Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 35 Sup Penghilang Mabuk


__ADS_3

Melihat Ivona yang tertidur pulas di pundaknya, Alexander tersenyum dan tidak tahu mengapa tiba-tiba hatinya merasa senang.


"Kenapa aku mau membawa gadis ini pulang ke rumah ya?" Alexander berpikir sendiri. Dia sendiri merasa bingung dan tidak habis pikir mengapa membawa Ivona pulang ke rumahnya.


"Pertama kali aku melihatnya di rumah sakit jiwa, gadis ini persis dengan kucing kecil yang dibuang pemiliknya. Kotor, bajunya sangat menyedihkan, dan pura-pura patuh. Tetapi gadis ini aku akui hebat, meskipun dalam kondisi yang menyedihkan, tetapi dia tidak bergantung padaku." pikirnya lagi.


Tiba-tiba tanpa sadar, tangan Alexander mengusap pelan wajah gadis itu. Sambil tersenyum lembut, Alexander malam ini merasa Ivona sangat cantik.


"Selamat malam Nana.., sweet dream." Alexander membisikkan ucapan selamat malam pada Ivona. Selesai mengucapkan kalimat tersebut, Alexander memejamkan matanya sambil bersandar di kursi mobil. Tangannya kembali membetulkan kepala Ivona yang masih bersandar di pundaknya.


***********


Di dalam MUSE bar.


Terlihat Thomas dengan panik mengedarkan pandangannya ke setiap sudut yang ada di bar tersebut. Seorang security menghampirinya, karena sebagai salah satu member di bar ini dan juga sebagai atlit esports, wajah Thomas sangat dikenal oleh masyarakat di kota ini.


"Selamat malam Tuan Thomas, ada yang bisa dibantu?" tanya security dengan sopan pada Thomas.


"Aku mencari adik perempuanku. Sepertinya dia kesini malam ini. Apakah kamu melihatnya?"


"Sebentar Tuan.., aku coba carikan di private room. Tolong sebutkan ciri-ciri dari adik Tuan Thomas! Siapa tahu adik Tuan ada di dalam. Sepertinya saat ini, private room sudah free. Karena beberapa waktu lalu, 2 private room dipakai Tuan Alexander!"


Thomas menjelaskan dengan singkat ciri-ciri Ivona, kemudian dia meninggalkan security tersebut. Dia berjalan menghampiri kursi-kursi yang ada kumpulan gadis-gadis yang sedang minum, siapa tahu Ivona ada disitu.


"Hello kak Thomas..., selamat malam. Sepertinya sedang mencari seseorang?" seorang wanita muda berjalan mendekati Thomas dan menyapanya.


"Minggir.." seru Thomas dengan pandangan dingin, dia mengusir gadis yang mendekatinya.


Tiba-tiba ponsel Thomas berdering, dengan cepat dia melihatnya dan Tommy yang sedang melakukan panggilan masuk.

__ADS_1


"Gimana Tomm.., apakah kamu sudah ada informasi? Aku posisi saat ini ada di dalam MUSE Bar, tetapi belum melihat keberadaan Ivona." Thomas langsung memberondong Tommy dengan perkataannya.


"Ivona sudah aman. Dia sudah ditemukan oleh temanku. Kamu pulang saja, tidak akan ada yang terjadi dengan gadis itu."


"Maksudmu? Ada dimana sekarang Ivona?" seru Thomas dengan nada tinggi.


"Dibawa pulang Alexander. Aku memang meminta Alexander untuk menjaganya, kamu tahu sendiri kan bagaimana waktu kita? Kita tidak akan bisa menjaga dan mengawasi Ivona"


"****..," Thomas langsung berlari keluar bar untuk mengejar Ivona.


Dia berdiri sebentar di depan lobby, tetapi kemudian turun berusaha mengejar sebuah mobil limousine. Matanya dingin dan terlihat kilatan dalam tatapannya, saat mobil yang dikejarnya perlahan menjauh ke depan. Hujan yang semakin deras turun mengguyur tubuh Thomas yang tetap berdiri di halaman. Rambutnya jatuh ke bawah, dan baju basah yang dikenakan seakan tidak dirasakan oleh laki-laki itu, laki-laki itu tetap berada di bawah hujan melihat mobil sampai hilang dari pandangan matanya.


"Kenapa Ivona ketemu dengan laki-laki itu lagi?" gumam Thomas, dan hatinya tiba-tiba merasa kosong dan sakit.


**************


Setelah beberapa saat di perjalanan, akhirnya mobil tiba di halaman rumah Alexander. Meskipun sopir sudah menghentikan mobil, Alexander masih duduk di dalam mobil membiarkan Ivona tetap tidur di pundaknya.


