
Melihat lautan fans yang menunggunya, Tommy terkejut, dan seketika dia bereaksi dengan langsung membalikkan badannya ke belakang. Untungnya manajemen dari perusahaannya bertindak cepat. Mereka tidak mau mengecewakan para fans tersebut, tetapi juga tidak mau jika fans tersebut menghambat perjalanannya. Mereka segera menghentikan Tommy agar tidak berbalik mencari jalan keluar yang lain.
"Gimana ini, apa yang harus aku lakukan?" tanya Tommy cepat pada tim manajemen.
"Tolong dengarkan kami Tuan, jangan bertindak dulu tanpa pertimbangan. Atau begini saja, Tuan mengadakan pers conference sebentar untuk melegakan mereka. Karena tidak mungkin, jika kamu langsung kabur dari sini." tim manajemennya memberikan saran pada Tommy.
"Tapi hal itu akan menghambat waktuku. Aku harus segera kamu antarkan ke sekolah Ivona, aku akan menjemputnya pulang dari sekolah." Tommy sedikit keberatan, karena dia merasa hal itu akan menghambat perjalanannya.
"Sebentar saja, kamu sampaikan pada mereka jika kamu butuh keluar lebih cepat karena ada masalah urgency. Aku yakin sebagai fans setia, mereka akan memaklumi keadaanmu. Tidak bagus juga, jika kamu keluar dari pintu samping dan meninggalkan mereka. Para fans pasti akan kecewa terhadapmu, dan yang kita khawatirkan mereka akan membuat berita buruk tentangmu sehingga image yang sudah terbangun akan jatuh." tim manajemen terus berusaha untuk merayunya.
"Okay.., segera kamu atur semuanya. Aku hanya punya waktu maksimal 10 menit untuk berada disini." akhirnya Tommy menyetujui usulan dari tim manajemennya.
Tim manajemen segera segera membuat pengaturan. Mereka menyebar ke depan para fans yang menunggu, kemudian mengangkat tangannya. Mereka membuat isyarat dengan melingkarkan ibu jari dan jari telunjuknya pada sesama tim manajemen dari perusahaan Tommy. Tim segera mengkondisikan para fans, dan tidak menunggu lama, para fans sudah berdiri teratur, kemudian Tommy segera mendatangi mereka.
"Selamat siang para fans ku semuanya. Saya sangat mengapresiasi kedatangan kalian untuk menjemput saya di bandara, tetapi mohon dimaafkan saya tidak memiliki banyak waktu untuk bersama dengan kalian. Ada hal yang lebih urgent yang harus segera saya selesaikan, hal ini terkait dengan adik kandung saya. Terima kasih." Tommy menyampaikan pidato singkat untuk menenangkan fans.
"Hidup Tommy..., Tommy sangat meyayangi keluarganya." muncul teriakan yel-yel dari fans Tommy tersebut.
"Iya.., ayo kita berikan jalan untuknya, agar dia segera bisa meninggalkan tempat ini!" sahut fans yang lain.
Dengan cepat para fans membuka jalan untuk Tommy, dan akhirnya dengan didampingi tim manajemen, Tommy berhasil keluar dari kerumunan tersebut dan langsung masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
*******************
Sepulang sekolah di SMA Dharma Nusa,
Vaya merasa gelisah, dia masih berada di halaman sekolah meskipun jam sekolah sudah berakhir. Jika hari biasanya, dia akan bergegas dan mengajak sopir yang menjemputnya untuk segera meninggalkan sekolah, karena dia tidak mau Ivona ikut bersama dengannya dalam satu mobil. Tapi untuk kali ini berbeda, dia masih menunggu dengan setia balasan pesan dari Tommy. Saat dia masih berada di UKS tadi siang, dia sudah mengirimkan pesan pada kakaknya Tommy. Dia menanyakan jam berapa kakaknya mendarat, dan dijemput dimana. Ternyata sampai kelas berakhir, balasan dari Tommy belum juga dia dapatkan.
"Vaya.., kamu belum pulang ya? Apakah masih ada yang kamu tunggu?" salah satu murid di kelasnya bertanya pada Vaya.
