
Thomas terkejut saat mendapatkan panggilan telpon dari SMA Dharma Nusa, dia langsung meletakkan mouse komputer. Ingatan pada Ivona selalu terlintas, jika dia mendapat panggilan dari sekolah itu. Dia khawatir akan kesalah pahaman lagi antara guru dengan adiknya, sehingga menyebabkan Ivona mendapatkan penindasan di sekolah.
"Ya.., dengan Thomas Iswara disini." Thomas langsung menerima panggilan tersebut.
"Tuan Muda Thomas..., saya guru piket SMA Dharma Nusa, hanya mau menginformasikan jika baru saja Ivona Carminda minta ijin untuk pulang lebih awal, dan satu minggu ke depan tidak bisa mengikuti pembelajaran secara offline. Tetapi dia menyanggupi untuk menyelesaikan tugas-tugasnya jika dikirimkan secara online." guru piket langsung menginformasikan tentang ijin tidak masuk sekolah yang disampaikan Ivona.
Kening Thomas berkerut, tetapi dia tidak mau menimbulkan kesan buruk guru tersebut pada adik kandungnya itu. Dia berpura-pura mengiyakan apa yang sudah dilakukan Ivona.
"Iya Bu Guru.., tadi pagi Ivona juga sudah menyampaikannya pada saya." Thomas berpikir, dia akan menanyakan sendiri pada gadis itu, alasan apa yang mendasari sampai dia melakukan ijinĀ satu minggu.
"Ya sudah Tuan Muda.., saya hanya menginformasikan saja. Semoga saat Ivona bertemu dengan keluarganya di Hongkong, dia tidak melupakan apa yang sudah dia janjikan pada saya. Tugas-tugas sekolah yang dikirimkan via Google Classroom, juga akan diselesaikannya dengan baik." guru piket menyampaikan harapannya untuk Ivona.
"Hongkong..., keluarga? What the f**uck.." batin Thomas. Laki-laki itu terkejut dengan kalimat guru piket yang menyatakan keluarga di Hongkong.
"Sebentar Bu.., tadi Ivona menyampaikan ijinnya mau pergi kemana?' tanya Thomas cepat, untungnya guru piket belum mematikan panggilan telponnya.
"Tadi saya melihat sendiri e-booking tiketnya pak, Jakarta - Hongkong untuk penerbangan sore ini via Soekarno - Hatta, Tetapi untuk tujuan utama ke negara mana, mohon dimaafkan Tuan Muda, saya tidak sempat menanyakannya," guru piket memperjelas pendengaran Thomas.
Thomas langsung menutup panggilan telpon secara sepihak, dia duduk berusaha mengingat-ingat kembali apakah keluarga Iswara ada yang tinggal di Hongkong. Tetapi sampai sakit kepalanya berusaha mengingat, dia tetap tidak menemukan tentang ingatan itu. Dengan cepat, Thomas langsung menghubungi Tommy dan Rio, kemudian melakukan video call bertiga via saluran chat di whattsapps.
"Ada apa Thomas, tumben sekali kamu melakukan video call bertiga seperti ini. Tidak sekalian Ivona kamu ikutkan dalam panggilan ini." Tommy langsung menanyakan keperluan Thomas.
"Iya nih Thomas.., aneh-aneh saja." protes Rio, yang terlihat sedang berjalan keluar dari ruang rapat perusahaan.
__ADS_1
"Gawat nih Tomm.., Rio.... Apakah kalian mengingat jika kita memiliki keluarga di Hongkong, cepat jawab?" Thomas langsung memberondong pertanyaan pada kedua saudaranya.
"Hongkong..., seingatku tidak ada. Untuk apa kamu bertanya seperti itu?" sahut Tommy penuh selidik.
"Iya.., seingatku juga tidak ada." Rio menegaskan.
"Aku baru saja mendapatkan panggilan telpon dari guru piket SMA Dharma Nusa. Dia memberikan informasi jika saat ini Ivona ada jadwal penerbangan Jakarta - Hongkong dengan waktu terbang sore ini. Anak itu sudah mendapatkan ijin dari guru tersebut, karena dia membuat alasan penting untuk menemui anggota keluarganya di Hongkong." Thomas langsung menyampaikan informasi yang baru saja dia dapatkan.
