
Pukul sepuluh malam, mobil yang dikemudikan Aldo memasuki halaman villa. Udara dingin langsung menerpa tubuh kedua orang itu, dan segera Aldo memeluk Ivona untuk memberinya kehangatan. Seperti biasa, seorang penjaga berlari-lari menyambut kedatangan mobil itu. Tanpa adanya pemberi tahuan sebelumnya, mereka dibuat kaget dengan kedatangan mobil mewah itu. Tetapi mengingat dua minggu lalu mereka juga dikagetkan dengan kedatangan Ester dan Dokter Marcus, bahkan dengan cepat mereka juga melangsungkan perkawinan disitu, kedatangan Ivona dan Aldo tidak begitu mengejutkannya lagi seperti dulu.
"Selamat malam Tuan dan Nona.., siapakah yang kalian berdua cari disini?" dengan perkataan sopan, penjaga itu bertanya pada Aldo dan Ivona. Tatapan laki-laki itu tiba-tiba lebih terkejut, melihat kedatangan mobil Pajero di belakang mobil sport mewah ini.
"Kami akan menginap disini untuk beberapa hari pak. Saya Ivona.., owner villa ini, maaf kami datang tidak memberi kabar sebelumnya." dengan ramah, Ivona membalas pertanyaan laki-laki paruh baya itu dengan sopan. Dan tampak keterkejutan di wajah laki-laki itu mendengar jawaban itu..
"Maafkan kami Nona ..., Nona Ester beberapa waktu lalu juga menginformasikan pada kami, jika pemilik sebenarnya dari villa ini bukan beliau, tetapi Nona Ivona. Mari masuk Tuan, Nona..., merupakan kebanggaan bagi kami dapat melihat pemilik dari villa yang kami tunggu ini." dengan tergopoh--gopoh, laki-laki itu segera membuka pintu depan menggunakan anak kunci. Ivona segera meraih tangan Aldo, dan mereka segera mengikuti langkah laki-laki tua itu.
Dari dalam villa, terlihat seorang perempuan paruh baya yang turut menyambut kedatangan mereka. Melihat wajah Ivona, perempuan itu terkejut. Untungnya beberapa hari lalu, Ester sudah memberi tahu wajah pemilik asli dari villa ini, jadi perempuan itu langsung dapat mengenali Ivona secara langsung.
"Mari Non..., Tuan..., duduklah dulu! Bibi akan mengganti sprei di kamar untuk Tuan dan Nona istirahat. Sebenarnya meskipun tidak ada yang menempati kamar itu, saya selalu mengganti sprei setiap tiga hari sekali, dan membersihkan kamar tersebut. Tetapi agar Nona dan Tuan tenang beristirahat, saya akan menggantinya sekali lagi." perempuan itu segera meninggalkan mereka di ruang tengah, dan segera masuk ke kamar yang ada di lantai dua. Meskipun Ivona tidak pernah datang ke villa itu, tetapi berdasarkan instruksi dari Ester, siapapun tidak diperbolehkan tidur di kamar itu kecuali pemiliknya sendiri. Karena gaji yang diberikan Ivona melalui Ester setiap bulannya sangat layak, para pelayan dan penjaga selalu mematuhi instruksi itu dengan sangat baik.
"Honey.., kamu memiliki selera yang sangat bagus. Meskipun villa ini tidak begitu besar.., tapi arsiteknya sangat luar biasa. Sangat artistik.., dan jika siang hari sepertinya akan sangat sejuk." mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan, Aldo memuji arsitektur dag gaya villa Ivona ini.
__ADS_1
"Iya kak.., Ivona yang merancang dan menggambarnya sendiri. Jadi developer-nya, hanya melaksanakan sesuai RAB dan gambar fasad bangunan yang sudah aku siapkan." tanpa bermaksud sombong, Ivona menceritakan jika villa di bangun atas jerih payahnya sendiri. Gadis itu memang menyukai bekerja di balik layar komputer, semua pekerjaannya selalu terkait dengan penggunaan program komputer.