"Belum Soff.., aku masih menunggu informasi dari kak Tommy. Siang ini dia harusnya sudah mendarat di bandara dari luar negeri, aku masih menunggu balasan pesannya." jawab Vaya yang dengan bangga menceritakan kakaknya Tommy.
"Iya Vay.., tadi kita juga mendapatkan informasi jika kakakmu Tommy pulang hari ini dari luar negeri. Kamu pasti senang banget yang Vaya. Punya kakak yang tampan-tampan dan sangat terkenal. Aku jadi iri padamu." sahut teman sekelasnya itu.
"Ya begitulah, tapi biasa saja kok bagiku." Vaya pura-pura merendah, tapi senyum dan sikapnya menunjukkan rasa percaya diri dan sombong.
"Bolehkah kamu mengenalkan aku pada kakakmu Vay.., dan mintakan tanda tangan kak Tommy untukku!" salah satu murid meminta padanya.
"Lain waktu aku aturlah. Karena aku harus minta ijin dulu pada kak Tommy, tapi kalian harus yakin padaku. Jika aku yang memintanya, kak Tommy pasti akan memberikannya untukku." dengan gaya arogan, Vaya berusaha memastikan teman-temannya.
"Okay.., terima kasih Vaya, kamu memang baik dan tidak sombong. Meskipun memiliki kakak-kakak yang terkenal, tapi kamu selalu rendah hati." sahut temannya.
__ADS_1
"Aku duluan ke depan dulu ya Vay.." salah satu temannya berpamitan padanya.
***********
Tidak lama kemudian saat Vaya masih menunggu di halaman sekolah, dia melihat sebuah Lambhorgini Aventador berhenti di depan gerbang sekolah. Dengan perasaan senang, Vaya kemudian berdiri dan mendatangi mobil mewah tersebut. Dari jauh dia melihat seorang laki-laki gagah dan tampan dengan kacamata hitam bertengger di hidungnya, tampak membuka pintu mobil, dan berjalan masuk ke gerbang sekolah.
"Kak Tommy.., akhirnya kakak pulang dan menjemput Vaya." teriak Vaya yang berlari menyambut kedatangan laki-laki muda itu dengan sangat bahagia.
Tommy berjalan dengan kedua tangannya menenteng hadiah yang dia bawa dari luar negeri. Laki-laki muda itu memandang tidak begitu suka pada kehadiran Vaya di depannya. Matanya mengitari lingkungan di sekelilingnya, tetapi dia tidak melihat kehadiran Ivona, bahkan bayangannya juga tidak ada. Matanya menjadi redup, dia merasa Ivona sama sekali tidak menganggapnya jika dia ada. Sebaliknya, Vaya merasa sangat senang melihat kedatangan Tommy, dan dia mengira jika hadiah yang dibawa kakaknya itu, dibelikan khusus untuk dirinya.
Vaya sedikit terhenyak saat tidak menemukan sikap kehangatan dari kakaknya Tommy, laki-laki muda itu terlihat mengacuhkan kedatangannya. Padahal biasanya, dia selalu mencarinya terlebih dahulu setiap bepergian dari luar negeri. Tetapi Vaya mengabaikan perasaannya itu, dia memeluk tubuh kakaknya itu. Tetapi Tommy terkesan menghindari pelukan yang dia berikan, sambil mengangkat kedua tangannya ke atas laki-laki muda itu memundurkan badannya.
"Wah terima kasih kak Tommy..., kakak membawakan banyak sekali oleh-oleh untuk Vaya kali ini. Pokoknya di keluarga Iswara, hanya kak Tommy yang peduli dan perhatian dengan Vaya." seru Vaya sambil tangannya akan meraih hadiah yang banyak di kedua tangan kakaknya.
Tetapi sekali lagi, Vaya kaget karena Tommy mengangkat tangannya ke atas, dia terlihat seperti mengamankan hadiah bawaanya agar tidak disentuh oleh gadis itu. Vaya hanya menatap kakaknya itu dengan tidak percaya, dia merasa kakaknya hari ini bersikap sedikit aneh padanya.
__ADS_1
**************