
Ivona melihat Beni berjalan keluar dari balik pohon yang dia gunakan untuk menyembunyikan dirinya. Dia kemudian mengambil Ipad nya, kemudian menyalakannya dan mengirim chat pada Caroline.
"Carol..., tunggu aku ya! Aku mungkin agak terlambat sampai di bar, karena ada sesuatu hal yang harus aku selesaikan terlebih dulu."
"Oke." dengan cepat Caroline membalas pesannya.
Sementara itu, Beni dengan semangat berjalan mendekati Alexander yang masih berdiri di luar pintu gerbang. Melihat pria tampan yang berada di depannya, seketika kepala Beni terasa kosong. Dia tidak menyangka kalau Ivona memiliki kakak setampan itu.
"Ini cowok kenapa bisa tampan sekali.., pantas saja Ivona juga cantik kayak gitu. Bibit mereka berdua pasti juga cantik dan tampan." Beni berpikir sendiri, dia merasa terpukau dengan penampilan Alexander yang berdiri di depannya.
Dengan rasa percaya diri karena dia teman dari Ivona, Beni memberanikan diri mengajak laki-laki tampan tetapi memiliki tatapan dingin itu bicara.
"Selamat sore kak..., apakah kakak sedang menunggu Ivona?? Jika iya, Ivona sedang tidak ada lagi di sekolah ini." saking gugupnya, Beni tidak sadar dengan perkataannya. Harusnya dia berpikir sebelum bicara, darimana dia tahu jika laki-laki tampan itu sedang mencari Ivona. Tetapi karena dia sebagai sesama laki-laki saja sangat terpukau dengan ketampanan Alexander, dia sampai bingung mau berbicara apa.
"Kamu siapa?? Darimana kamu tahu, kalau aku sedang menunggu gadis itu??" Alexander bertanya balik, yang menjadikan Beni menyadari kekeliruannya berbicara.
"Em..mm.., iya." jawab Beni dengan kepala tertunduk, karena tidak kuat bertatapan dengan Alexander.
"Dia meminta kamu ya, untuk menemuiku disini? Juga memintamu untuk menyampaikan padaku jika dia sudah keluar dari tadi." Alexander bertanya balik pada Beni, sambil tersenyum Smirk.
"Aku teman sekelasnya. Ivona sedang membutuhkan waktu untuk menenangkan dirinya. Jadi, tolong jangan ganggu dia untuk saat ini, beri dia waktu!" Beni terus memohon agar Alexander tidak menemui Ivona.
"Apalagi yang kamu tahu tentang gadis itu, dan apa yang sudah dia ceritakan padamu??" tanya Alexander penasaran dengan kebohongan apa lagi yang digunakan Ivona untuk membuat pria gemuk itu, menuruti perintahnya.
__ADS_1
"Sebenarnya Ivona itu sangat menyukaimu, sangat.., sangat menyukaimu. Dia sangat menyukaimu lebih dari sekedar hubungan antar saudara. Jadi.., aku sebagai temannya memohon padamu, jagalah Ivona dengan baik, jangan pernah sakiti dia, please..!"
"Oh begitu ya... he...he..he..., kamu tadi siapanya Ivona?? Maaf aku ini orangnya pelupa." tanya Alexander sambil tertawa pelan, melihat pria gemuk yang demikian mudahnya dibohongi Ivona, menjadi hiburan tersendiri untuk Alexander.
"Aku ini teman baiknya gadis itu. Bahkan Ivona dengan berani tadi menolongku, dia tidak sedikitpun memiliki rasa takut sampai dia berani melawan Yoshua Jonathan putra dari Hendra Jonathan." tanpa sadar, karena ingin mengambil hati kakaknya Ivona, Beni menceritakan kejadian tadi pagi.
"Tapi bagaimana dengan Ivona?? Apakah dia terluka?" sedikit kecemasan ada di hati Alexander mendengar Ivona terlibat pertengkaran dengan murid di SMA Dharma Nusa.
"Tenang.., aman terkendali. Sedikitpun anggota tubuh gadis itu tidak ada yang terluka." jawab Beni, yang sangat melegakan hati Alexander.
"Oh ya.., sebenarnya Ivona adalah adik angkatku. Jadi.., tidak ada masalah dong kalau dia menyukaiku lebih dari seorang adik terhadap kakaknya. Tidak akan ada yang melarang tentang hubungan kami. Sampaikan ya nanti dengan gadis itu, agar dia juga tidak merasa sungkan lagi denganku." dengan nada bicara malas, Alexander mempermainkan Beni.
