Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 210 Kemana Dokter Ivona??


__ADS_3

Marcus kaget saat melihat Ivona sudah tidak berada di round table, laki-laki itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Tetapi karena banyaknya orang di ballroom itu, yang sebagian menari atau menikmati makanan, Marcus tidak menemukan keberadaan Ivona. Melihat Marcus kebingungan, Sylvia mendatangi laki-laki itu.


"Dokter Marcus..., what happend?? Kamu terlihat cemas, ada apa." Sylvia segera menanyakan apa yang terjadi, karena melihat kecemasan di wajah Marcus. Dengan muka panik, Marcus memandang Sylvia.


"Aku tidak melihat keberadaan temanku, sepertinya terlalu lama aku tadi meninggalkan dia sendiri," ucap Marcus mengatakan pada Sylvia.


"Sudah.., jangan khawatir. Nanti aku bantu melihatnya di ruang pantauan CCTV.., tapi tunggu dulu sampai acara berakhir. Tidak mungkin kan mencari seorang gadis dalam lautan manusia seperti ini." Sylvia yang melihat keberadaan Ivona sebagai ancaman untuk mendapatkan Dokter Marcus, berusaha menenangkan laki-laki itu. Melihat sekelilingnya, Marcus mengiyakan perkataan gadis itu. Akhirnya Marcus perlahan kembali duduk di kursi, sambil pandangannya diedarkan ke sekitar.


"Dokter Marcus..., apa kabar??" tiba-tiba terdengar suara Richard yang berdiri di belakang Dokter Marcus. Melihat seorang CEO yang sangat mapan di negara ini menghampiri dan menyapanya, Marcus berdiri kemudian memberi jabat tangan pada laki-laki itu.


"Baik Tuan Richard.., saya tidak menyangka bisa bertemu dengan Tuan di hotel ini." Marcus menjawab pertanyaan Richard. Dia membatin, sangat tidak biasa sekali laki-laki yang sedang mengobrol dengannya ini bersikap ramah. Trade mark sebagai laki-laki yang sombong dan arogan sudah melekat padanya, tetapi malam ini sikap Richard sangat jauh berubah.


"Kemana  Dokter Ivona..?? Apakah dari tadi dia belum kembali dari rest room?" tiba-tiba Richard menanyakan tentang Ivona. Mendengar pertanyaan Richard, mata Dokter Marcus menjadi berbinar.


"Apakah Tuan Richard tadi bertemu dengan Dokter Ivona, jika iya, ada dimana gadis itu sekarang?" Marcus langsung merespon perkataan Richard.


"Iya ketemu tadi saat Dokter Ivona mau menuju rest room. Tapi kami belum memiliki kesempatan untuk berbicara banyak, bahkan juga belum secara khusus mengucapkan terima kasih untuk gadis itu. Tetapi masak sudah hampir satu jam yang lalu, saya ketemu dengan Dokter Ivona di depan rest room, gadis itu juga belum kembali." dahi Richard berkerut, dia meragukan jika Dokter Ivona masih berada di hotel itu.

__ADS_1


"Satu jam...., Sylvia.., tolong lihat CCTV!! Kita akan mencari dimana keberadaan Ivona, gadis itu tidak suka berjoged apalagi berkumpul pada acara seperti ini." mendengar perkataan Richard, Marcus langsung terlihat panik. Dia memaksa Sylvia untuk segera mencarikan rekaman CCTV.


***************


"Gadis muda ini bukan Tuan..?" petugas banquet membukakan rekaman CCTV di hotel tersebut beberapa waktu yang lalu. Tangannya menunjuk rekaman seorang gadis muda yang sedang keluar menuju taman bunga di samping hotel.


"Iya.., itu tadi baju yang dikenakan Dokter Ivona." Richard yang merasa ikut bertanggung jawab atas keamanan Dokter Ivona, ikut memberikan pendapatnya. Marcus mendekatkan pandangannya, tetapi video mereka berlanjut ke orang-orang lain yang ada di dalam ballroom.


"Carikan rekaman di taman bunga!" dengan cepat, Richard memerintah petugas banquet tersebut. Petugas tersebut dengan cepat mengalihkan kursor, dan mengarahkan tampilannya ke rekaman CCTV yang ada di taman bunga.


