Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 273 Luka Lama


__ADS_3

Mahendra termenung di dalam kamar, dia memikirkan pertemuan dan pembicaraan dengan cucu perempuannya. Rasa penyesalan menyeruak masuk ke relung hatinya, teringat saat dengan sadisnya dia memisahkan pernikahan putra  satu-satunya dengan mama Richard. Padahal, bukannya dia tidak tahu jika putranya sudah menikah dengan Carminda, tetapi karena kebutaan dan keinginannya untuk bisa mendapatkan posisi tinggi di markas komando militer, dia melakukan ketidak adilan itu. Laki-laki tua itu sama sekali tidak keberatan jika kali ini, Ivona akan menyalahkan bahkan menghakiminya. Tetapi dengan sikap acuh, gadis muda itu malah seperti tidak menganggapnya, meskipun sudah tahu jika dia adalah kakeknya.


"Ternyata susah untuk menjilat ludah sendiri. Aku tidak akan menyalahkan cucuku.., karena akulah yang menyebabkan dia mengalami penderitaan sejak dalam kandungan Carminda." Mahendra bergumam sendiri. Sebenarnya laki-laki tua itu sudah mendapatkan informasi dari mantan ajudannya Johnny, saat laki-laki itu berusaha membawa Ivona keluar dari laboratorium.


Johnny menceritakan tentang mandirinya Ivona.., prestasi dan kemampuan yang dimiliki gadis itu. Dalam usianya yang relatif muda, bisa menembus masuk di laboratorium bahkan bisa direkrut di main laboratory memang bukanlah sembarang orang bisa masuk. Bahkan dari data cyber, kemampuan Ivona melebihi target orang-orang biasa. Mahendra tidak heran, karena Carminda termasuk kategori perempun genius yang memiliki prestasi bagi perkembangan dunia medis. Tidak heran, jika putrinya dengan pola pengasuhan yang ketat akan mewarisi bakatnya itu.


"Atau aku akan mencoba mengeluarkan Carminda dan Dokter Rafi agar menghadiri pernikahan Ivona. Aku akan mengatur semuanya, agar penanggung jawab utama laboratorium itu bisa memberikan ijin cuti untuk sementara waktu bagi pasangan itu. Meskipun aku yakin, jika tindakanku ini akan menyakiti putraku Frans. Tapi sepertinya ini merupakan cara terbaik, untuk mengambil hati Naura untukku." akhirnya Mahendra berpikir sendiri, dia berniat akan mengurus kepulangan Carminda ke Indonesia untuk menghadiri perkawinan Ivona dengan Aldo.


Setelah memutuskan untuk membawa Carminda kembali, Mahendra langsung menghubungi Johnny. Hanya laki-laki itu yang dia percaya untuk membantunya saat ini. Dari awal mereka berniat memisahkan hubungan Carminda dengan Frans, Johnny yang sudah membantunya. Bahkan untuk membawa kembali Ivona untuk keluar dari laboratorium, laki-laki itu juga yang telah melakukannya.


"Ada yang bisa saya bantu Jenderal Mahendra?? Johnny siap untuk menjalankan perintah." belum juga Mahendra berbicara, Johnny sudah siap untuk melaksanakan intruksinya.

__ADS_1


Mahendra tersenyum, tidak hanya Johnny yang dengan siap sedia untuk menjalankan semua perintahnya. Hampir semua anak buahnya, selalu siap untuk membantu dan menyelesaikan masalahnya. Tanpa membuang-buang waktu, Mahendra menceritakan keinginannya untuk membawa carminda dan Dokter Rafi untuk datang ke Indonesia. Meskipun tidak akan mudah untuk membawanya, mengingat bagaimana kebencian Carminda terhadap mereka. Tetapi Johnny tetap berjanji untuk membawa Carminda secepatnya ke negara ini.


"Baiklah Johnny.., untuk surat perintah ijin memasuki integrated laboratory, secepatnya anak buahku akan mengirimkan ke tempatmu. Saat ini aku sudah berada di rumah Frans, bawalah langsung Carminda dan suaminya ke hotel di bawah naungan perusahaan cucuku. Sesaat wedding ceremony, baru akan kita pertemukan antara mereka berdua dengan Ivona. Aku tunggu kabar baikmu secepatnya Johnny." seakan hafal bagaimana Standart Operating Procedur untuk membawa laboran keluar dari dalam laboratorium, Mahendra sudah menyiapkan semua persyaratan yang akan dibutuhkan Johnny.


