Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 286 Melodi Cinta


__ADS_3

Aldo dengan penuh kasih menghapus air mata yang masih basah di pipi istrinya. Dengan penuh kelembutan, laki-laki itu memberi kecupan pada kedua mata Ivona, kemudian tersenyum menguatkan istrinya itu. Setelah melihat Ivona bisa menguasai perasaannya kembali, Aldo merangkul pinggang gadis itu, dan membawanya keluar.


"Apa kita perlu menyusul kakek ke Hong Kong honey.., kita perlu bisa sekalian honey moon di negara itu, Masih banyak tempat wisata yang belum kita datangi di negara itu." sambil berjalan menuju parkir mobil, Aldo mengajak Ivona mengunjungi negara Hong Kong...


"Sepertinya Nana ingin mengunjungi villa Ivona yang ada di Sembalun, Nusa Tenggara Barat kak. Sejak villa itu Nana beli beberapa tahun lalu, belum sekalipun aku berkunjung ke sana. Ester yang mengurus semuanya, dari mencari tanah, mencari kontraktor untuk mewujudkannya." Ivona memiliki pendapat lain.


"Baiklah.., Jum'at sore kita akan langsung terbang menuju Lombok. Kita bisa menghabiskan weekend di pulau kecil itu. Tidak perlu memberi tahu yang lain, cukup kita berdua saja." sambil mengerlingkan mata, Aldo langsung menyetujui usulan dari Ivona. Ivona menganggukkan kepala, gadis itu tersenyum bahagia.


Dengan kebahagiaan, Aldo segera menuju mobil yang sudah berada di depan mereka. Laki-laki itu seperti sudah menemui apa yang menjadi tujuan hidupnya, yaitu kebahagiaan Ivona juga menjadi kebahagiaan Aldo sendiri. Tanpa banyak kata, setelah memastikan Ivona duduk di dalam mobil dengan nyaman dengan seat belt terpasang rapi, Aldo menutup pintu mobil dengan perlahan..


************


Tidak mau menghabiskan waktu di luaran, Aldo langsung membopong tubuh Ivona memasuki villa di atas bukit. Laki-laki itu menautkan bibirnya di bibir Ivona, dan dengan kaki kanannya mendorong pintu villa untuk masuk ke dalam. Melihat perlakuan intim majikannya, pelayan yang melihat interaksi itu segera menyingkir, karena mereka tidak mau mendapatkan semprotan dari tuan mudanya.


"Hmmm..., begitukah kelakuan kalian tiap hari?? Adu kemesraan tidak tahu tempat, memang kalian hanya bisa membunuh para lajang dengan menyiksanya seperti ini." tanpa mereka duga, ternyata Richard duduk di sofa ruang tengah sedang melihat televisi. Melihat pemandangan intim yang mereka lakukan, Richard langsung menyindir mereka dengan nada sarkasme..

__ADS_1


Ivona langsung memberontak dan berusaha melepaskan diri dari bopongan Aldo, tetapi laki-laki itu tetap memeluknya erat dan tidak memberinya kesempatan untuk melarikan diri. perlahan dengan tetap mengangkat Ivona, Aldo segera duduk di sofa di samping Richard dengan menempatkan Ivona dalam pangkuannya.


"Kamu yang tidak memiliki jodoh, kenapa melakukan tindakan protes pada kami Tuan Richard?? Makanya segera digunakan senjatanya itu, daripada cepat karatan.. " bukannya malu atau prihatin dengan teguran dari Richard, Aldo malah mengolok-olok laki-laki itu. Muka Ivona memerah mendengar perkataan vulgar yang diucapkan suaminya itu.


"Bukk.." sebuah bantal kursi dilempar Richard dan mengenai wajah Aldo.


"Ho.., ho.., ho.. sukanya main kekerasan ya disini. Sudah sana balik ke mansion, aku dan Nana mau segera berbulan madu, mau ikhtiar agar segera memiliki buah cinta kami. Aldo dan Ivona junior..." masih dengan ekspresi meledek, Aldo terus menggoda Richard..


