
Selain Thomas, Ivona juga memiliki saudara laki-laki lain yang bernama Tommy. Dia adik dari Thomas, yang saat ini menjadi raja film di dunia entertainment. Karena kesibukannya, Tommy tidak memiliki waktu untuk mengurus dan memperhatikan adiknya, dia hanya mendapatkan laporan dari Thomas dan para pembantu di rumahnya.
"Aku harus mencari cara bagaimana mengurus Ivona, dia tidak boleh sendiri dengan sikapnya seperti itu." Tommy berpikir sendiri bagaimana akan mengurus adik kandungnya itu.
"Tapi bagaimana aku bisa mengurus anak itu, pulang ke rumah saja sudah malam? Bahkan terkadang berhari-hari aku disibukkan dengan dunia entertainment.? pikirnya lagi.
Setelah diam dan berpikir beberapa saat, akhirnya terbit senyuman di mulut Tommy.
********************************
Sore harinya, saat trending topic adik kandung Thomas merajai media sosial, banyak murid perempuan yang mendatangi Vaya. Vaya yang sedang duduk-duduk bersantai, agak terkejut saat melihat banyak murid perempuan datang padanya. Mereka terlihat dengan pandangan memuja dan berusaha mengambil hati gadis itu, kemudian mereka berdiri mengelilingi Vaya.
"Ada apa kalian kemari?" tanya Vaya ingin tahu.
"Vaya, kamu sudah lihat twitter dan media sosial lainnya belum?" tanya seorang murid perempuan pada gadis itu.
"Belum, ada berita apa memangnya?" Vaya sangat penasaran dan ingin tahu ada berita apa di dalamnya, sampai banyak murid perempuan mencarinya.
"Dirimu saat ini jadi trending topik Vaya."
"Betapa beruntungnya kamu Vaya, sudah cantik, pintar, dan ternyata kakakmu Thomas si raja esports sangat menyayangi kamu. Oh... aku juga mau Vaya.."
"Trending topic? tentang apaan?" Vaya langsung membuka ponsel dan dia sangat terkejut melihat pemberitaan tentang dirinya. Cantik, pintar, cerdas..., dan wow.., banyak kalimat pujian yang ditujukan untuk dirinya.
"Para *fans *kakakmu Thomas, membuat tagar tentang dirimu. Dan media cetak maupun online langsung menjadikanmu sebagai berita utama. Memang hebat sekali kakakmu, itu bukti bahwa Thomas sangat menyayangi kamu Vaya."
"Iya Vaya..., andaikan aku yang jadi kamu Vaya. Tetapi rasanya tidak mungkin..."
Vaya tersenyum bahagia, ternyata kakaknya tidak sedikitpun mengurangi kasih sayang untuknya.
"Berarti benar kata mama, kak Thomas hanya sementara pura-pura menyayangi Ivona. Dia tetap menyayangi aku." Vaya membatin sendiri, dan senyuman terbit di mulutnya. Tetapi tiba-tiba dia cemberut, dan
"Tidak usah mengungkit-ungkit kakakku lagi. Aku lagi jengkel, dan sudah beberapa hari ini aku ngembek padanya." tiba-tiba Vaya bersikap sedikit manja.
Beberapa murid perempuan saling berpandangan, mereka seakan tidak mempercayai ucapan Vaya.
"Ada apa sih Ivona? Punya kakak sebaik itu, sangat tampan, atlet esports, dan pokoknya semua sangat sempurna deh, kenapa masih ngambek padanya?"
__ADS_1
"Iya.., aku saja jadi iri padamu Vaya."
******************************
Di area villa, tempat tinggal Alexander. Tempat tinggal mewah yang sangat nyaman, dan penuh kesejukan. Pohon-pohon mengelilingi villa itu, tetapi sangat tampak jelas perawatan yang dilakukan. Villa itu tampak bersih dan megah, dan sangat eksotis berpadu dengan lingkungan yang mengelilinginya.
Alex tampak sedang berendam di bath up kamar mandinya yang sudah dicampur dengan aroma theraphy. Dia memejamkan matanya, dan menghirup aroma harum yang menyegarkan. Tiba-tiba.., ponsel yang dia taruh di atas bath up berdering, dan terlihat Tommy kakak kandung Ivona sedang memanggilnya.
"Hallo..., ada apa Tomm? Mengganggu saja." sapa Alex.
'Ha..ha..ha.., iya Lex. Kapan aku pernah buat repot kamu? Sekaranglah saatnya."
"Hm.., ada info apa?"
"Lex.., kamu kan tinggal sendiri. Tolong dong bantuin aku, aku bingung nih mau nitip anak!" mendengar permintaan Tommy, Alex timbul rasa panasaran.
