Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 139 Usil, Unik, Imut


__ADS_3

Merasa lapar, Ivona lebih awal menuju rooftop untuk menikmati sarapan pagi. Dia hanya memejamkan mata selama 2,5 jam setelah berhasil menyempurnakan konsep produk yang dia gagas. Melihat masih banyak tempat duduk yang kosong, Ivona langsung mengambil makanan dan minuman. Dengan dua tangan yang penuh, gadis itu langsung mengambil tempat duduk untuk dua orang.


"Good morning Ivona..., it seems that we are destined to always be together." tiba-tiba Ivona dikagetkan dengan suara laki-laki yang sudah berdiri di sampingnya. Laki-laki itu mengucapkan selamat pagi, dan berbicara jika dia ditakdirkan untuk berjodoh dengan Ivona. Gadis itu segera menengadahkan wajahnya, dan terlihat laki-laki yang duduk di sampingnya saat berada di pesawat menuju Hong Kong sudah ada di depannya.


"Hey.., geer sekali kamu." jawab Ivona singkat. Tanpa minta ijin, Michael langsung duduk di kursi depan Ivona.


"Aku tidak menyangka, ternyata kamu juga menginap di tempat ini Ivona. Jadi malu aku, kemarin aku menawarkan padamu tempat untuk menginap sementara. Jadinya kita tinggal di tempat yang sama." Michael malu karena ternyata dia dan Ivona bertemu disitu.


"Lupakan saja Mike.., ga penting hal itu bagiku." dengan cepat Ivona menanggapi perkataan Michael. Gadis itu kembali melanjutkan makannya, dan laki-laki yang duduk di depannya melakukan hal yang sama.


Setelah beberapa saat mereka menghabiskan makanannya, masih dengan memandangi wajah Ivona, Michael tersenyum pada gadis itu. Ivona mengakui, wajah laki-laki di depannya itu sangat tampan, tetapi dia merasa bosan dengan tampangnya yang sok akrab itu.


"Iv.., sudah jalan kemana saja akhirnya? Pasti seru dong.., jika bisa jalan sama kamu. Nanti sore temani aku yok. aku ingin pergi ke kota Casino. Yah.., hanya jalan-jalan dan lihat-lihat saja sih bukan untuk ikut berjudi disana." tiba-tiba Michael mengajak Ivona untuk pergi bersama.


"Waduh sorry banget deh.. sepertinya aku ada acara sendiri deh ntar sore sampai malam." Ivona menolak ajakan laki-laki itu dengan membuat alasan.


"Wah sayang sekali Ivona.., kita tidak  dapat melewatkan waktu berdua di negara ini. Padahal kamu hanya punya waktu satu minggu ya di negara ini.., aku ingin banget menghabiskan waktuku denganmu." Michael tetap berusaha untuk pergi dengan Ivona.


"Mike.., jika hanya untuk cari teman jalan-jalan. Banyak tuh di lobby jika sudah diatas pukul 21.00, mereka juga siap untuk dijadikan sebagai guling tidur. Mau apa nanti malam aku temani untuk memilihnya, kira-kira tipe dan ukuran yang pas untuk menemanimu." Ivona jengkel dengan laki-laki itu, dia memiliki ide untuk mengerjainnya.

__ADS_1


Tiba-tiba tanpa diduga oleh Ivona.., tangan Michael terulur ke depan bibirnya dan dengan menggunakan tissue, tangannya mengusap kotoran makanan yang menempel di bibirnya.


"Sorry Iv.., ada sisa makanan di bibirmu." ucapnya sambil tersenyum. Melihat senyuman itu, mata Ivona terbelalak,  gadis itu tersentak melihat ketampanan dan senyum manis sempurna laki-laki yang duduk di depannya itu.


"Ups ga pa pa.., tapi besok-besok lagi, kamu tinggal bilang saja langsung padaku. Aku bisa kok membersihkannya dari mulutku sendiri." Ivona menanggapi Michael.


"Syukurlah.., sesuai katamu Iv.. Aku akan selalu ada waktu buatmu." kata Michael sambil senyum-senyum.


Melihat hal itu, dahi Ivona menjadi berkerut.