Mendengar itu, kebanggaan jelas terlihat dari wajah laki-laki itu. Tanpa berbicara, Aldo kembali merangkul Ivona dan memberikan ciuman di kening gadis itu. Tiba-tiba dari arah dapur, terlihat penjaga gerbang membawa satu buah teko porselin dan dua gelas berisi air panas.
"Tuan.., Nona,.., kebetulan di termos, Bibi sudah mempersiapkan air lemon serai. Mumpung masih panas, semoga bisa mengobati dan mengurangi rasa dingin di villa ini Tuan.., Nona." penjaga meletakkan teko porselin dan cangkir di meja depan mereka duduk. Aldo dan Ivona langsung mengambil cangkir dan langsung menyesap isi yang ada di dalamnya. Rasa hangat mengaliri kerongkongan mereka, dan sedikit kehangatan itu masuk ke seluruh anggota tubuhnya.
*********
Di luar perkiraan Aldo, begitu mereka memasuki kamar, Ivona langsung melompat ke atas ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut tebal. Tidak menunggu lama, Ivona sudah tertidur dan tarikan nafas teratur terlihat dari gerakan di atas dadanya. Aldo menatap istrinya yang memejamkan matanya itu dengan tatapan prihatin, kemudian laki-laki itu geleng-geleng kepala.
Dengan mengenakan jaket, Aldo keluar dari dalam kamar. Pelayan langsung mendatangi laki-laki itu, dan bertanya apa yang dicari oleh laki-laki itu.
"Tuan Muda.., apakah ada yang bisa kami bantu?" tanya Bibi pada Aldo sambil tersenyum.
__ADS_1
"Tidak ada Bibi.., saya hanya ingin keluar melihat-lihat suasana di sekitar ini. Oh ya.., untuk besok pagi siapkan kami menu sarapan pagi yang berkuah dan panas saja. Ivona sangat menyukai sayur asem, siapkan!" sambil melangkahkan kaki keluar, Aldo berpesan pada Bibi. Perempuan paruh baya itu segera menganggukkan kepalanya.
Di luar villa, Aldo melihat beberapa pengawal ternyata sedang berbincang-bincang di atas teras. Semula dia mengira, para pengawal itu hanya mengantarkan perlengkapan saja ke villa itu, ternyata mereka masih menunggu di villa ini.
"Tuan Muda.." dengan cepat keempat pengawal yang ditugaskan Donny itu langsung berdiri sempurna, mereka menundukkan wajah saat melihat Aldo keluar dari dalam villa.
"Ternyata kalian masih disini.., tinggalkan saja kami berdua. Aku tidak mau direcokin oleh urusan kalian." tanpa menggunakan perasaan, Aldo mengusir orang-orang itu untuk kembali.
"Tapi Tuan Muda..., kami sudah mendapat perintah dari Tuan Donny untuk memberikan pengawalan selama Tuan Muda berada di kota ini." merasa mendapat perintah dari asisten Aldo, mereka menolak perintah Aldo untuk meninggalkan tempat ini. Merasa ditolak perintahnya, mata Aldo menatap keempat orang itu dengan tajam, dan keempat orang itu tidak berani untuk beradu pandang dengan laki-laki itu...
"Jika kalian mau tahu, aku adalah atasan Donny. Aku memerintah kalian, tetapi kalian lebih mematuhi Donny dari pada aku." dengan nada tinggi, Aldo berbicara keras pada keempat orang itu.
Melihat reaksi dari Tuan Muda Aldo yang menegur mereka dengan nada tinggi, keempat orang itu menjadi saling berpandangan. Tetapi tidak lama kemudian..
__ADS_1
"Baik Tuan Muda.., maafkan sikap kekurang ajaran kami! Segera kami akan segera turun dari villa ini, dan jika Tuan muda membutuhkan sesuatu, segera hubungi kami." setelah membungkukkan badan, keempat orang itu segera menyetujui perintah Aldo. Tanpa menjawab Aldo langsung menuruni undak-undakan teras, dan segera berjalan ke arah pintu gerbang,
***********