Beberapa saat petugas banquet memutar rekaman, dan terlihat dua orang pemuda yang memegang sloki minuman keras mendatangi gadis yang sedang mengamati bunga anggrek yang tergantung di taman.


"Tunggu dulu sampai rekaman selesai Dokter Marcus, nanti akan menjadi urusan saya, siapa yang berani mengganggu Dokter Ivona." ucap Richard menenangkan Marcus.


Mata Marcus menjadi terbelalak, saat dengan mudah Ivona melumpuhkan laki-laki yang sudah menganggunya. Tetapi kembali bola matanya seakan mau melompat, ketika melihat seorang laki-laki yang langsung menggendong Ivona dengan bridal style. Samar-samar laki-laki tinggi besar itu membawa Ivona keluar dari taman bunga.


"Cari informasi kemana laki-laki itu membawa Dokter Ivona.., jika perlu geledah semua kamar yang ada di hotel ini. Bilang itu atas perintahku..!" dengan emosi, Richard tiba-tiba memberi perintah pada petugas banquet. Dahi Sylvia menjadi berkerut, melihat bagaimana protective nya CEO Richard dengan gadis muda yang dibawa Marcus.

__ADS_1


"Saya akan melaporkan pada manajer dulu Tuan." petugas banquet itu segera bergegas berdiri untuk melaporkan perintah Tuan Richard. Tampak kecemasan tiba-tiba muncul di mata Richard, laki-laki itu juga tidak mengetahui sebabnya.


*************


Setelah beberapa saat kekacauan terjadi di hotel itu, dan belum sampai dilakukan penggeledahan ke seluruh kamar yang ada di hotel tersebut, petugas valley dan petugas lobby melaporkan.


"Gadis muda dalam rekaman CCTV tadi dibawa oleh Tuan Muda Aldo, kami tidak begitu jelas mendengarkan apa perkataan Tuan Muda tersebut. Karena gadis dalam gendongannya sedang tertidur pulas." dengan raut wajah ketakutan, pertugas lobby dan valley melaporkan apa yang mereka lihat.


"Iya Tuan Muda Aldo memang menjadi salah satu tamu undangan kami. Beliau juga kita siapkan tempat duduk di muka, dekat dengan Tuan muda Richard, tetapi saya malah belum melihat kehadirannya di dalam." Sylvia menambahkan. Gadis itu mengetahui karena papanya memang sengaja mengundang para pengusaha muda yang ada di kota tersebut untuk mengenalkan padanya.


"Tapi bukannya Tuan Muda Aldo tidak pernah terdengar memiliki kedekatan dengan perempuan manapun. Kenapa tiba-tiba laki-laki itu bisa tertarik membawa Dokter Ivona?" Richard memperjelas bagaimana sebutan Aldo di kota ini. Laki-laki itu memiliki julukan persis dengan dirinya yaitu diindikasikan gay. Berbagai kesimpulan dan perkiraan muncul di ruangan itu.


"Aku akan mencari tahu sendiri.., sepertinya tidak mungkin jika Tuan Muda Aldo akan merendahkan martabat keluarga besarnya dengan membawa perempuan di muka umum." ucap Marcus. Laki-laki itu memberi kode petugas valley untuk membawa mobilnya kemari. Dengan sigap, petugas valley mengambil kunci mobil Marcus dan bergegas meninggalkan lobby.


"Kamu akan pergi kemana Dokter Marcus..??" tiba-tiba Richard menanyakan tujuan Dokter Marcus pergi dari hotel itu.


"Aku akan mencari Ivona ke apartemennya. Siapa tahu Tuan Muda Aldo hanya mengantarkan Ivona pulang." ucap Marcus sambil bergegas menuju mobilnya yang sudah disiapkan petugas valley.

__ADS_1


"Kabar-kabar jika terjadi sesuatu dengan Dokter Ivona. Aku sendiri yang akan menghadapi Tuan Aldo, jika terjadi sesuatu dengan DOkter Ivona." ucap Richard sambil melihat Marcus yang memasuki mobil. Marcus melambaikan tangannya, dan tanpa bicara laki-laki itu langsung menginjak pedal gasnya.


***************


__ADS_2