Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 93 Di Restoran


__ADS_3

Sesampainya di depan gerbang sekolah, Thomas segera memisahkan dirinya. Dia langsung berjalan masuk ke dalam mobilnya. Ivona berhenti, dia melihat Thomas yang sudah berada di belakang setir kemudi.


"Hati-hati kak Thomas, langsung pulang ke rumah saja biar cepat istirahat!" Ivona mengucapkan kata perhatian untuk kakaknya. Dia bukan orang yang tidak memiliki kepekaan, dia akan selalu mengingat kebaikan orang lain yang ditujukan pada dirinya.


"Iya diusahakan Iv.., ingat ya janjimu padaku!" kata Thomas sambil mengerlingkan matanya.


"Bisa diatur." sahut Ivona singkat sambil tersenyum, dia kemudian melambaikan tangannya.


Setelah Thomas, menjalankan mobilnya lebih dulu, Tommy dan Ivona langsung menuju ke mobilnya sendiri. Tommy membukakan pintu mobil untuk Ivona.


"Masuklah dulu!" Tommy meminta Ivona untuk segera masuk ke dalam mobil.


Tanpa banyak kata, gadis itu langsung masuk ke mobil Lamborghini Aventador yang dibawa Tommy. William melihat Ivona memasuki mobil mewah itu, tetapi dia hanya memandangnya tanpa menegurnya. Merasa tidak memiliki kedekatan emosional dengan laki-laki yang menjadi teman sebangkunya, Ivona juga tidak menyapa William. Setelah duduk dan menyandarkan kepalanya di kursi mobil, Ivona langsung memasang handsfree dan menyetel musik dengan keras. Seperti biasanya, dia akan langsung memejamkan matanya saat masuk ke dalam mobil.


"Langsung tidur rupanya, seberapa ngantuknya dia?" Tommy tersenyum sambil berbicara dengan dirinya sendiri, saat dia masuk ke kursi kemudi dan melihat Ivona sudah memejamkan matanya.


Sambil menyalakan mobil, tiba-tiba Tommy langsung teringat pada Alexander. Dia teringat akan membawa Ivona untuk pulang ke rumah, jadi harus memberi tahu sahabatnya yang sudah membantunya untuk menjaga dan mengawasi Ivona. Dia kemudian memasang bluetooth handsfree untuk menghubungi Alexander. Tetapi belum sampai dia menghubungi sahabatnya itu, ternyata Alexander sudah lebih dulu memberikan panggilan padanya.


"Ya Lex.., ada apa?" ucap Tommy menyapa Alexander.


"Apakah kamu jadi menjemput Ivona saat ini? Jika tidak aku akan langsung meluncur ke SMA Dharma Nusa?" tanya Alexander to the point. Tommy menjadi heran, tidak biasanya Alexander memperhatikan seorang gadis sampai seperti itu. Dalam hatinya Tommy bertanya, apakah kehadiran Ivona sudah mulai meruntuhkan hati Alexander. Pria muda itu terkenal memiliki sifat dingin terhadap perempuan manapun, tetapi kenapa saat ini terlihat dia memberi perhatian lebih pada Ivona.


"Jadi dong.., ini aku dan Ivona sedang dalam perjalanan." Tommy memberi tahu jika dia jadi menjemput Ivona pulang dari sekolah.


"Kemana, rumah atau masih mau mampir?" Alexander masih menanyakan akan membawa Ivona kemana.

__ADS_1


"Mau makan dulu, pasti Ivona belum makan dari tadi. Makanya rencana aku akan mengajaknya ke Michelin." Tommy mengaku pada Alexander jika mereka mau makan terlebih dahulu.


"Aku sekalian ikut makan bersama.., langsung on the way meluncur kesana." tanpa diduga Tommy, Alexander ingin bergabung untuk makan bersama mereka.


"Tapi Lex.., ini hanya antara aku dan adikku. Masa kamu akan ikut?" Tommy ingin melarang Alexander bergabung dengan mereka.


"Bullshit.., bisa-bisanya kamu menolakku. Selama kamu tidak ada, memangnya siapa yang menjaga dan mengawasi Ivona selama ini. Tidak usah banyak bicara, aku sudah membelokkan mobilku ke Michelin." tanpa bisa dicegah, Alexander sudah mendominasi pembicaraan.


