Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 74 Ikut Kakak ke Perusahaan


__ADS_3

Keesokan harinya, Bi Mina diminta Alexander untuk memanggilkan  Ivona dan mengajaknya sarapan pagi bersama. Setelah membersihkan dirinya, gadis itu langsung menuju ruang makan.


"Hey.. selamat pagi Ivona. Ayo sarapan dulu, kemudian kamu segera bersiap-siap!" Alexander menyapa Ivona.


"Ya kak." Ivona menjawab singkat, kemudian segera mengambil piring, dan langsung mengambil nasi goreng dan meletakkannya di ata piring.


Tangan Alexander langsung mengambil alat penjepit makanan, kemudian mengambil telur ceplok dan daging ayam, kemudian menaruhnya di atas piring gadis itu.


"Ini apa kak? Ivona lagi malas makan daging.." Ivona melihat ke mata Alexander, dan menyampaikan protesnya.


"Sudah.., dimakan saja! Kamu membutuhkan lebih banyak protein, harusnya pakai sayur juga. Tapi karena kamu hanya makan nasi goreng, jadi minumnya harus pakai jus buah, biar nutrisimu hari ini terpenuhi." Alexander meminta menu dengan kandungan nutrisi yang lengkap untuk Ivona.


"Ya kak..., Ivona siap melaksanakan." jawab Ivona, dia tidak mau mengawali pagi ini dengan perdebatan yang tidak perlu.


Mereka kemudian menikmati sarapan pagi dalam diam, Alexander senyum-senyum melihat Ivona yang sedang menghabiskan sarapan paginya. Setelah melihat gadis itu menyelesaikan sarapannya, tangan kanan Alexander mengambil satu gelas jus dan meletakkannya di depan piring gadis itu.


"Sudah selesai kan makan nasinya?? Sekarang saatnya jusnya diminum." dengan tersenyum manis, Alexander meminta Ivona segera meminum jus buah.


Tanpa berkata apapun, Ivona menahan perasaannya. Dia mengikuti apa yang disampaikan oleh laki-laki muda itu.


"Karena kamu sudah menyelesaikan makanmu, sekarang kamu ganti baju, dan bawa buku pelajaranmu!" baru saja Ivona menyelesaikan makannya, Alexander sudah menambahi dengan pekerjaan yang lain.


"Haa. memangnya mau kemana kak, kok bawa buku pelajaran juga?" tanya Ivona bingung dengan perkataan Alexander.


"Kan kakak hanya mengikuti keinginanmu Ivona, Katanya kamu tidak menginginkan guru privat yang lain, kamu maunya yang seperti kakak. Kakak ini di dunia, ya hanya satu. Tidak ada yang bisa berkamuflase menjadi kakak, makanya sekarang kamu harus ikut kakak ke kantor. Aku akan langsung memberimu privat materi pelajaran sekolahmu." sambil tersenyum, Alexander memaksa Ivona mengikutinya.


"Tapi kak..,"

__ADS_1


"Sudah patuhi kakak, segera naik ke atas dan ganti baju. Kakak tunggu di luar!" tanpa banyak kata, Alexander langsung memotong perkataan Ivona. Gadis itu sampai kehabisan kata-kata, dan dengan malas segera menaiki tangga menuju kamar di lantai 2.


*************


Beberapa karyawan Alexander berbisik-bisik saat mereka berpapasan dengan CEO Kavindra Group di lobby. Laki-laki muda yang dingin itu, tidak pernah terlibat urusan dengan perempuan. Tetapi hari ini, dia ke kantor membawa Ivona tanpa beban.


"Pagi Tuan Alex.." sapa petugas receptionis perusahaan.


"Hmm..," jawab Alexander sambil merangkul Ivona, dan mengajaknya segera masuk ke lift khusus Direksi. Di dalam lift, Ivona hanya diam mengikuti kemauan CEO itu. Karena tidak ada gunanya dia membantah apa yang dikatakan Alexander, tidak ada manfaatnya. Akhirnya daripada bosan sendirian di rumah, dia patuh mengikuti laki-laki muda itu.


"Selamat pagi Tuan.., ada yang bisa saya bantu?" seorang sekretaris di perusahaan itu menyapa Alexander dengan ramah.


"Oh iya, siapkan snack dan minuman ringan untuk gadis ini. Bawa langsung ke ruanganku!" perintah Alexander pada sekretarisnya.


