
Para petinggi perusahaan komputer berkumpul dalam meeting room secara mendadak. Terlihat raut ketegangan di wajah para Boss-boss itu. Mereka tidak bisa mengesampingkan complain dari para customer, meskipun mereka merasa sudah memiliki sistem keamanan data dan jaringan yang sangat canggih. Bahkan selain metode port knocking untuk keamanan data dan jaringan, mereka juga sudah mengimplementasikan sistem keamanan yang lebih baru dan lebih canggih. Tetapi ternyata hari ini hanya dalam waktu beberapa detik, sistem mereka sudah jebol terkena malware.
"Ceritakan, sebenarnya siapa yang tahu persis dengan penyebab dari keadaan kita hari ini! Jika masalah ini tidak segera kita selesaikan, maka tidak lama lagi kita akan gulung tikar." CEO perusahaan langsung menanyakan tentang permasalahan yang mereka hadapi.
"Sebenarnya kita tidak ada urusan untuk masalah ini Boss. Itu hanya masalah perebutan pengakuan posisi di masyarakat biasa, tapi saya juga heran kenapa bisa menjadikan kita sebagai bola liar yang dimainkan customer." petinggi yang bertanggung jawab masalah IT memberikan laporan.
"Iya.., bahkan customer service dan service center kewalahan menerima pengaduan dari customer. mereka menyampaikan keluhan yang sama, dimana perangkat mereka mengalami Hang secara tiba-tiba, dan muncul pesan error di screen yang mendaak menjadi hitam." petinggi dari bagian lain menambahkan.
"Apa maksudmu, jelaskan!" dengan suara tinggi, CEO meminta penjelasan.
"Ada berita tentang anak haram yang bernama Ivona, dia ingin kembali ke keluarga ayahnya. Tetapi dia kembali dengan cara yang tidak baik, dia berusaha menyingkirkan putri keluarga asli itu. Begitu berita ini berkembang liar di media-media sosial, banyak hujatan ke anak haram itu. Tiba-tiba tidak menunggu waktu lama, dunia internet sudah menjadi kacau. Tidak hanya perusahaan kita yang terkena imbas, bahkan merek-merek lain juga mengalami hal yang sama."
"What you say??? Itu hanya cerita remahan, untuk apa kita membahas hal itu. Seperti cerita sinetron saja, sampai bisa menggoyangkan dunia maya." mendengar laporan yang disampaikan bagian IT, petinggi itu marah.
"Tetapi begitulah adanya Boss, sepertinya tidak ada yang bisa memulihkan lagi sistem keamanan kita. Aku khawatir hal ini akan terulang lagi untuk kejadian yang sama."
"Atau bisa jadi, ada seorang profesional yang membonceng pada kasus ini. Mereka ingin menghilangkan jejak, biar tuduhan kita alamatkan pada gadis yang menjadi anak haram itu, yang namanya Ivona." petinggi yang lain ikut menanggapi masalah ini.
Sejenak suasana di ruang rapat menjadi ricuh, mereka saling berargumentasi dengan pendapatnya sendiri-sendiri.
"Sudah..., sudah.., kita jangan saling berdebat dengan argumen kita masing-masing. Hanya orang yang berada pada posisi di atas kita yang bisa melakukan hal ini. Atau mungkin pelakunya adalah salah satu dari orang-orang yang berada di pusat institut komputer nasional. Mereka melakukan trial and error malware yang mereka hasilkan." tiba-tiba salah satu petinggi menyampaikan pendapatnya.
"Iya bisa jadi, tapi kalau memang pelakunya adalah mereka, terus apa kita punya kuasa untuk menyetir mereka?" seorang petinggi menyampaikan pertanyaan.
Mereka kembali terdiam, mencerna kalimat terakhir yang disampaikan oleh salah satu petinggi di perusahaan itu.
"Mereka memiliki kuasa tertinggi untuk mengatur kita yang ada dibawah, kitapun juga tidak mudah untuk menyinggung orang-orang itu, meskipun kita tahu kalau ini perbuatan dari mereka." CEO mengambil nafas kemudian berkata seperti itu.
