Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 118 Jangan Kecewakan Mama


__ADS_3

Rico tahu jika beberapa hari Tuannya Alexander mengalami bad mood, karena tidak ketemu dengan Ivona. Berkali-kali dia menemani Tuannya mencari keberadaan gadis itu, tetapi tidak pernah ketemu. Untuk menyenangkan perasaan Alexander, Rico mengirim chat pada Alexander. Dia memberi tahu jika saat ini Ivona sedang bersama dengan Nyonya Besar dan Evan sedang menuju ke rumah keluarga besar.


"Tuan.., Rico ikut menemani Nyonya Besar pulang ke rumah keluarga. Apakah Tuan Muda tidak akan pulang ke rumah keluarga?" bunyi pesan yang dikirimkan Rico via chat pada Alexander.


"Kamu tidak perlu mengurusi aku tentang hal itu Rico. Aku lebih tahu, kapan aku harus pulang ke rumah." dengan nada keras, Alexander menjawab pesan yang dikirimkan Rico padanya.


"Ya sudah, tapi ini Rico minta ijin untuk pergi bersama Nyonya Besar dan Nona Ivona. Kami mau menemani Tuan Muda Kecil dalam perjalanan ke rumah keluarga besar." Rico senyum-senyum sendiri saat menuliskan kalimat itu.


"What??? Ivona bersamamu, kenapa bisa?? Okay.., aku langsung meluncur pulang ke rumah." membaca ada kata Ivona sedang dalam perjalanan menuju rumah keluarga, Alexander langsung berlari menyambar kunci mobil.


Rico senyum-senyum sendiri membaca pesan dari Alexander. Segarang-garangnya laki-laki itu, ternyata di depan perempuan kecil itu dia tidak berdaya.


**********


"Rumahmu dimana cantik? Aku sangat senang jika memiliki anak sepertimu. Sudah cantik, sopan, dan bisa merawat anak kecil dengan baik." Nyonya Besar dengan ramah mengajak Ivona bicara di dalam mobil. Perempuan tua itu merasa senang bisa bertemu dan membawa Ivona pulang ke rumah besar.


Ivona tersenyum sambil mengusap-usap kepala Evan, dan menidurkannya di pangkuan.


"Nama saya Ivona Nyonya Besar, saya saat ini masih sekolah di SMA Dharma Nusa." Ivona menanggapi perkataan Nyonya Besar.


"Sebuah nama yang bagus, aku bisa memanggilmu Nana ya. Alangkah senangnya jika putra besarku saat ini juga sedang ada di rumah. Dia pasti akan aku kenalkan kepadamu." ucap Nyonya Besar dengan mata berbinar.


"Silakan Nyonya Besar.., sesuka saja memanggil nama Ivona."


"Heh jangan memanggilku Nyonya Besar! Kamu tidak cocok memanggilku dengan panggilan itu. Sebut mama saja, atau kalau sungkan panggil Tante saja ya cantik." sambil tersenyum, Nyonya Besar memegang tangan Ivona.

__ADS_1


Dari kaca spion, Rico senyum-senyum melihat Nyonya Besar tampak senang berbincang dengan Ivona.


***********


Di rumah keluarga Kavindra


Mobil yang dikendarai Alexander meluncur masuk ke halaman rumah besar dengan cepat. Laki-laki itu langsung keluar dari dalam mobil, dia mengedarkan pandangan ke sekeliling halaman. Dia belum melihat mobil MPV yang sering digunakan untuk antar jemput mamanya.


Dari arah dalam, terlihat dua pelayan rumah bergegas menghampiri laki-laki itu.


"Tuan Muda akhirnya datang ke rumah. Apa yang harus kami siapkan Tuan?" seorang pelayan bertanya pada Alexander.


"Apakah mama sudah pulang?" tanya Alexander cepat.


"Belum Tuan Muda.., tadi Nyonya Besar pergi dengan membawa Tuan Muda Kecil. Katanya pergi ke arisan dengan teman-teman sosialitanya." pelayan rumah menjawab pertanyaan Alexander.


"Lagu ini enak sekali syair dan liriknya. Sepertinya lagu baru.." gumam Alexander saat mendengar lagu baru diputar di radio FM. Dia jarang mendengarkan musik Indonesia, tapi kali ini dia dengan antusias mendengarkan sebuah lagu baru. Laki-laki itu tidak menyadari jika lagu yang dia dengarkan, syair dan liriknya ditulis oleh Ivona.


