
Tommy sudah berada di executive lounge favorit Alexander, untuk menunggu kedatangan Ivona dari Hong Kong. Laki-laki muda itu sudah menggunakan koneksinya untuk mendapatkan akses menjemput sampai di lapangan kedatangan. Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya diinformasikan jika pesawat jet pribadi yang membawa Alexander dan Ivona sudah landing serta sudah berada pada posisi menurunkan penumpang.
"Nana.." teriak Tommy saat melihat adiknya yang sedang menuruni tangga pesawat. Di belakang gadis muda itu, tampak Alexander dengan tatapan mendominasi mengiringi langkahnya.
"Kak Tomm.., ada apa kemari? Ada urusan penting ya?" Ivona bertanya dengan heran. Meskipun akhir-akhir ini ketiga kakaknya sudah berubah menjadi baik dalam memperlakukannya, tetapi Ivona juga tidak yakin jika kakaknya itu kesini hanya untuk menjemputnya.
"Kakak kesini menjemputmu Na..., kamu pergi lama tidak ada kata pamit pada semua anggota keluarga. Kakak hanya ingin memastikan kesehatan dan kondisimu." Tommy mengacak-acak rambut gadis muda itu, tapi tangan Alexander langsung memegang dan menurunkan telapak tangannya dari kepala Ivona.
"Ivona capai.., biarkan dia istirahat dulu. Jangan diganggu!" ucap Alexander dengan tatapan dingin. Tommy melotot tidak percaya dengan perlakuan yang diberikan Alexander padanya, tetapi karena menjaga perasaan Ivona, putra kedua keluarga Iswara itu hanya memelototi CEO Kavindra Grup itu.
Ivona berjalan menuju pintu kedatangan dengan diapit Tommy dan Alexander. Karena merasa lelah melakukan aktivitas dari pagi, Ivona tidak banyak bicara sampai di depan pintu kedatangan.
"Na.., malam ini kamu pulang ke rumah keluarga Iswara kan??" Tommy berbicara pada Ivona. Tetapi gadis itu tidak menjawab, dia malah menoleh pada Alexander.
"Jika ya, tunggu sebentar.., kakak akan ambil mobil dulu." Tommy meminta Ivona untuk menunggunya.
"Ivona besok pagi harus berangkat ke sekolah, dia masih harus menyiapkan buku-buku sesuai jadwal pelajarannya. Lagian ada beberapa tugas yang diunggah gurunya di Google Classroom belum dikerjakan oleh dia. Ivona pulang denganku, besok sepulang sekolah baru aku ijinkan untuk pulang ke keluarga Iswara. Aku akan mengantarnya." dengan cepat, Alexander menjawab ajakan Tommy. Malas berdebat, Ivona tidak mengeluarkan pernyataan apapun, karena dia tahu bagaimana sikap dan karakter Alexander. Laki-laki itu tidak akan menyukai ada orang yang membantah kalimatnya.
Tommy terkejut dengan respon yang ditunjukkan Alexander, dia juga melihat bagaimana Ivona tidak berupaya untuk dapat pulang bersamanya. Akhirnya dia memutuskan untuk mengalah, yang penting dia sudah menunjukkan itikad baiknya pada Ivona.
"Ya sudah Na.., kamu pulanglah dulu bersama Alexander. Jangan lupa untuk pulang ke keluarga Iswara, kakek sangat merindukanmu!" sebelum kembali menuju mobilnya, Tommy berpesan pada adiknya. Ivona tersenyum, kemudian..
__ADS_1
"Baik Kak..., besok sepulang sekolah Ivona akan pulang ke rumah. Kakak tidak usah menjemputku, Ivona bisa sampai di keluarga Iswara sendiri." setelah mendengar perkataan Ivona, Tommy segera meninggalkan mereka berdua.
Alexander langsung merangkul Ivona.., dan mengajak gadis muda itu segera memasuki mobil yang sudah menunggu mereka. Sesampainya di dalam mobil, Alexander langsung menyandarkan kepala Ivona ke bahunya. Seperti biasa.., begitu menghirup aroma laki-laki muda itum Ivona langsung tidur terlelap. Alexander tersenyum melihat gadis yang tertidur di pundaknya, perlahan tangannya membetulkan poni rambut yang menutupi mata Ivona.
