tempat Aldo tinggal.Tanpa Aldo sadari, mobil yang dia kendarai masuk ke jalan yang agak kecil di komplek Cempaka. Di kiri kanan jalan tersebut, banyak bangunan rumah yang sudah usang dan terlihat bangunan rusun yang saat ini ditempati oleh Ivona. Tetapi laki-laki itu terus mengarahkan mobilnya mengikuti jalan itu, dan akhirnya bertemu dengan sebuah bukit.
"Bukit apa ini.., sepertinya bukit ini tidak begitu tinggi?? Sudah ada jalan yang bisa dilewati mobil lagi." Aldo menggumam sendiri, kemudian laki-laki itu mengarahkan mobilnya menaiki bukit tersebut. Dengan penuh pertanyaan di benaknya, Aldo terus menaiki bukit itu. Tidak berapa lama, akhirnya Aldo sudah berada di puncak bukit itu. Laki-laki itu kemudian menghentikan mobilnya, kemudian dia keluar dari dalam mobil.
"Wow..., vitamin laut." mata Aldo bersinar, melihat pemandangan indah tersaji di depannya. Lautan biru dengan langit yang juga biru terbentang luas di depan matanya.
"Aku akan membebaskan tanah ini. Aku bisa membangun villa di atas bukit ini, sama seperti villa yang ada pada kehidupanku sebelumnya." ucap Aldo berbicara dengan dirinya sendiri. Laki-laki itu merentangkan kedua tangannya ke kiri dan ke kanan, sambil menghirup kesegaran udara laut. Sinar matahari yang sudah mulai panas, tidak dia rasakan.
Tiba-tiba Aldo mendengar ada suara derap binatang yang berlari ke arahnya. Laki-laki itu segera mengarahkan pandangan matanya ke arah binatang tersebut. Terlihat di depan matanya, seorang bapak-bapak tua sedang menggembalakan sapi dan kambing. Aldo tersenyum.., kemudian berjalan menghampiri bapak-bapak tua tersebut.
"Tuan.., apa ada yang bisa saya bantu?" melihat kedatangan Aldo yang menghampirinya, bapak tua itu menyapa Aldo smabil tersenyum ramah.
"Tidak pak.., hanya tadi sepi disini, ternyata ada bapak yang sedang menggiring binatang. Yah.., akhirnya kita kan bisa ngobrol pak." Aldo merespon pertanyaan yang disampaikan bapak tua itu.
"Iya nak.., saya yang memiliki tanah di bukit ini. Rumah bapak ada di bukit sisi tengah, biasanya hanya ada anak-anak SMA, SMP yang sering kesini saat sore hari. Akhirnya bapak harus mengusir mereka untuk pulang." bapak tua itu dengan ramah bercerita pada Aldo.
Akhirnya Aldo dan bapak tua itu terlibat pembicaraan serius, dan ternyata bapak-bapak tua itu tidak memiliki putra. Dia hidup sendiri sebatang kara di bukit tersebut.
__ADS_1
*****************