
Vaya merasa senang mendapatkan kabar dari Chandra tentang kepulangan kakaknya Tommy dari luar negeri. Sebagai seorang yang bekerja di bidang film dan music, kakaknya memang jarang berada di Indonesia. Tommy selama ini selalu menyayangi Vaya, dan setiap apa yang diinginkan gadis itu selalu akan diutamakan oleh Tommy. Selama Vaya bahagia, itu adalah prioritas kakaknya Tommy. Dengan basis fans yang dimiliki kakaknya itu, Vaya ikut mendapatkan follower dari fans kakaknya di media sosial. Sehingga setiap postingan yang dilaunch gadis itu, dan mendapatkan like atau comment dari Tommy maka akunnya akan menjadi ramai.
"Kakak pasti akan mendukung dan membelaku nanti, aku harus menjemputnya di bandara. Hal ini juga akan mengangkat namaku dalam penilaian publik dan masyarakat, mereka akan membuat image jika aku adalah orang yang paling disayangi pada keluarga Iswara." Vaya terdiam, dia tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"Bagaimana Vaya.., apakah kamu tidak akan menemui Tommy, dan tidak menjemputnya di bandara?" tanya Chandra.
Vaya memandang Chandra, dia teman yang selalu berusaha menyenangkan hatinya juga selama ini. Jika dia sedang bersedih, Chandra akan mencari cara untuk menghibur dan kembali menyenangkan hatinya.
"Iya Chan.., aku akan menjemput kak Tommy di bandara. Kakak pasti akan senang, jika tahu Vaya sampai repot-repot menjemputnya." kata Vaya yang seperti langsung mendapatkan pencerahan dalam hatinya. Rasa sedih yang tadi tampak menggantung di matanya, tiba-tiba bersih menghilang.
"Benar Vaya.., aku juga yakin, pasti kakakmu Tommy akan selalu mengabulkan semua permintaanmu. Bersiaplah, karena jadwal penerbangan kakakmu adalah siang ini!" Chandra kembali meyakinkan Vaya.
"Jam berapa Chan, penerbangan kakakku landing di bandara?" tanya Vaya antusias.
"Aku tidak mendapatkan informasi tentang hal itu Vay. Kenapa kamu tidak kirim chat pada kak Tommy, pukul berapa pesawatnya akan mendarat di bandara." Chandra mengusulkan sesuatu.
**************
Ivona masih bermalas-malasan seperti biasanya. Selepas kelas, dia tidak ikut gabung murid-murid lainnya untuk pergi ke kantin. Gosip yang memberitakan jika Vaya pingsan di toilet, dan dibawa William teman sebangkunya ke UKS juga tidak sedikitpun dia pedulikan.Perlahan dia mengeluarkan ponselnya, terlihat ada lebih dari sepuluh kali panggilan masuk dari kakaknya Tommy.
"Untuk apa Tommy menghubungiku, dalam kehidupan sebelumnya laki-laki itu menjadi pendukung utama dari Vaya. Dia ikut memperlakukan Ivona dahulu dengan semena-mena." Ivona sekarang, dia berpikir tentang bagaimana perlakuanTommy pada dirinya.
__ADS_1
"Tommy dan Thomas tidak pernah memiliki sikap baik sedikitpun. Untuk apa aku mempedulikannya saat ini?" pikir Ivona kembali.
Gadis itu mengabaikan miss call dari kakaknya Tommy, dia kemudian menggulirkan keypad dan akhirnya dia membuka whattapps, dan ternyata ada chat dari Tommy yang dikirim untuknya.
"Ivona sayang..., bagaimana keadaanmu, kakak harap kamu selalu dalam keadaan baik dan sehat."
"Jemput kakak ya di bandara, siang ini kakak pulang dari luar negeri! Kakak membawakan oleh-oleh untukmu, kakak harap kamu suka." membaca pesan via chat yang dikirimkan Tommy, Ivona hanya mencibir. Dia merasa aneh kenapa akhir-akhir ini Thomas dan barusan kakaknya Tommy bersikap baik padanya.
"Aku harus hati-hati, siapa tahu kak Tommy hanya menggunakan aku untuk menolong Vaya. Aku sudah terlalu eneg melihat gadis itu." Ivona cukup meningkatkan rasa waspadanya saat membaca pesan dari Tommy.