"Baik Tuan.., secepatnya saya siapkan."


"Ivona.., kamu duduk dulu di sofa. Keluarkan semua bukumu, dan letakkan semuanya di atas meja! Aku akan menyalakan laptop dulu." Ivona segera membuka tasnya, kemudian mengeluarkan semua buku yang dia bawa. Dia menumpuknya di atas meja.


Tidak lama kemudian, sekretaris datang membawa banyak camilan, soft drink dan susu UHT. Dia meletakkan semua barang yang dibawanya di meja depan Ivona duduk.


"Tuan..., para petinggi Direksi hari ini jam 09.00 minta diadakan rapat." sekretaris menyampaikan schedull hari ini.


"Kenapa mendadak, sampaikan mereka! Aku akan ikut meeting tetapi secara online, tidak bisa kalau secara offline."


"Baik Tuan.., akan saya kondisikan. Untuk ID meeting ini Tuan. Saya permisi dulu." sekretaris itu kemudian pergi meninggalkan ruang kerja Alexander.


Tanpa menjawab sekretarisnya, Alexander mengangkat laptop kemudian membawanya di atas sofa. Dia meletakkan laptop di atas meja, kemudian menyambungkan dengan zoom meeting. Sambil menunggu rapat dimulai, dia mengambil buku LKS dan memindahkan buku-buku lainnya di meja kopi yang ada di samping sofa. Di atas meja, Alexander kemudian membuka LKS, dan dia menjelaskan poin penting tentang materinya.

__ADS_1


"Kamu ada pertanyaan tidak, jika sudah paham, kamu kerjakan latihan soal di bawah! Jika ada yang kurang dimengerti, tanyakan pada kakak!" dengan sabar Alexander membimbing Ivona.


"Iya kak." sahut Ivona singkat


Alexander kemudian bergabung dengan meeting yang dihadiri para petinggi Direksi, dan tidak lupa dia melakukan open camera.


"Siapa gadis yang duduk di samping Alexander?" salah seorang petinggi bertanya pada rekan yang duduk di sampingnya. Di screen video, tampak Ivona yang sedang memegang pensil, dengan sekotak susu di samping tangan Ivona.


"Atau itu pacarnya Alex? Sejak kapan laki-laki muda itu mulai sadar, dan tertarik untuk mencari seorang gadis?"


Para petinggi direksi hari ini mereka betul-betul sangat terkejut, saat melihat Alex membawa seorang gadis ke ke perusahaan.


************


Saat rapat berlangsung, sedikitpun Alexander tidak merasa jika keberadaan Ivona di situ mengganggunya. Tatapan ingin tahu para petinggi Direksi dia abaikan, bahkan ada petinggi yang bertanya, laki-laki itu tetap tidak memberi tahu mereka siapa gadis yang saat ini sedang bersamanya.


"Bagi saya tidak masalah, jika kita harus mengeluarkan dana lagi untuk membiayai prototype yang memang memiliki prospek bagus ke depannya. Anggap itu semua adalah sebuah investasi, karena kita harus selalu create new and different. Kita tunjukkan pada konsumen, jika kita peduli dengan keinginan dan kebutuhan mereka." Alexander menyampaikan argumentasinya tentang pembiayaan sebuah usulan project.


Alexander dengan tatapan dingin dan serius tetap mengikuti rapat online dengan fokus. Ivona tidak bisa menahan diri untuk menatapi laki-laki itu.


"Kenapa, kamu kagum ya dengan kakak, sudah tampan pinter lagi." goda Alexander sambil menyentil hidung Ivona. Ternyata dia tahu, jika dari tadi Ivona mencuri-curi pandang padanya.


"Terserah apa kata kakak saja deh, yang penting kakak bahagia." dengan lidahnya yang tajam, Ivona menjulurkan lidahnya dan diarahkan pada laki-laki itu.


"Ha...ha..ha.., awas ya kamu berani mengejekku." sahut Alexander sambil mengacak-acak rambut Ivona.


Mereka saling menggoda, dan tanpa malu sedikitpun jika interaksi kedekatan mereka dilihat oleh semua petinggi Direksi yang menghadiri rapat pada pagi itu. Perasaan mereka mendadak menjadi kacau balau, dipenuhi dengan berbagai pertanyaan tentang siapa gadis yang ada di dalam ruang kerja Alexander. Mereka sangat penasaran, darimana Ivona ini muncul.

__ADS_1


****************


__ADS_2