*************
Bi Mina tergopoh-gopoh membukakan pintu untuk Alexander. Perempuan tua itu tersenyum senang, saat melihat Tuan Mudanya sudah membawa pulang Ivona. Dalam kedua tangannya, CEO Kavindra Grup itu sedang mengangkat Ivona dan membawanya masuk ke dalam. Bi Mina mengikuti di belakang Alexander, siapa tahu ada yang dibutuhkan Tuan Mudanya.
"Syukurlah Tuan Muda Alex sudah membawa pulang Nona Ivona.., laki-laki muda itu tidak akan mabuk lagi setiap malam." Bi Mina membatin sendiri.
"Bibi.., siapkan air hangat. Bibi bisa membersihkan tubuh Ivona.., dan menggantikan bajunya. Ivona belum mandi sejak pagi.., biar tidurnya nyenyak malam ini." setelah membaringkan Ivona di atas tempat tidur.., Alexander berpesan pada Bi Mina.
"Baik Tuan.., Bibi akan menyiapkan airnya dulu. Segera bibi akan melaksanakan perintah Tuan Muda." Bi Mina menjawab permintaan Tuan Mudanya. Segera tubuh tua itu meninggalkan kamar untuk menyiapkan semuanya.
***********
Dini hari Ivona membuka matanya, dan tiba-tiba gadis itu merasa lapar. Melihat ada tangan yang melingkar di pinggangnya, Ivona berpikir dan mencoba berpikir kembali apa yang terjadi pada dirinya tadi malam. Setelah mengingat semuanya, gadis itu perlahan melepaskan tangan Alexander dan dia duduk. Ivona kembali terkejut saat melihat dia sudah berganti piyama.
"Siapa yang membersihkan tubuhku, dan mengganti piyama?" Ivona bingung, dia bertanya pada dirinya sendiri.
"Apakah kak Alex yang mengganti bajuku?" pipi Ivona bersemburat merah, saat dia bertanya lagi.
__ADS_1
"Ah tidak mungkin.., kak Alex masa bertindak mesum padaku." merasa bingung, Ivona segera bergegas bangkit, kemudian melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah beberapa saat Ivona berendam air hangat, gadis muda itu keluar dari dalam kamar mandi. Tetapi Ivona terkejut, karena Alexander yang tadi dia tinggalkan dalam keadaan tidur, saat ini berdiri menunggunya di depan pintu kamar mandi.
"Apa yang kamu lakukan jam segini di kamar mandi? Kamu selalu membuatku khawatir padamu." tanya Alexander saat melihat Ivona keluar dengan handuk diatas kepalanya.
"Ivona merasa lengket, berendam air panas dan mencuci rambit ternyata bisa menghilangkan rasa tidak nyaman pada tubuhku," sahut Ivona sambil berjalan meninggalkan Alexander, gadis itu langsung mengambil sisir dan merapikan rambutnya.
"Tadi malam Bi Mina sudah membasuh tubuhmu dengan air hangat, masak masih merasa lengket?" tanya Alexander lagi.
Ivona membalikkan badannya, gadis itu saat ini duduk menghadap pada Alexander.
"Ivona terakhir mandi kemarin pagi kak. Sudah ke pantai, makan, dan melakukan perjalanan jauh dari Hong Kong ke rumah ini. Apa kakak pikir, Ivona ini barang antik yang tidak perlu dibersihkan?" dengan nada kesal, Ivona memberikan pernyataan pada Alexander. Laki-laki muda itu tersenyum smirk, dia tidak marah meskipun disambut dengan nada kesal oleh gadis itu.
Tiba-tiba Ivona berdiri dan akan berjalan keluar dari dalam kamar.
"Nana.., mau kemana kamu? Ini masih jam 02 dini hari." Alexander langsung menahan Ivona yang mau meninggalkannya sendiri di kamar.
"Mau ke dapur, cari makanan. Ivona lapar.." tanpa menoleh Ivona langsung berjalan. Ternyata Alexander lebih cepat bereaksi, dia langsung menahan pintu.
"Kamu tidak perlu ke dapur. Sekarang kamu siapkan jadwal pelajaranmu untuk besok pagi, aku yang akan menyiapkan makan untukmu." Alexander langsung membuka pintu dan meninggalkan Ivona sendiri.
__ADS_1
**************