"What you say.., Michael?" tanya Ivona bingung.


"Kan tadi kamu bilang, besok-besok lagi aku cukup bilang padamu jika ada kotoran makanan yang menempel di bibirmu. Berarti, tidak salah dong jika aku menyimpulkan, kamu masih mau meluangkan waktu bersamaku." ucap Michael dengan tidak tahu malu.


***********


Melalui orang-orang suruhannya, Tommy berhasil mendapatkan foto-foto Ivona saat berada di hotel. Laki-laki itu tidak mungkin menyusul adiknya di Hong Kong, tetapi dia hanya meminta bantuan orang-orangnya untuk mengawasi keamanan Ivona. Dia ingin memberi privacy dan sedikit kebebasan untuk adiknya, meskipun sampai sekarang dia bertanya dari mana Ivona mendapatkan uang sebanyak itu hingga dia bisa menginap di hotel termahal.


"Paaakkk." sebuah tumpukan foto berwarna ukuran 3 R dilemparkan Tommy di depan Alexander.

__ADS_1


Dengan segera Alexander mengambil foto-foto itu,  senyuman hangat mulai terbit di bibirnya, melihat Ivona yang dalam keadaan sehat sedang menikmati makan pagi di rooftop. Tetapi tiba-tiba mukanya menjadi merah menghitam, saat matanya menemukan foto Ivona yang sedang dibersihkan bibirnya oleh Michael.


"*F*uck.., apa maksudmu memberikan foto ini padaku Tommy?? Apakah kamu ingin pamer padaku, jika adikmu Ivona sudah memiliki pacar, dan saat ini sedang berlibur berdua di Hong Kong?" Alexander langsung marah-marah pada Tommy.


Tommy bingung dengan kemarahan tiba-tiba dari Alexander. Dia kemudian mengambil lembar foto yang dilemparkan oleh CEO Kavindra Group itu. Senyum kecut keluar dari bibir Tommy saat melihat foto Ivona dan Michael. Melihat Alexander yang berjalan meninggalkannya, Tommy berlari menyusul laki-laki muda itu.


"Alex.., tunggu aku! Kamu sudah salah paham denganku." Tommy mengajak Alexander berbicara karena merasa ada kesalah pahaman. Tetapi tanpa menoleh sedikitpun, Alexander tetap meneruskan langkahnya.


"Jangan seperti anak kecil dong. Aku juga tidak tahu siapa anak laki-laki yang sedang berfoto dengan Ivona. Jika kita ketemu dengan gadis itu, besok kita bisa menanyainya sendiri." setelah berhasil menjejeri langkah Alexander, Tommy kembali menjelaskan maksudnya.


Alexander tetap diam, dia berhenti dan memandang Tommy sekilas.


"Kirim alamat dimana saat ini Ivona berada!" Alexander tiba-tiba memerintah Tommy.


"What for.. Lex?? Adikku butuh refreshing, biarkan dia istirahat dan bersenang-senang untuk beberapa waktu dulu. Toh.., tidak lama lagi Ivona juga akan kembali ke negara ini." Tommy tidak setuju dengan permintaan Akex.


"Are you sure?? Sudah berapa lama keluargamu menindas gadis itu? Kamu tidak pernah bercerita padaku, alasan apa sebenarnya yang mendasarimu menitipkan Ivona padaku beberapa waktu lalu. Kamu ingin menebus kesalah yang kamu lakukan di masa lalu pada Ivona kan?" Alexander langsung memberondong Tommy.


"Tenang Lex.., jangan curiga padaku. Jujur.., aku ingin mendekatkan adikku padamu. Toh.., kamu juga belum pernah ada perempuan yang dekat denganmu kan? Tapi ternyata, tanpa permintaan bantuanku, sebenarnya kamu sudah kenal lebih dahulu dengan adikku." Tommy akhirnya mengaku, dia merasa percuma membohongi laki-laki muda itu.

__ADS_1


Alexander tersenyum sinis, mau bagaimanapun alasan yang diberikan Tommy untuknya, dia mengakui jika dia sudah jatuh dan terperangkap dalam pada gadis itu. Usil, unik, sok berani, tetapi imut di matanya.


*************


__ADS_2