Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 46 Dia Kakakku


__ADS_3

Di dalam Kelas


Setelah memberikan dua botol obat pada Beni, Ivona segera duduk di kursinya yang berada di samping William. Beberapa murid di kelasnya, memperhatikan dari kursinya bagaimana reaksi William terhadap murid pindahan itu.Tetapi ternyata apa yang ingin mereka lihat, tidak sesuai dengan ekspektasi mereka, karena tidak terjadi apa-apa antara William dan Ivona. Dengan santai dan acuh, tanpa menyapa laki-laki yang berada di sampingnya, Ivona duduk dan perlahan mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru kelasnya. Sedangkan William malah memalingkan wajahnya, bersikap tidak peduli dengan gadis itu. Melihat kedekatan Beni dengan gadis itu, membuat William menjadi kecewa.


"Ivona.., sudah selesai tugas yang Bapak berikan tadi padamu?" Guru Fisika mengingatkan tugas yang dia berikan pada jam pertama tadi.


"Masih on the way pak.., selesai kelas hari ini, janji sudah akan saya kumpulkan." gadis itu tersenyum mendengar perkataan Guru Kelas, karena sebenarnya dia berniat tidak mengerjakan tugas yang diberi Guru tersebut. Tetapi mendengar penjelasan Guru yang membuatnya mengantuk, Ivona mengerjakan tugas membuat ringkasan tiga kali dari buku Fisika. Segera dia mengeluarkan buku dari dalam tasnya, dan ternyata semua jadwal hari ini semua lengkap ada di dalam tasnya.


"Lihat gadis liar itu, ternyata dia masih harus menyalin tugas dari pak Guru." bisik murid perempuan pada teman yang duduk di sampingnya.


"Aku pikir William akan menunjukkan perhatiannya pada dia, tapi tidak tuh. Lihat saja, William malah memalingkan mukanya ke samping!" sahut murid perempuan yang lain.


Ivona bukannya tidak mendengar apa yang dibicarakan teman-teman di kelasnya, tetapi dia tetap bersikap acuh. Dia tetap fokus mengerjakan tugas yang diberikan padanya.


 


 


************


"Tet..tet.. tet..," bel tanda pelajaran hari ini berbunyi menandakan kelas sudah berakhir.


"Horeee..., pulang juga kita akhirnya." teriak beberapa murid-murid di kelas G. Guru Kelas hanya menggelengkan kepala, melihat kehebohan murid-muridnya mendengar bel tanda berakhirnya pelajaran berbunyi.


"Baiklah.., karena bel tanda berakhirnya pelajaran sudah berbunyi, maka pertemuan kelas di jam terakhir ini kita akhiri! Ingat untuk William dan Ivona.., jangan lupa dengan tugas yang sudah diberikan. Setelah selesai, segera dikumpul!" Guru kelas menutup kelas, dan kembali mengingatkan Ivona dan William.


"Siap pak." jawab Ivona cepat. Dia melihat tugas yang dia kerjakan tinggal sedikit lagi, dan saat semua murid di kelas itu sudah mulai meninggalkan kelas termasuk William, Ivona tetap bertahan di dalam kelas. Dia harus menyelesaikan hukuman dari guru yaitu meringkas pelajaran Fisika tiga kali. Sedangkan William, sepertinya dia mengabaikan tugas yang diberikan kepadanya, sambil keluar kelas dia melirik pada Beni yang masih duduk di kursinya.


"Masih banyak Ivona.., tugas yang kamu kerjakan?" tanya Beni dengan penuh khawatir. Dia masih menunggu gadis itu di kursinya.

__ADS_1


"Jangan khawatirkan aku Ben.., pulanglah duluan! Ini mau kutinggalkan sudah nanggung. Malas saja sih.., masak di rumah masih harus mikirin pekerjaan rumah, mending aku selesaikan saja sekalian." sahut Ivona sambil terus menulis pekerjaan yang diberikan guru.


"Aku bantu ya Iv..., kan tugasmu harus dibuat tiga kali kan? Aku bantu nulis tugasmu satu saja." Beni menawarkan diri untuk membantu.


"No..no..no..no... ini sudah hampir selesai. Kalau mau keluar bareng aku, tetaplah duduk di kursimu." Ivona menolak bantuan Beni. Tidak lama dia sudah menutup bukunya, kemudian merapikan meja.