"Siap Jenderal, saya akan melaksanakan segera." setelah mendengarkan kesanggupan Johnny untuk membawa keluar Carminda dan Dokter Rafi, Mahendra mengakhiri panggilan telponnya.


**********


Richard memasuki kamar Ivona, laki-laki itu bermaksud untuk mengajak adiknya bicara. Melihat bagaimana kesedihan di mata kakek, ketika Ivona belum bisa menerima 100 %, muncul ide di hati Richard untuk mengajak adiknya bicara. Sebenarnya dalam hati Richard juga tidak bisa menyalahkan apa yang sudah dilakukan oleh gadis itu, karena memang yang terjadi padanya karena ulah dan upaya dari kakeknya.


"Apa ada hal yang penting yang ingin kakak bicarakan dengan Nana?? Tidak biasanya kakak main ke kamarku." melihat hal yang tidak biasa, dilakukan Richard, Ivona bertanya pada laki-laki itu.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan dari gadis itu, Richard tersenyum kecut. Perlahan laki-laki itu duduk di samping Ivona, dan tanpa permisi tiba-tiba Richard memeluk dan mengusap belakang kepala adiknya itu. Ivona diam saja, dia tidak berusaha untuk membalas, tetapi juga tidak menolak perlakuan yang ditunjukkan Richard padanya. Setelah beberapa saat, Richard melepaskan pelukan itu.


"Hal apa yang ingin kakak dapatkan dariku? Tidak biasanya kakakku Tuan Muda Richard, melakukan hal ini padaku." bernada sarkasme, Ivona menanyakan perlakuan yang ditunjukkan Richard padanya. Laki-laki itu tersenyum kecut.


"Memang tidak akan bisa menyembunyikan apapun dari seorang genius seperti kamu Nana." Richard tersenyum kecut.


"Kakak hanya minta kamu memperlakukan kakek dengan hangat Nana. Bagaimanapun kakek adalah kakek kita, dan laki-laki tua itu punya andil besar dalam menjadikanku seperti ini. Begitu juga papa, dengan keterbatasan fisik yang sakit-sakitan, kakek yang yang selalu menjaga papa untuk dapat bertahan sampai sejauh ini." dengan tatapan memohon, Richard mengajukan permintaan pada adiknya. Mendengar hal itu, Ivona tersenyum kecut.


"Huh.., mudah untuk kakak mengucapkan kalimat itu. Tapi bagiku dan mama, dimana keadilan untuk kami? Sejak kecil, aku tidak pernah menjalani kehidupan normal seperti anak-anak yang lainnya. Kami harus berpindah-pindah tempat tinggal, dan mama selalu menutupi alasannya padaku. Baru akhir-akhir ini, aku bisa mengetahui apa penyebab sampai mama melakukan hal itu. Mama hanya ingin menpertahankanku, menjagaku dari incaran orang-orang yang mengincar kami. Dan itu termasuk Tuan Mahendra kak.." Ivona seperti menemukan cara untuk melepaskan uneg-uneg yang dia pendam, sejak kedatangan Mahendra ke negara ini.


"Jika kakak menginginkanku untuk tetap bertahan di tempat ini, biarkan aku dengan sikapku. Tetapi jika kakak atau laki-laki tua itu melakukan pemaksaan padaku untuk menghormatinya, huh.. mohon maaf saja kak. Lebih baik Nana.. meninggalkan tempat ini secepatnya." dengan nada tegas, Ivona menyampaikan perkataan yang mengagetkan Richard. Tetapi bagaimanapun, memang laki-laki itu tidak akan dapat mempengaruhinya. Luka yang dibuat oleh Mahendra, memang sudah meninggalkan rasa trauma yang dalam di hari gadis muda itu.

__ADS_1


"Yah.., mau bagaimana lagi Nana. Kakak memang tidak bisa memaksakan kehendak padamu. Rupanya kejadian di masa lalu, betul-betul sudah membuat luka lamamu kembali menganga. Terakhir kakak berpesan padamu, jika memang hatimu belum bisa menerima kakek, paling tidak jagalah perasaannya! Jangan membantah, atau berbicara keras pada kakek. Itu saja pesanku Nana. Sekarang istirahatlah!" setelah memberi kecupan di pucuk kepala gadis itu, Richard perlahan meninggalkan Ivona di kamar sendiri.


*********


__ADS_2