"What..??" Tommy dan Rio sama-sama terkejut, mereka langsung bertanya dengan serentak.
"Okay.., tenanglah dulu kalian! Aku akan membantu mencari informasi tentang keberadaan Ivona sekarang." Tommy langsung left dari panggilan video. Demikian juga dengan Thomas yang langsung mengakhiri panggilan videonya.
************
"Ada apa Tomm.., siang-siang menelpon?" tanya Alexander dengan suara dingin.
"Kamu ada dimana Lex.., terus Ivona ada dimana?" Tommy langsung memberondong CEO Kavindra Group itu tanpa jeda.
"Kamu itu mabuk atau oleng. Jam segini ya pasti aku ada di ruang kerjakulah.., untuk Ivona ya pastilah dia masih ada di sekolah." jawab Alexander tenang. Laki-laki muda itu menyesap rokok, dan mengeluarkan asap dari mulutnya.
"Okay.., lanjutkan kerjamu! Aku akan menyusul Ivona ke sekolah." Tommy langsung menutup panggilan telpon.
Wajah Tommy langsung terlihat pias, dia yakin jika Alexander tidak akan membohonginya. Dia juga sudah kirim chat pada Rico asisten Alexander, dan menyampaikan jika Alexander saat ini memang masih berada di dalam ruangannya. Tommy mengacak-acak rambutnya sendiri, dan setelah masuk ke mobil, dia segera menekan pedal gas menyusuri keramaian jalan.
__ADS_1
*************
Beberapa saat setelah Tommy menutup telpon secara sepihak, tiba-tiba Alexander merasa bengong. Dia berpikir, kenapa tiba-tiba kakak Ivona itu menelpon dan menanyakan ada dimana Ivona saat ini. Otak kanannya langsung berpikir, apakah Ivona terkena masalah. Tapi.., ups.. laki-laki muda itu tiba-tiba teringat sesuatu.
"F**uck..., kenapa aku tiba-tiba menjadi lambat berpikir!' Alexander berteriak dengan marah, dia seperti mengingat sesuatu yang dia temukan di ponsel Ivona.
"Apakah Ivona sudah pergi meninggalkanku?? Kenapa juga semalam aku lupa mengecek kapan perjalanan gadis itu dilakukan." Alexander langsung berdiri sambil menendang kursi kerja yang ada di hadapannya.
Rico yang baru saja memasuki ruang kerja Alexander dengan membawa stop map di tangannya, merasa terkejut melihat perilaku Tuan Mudanya. Terlihat muka Alexander merah menghitam yang menandakan jika laki-laki muda itu sedang menahan marah. Melihat Alexander yang langsung berjalan meninggalkannya, Rico segera meletakkan stop map yang dipegangnya di atas meja kerja Alexander.
"Ada masalah apa Tuan Muda? Tuan Muda.., tunggu saya Tuan." Rico berseru memanggil Tuan Mudanya. Dia segera bergegas menyusul langkah Tuan Mudanya itu.
Melihat Alexander yang tetap mengabaikannya, Rico tetap mengikuti langkah Tuan Mudanya menuju basement tempat parkir mobil perusahaan. Hawa dingin menyelimuti ruang di dalam lift khusus Direksi yang mengantarkan mereka turun ke bawah. Sesampainya di depan mobil, Rico mengambil kunci mobil dari tangan Tuan Mudanya itu.
Sesaat perlahan mobil keluar dari basement.
"Kemana arah tujuan kita Tuan Muda?" Rico memberanikan diri bertanya pada Alexander.
"Bandara Soekarno Hatta.., cepat!" Alexander menjawab pertanyaan Rico dengan cepat. Laki-laki muda itu mengambil ponsel, kemudian menghubungi Ivona. Dia akan menanyakan sedang berada dimana gadis itu.
"Ayo angkat Ivona..., kamu ada dimana?" tidak sabar, Alexander meminta Ivona segera menerima sambungan telponnya. Tetapi tiba-tiba wajah Alexander semakin terlihat marah, karena secara sepihak melakukan reject panggilan darinya. Laki-laki itu mengulangi kembali, panggilannya. Tetapi hanya terdengar jawaban operator, Maaf Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif, atau berada di luar jangkauan."
"F**uck!" teriak Alexander marah.
__ADS_1
************