Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 202 Nyonya Besar


__ADS_3

Begitu melangkah keluar dari Toserba.., Ivona sengaja memutuskan untuk berjalan kaki. Gadis itu dengan langkah perlahan dan hati-hati menyusuri trotoar dengan mengenakan headset di telinganya. Lima puluh meter di depannya, Ivona melihat seorang Nyonya Besar dengan pakaian yang elegan sedang menyeberang jalan dengan ditemani seorang pelayan. Tetapi sudut mata Ivona menangkap, dari arah sisi kanan terlihat ada dua orang laki-laki, yang tampak sedang mengincar tas mewah yang ada di pergelangan tangan Nyonya Besar itu. Ivona mempercepat langkahnya, dia tidak menginginkan ada kejahatan terjadi di depan matanya..


"Serahkan tasmu..!" tiba-tiba satu dari laki-laki itu, mengancam Nyonya Besar itu dengan menodongkan belati di depan wajah Nyonya Besar itu.


"Jangan ganggu saya.., aku akan memberi kalian uang yang banyak, Tapi jangan ambil tasku ini.." dengan wajah ketakutan, Nyonya Besar berusaha mengajak dua penjahat itu berbicara.


"Ha.., ha.., ha..., melihatmu sangat melindungi tasmu. Berarti banyak barang berharga di dalam tasmu itu.., serahkah!" laki-laki itu menggertak Nyonya Besar itu dengan suara yang keras. Teman laki-lakinya berjalan mendekati Nyonya Besar itu, dan saat tangannya akan meraih tas di pergelangan tangan.., tiba-tiba..


"Krek..., bukk.., aaawwww." tidak ada yang mengira, pergelangan tangan laki-laki yang akan merampas tas itu, tiba-tiba seperti terpuntir, dan tubuhnya tiba-tiba terbanting di atas tanah. Ivona mengibaskan kedua tangannya, dan saat laki-laki yang satunya akan menusukkan pisau belati pada Ivona, dengan cepat tangannya memuntir tangan laki-laki tersebut.


Kedua penjahat itu menatap wajah Ivona dengan ketakutan.., saat mereka akan berbicara.. tiba-tiba sepatu boots Ivona sudah berada tepat di depan leher mereka.


"Ampun..., ampuni kami Nona.. Kami tidak akan merampas lagi tas mewah Nyonya itu..!" kedua laki-laki yang tampak kesakitan itu meminta pengampunan pada Ivona.


"Ayo kita bawa saja mereka ke kantor polisi.. Terima kasih Nona.., kamu sangat membantu saya." Nyonya Besar itu mengucapkan terima kasih pada Ivona. Gadis muda itu tersenyum, kemudian..


"Biarkan mereka bebas Nyonya..., saya memohon ampunan untuk mereka. Siapa tahu mereka sedang membutuhkan uang, dan tidak tahu harus kemana mereka akan mencarinya." di luar dugaan, Ivona malah memintakan pengampunan untuk dua orang penjahat yang barusan dia lumpuhkan. Nyonya Besar itu terkejut, dia melihat ke wajah Ivona dengan tidak percaya. Tetapi Ivona malah menganggukkan kepala.


"Baiklah.., kan kamu yang sudah menolongnya. Hatimu sangat mulia Nona.." Nyonya Besar memuji kebaikan hati Ivona. Gadis itu kemudian menundukkan badannya, dan meraih pergelangan tangan laki-laki yang tadi dia puntir tangannya itu,

__ADS_1


"Krek.., aaww.." dengan sekali puntir, kembali suara kesakitan terdengar pada dua laki-laki itu.


"Gerakkan tangan kalian berdua sekarang.., apakah masih terasa sakit?" sambil tersenyum, Ivona mengajak kedua penjahat itu berbicara.


Dua orang laki-laki itu saling berpandangan, kemudian menggerakkan tangan mereka yang tadi terkilir karena perbuatan Ivona. Keduanya kegirangan, karena mereka sudah tidak lagi merasa kesakitan saat menggerakkan tangan mereka.


"Jangan ulangi perbuatan tidak terpuji kalian.., akan ada jalan lain jika kalian berdua mau bekerja keras." ucap Ivona tegas menasehati mereka berdua.