Mendengar perkataan yang diucapkan Alexander barusan, Beni langsung tercengang. Pria gemuk itu menjadi bengong, dan menatap pria tampan itu tanpa berkedip, kepalanya sudah tidak dapat diajak berpikir lagi.
"Dimana aku bisa menemui Ivona saat ini?? Tenanglah.., sesuai permintaanmu, aku akan menjaga dan tidak akan menyakiti gadis itu?? tanya Alexander sambil tersenyum.
********
Ivona masih mempermainkan Ipad di tangannya, dia mengecek ada tidak email masuk dan ingin mengetahui hasil dari rapat yang ada di conference tadi. Dia tadi siang demi Beni, sudah ijin pada perusahaan komputasi yang saat ini mempekerjakan dia untuk tidak dapat mengikuti conference secara virtual. Saat ini dia masih menunggu di balik pohon, dan karena bosan menunggu kembalinya Beni, Ivona mengangkat wajahnya.
"Kok kak Alex bisa berada disini??" tanya Ivona sambil terkejut, karena saat mengangkat wajahnya, ternyata terlihat wajah Alexander. Laki-laki itu membungkukkan tubuhnya, sehingga saat ini wajahnya berada tepat di hadapan gadis itu.
__ADS_1
"Kakak penasaran sih, ingin mendengar langsung dari si pemilik suara. Ayuk Nana..., kakak ingin mendengarnya sendiri. Katakan padaku, bagaimana perasaanmu yang sebenarnya terhadapku, masak harus melalui pria gemuk itu!" dengan suara lembut, Alexander menggoda Ivona. Dia menyampaikan apa yang didengarnya dari Beni langsung pada yang punya.
"Jangan didengarkan omongan Beni kak..., tadi Ivona hanya bergurau dengannya!!" Ivona berusaha menetralisir suasana. Mendengar perkataan laki-laki tampan yang saat ini wajahnya sangat dekat dengannya, tubuh Ivona menjadi menegang.
"Terus omongan siapa yang harus aku dengarkan?? Bukannya kamu sendiri yang mengirimkan pria gemuk itu padaku??" tanya Alexander sambil senyum-senyum, tangannya tiba-tiba dijatuhkan ke pundak Ivona.
Ivona segera mencoba untuk memundurkan tubuhnya, dia ingin menghindari sentuhan Alexander. Tetapi malang baginya, tubuhnya sudah sangat mepet dengan batang pohon besar itu. Alexander tidak menghiraukan penolakan Ivona, dengan santai dia merangkul Ivona dan membawanya berjalan keluar dari pintu gerbang.
"Kak Alex..., hari ini Ivona pulang sendiri saja ya?? Ivona tahu kok, lokasi villa tempat kakak tinggal. Jadi.., kak Alex pulang sendiri dulu, atau melakukan aktivitas yang lainnya. Boleh ya kak.., please..!!!" Ivona memohon pada Alexander untuk pulang sendiri.
"Tujuan kita sama kan?? Kita sama-sama akan pulang ke villa, untuk apa pulang sendiri-sendiri?? Kamu pikir, mudah apa untuk mencari transportasi menuju villaku?? Tidak, kita pulang bersama." dengan tegas Alexander tetap meminta Ivona untuk pulang bersamanya.
"Tapi saat ini Ivona masih ada urusan. Ivona sudah terlanjur janji dengan teman kak, Ivona mau memberikan barang padanya. Boleh ya kak, please!" dengan tatapan puppy eyes, Ivona mengulang kembali permintaannya pada Alexander.
"Katakan dimana tempat yang ingin kamu tuju?? Aku akan mengantarmu kesana." Alexander bersikeras untuk mengantarnya.
Akhirnya daripada membatalkan janjinya pada Caroline, akhirnya Ivona mengalah, dia mengijinkan Alexander mengantarnya. Tetapi karena tahu jika laki-laki itu akan marah, jika dia mengatakan bahwa tujuannya adalah pergi ke bar, maka Ivona mengganti lokasi pertemuan mereka di toko buku yang berada di depan bar.
"Toko buku depar MUSE bar." ucap Ivona perlahan.
Alexander langsung membawa Ivona menuju mobilnya, kemudian membukakan pintu mobil bagian depan.
__ADS_1
*******************