Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 287 Lombok Island


__ADS_3

Ivona dan Aldo merealisasikan rencana mereka. Tanpa memberi tahu semua anggota keluarganya, Jum.at sore pukul empat, dengan diantar Donny ke airport, mereka berangkat menuju pulau Lombok menggunakan private jet. Donny sudah menyiapkan penjemputan di pulau tersebut, dan sebuah mobil sport juga sudah disiapkan jika Tuan Mudanya menginginkan untuk mengendarai mobil sendiri.


"Apakah Tuan Muda tidak memberi tahu dulu pada Tuan Besar, mengenai kepergian Tuan dan Nona Besar menuju Lombok?" dalam perjalanan menuju bandara, Donny mengingatkan Aldo untuk berpamitan dengan Girindra.


"Kita hanya akan ke pulau Lombok Donny.., masih berada di negara Indonesia. Jika kamu memberi tahu semua orang mengenai kepergian kami, bisa-bisa honey moon kami akan terganggu. Kami sedang membuat project untuk menghasilkan Aldo junior kamu harus tahu itu," tanpa memperhatikan jika lawan bicaranya adalah jomblo, Aldo menyombongkan dirinya jika mereka akan berbulan madu. Dengan ekspresi jelek, Donny hanya mendengarkan perkataan Tuan Mudanya tanpa menjawab.


"Sudah kak.., tidak perlu koar-koar seperti itu pada Donny." merasa malu dengan perkataan Aldo, Ivona mencubit pinggang laki-laki itu. Tidak menjawab, Aldo malah memeluk Ivona dan mencium kening gadis itu.


Tidak lama kemudian, mobil yang dibawa Donny sudah memasuki bandara, dan langsung menghentikan di depan pintu keberangkatan. Dengan cepat Donny segera membukakan pintu mobil untuk mereka berdua, kemudian berjalan ke belakang untuk membuka pintu bagasi mobil.


"Apakah benar.. Tuan Muda dan Nona Muda tidak ingin kami temani, atau tetap memutuskan pergi berdua ke pulau Lombok?" Donny memastikan kembali pada Aldo. Laki-laki itu tidak dapat membayangkan, jika Tuan Muda nya bisa bertahan di luar tanpa pengawalan dari anak buahnya.


"Kamu meragukan aku Donn..., jika hanya untuk menghajar sepuluh orang sepertimu saja, aku masih sanggup. Jangan berani kamu meremehkan aku." dengan suara tegas, Aldo menjawab keraguan yang ada di hati Donny.


"Iya Tuan Muda..., saya tidak berani. Ini trolly bag nya Tuan Muda. Seperti biasa, untuk penerbangan dengan private jet, Tuan Muda harus melewati pintu kecil di ujung sana, Nanti akan langsung masuk ke lapangan terbang, dekat dengan hanggarnya." Donny masih mengarahkan jalan masuk pada Aldo. Tetapi laki-laki itu tidak mendengarkannya, dia langsung merangkul Ivona dan membawanya menuju ke arah yang ditunjukkan Donny. Karena sudah mendapat peringatan dari security bandara untuk segera memindahkan mobil, Donny segera meninggalkan Aldo dan Ivona.


*********

__ADS_1


Pilot, co pilot, dan pramugari yang menemani Aldo dan Ivona menuju pulau Lombok memberi salam pada pasangan suami isteri itu. Seperti biasa, hanya dengusan kasar yang diberikan Aldo pada mereka. Akhirnya Ivona yang menjawab sapaan dari para awak private jet itu.


"Terima kasih semuanya..., kami akan segera masuk ya." ucap Ivona dengan senyuman yang ditujukan pada para awak pesawat itu.


"Honey.., duduk disini saja. Tidak perlu duduk sendiri-sendiri." Aldo langsung memilih kursi tanpa penyekat di tengah sebagai tempat duduk mereka. Tanpa menjawab, Ivona langsung menuruti keinginan laki-laki itu, dia tidak mau ribut hanya karena hal sepele.


"Minuman apa yang perlu saya siapkan Tuan Muda..., Nona Muda.." pramugari kembali menghampiri mereka, dan menanyakan minuman yang mereka kehendaki.


