Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 265 Siapa Kakak???


__ADS_3

Ivona melirik ke tempat duduk Aldo.., laki-laki itu sedikitpun tidak memberi tahu akan membawanya kemana. Seorang tenaga keamanan berlari membukakan pintu mobil untuk Ivona, dan ketika gadis itu turun tiba-tibanya dadanya merasa sesak. Melihat bentuk bangunan, bahkan sampai tanaman yang ditanam di depannya, gadis itu tidak dapat melupakannya. Ivona kembali melirik ke arah Aldo, tetapi sedikitpun laki-laki itu malah mengacuhkannya.


"Kak Al...," dengan suara tercekat, Ivona memanggil lirih laki-laki itu. Ivona mulai berpikir apa yang dia lihat di depannya, itu apakah hanya terjadi secara kebetulan, mimpi, ataukah dia dikirim kembali ke masa sebelumnya.


"Nana..., masuklah ke dalam! Akan banyak hal yang akan dapat kamu lihat dan temukan, dan kamu sudah sangat dekat dengan impianmu selama ini." melihat reaksi emosional gadis itu, Aldo berucap lirih pada gadis itu. Laki-laki itu membalikkan badannya, dia memanggil Donny dengan menggunakak tangan kanannya.


"Gunakan mobil di garasi, kembalilah!! Aku tidak mau ada yang menggangguku disini, aku ingin menikmati waktu dengan istriku berdua disini. Hanya berdua saja,.., tidak ada yang lain." dengan suara pelan, Aldo meminta Donny kembali turun ke bawah. Laki-laki itu ingin mengingatkan kembali pada istrinya, kenangan-kenangan yang tertinggal dalam kehidupan sebelumnya.


"Siap Tuan Muda..., saya akan ready di bangunan bawah. Jika Tuan Muda membutuhkan sesuatu, silakan kembali panggil saya." setelah menganggukkan kepala, Donny kemudian berjalan ke arah garasi. Laki-laki muda itu menitipkan kunci mobil yang dia kemudikan tadi pada penjaga pintu gerbang. Tidak menunggu lama, Donny akhirnya kembali turun menggunakan mobil yang lain.


Sepeninggalan Donny, Aldo menuntun Ivona memasuki pintu samping. Laki-laki ingin menunjukkan sebuah pertunjukan seru untuk istrinya. Sesampainya di dalam, Ivona kembali merasakan dejavu.., bagaimana kolam renang yang berisi penuh dengan bunga mawar, balon, dan seperangkat meja dengan dua buah kursi untuk menikmati hidangan, semua persis dengan yang dia lihat di masa lalunya. Gadis itu berlari menuju ke arah pagar, matanya terbelalak melihat lautan biru membentang luas di hadapannya.


Tidak bisa melihat kebetulan yang sama persis terjadi di depannya, Ivona membalikkan badannya. Tatapannya menatap lekat laki-laki yang dengan setia dan penuh perhatian mengikuti langkahnya.

__ADS_1


"Si..., si.apa kakak yang sebenarnya?? Siapa yang melakukan semua ini...?" dengan mata puppy eyes, Ivona bertanya pada Aldo. Gadis itu tidak berhenti memandang dan menatap laki-laki tinggi besar di depannya itu. Tiba-tiba dia merasakan kembali pelukan, sentuhan Alexander meraba di seluruh tubuhnya. Gadis itu merasa gemetar, dia sampai oleng tidak bisa menerima semua yang terjadi di depannya saat ini. Perlahan gadis muda itu merasa tubuhnya lemas, tiba-tiba tanpa sadar Ivona jatuh terjerembab ke belakang.


"Nana..., how about you..?" seperti orang kehilangan akal, melihat tubuh istrinya jatuh, Aldo langsung berlari mengangkat tubuh gadis itu, Tanpa memperhatikan apapun, dengan kedua tangannya yang kuat, Aldo langsung membopong tubuh Ivona dan membawanya masuk ke dalam kamar. Sebuah kamar dengan view ke hamparan laut, sama persis dengan kamar pada dunia sebelumnya.