"Aku tidak akan pulang kemana-mana. Aku akan menginap disini saja.., di mansion papa.. takut mengganggu Helen dan papa bulan madu, khawatir mereka malu padaku. Di mansionku sepi.., ga ada teman.. aku mau disini saja." Richard memutuskan untuk menginap.


"Silakan saja..., kalian mau melakukan adegan intim di depanku. Lakukan saja.., aku malah akan memvideokan perilaku kalian berdua.., lumayan bisa aku jual di situs-situs porno, bisa tambah cuan aku." tidak merasa risih dengan perkataan Aldo, Richard malah balas meledek laki-laki itu.


"Dasar pikiran mesum kamu Richard..., atau sana main solo saja, atau jika perlu aku telpon Donny untuk menemanimu main anggar..?" Aldo tambah menggoda laki-laki itu, Merasa jengah dengan obrolan kotor kedua laki-laki itu, Ivona berdiri dan berlari meninggalkan mereka berdua. Ivona langsung masuk ke dalam kamar.


*********

__ADS_1


Tidak merasa terganggu dengan keberadaan Richard di dalam villa mereka, Aldo merangsek ke tubuh Ivona yang sudah berbaring di atas ranjang. Tangan laki-laki itu melepaskan pelukan Ivona pada guling dan membalikkan tubuhnya. Perlahan tatapan kedua orang itu bertemu, dan Aldo tersenyum sambil menganggukkan kepala. Aldo menundukkan wajahnya ke bawah, tangan kanannya mengusap bibir Ivona, kemudian tidak lama bibirnya sudah meraup bibir mungil itu. Berada di atas tubuh Ivona, memberi keleluasaan pada laki-laki itu untuk memperdalam ciumannya. Dengan membuka sedikit bibirnya, lidah Aldo langsung mengeksplorasi semua bagian mulut gadis itu.


"Ugh...\, ugh...\, mmm... kak.." jeritan lirih dan le**nguhan keluar tanpa terkontrol dari bibir Ivona\, tatkala tangan Aldo sudah meremas lembut satu bongkahan daging di dadanya. Mendengar le**nguhan itu\, menjadikan Aldo semakin bersemangat. Tangannya mulai menyusup ke dalam pakaian atas Ivona\,  dan tanpa ada kesabaran sama sekali..


"Srettt.." suara sobekan pada baju atasan Ivona terdengar. Laki-laki itu tetap tidak melepaskan pagutannya pada gadis itu. Perlahan lidah Aldo bergeser menuruni leher Ivona, dan bermain-main disana untuk beberapa saat. Ivona sudah menggelinjang ke sana kemari, karena lidah itu terus bergeser ke bawah dan menjilati tulang selangkanya.


Tidak tahu siapa yang memulai\, posisi tubuh Ivona yang semula ada di bawah tubuh Aldo\, saat ini gadis itu sudah berada di atas dada laki-laki itu. Perlahan\, Ivona melakukan hal yang sama pada roti sobek yang ada di perut dan dada laki-laki itu. Lidah Ivona mengeksplorasi lekukan-lekukan keras di tubuh suaminya\, dan kenikmatan tampak jelas muncul di wajah Aldo. De**sahan dan le**nguhan kembali menggema di dalam kamar\, dan tidak mau menunggu lama kedua orang itu akhirnya bergelut dan menyatu. Kedua pakaian mereka sudah terlempar di atas lantai kamar mereka.


Tanpa diduga\, Aldo menahan tangan Ivona yang sudah berada di bagian intinya. Laki-laki itu kembali membalik tubuh Ivona\, kemudian menjilati setiap jengkal tubuh gadis itu. E**rangan  kenikmatan terus mende**sah keluar\, tetapi Aldo tidak mempedulikannya. Laki-laki itu sengaja ingin memperlama waktu mereka melakukan foreplay\, dan ketika melihat Ivona seperti sudah tidak dapat menahan ha**sratnya\, perlahan Aldo melakukan penyatuan.


"Kak Al...," terdengar beberapa kali Ivona memanggil suaminya, ketika laki-laki itu menghujam dengan cepat ke dalam bagian intinya seperti tidak memberinya kesempatan untuk bernafas.


"Aku akan menanam benih untuk Aldo dan Ivona Junior honey..., Aaaakkhh..."


*************

__ADS_1


__ADS_2