Tidak lama Alexander menunggu di dalam mobil, terlihat mobil MPV memasuki gerbang rumahnya. Laki-laki muda itu segera keluar dari dalam mobil, dia berdiri menunggu kedatangan mobil itu. Dengan senyum mengembang, Alexander mendatangi mobil yang berhenti di samping mobilnya.


Dengan sigap Rico membuka pintu mobil, dan langsung mengangkat Evan yang tengah tertidur di pangkuan Ivona.


"Weit.., tumben sekali kamu pulang ke rumah ini anak nakal. Apa lagi alasan yang akan kamu buat, setelah beberapa kali kamu mengecewakan mamamu ini." Nyonya Besar langsung menghampiri Alexander dan menarik telinganya.


"Iya ma.., Alex mengaku salah. Lepaskan dulu telinga  Alex, apa mama tidak malu ada tamu datang ke rumah ini, malah menganiaya putranya sendiri." teriak Alexander sambil meringis.

__ADS_1


Menyadari teriakan putranya, Nyonya Besar melepaskan tangannya dari telinga putra terbesarnya. Dengan cepat dia menyesuaikan diri dengan sikapnya.


"Ayo Nana.., kamu juga ikut turun. Kita sudah sampai di rumah." Nyonya Besar mengajak Ivona untuk turun  dari mobil. Tetapi Ivona merasa malu dan agak sungkan melihat Alexander berdiri di depan pintu mobil. Sejak kejadian malam itu di hotel, Ivona memang menghindar dari laki-laki itu.


"Ivona langsung pulang  saja Tante. Mumpung Evan masih tidur, khawatirnya nanti jika Evan terbangun, Ivona tidak diijinkan pulang." ucap Ivona.


"Tidak boleh begitu Nana.., mumpung sudah sampai disini. Ayolah..,!" Nyonya Besar memaksa Ivona untuk mampir.


Tiba-tiba tangan Alexander terulur masuk ke dalam mobil.


"Jangan kecewakan mamaku Nana.., ayo aku bantu kamu turun! Atau aku akan mengangkatmu turun dari mobil ini." bisik Alexander sambil mengedipkan matanya.


"Aku bisa turun sendiri." ucap Ivona pelan, dia mengibaskan tangan Alexander. Gadis itu segera turun dari pintu samping, dia bergegas mengikuti Nyonya Besar masuk ke dalam rumah. Laki-laki itu hanya senyum cengar-cengir melihat Ivona yang masih menghindarinya.


"Sebuah rumah yang sangat megah dan elegan. Berapa puluh milyar dana yang dihabiskan untuk membangun rumah ini?" batin Ivona. Dia mengagumi kemegahan dan kemewahan bangunan di depannya itu. Pilar-pilar besar berada di depan rumah, seperti arsitek gaya Yunani.


Alexander memukul punggung Rico yang tampak mengejeknya karena penolakan yang dilakukan Ivona.


"Pepet terus Tuan.., masak sama anak SMA saja Tuan Besarku kalah." ucap Rico memberikan ledekan pada Alexander. Pria muda CEO Kavindra Group itu mengacungkan genggaman tangan pada Rico, dia kemudian menjejeri langkah Ivona masuk ke dalam rumah.


Kembali gadis itu terkagum-kagum melihat interior di dalam rumah, jejeran hiasan yang terbuat dari kristal di pajang pada rak kayu.


"Ayo kita duduk di ruang keluarga saja, biar kita terlihat lebih akrab. Hey kamu.., jauh-jauh dari tamu mama. Dia bukan perempuan yang bisa kamu goda sembarangan, dia masih kecil. Masih SMA." Nyonya Besar mengingatkan Alexander untuk menjauh dari Ivona, dan gadis itu tersenyum penuh kemenangan.


"Mama saja yang tidak tahu, jika aku pernah mencium gadis ini." gumam Alexander. Mendengar gumamannya, wajah Ivona bersemburat pink. Dia melotot pada Alexander, mengisyaratkan agar laki-laki itu diam, dan pura-pura tidak mengenalnya.

__ADS_1


*************


__ADS_2