"Akhirnya finished..., yok Ben.. temani aku kumpul tugas dulu! Terus kita pulang." Ivona sudah berdiri dan mencangklong tasnya.


Beni kemudian berdiri dan mengikuti Ivona keluar dari kelas, dan mereka langsung menuju ke ruang Guru.


"Kamu tahu tempat duduk pak Guru Fisika ga?" tanya Ivona pada Beni.


"Ga sih.., he..he.. Kan aku tidak pernah mendapatkan hukuman, jadi tak pernah berurusan dengannya." sahut Beni cengengesan.


"Dasar kamu Ben.., awas saja kalau suatu saat kamu kena hukuman dari Guru. Aku ga mau bantuin." kata Ivona sambil meninggalkan Beni. Dengan cepat, Beni sambil berlari mengejar Ivona.


"Ya jangan gitulah Iv.., kita kan teman iya kan! Atau nitip petugas administrasi itu saja!" Beni menunjuk petugas administrasi yang sedang berjaga di bagian depan ruang Guru.


 


 


 


Setelah mengumpulkan tugas pada Guru Fisika, Ivona dan Beni berjalan berdampingan menuju gerbang sekolah. Ivona sudah menyuruh Beni untuk pulang terlebih dahulu, tetapi pria gemuk itu selalu mengikuti Ivona kemanapun. Beni merasa baru kali ini dia bisa mendapatkan teman yang tanpa dia minta, mau menolongnya dengan suka rela.


Sesampainya di depan gerbang sekolah, Ivona merasa kaget. Dia melihat Alexander yang dengan wajahnya yang sangat tampan dengan muka dan tatapan dingin, mengabaikan banyak tatapan basa basi cewek yang meminta perhatiannya. Pandangannya diarahkan ke dalam gerbang sekolah, sedang menunggu seseorang yang sudah dinantinya dari tadi.


Ivona langsung menghentikan langkahnya, dia tidak berani melangkah maju, dan langsung bersembunyi di balik sebuah pohon yang terlindung dari pintu gerbang. Dia ada janji untuk bertemu dengan Caroline di bar, ada sesuatu yang akan dia berikan padanya.

__ADS_1


"Iv..., kamu pulangnya naik apa?? Dijemput atau naik ojek online??" tanya Beni yang sudah berjalan lebih dulu. Merasa tidak ada jawaban, pria gemuk itu menoleh ke belakang. Melihat Ivona yang bersamanya tiba-tiba menghilang, pria gemuk itu kebingungan. Dia menatap tembok di samping sekolah yang tadi siang dipakai gadis itu untuk melompat.


"Tidak mungkin ah, kalau Ivona melompat tembok itu lagi." gumam Beni sendirian. Kemudian Beni membalikkan badannya, dia tengok-tengok mencari keberadaan Ivona.


"Sstt.., jangan berisik!" tiba-tiba Ivona menarik tubuh Beni.


"Ada apa.., kenapa kamu bersembunyi?" seru Beni yang tampak senang bertemu lagi dengan Ivona.


"Sstt diamlah, Beni.. tolong aku dong! Kamu lihat tidak, di depan gerbang ada seorang laki-laki muda. Dia kakakku..., tapi aku lagi malas bertemu dengannya." Ivona mengarang cerita untuk membohongi Beni.


"Itu yang tatapannya dingin itu. Iya aku melihatnya, ada apa dengan kakakmu??" tanya Beni ingin tahu.


"Dia kakakku, tapi aku memiliki perasaan lebih dari sekedar hubungan kakak dan adik dengannya. Aku lagi butuh waktu untuk berpikir sendiri, jadi belum mau ketemu dengannya saat ini. Aku akan menghindarinya dulu.." Ivona melanjutkan cerita bohongnya.


"Terus apa urusannya denganku?" tanya Beni bingung.


"Bisakah kamu membantuku?? Temui laki-laki itu, entah bagaimana caranya, yang penting laki-laki itu segera meninggalkan tempat ini. Aku lagi butuh waktu sendiri." dengan tetapan puppy eyes, Ivona meminta bantuan Beni.


"Okay.., aku akan membantumu. Tunggulah sebentar disini, aku yakin kakakmu akan segera pergi meninggalkan tempat ini." Beni berpikir jika Ivona sedang berkelahi dengan kakaknya, maka dia segera menyanggupi untuk berbicara dengan Alexander.


 


 


 


 


 

__ADS_1


***************


__ADS_2