"Terima kasih Non.., dan maafkan perbuatan kami Nyonya Besar! Kami berdua telah khilaf." Nyonya Besar tersenyum, dia sangat kagum dengan keluasan hati Ivona. Tidak memberi hukuman atas kesalahan yang dilakukan dua orang tersebut, tetapi mengampuninya dan memintanya untuk tidak mengulang perbuatannya lagi.


***********


Ivona meletakkan garpu dari tangan kanannya, kemudian minum seteguk orange juice.


"Nama saya Ivona Nyonya.., maaf saya terlupa untuk memberi tahu pada Nyonya besar." dengan santun dan sikap merendah, Ivona mengenalkan dirinya. Gadis itu kemudian memandang Nyonya Besar sambil tersenyum.


"Nama yang bagus.., dimana kamu tinggal saat ini?? Untung ada kamu, jika tidak maka Tante akan celaka. Panggil Tante saja.., jangan panggil dengan sebutan Nyonya Besar." kedua telapak tangan Nyonya Besar memegang kemudian menggenggam tangan Ivona.


"Kebetulan saja Tante.., tadi kebetulan Ivona melihat kejadian itu, saat baru keluar dari Toserba. Ivona yakin, semua orang akan melakukan hal yang sama jika melihat kejadian itu. Saat ini Ivona bertempat tinggal di rusun Cempaka Tante.." Ivona menjawab pertanyaan Nyonya Besar.

__ADS_1


Mendengar jawaban Ivona, dahi Nyonya Besar berkerut. Perempuan paruh baya itu tahu bagaimana dan ada dimana keberadaan dari rusun itu. Sebuah bangunan rumah susun, yang jauh dari kata mewah, dan dihuni oleh berbagai golongan masyarakat. Tetapi melihat betapa santun dan rendah hatinya Ivona, gadis itu bukan cerminan dari tempat tinggalnya.


"Bagaimana bisa kamu tinggal di tempat itu Ivona... Jika kamu bersedia, tinggallah bersama Tante.." Nyonya Besar menawarkan tempat tinggal untuk Ivona.


"Mohon maaf tante.., Ivona terpaksa menolak tawaran tante yang terakhir. Tempat itu memberikan banyak kenangan untuk Ivona tante.., jadi sepertinya saya tidak bisa pindah dari tempat itu untuk saat ini." Ivona tidak bisa menerima tawaran itu, gadis muda itu melanjutkan makan siangnya. Nyonya Besar hanya melihati gadis itu dengan perasaan heran.


Setelah beberapa saat, akhirnya Ivona sudah menghabiskan makanannya. Setelah melipat kembali sapu tangan dan meletakkan di sebelah peralatan makannya yang sudah kotor, Ivona menyesap kembali minumannya.


"Tante.., terima kasih atas rejeki makan siang ini. Semoga Tante mendapatkan berkah yang berlipat melebihi apa yang sudah Tante keluarkan." Ivona mengucapkan terima kasih atas traktiran makan siangnya.


"Kamu bilang apa cantik.., hanya makanan seperti ini saja. Kemana tujuanmu setelah dari sini, Tante akan mengantarkanmu." Nyonya Besar menawarkan untuk mengantar Ivona.


"Waduh.., mohon maaf Tante. Ivona masih ingin jalan kaki Tante.., karena belum memiliki tujuan. Biasanya nanti di jalan, baru muncul ide untuk pergi kemana," dengan halus, Ivona kembali menolak tawaran yang diberikan Nyonya Besar.


"Baiklah.. Tante juga tidak akan memaksamu. Hati-hati ya.., ini card name Tante, jika kamu membutuhkan bantuan di laen waktu, kamu bisa menghubungiku." Nyonya Besar menyerahkan satu lembar card name pada Ivona. Gadis itu menerimanya, kemudian langsung memasukkan dalam dompetnya.


Ivona segera berdiri, kemudian mengulurkan tangan mengajak Nyonya Besar untuk berjabat tangan. Setelah Nyonya Besar menerima uluran tangan itu, Ivona menundukkan kepalanya dan mencium punggung tangan perempuan paruh baya itu. Gadis itu langsung melangkah keluar meninggalkan Nyonya besar, dan perempuan paruh baya itu hanya bisa memandangi punggung gadis itu.


*************

__ADS_1


__ADS_2