__ADS_1
"Atau kita coba untuk mengajukan petisi saja. Kita tidak menuduh atau complain terhadap pekerjaan mereka, kita gunakan bahasa minta tolong agar mereka membantu kita segera menyelesaikan permasalahan ini."
"Baik aku setuju dengan pendapat terakhir."
Akhirnya rapat para petinggi perusahaan itu menghasilkan sebuah kesepakatan bersama. Mereka akan membuat petisi, dan mengadukan masalah mereka ke pusat institut komputer nasional.
*********
Setelah merasa pedas matanya dari tadi berada di depan komputer, Ivona kemudian memikirkan apa yang baru saja dia lakukan.
"Tim penyelidik akan bisa mencariku dengan cepat, karena aku menggunakan website mereka. Aku harus mencari cara untuk menyelamatkan diriku." Ivona berpikir tentang keselamatan dirinya.
"Marcus..., yah dia. Laki-laki itu pasti mau untuk menolongku keluar dari masalah ini. Dia tahu jika aku berharga bagi institutnya, jika dia menolak untuk membantuku. Maka aku tidak mau lagi terikat dengan kontrak perjanjian dengannya." setelah berpikir sejenak, Ivona menemukan bahwa Marcus akan bisa menjadi jalan keluarnya dari masalah yang dia timbulkan.
Ivona ingin menghubungi Marcus, tetapi dia merasa tidak nyaman jika menelpon laki-laki itu di ruangan kerja Alexander.
"Kak Alex.., Ivona ijin keluar dulu ya. mau jalan-jalan sebentar menghirup udara segar, masak dari tadi hanya berada di dalam ruangan saja." Ivona mengajak Alexander berbicara.
"Mau kemana??" Alexander menghentikan aktivitasnya sejenak, dia melihat pada Ivona.
"Keluar saja dari ruangan ini. Paling ke koridor depan saja."
"Baiklah..., tapi ingat tidak boleh meninggalkan perusahaan ini, Nanti kita pulangnya sama-sama." Alexander berpesan pada Ivona.
__ADS_1
"Siap kak!" sambil tersenyum, Ivona kemudian membawa ponselnya dan keluar dari ruang kerja laki-laki muda itu.
Ivona langsung melangkah menuju koridor, daa untungnya tempat itu terlihat sepi. Dia langsung membuka ponselnya, kemudian menyambungkan dengan nomor Marcus.
"Hello.., ada apa Iv..?" Marcus langsung menerima panggilan masuk dari Ivona.
"Kamu sedang dimana saat ini?" Ivona balik bertanya.
"Ya biasalah, dimana lagi. Aku berada di Institut Komputer. Apa ada yang bisa aku bantu lagi?"
"He..he..he.., jadi kamu tahu ya. Kalau aku menghubungi kamu, berarti aku sedang membutuhkan bantuan."
"Nebak saja sih, dan sayangnya itu selalu tepat tebakanku."
"Aku baru buat heboh nih dunia internet di negaraku. Sorry..., aku meng-hack website kalian terutama yang dikembangkan oleh negaraku. Dan aku yakin, saat ini orang-orang dari institut komputer nasional sudah menurunkan penyelidikan untuk mencariku." Ivona mulai menceritakan apa yang telah dia lakukan.
"Hadeh.., apa lagi yang kamu timbulkan Ivona..? Tidakkah kamu berpikir dulu sebelum melakukannya."
"Tidak perlu dibahas lagi, semua sudah terjadi he..he.. Aku hanya ingin mengembalikan namaku, semua berita yang diposting itu salah semua, hoax."
"Okay.., aku akan bantu kami untuk mengkondisikan semuanya. Sekarang aku pesan, tenang dulu. Tahan tanganmu untuk membuat heboh lagi."
Sambil menepuk jidatnya, Marcus mengambil nafas dalam. Ivona memeiliki bakat yang sangat luar biasa. Jika di negaranya, maka orang-orang seperti Ivona akan dianggap sebagai orang penting, dan akan mendapatkan full protection dari pemerintah. Tetapi di negara-negara berkembang, mereka malah dijadikan seperti buronan. Maka meskipun merasa tidak berdaya, dia akan berusaha untuk menyelamatkan potensi gadis itu.
__ADS_1
*******************