Ivona mengingat bagaimana kondisi yang dialami Tommy pada novel yang dia baca. Laki-laki itu memiliki nasib yang mengenaskan, karena dia ternyata hanya digunakan oleh Vaya untuk mendapatkan materi dari keluarga Iswara. Kehidupan dia di dunia film dan music juga tidak bernasib bagus, karena dia terkena gosip dengan seorang artis yang berusaha untuk memanjat ranjangnya.
***************
"***.., apa sih yang dimaui oleh Ivona? Sedikitpun dia tidak memandang padaku, cukup satu kata saja Hi*.., itupun juga tidak dia lakukan." Tommy menggerutu sambil menuruni tangga pesawat.
"Kenapa aku tidak telpon Alexander saja, aku yakin dia tahu dimana keberadaan Ivona." Tommy tersenyum, kemudian dia mencari nomor Alexander kemudian melakukan panggilan.
"Yupz.., ada apa Bro?" Alexander langsung menerima panggilan masuk dari Tommy.
"Aku baru saja turun dari pesawat nih. Ivona dimana.., aku akan menjemputnya dan membawa dia pulang kembali ke rumah. Gadis itu harus tinggal bersama denganku." Tommy memberi informasi maksud dia menghubungi Alexander.
__ADS_1
"He..he..he.., rupanya kamu sudah kangen ya sama ulah usil gadis itu. Jangan bilang padaku, kamu harus tanya pada Ivona sendiri. Apakah dia mau pulang dan tinggal bersamamu, ataukah gadis itu saat ini lebih memilih untuk tinggal denganku." Alexander yang sebenarnya merasa keberatan jika Ivona diambil dari rumahnya, berusaha menyerahkan pada Ivona untuk membuat satu pilihan.
"Ya pasti maulah.., adikku akan lebih suka diawasi dan dijaga sama kakaknya yang keren ini, daripada tinggal bersamamu. By the way.., kamu tahu ada dimana dia sekarang? Aku telpon lebih dari 10 kali, tidak ada satupun yang dia angkat. Aku kirim pesan saja, hanya di read tetapi tidak ada balasan darinya." akhirnya Tommy menanyakan keberadaan Ivona.
"Kamu ingat tidak hari ini hari apa? Ivona pasti sekolahlah.., masak mau di rumah. Dasar dodol.." sahut Alexander mengejek Tommy.
"Ups.., iya aku lupa. Aku akan langsung menjemputnya sendiri ke sekolah hari ini Lex. Kamu tidak perlu mengantarkannya untuk pulang ke rumah. Thank.s ya Bro..., sudah membantuku menjaga gadis itu," Tommy mengucapkan terima kasih.
"Tidak perlu sungkan. Tapi aku pesan.., sepertinya anggota keluargamu tidak ada yang bersikap baik pada Ivona. Jika aku masih melihat perlakukan negatif anggota keluargamu kepadanya, aku akan membawa langsung Ivona untuk keluar dari rumahmu." Alexander mengancam Tommy.
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan Ivona Alex. Aku sudah pulang, aku pastikan tidak akan yang berlaku buruk pada adikku lagi. Sudah ya.., aku harus segera keluar dari bandara." Tommy akhirnya mengakhiri panggilan pada Alexander. Dia kembali merasa senang, setelah tahu jika adik kandungnya Ivona saat ini masih berada di sekolah. Dia ingin langsung menjemputnya dan memberikan oleh-oleh padanya.
*************
Sebelum keluar dari pintu kedatangan, Tommy ingin menyamarkan diri agar fans tidak mengenalinya. Dia mengenakan kaca mata Ray Bans dengan harga ribuan dollar yang dia beli di luar negeri dan menambahkan topi di atas kepalanya. Kulitnya yang putih dengan hidung yang mancung, menambah penampilannya menjadi semakin keren. Sweater dia lepaskan, dan hanya dia kaitkan di lehernya.
Tetapi Tommy menjadi terkejut seketika, di luar sudah ada lautan fans yang menunggu kedatangannya. Dia mendadak speechless.
******************
__ADS_1