"Siapkan juice black currant saja untuk kami. Setelah itu, tidak perlu mengganggu kami Sita.., kami akan langsung istirahat." Ivona menjwab pertanyaan dari pramugari bernama Sita itu, dan dengan cepat, pramugari tersebut menyiapkan minuman untuk mereka berdua.


Tidak membutuhkan waktu lama, kedua gelas berisi juice black current sudah tersaji di depan pasangan suami istri itu, dan tanpa diminta Sita melengkapinya dengan pie buah sebagai teman menikmati minuman.


"Siap Nona Muda.., ijin saya kembali ke depan untuk menemani pilot dan co pilot. Panggil saya dengan menekan tombol di sisi pegangan kursi Nona Muda.." dengan sopan, paramugari segera meninggalkan mereka berdua. Ivona tersenyum dan menganggukkan kepala.


************


Hanya dalam waktu satu jam perjalanan, Aldo sudah merangkul bahu Ivona memasuki executive lounge. Di belakang mereka, tampak pengawal yang sudah membawakan perlengkapan untuk mereka gunakan selama di Sembalun. Hari sudah memasuki malam hari, karena antara pulau Lombok dengan pulau Jawa memiliki selisih waktu lebih cepat satu jam.

__ADS_1


"Kita akan mencari makanan dulu.. atau langsung menuju villa di Sembalun?" dengan suara pelan, Aldo bertanya pada Ivona.


"Langsung saja kak..., karena kata Marcus perjalanan menuju villa sedikit extra ordinary. Apalagi kalau malam, sepi dan kadang beberapa binatang melintas di tengah jalan, belum lagi kabut yang mengahdang kita di perjalanan. Ester juga mengatakan jika ada pelayan dan penjaga rumah yang membersihkan villa itu. Aku yakin, meskipun tidak lengkap, akan ada beberapa bahan makanan di kulkas. Aku akan memasak untuk kita nanti malam." Ivona menjawab pertanyaan Aldo sambil melihat ke wajah suaminya itu.


"Really... honey..?" mendengar jika istrinya akan memasak makanan untuk mereka, Aldo bertanya dengan tidak percaya.


"Of course..., aku terbiasa menyiapkan makanan sendiri sayang. Jangan takut kelaparan.., jika tersesat bersamaku." sahut Ivona. Sebuah ciuman bibir menyambut perkataan Ivona, sampai orang-orang yang berada di pintu kedatangan melihat interaksi mereka dengan geleng-geleng kepala. Dengan tatapan malu, Ivona mendorong dada Aldo untuk menjauh darinya.


"KakĀ  Al.., lepaskan. Ivona malu.. kita berada di lokasi umum." Ivona mengatakan keberatannya pada tindakan impulsive yang dilakukan laki-laki itu.


"Ha..., ha..., ha... biarkan saja honey.. Mereka sirik karena mereka tidak mampu, mereka masih jomblo. Sedangkan kita, kan kita sudah resmi menikah, tidak ada yang akan menghalangi kita." tanpa melepaskan pelukannya, Aldo malah semakin erat memeluk Ivona. Bahkan tidak tanggung-tanggung..., di emperen bandara, Aldo mengangkat tubuh Ivona dan membawanya ke mobil sport yang sudah terparkir di depan mereka..


"Selamat malam Tuan Muda..., Nona Muda.. Saya Ario.., siap untuk mengantarkan Tuan Muda dan Nona Muda selama di pulau ini." dengan sopan, seorang pengawal menyambut kedatangan mereka. Setelah mendudukkan Ivona di kursi samping pengemudi, Aldo berhenti dan melihat ke arah Ario.


"Kamu ikuti kami di belakang. Gabung dengan mobil pengangkut barang, kami akan langsung menuju Sembalun." dengan suara tegas, Aldo langsung memerintah Ario untuk menyingkir dari mobil tersebut.


"Baik Tuan Muda.., kami akan melaksanakan perintah dari Tuan Muda." dengan sikap sopan, Ario segera berjalan meninggalkan mereka. Laki-laki itu menuju ke mobil Pajero yang parkir di belakang mobil sport tersebut.

__ADS_1


Tanpa banyak kata, Aldo langsung masuk dan duduk di samping Ivona. Setelah memberikan kecupan di kening istrinya, laki-laki itu langsung menginjak pedal gas, dan mobil segera meluncur keluar dari bandara.


*************


__ADS_2