Alexander meletakkan jarinya di atas mulutnya, memberi kode agar sopir diam. Tiba-tiba mata Ivona mengerjap sangat cantik, dan perlahan terbuka. Gadis itu terbangun dari tidurnya, dan setelah beberapa saat sepertinya Ivona baru bereaksi.


"Sudah sampai?" tanya Ivona pelan dengan suara sedikit serak, dan terdengar sangat seksi di telinga Alexander. Gadis itu tersenyum sedikit malu, kemudian menegakkan kepalanya, dan melakukan stretching kepalang ke kiri dan ke kanan.


"Aku pikir kamu tidurnya akan lama?" tanya Alexander dengan suara pelan. Alexander melihat mata Ivona yang tampak lingkaran hitam dan cekung, dengan mata merah. Dia berpikir jika gadis itu sudah tidak dapat tidur untuk beberapa hari, dan tidak menyangka Ivona akan bangun secepat ini.


"Aku terbiasa tidak tidur, karena aku memiliki riwayat insomnia. Terima kasih kak, ternyata nyaman juga pundakmu untuk kupakai bantal. Yang sering-sering ya.." Ivona menggoda Alexander.


"Ayo.., kita segera masuk? Kamu bisa melanjutkan tidur di kamar. Kamu malam ini tidur di tempatku, tidak masalah kan?" tanya Alexander sambil tersenyum smirk.


"Tapi kak, dengan siapa kak Alex tinggal disini? Kakak tinggal sendirian atau ada orang lain lagi yang ikut tinggal disini?"

__ADS_1


"Masuklah dulu, kamu akan dapat melihatnya sendiri!" sebenarnya Alexander tidak menyangka jika Ivona akan bertanya padanya seterus terang itu. Tatapan matanya ke arah Ivona semakin mendalam. dan muncul sebuah kilatan.


Alexander langsung keluar dari mobil, karena pintu mobil sudah dibukakan oleh penjaga pintu. Kemudian dia berdiri menunggu Ivona sampai, setelah Ivona berada di depannya, Alexander langsung merangkul pundak gadis itu dan membawanya masuk ke dalam villa.


Setelah memasuki vila Alexander, Ivona terkagum-kagum dengan bangunan villa ini. Dia menyadari jika rumah ini jauh lebih besar daripada rumah keluarga Iswara. Hampir 1000 meter luas bangunan yang saat ini berada di depannya. Ivona mengedarkan pandangannya untuk melihat bangunan interior yang sangat megah dan mewah, tampak lampu gantung terhias cantik di atas plafon. Rumah itu tampak terlihat semakin megah dan bergaya arsitektur klasik Yunani dan Roma kuno, dengan ornamen-ornamen kristal dan ukiran khas di setiap sudut. Berbagai perabotan kuno tertata cantik menambah kemewahan rumah Alexander.


"Duduklah dulu!"


Alexander tampan menelpon seseorang untuk membuat sup penghilang mabuk untuk Ivona.


Ivona duduk di kursi sambil dia berpikir bagaimana caranya agar dia bisa berada di sisi Alexander sedikit lebih lama.


"Aku harus mencari cara agar aku bisa sedikit lebih lama berada di sisi Alexander." Ivona tenggelam dalam pikirannya sendiri.


Dia merasa, selama belasan tahun dalam kehidupan sebelumnya dia tidak dapat tidur dengan nyenyak. Insomnia selalu membayanginya selama ini. tetapi berada di dekat laki-laki itu, tanpa dia sangka untuk pertama kalnya dia bisa dengan sangat tenang, begitu lelap dan begitu cepat dia tertidur di pundak pria itu.


"Ini Tuan.., sopnya sudah siap." seorang pelayan datang membawa nampan yang berisi sebuah mangkok.


"Berikan pada gadis itu! Ivona.. minumlah!"


Pelayan wanita paruh baya itu segera menghampiri Ivona, kemudian dengan sabar meletakkan mangkok di meja depan gadis itu.


"Minumlah Non.., nanti rasa pusing akan segera hilang!"


"Ini sup apa Bi?" tanya Ivona sambil mengerenyitkan dahinya.


"Tadi Tuan Alex meminta Bibi untuk membuat sup penghilang mabuk. Habiskan ya Non!" sahut pelayan itu sambil tersenyum.


Ivona merasa terharu dengan perlakuan yang diberikan Alexander, dia langsung mengambil mangkok itu.

__ADS_1


****************************


__ADS_2