"Okay.., okay.., terserah kamulah Lex." dengan tak berdaya Tommy hanya bisa membiarkan Alex ikut makan bersama mereka. Kalimat larangan tidak akan mempan untuk laki-laki CEO Kavindra group itu. Dengan caranya sendiri jika pria muda itu menginginkan sesuatu, maka sesuatu itu akan menjadi miliknya.


Sebenarnya Tommy khawatir jika Alexander bergabung dengan mereka, Ivona akan mengetahui jika selama ini Alexander menjaga dan mengawasinya karena mendapatkan perintah darinya. Dan selama ini, Ivona tidak tahu kalau Tommy yang meminta Alex menjaga dirinya.


 


*****************


"Iv..., bangunlah! Kita sudah sampai di restoran, ayo segera turun!" dengan suara pelan, Tommy membangunkan Ivona.


"Ya kak?" tanya Ivona sambil mengerjapkan matanya. Sepasang mata indah langsung terbuka, dan Tommy baru kali menyadari jika adik kandungnya itu memiliki sepasang mata yang indah.


"Bangunlah.., kita sudah berada di  halaman parkir restoran!" Tommy mengulangi kembali kalimatnya.


Ivona segera melakukan peregangan dengan memutar pinggangnya ke kanan dan ke kiri. Kedua tangannya, dia satukan jari-jarinya kemudian di arahkan ke depan dengan memutar balik kedua tangannya. Tommy hanya tersenyum melihat apa yang dilakukan Ivona. Setelah beberapa saat Tommy segera keluar dari mobil, kemudian mengambil jalan memutar di depan mobil. Dia kemudian membukakan pintu mobil untuk Ivona. Dengan malas, Ivona segera keluar dari dalam mobil.


"Kita langsung masuk saja! Kakak menjadi member dari restoran ini, jadi kita tidak perlu pesan atau antri dulu." Tommy langsung membawa Ivona masuk.

__ADS_1


"Selamat sore.., selamat datang di restoran Michelin Tuan Tommy dan Nona." seorang waiters menyapa mereka di depan pintu masuk restoran.


"Ruang VVIP masih ada?" tanya Tommy singkat.


"Sudah Tuan, dan di dalam juga sudah ada Tuan Alexander yang menunggu Tuan Tommy di dalam." waiters tersebut menjelaskan kemudian berjalan mengantar Tommy dan Ivona masuk ke dalam. Ivona tidak begitu mendengarkan apa yang disampaikan oleh waiters tentang Alexander yang sudah menunggu mereka di dalam.


"Ivona mau ke wastafel dulu kak, mau basuh muka dulu!" Ivona berpamitan untuk membasuh mukanya dulu untuk menghilangkan kantuk.


"Iya hati-hati, langsung ke ruang VVIP ya jika sudah selesai." Tommy berpesan pada Ivona, kemudian masuk lebih dulu ke ruangan.


 


************


Setelah beberapa saat berada di toilet, dan membasuh mukanya di wastafel, Ivona segera menuju ruang VVIP. Dia tengak-tengok kebingungan ruangan sebelah mana yang akan dia tuju. Ternyata di restoran ini, ada dua ruangan VVIP. Untuk menghindari kekeliruan, Ivona mendatangi seorang waiters yang sedang berjaga.


"Mas.., mau nanya ruang VVIP yang dipesan atas nama Tuan Tommy di sebelah mana?" Ivona langsung menanyakan pada waiters jaga tersebut.


"Tuan Tommy yang sharing room dengan Tuan Alexander ya, mari saya antar Non..!" waiters menyebut nama Alexander. Ivona agak mengerenyitkan dahinya mendengar perkataan waiters, tetapi dia diam tidak bertanya. Dia mengikuti langkah waiters yang mengajaknya ke lantai dua.


"Silakan masuk Non.., saya hanya bisa mengantarkan sampai disini!" waiters membukakan pintu.


"Terima kasih." Ivona segera melangkahkan kakinya untuk masuk ruangan, tapi baru saja satu langkah dia berhenti.


Ivona terkejut melihat laki-laki muda yang sedang duduk di ruang restoran bersama dengan Tommy. Matanya menatap kedua laki-laki muda itu secara bergantian dengan penuh tanda tanya. Alexander tersenyum melihat kedatangan Ivona, sedangkan Tommy menundukkan kepalanya tidak berani menatap pada Ivona.

__ADS_1


 


******************


__ADS_2