"Tommy belum menikah, kapan dia punya anaknya?" Alex tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"Anak??? Sejak kapan kamu punya anak Tomm???"
"Jangan berpikir aneh-aneh Bro..., itu adik kandungku, bukan anakku."
Tetapi tidak lama, Tommy menelponnya lagi. Karena merasa terganggu dan jengkel, Alex melakukan setting black list nomor ponsel Tommy.
"Punya adik satu saja sudah mau kubuang ke tong sampah. Bisa-bisanya mau ditambah adiknya Tommy." gerutu Alex sambil segera menyelesaikan mandinya.
Alex mengenal Tommy tanpa ada unsur kesengajaan. Beberapa tahun ini Alex mencoba masuk dan bergelut di dunia entertaiment, tetapi dia tidak menemukan orang yang bisa diandalkan untuk menjadi pendampingnya. Untungnya saat menghadiri gala dinner, dia ketemu dengan Tommy dan terlibat dalam pembicaraan yang mengasyikkan. Akhirnya sejak itu, mereka berteman dan menjadi akrab satu dengan lainnya.
Sedangkan Tommy, saat mendengar cerita dari kakaknya Thomas tentang Ivona adik kandung mereka ikut menjadi pusing. Karena Ivona lebih menyukai tinggal di asrama sekolah, daripada tinggal di rumah bersama dengan mereka. Tommy menjadi tidak tenang.
"Saat ini Ivona sedang ngambek, dan kata Thomas memilih tinggal di asrama. Kalau ada apa-apa dengan Ivona bagaimana nantinya? Aku harus mencari orang yang bisa merawat gadis itu."
Akhirnya setelah melalui pemikiran panjang, dan dia tanpa melalui bicara terlebih dahulu dengan Thomas, akhirnya Tommy memutuskan untuk menyerahkan Ivona pada Alex.
"Lagian Alex kan tidak punya pacar, jadi tidak ada yang akan meributkan jika Ivona tinggal dan dirawat oleh Alex." pikir Tommy. Akhirnya tadi dia menghubungi Alex untuk menitipkan Ivona agar dirawat oleh Alex.
Tommy mencoba menghubungi kembali nomor Alex, ternyata nomornya sudah di black list oleh laki-laki itu.
__ADS_1
"Sia*an Alex, ternyata nomor ponselku di black list oleh dia."
Kemudian Tommy melihat asistennya lewat, kemudian dia langsung memanggilnya.
"Hey sini!"
"Ada apa Tuan?"
"Pinjam ponselmu sekarang!" Asisten itu memberikan ponselnya pada Tommy, dan menggunakan ponselnya untuk menghubungi Alex.
"Alex.., ayolah! Katanya kita ini teman, kita sahabat, Please..., sekali ini saja, tolong aku ya!" Tommy terus memohon pada Alex agar mau merawat Ivona.
"Aku kirimkan data adikku via chat dan email, aku yakin kamu akan berubah pikiran setelah melihatnya."
"Tidak Tomm..., aku sudah pusing dengan adikku. Jangan tambah lagi kepusinganku mengurusi satu anak lagi!"
"Pelajari dulu data adikku! Hanya untuk 2 bulan saja lex. Setelah itu, aku akan membujuk adikku agar kembali pulang ke rumah bersama kami!" Tommy mengakhiri panggilan pada Alex.
Alex membuka file yang dikirimkan Tommy ke ponselnya, dan dia sangat terkejut setelah melihat siapa adik Tommy. Gadis kecil yang pernah dia temukah di rumah sakit jiwa, dan sempat di bawa ke kamar hotel ternyata adik dari Tommy. Tiba-tiba dia tersenyum, kemudian membatalkan *black list * nomor Tommy, dan mengirim chat padanya.
"Aku akan pikirkan dulu! Nanti aku kasih kabar kembali!"
"Akhirnya..., terima kasih sobat!" Tommy tersenyum dan bernafas lega, dan dia mengira Alex tersentuh dengan usahanya.
************************************
SMA Dharma Nusa.
Berita tentang kedatangan hari pertama Ivona di sekolah tersebut sudah tersebar ke seluruh penjuru sekolah. Di kelas G tempat Ivona ditempatkan, juga beredar berita jika ada murid yang lebih cantik dari Vaya. Beberapa murid langsung membicarakannya.
"Ada murid yang sangat cantik di kelas G, dia lebih cantik dari Vaya."
"Tapi beritanya murid itu sangat liar, menakutkan."
"Iya, bahkan dia membuat malu murid-murid lainnya di hadapan guru. Dia tidak ada hormat-hormatnya dengan Guru dan Wali Kelas."
"Kalau gitu, apa guna wajah cantiknya? Sama saja berarti dia dengan seorang berandalan yang tidak berprestasi."
__ADS_1
*******************************