Beberapa saat di atas bed, Aldo memandangi wajah Ivona yang tampak lelah. Perlahan laki-laki itu mengambil aroma theraphy peppermint dan menaruhnya di atas lipatan tissue. Perlahan dengan hati-hati.., Aldo menempelkan tissue itu di hidung Ivona. Setelah beberapa lama, mata itu mengerjap dan terbuka lebar. Ivona mencerna semua yang ada di depannya, dan ketika melihat Aldo yang dengan khawatir melihatnya, Ivona langsung duduk dan memeluk tubuh laki-laki itu dengan erat.


"Kak Alex..., inikah kamu kak Alex..." dengan air mata yang mengalir, Ivona menengadahkan wajahnya. Perlahan laki-laki di depannya itu menganggukkan kepalanya perlahan, kemudian kembali memeluk tubuh Ivona dengan erat. Tangis bahagia keduanya terdengar di kamar itu, kedua orang pasangan suami istri dipertemukan kembali dalam sebuah kondisi yang sama.


********


"Jangan tinggalkan Nana.. kak.." ucap manja Ivona, ketika Aldo akan berjalan meninggalkannya sebentar.


"Aku tidak akan bisa meninggalkanmu honey., aku hanya akan menyiapkan makan siang kita." ucap Aldo pelan. Ivona tersenyum, tidak henti dan tidak bosan, gadis itu terus memandangi wajah laki-laki itu.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, dua orang pelayan memasuki tempat itu, dengan sigap mereka menyajikan makanan di atas meja. Setelah mereka selesai menyajikan semua, Aldo mengusir mereka dengan menggunakan tangan kanannya, dan kedua pelayan itu segera meninggalkan tempat itu. Dengan lincah, Aldo mengambil steak salmon dan menyiapkannya untuk Ivona, dengan memotong-motongnya terlebih dahulu.


"Makanlah dulu sayang..., masih banyak yang akan kita lalui di tempat ini. Kita akan mengawalinya dengan makan siang terlebih dahulu." bisik Aldo di telinga Ivona. Dengan penuh perhatian, Aldo menyiapkan semua keperluan gadis itu, dan Ivona sudah tidak mampu lagi berkata-kata.


Setelah mereka selesai melakukan makan siang, Aldo kembali membopong Ivona, dan mendudukannya di pinggiran pagar. Aldo menyandarkan kepala gadis itu di atas dadanya, dan Ivona terus menatap wajah suaminya itu. Meskipun wajah di depannya itu sudah berubah, Ivona kembali menemukan keakraban dan perilaku yang sama persis dengan Alexander.


Perlahan Aldo menunjukkan wajahnya, dan Ivona mengangkat wajahnya. Tidak ada yang memulai terlebih dahulu, kedua bibir itu secara serempak saling menempel dengan cepat. Secara perlahan keduanya menikmati kembali masa-masa kebersamaan sama dengan di kehidupan mereka sebelumnya. Merasa berada di atas tubuh Aldo, Ivona mengangkat kedua kakinya dan menduduki perut Aldo. Tanpa diduga, perempuan muda itu mendominasi ciuman lembut pada bibir Alexander atau Aldo itu.


"Honey.., tiba-tiba kakak ingin melakukannya. Bisakah kali ini.., honey yang ada diatas?" tanpa diduga, Aldo membisikkan kata-kata mesum di telinga Ivona. Mendengar perkataan itu, Ivona menjadi malu. Perempuan muda itu menghentikan ciumannya, dia meletakkan wajahnya di dada Aldo.


"Meskipun kita sudah pernah menikah di dunia sebelumnya, di dunia ini kita belum ada ikatan honey. Tidak bisakah kita menunggu, atau secepatnya aku akan meresmikan ikatan ini kembali." tiba-tiba perkataan Aldo seperti memberi tamparan pada Ivona. Dia akhirnya sadar dan mengingat, jika saat ini dia berada dalam sebuah dunia yang berbeda. Secepatnya, gadis itu menurunkan kaki dan kemudian duduk dengan menjuntaikan kakinya ke bawah, Melihat hal itu, Aldo memeluk Ivona dari belakang. Mereka melihat deburan ombak di laut yang ada di bawahnya.


************

__ADS_1


__ADS_2