Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 239 Aku akan Ke Hong Kong


__ADS_3

Donny bergegas masuk ke ruang kerja Aldo.., dia membawa informasi yang pasti akan membuat Tuan Mudanya kembali memiliki harapan. Sudah satu minggu.., Aldo dikuasai emosi yang susah untuk diredakan. Kehilangan informasi tentang Ivona Carminda membuatnya menjadi orang yang kehilangan hati nurani. Mengetuk pintu tiga kali tidak ada jawaban.., Donny langsung mendorong pintu dan masuk ke dalam. Tatapan sengit penuh kemarahan menyambut kedatangan asisten setia itu.


"Maaf Tuan Muda.., saya sudah mengetuk pintu tiga kali tetapi tidak ada jawaban dari tuan muda. Akhirnya saya memaksa masuk." dengan menundukkan kepala, Donny menjelaskan alasannya. Aldo menghela nafas, kemudian menutup laptop yang ada di depannya.


"Duduklah.., aku harap kedatanganmu kali ini membawa informasi yang bermanfaat. Jika tidak, aku kirim kamu ke perusahaan cabang yang ada di Indonesia Timur." nada bicara berisi ancaman.., cukup menggetarkan Donny. Asisten itu segera mengambil tempat duduk di depan Aldo, kemudian memberikan satu lembar kertas HVS.


"Sangat sulit mencari informasi tentang Nona Muda Ivona ternyata. Data digital tentang gadis itu, sedikitpun tidak bisa saya maupun tim IT stalking Tuan Muda. Tetapi saya sedikit mencurigai Dokter Marcus.., karena tiga hari yang lalu Dokter Marcus membatalkan penerbangan ke Hong Kong. Dan hari ini kami mendapatkan informasi jika laki-laki itu terbang ke Hong Kong hari ini. Meskipun kami juga tidak tahu.., apakah kepergiannya ke negara tersebut ada kaitannya dengan Nona Muda.., tetapi kami memiliki dugaan ke arah situ." dengan penuh rasa takut.., Donny menceritakan analisanya.


Aldo masih mengamati lembaran kertas HVS yang ada di tangannya. Melihat Dokter Marcus sampai mengambil cuti selama dua minggu.., sedikit Aldo pun merasa curiga akan kepergian laki-laki itu. Tetapi sama dengan Donny, diapun tidak bisa menembus informasi apapun tentang laki-laki itu.


"Atur pertemuanku dengan Tuan Richard!! Hanya Dokter Marcus dan Richard yang memiliki kedekatan emosional dengan gadis itu. Melalui dua jalan itu, aku pasti akan dapat menemukan keberadaan Ivona Carminda." dengan nada perintah, Aldo meminta Donny untuk membuat schedull dengan Richard.


"Siap Tuan.., segera akan saya hubungi Tuan Richard. Saya kembali ke ruangan dulu." setelah menjawab dan melihat Aldo mengangkat tangannya, Donny memberanikan diri untuk keluar ruangan.


Sepeninggalan Donny, Aldo terdiam. Matanya mengamati laptop di depannya. Tiba-tiba..


"Kenapa aku tidak mencoba untuk meretas CCTV negara Hong Kong. Jika memang Ivona benar-benar berada di negara itu.., aku pasti akan dapat menemukannya." dengan lirih, seperti memiliki semangat baru, Aldo berbicara sendiri.

__ADS_1


Tidak mau menghabiskan waktu, Aldo segera membuka kembali laptop yang ada di depannya. Laki-laki itu segera mencoba kemampuan IT nya, sudah sangat lama tidak dia pergunakan.


"Untung aku masih ingat username and password untuk masuk akunku." gumam Aldo sendiri. Matanya fokus menatap layar laptop di depannya. Setelah beberapa saat..., dengan lancar Aldo mengulang kembali kebiasaan masa lalunya. Kesibukannya untuk mengurus perusahaan, melupakan hobby dan kebiasaanya di masa dulu. Kembali membuka kembali akun rahasianya, seperti mengalirkan energi baru pada laki-laki itu.


"Finally.., I found you girl.." senyuman cerah muncul di bibir Aldo.., melihat Ivona sedang berjalan dengan Kim keluar dari airport menuju mobil. Tidak lama kemudian, mesin printer berbunyi, dan banyak lembaran-lembaran kertas tercetak di dalamnya.


*************


Begitu Donny menghubungi Richard, dan menceritakan untuk tujuan apa Aldo ingin menemuinya, akhirnya Richard langsung meluncur menuju perusahaan Aldo. Laki-laki itu juga merasa kehilangan jejak gadis itu, padahal papanya selalu menanyakan keberadaan Ivona. Dia sendiri juga merasa curiga dan ingin menelusuri jejak Ivona. Dia memiliki keyakinan, ada alasan papanya kenapa selalu menanyakan kabar Ivona.


"Silakan masuk Tuan Richard.., mari saya antar ke ruangan Tuan Muda Aldo.." Donny menyambut Richard di lobby perusahaan, kemudian berjalan di depan mengarahkan Richard untuk langsung menuju ruang kerja Aldo.


"Tidak Tuan Richard.., kebetulan Tuan Muda hari ini sudah tidak ada agenda lagi. Mari silakan masuk..!" setelah sampai di depan ruang kerja Aldo.., Donny langsung membukakan pintu dan mempersilakan Richard untuk masuk ke dalam.


Mata hitam Aldo menatap tajam dua orang yang sedang memasuki ruangannya, tetapi melihat siapa yang datang akhirnya tatapan itu mulai melunak. Segera Aldo mengambil tumpukan kertas print out, dan membawanya menuju sofa untuk tempat duduk tamu.


"Duduklah dulu Tuan Richard.., tidak masalah kan, sekali-kali aku menyusahkan dan merepotkanmu." Aldo tersenyum smirk dan menyilakan Richard untuk duduk.

__ADS_1


"Donny.., tinggalkan kami sendiri..!" ingin menimbulkan kepercayaan dari Richard, Aldo meminta Donny untuk keluar dari dalam ruangannya. Tanpa menunggu pengulangan perintah, Donny segera membungkukkan badan memberi salam, dan segera keluar dari dalam ruangan.


"Richard.., tidak sopan jika aku tidak menawarkanmu minum. Apa yang ingin kamu minum siang ini.., wine.., vodka.. atau hot coffee saja?" dengan tersenyum, Aldo menawarkan minuman pada Richard.


"Satu sloki wine sepertinya bisa menghangatkan pikiranku Aldo.." ucap Richard dengan nada meremehkan.


Tanpa bicara Aldo membuka pintu lemari kaca kecil di belakang meja kerjanya. Laki-laki itu mengeluarkan satu botol wine dengan merek Jeroboam of Chaeteau Mouton Rotschild 1945. Satu jenis anggur yang katanya memiliki rasa yang paling menarik..\, dan Aldo ingat untuk mendapatkan satu botol anggur itu\, dia harus merogoh koceknya di atas harga 6 milliar. Setelah mengambil satu botol anggur\, tidak lupa Aldo juga mengambil dua buah sloki dan membawanya ke meja di depan Richard.


"Ha.., ha.., ha.. ternyata kamu memang benar-benar kaya Aldo. Milliaran rupiah kamu gelontorkan hanya untuk mendapatkan satu botol anggur. Terhormatlah aku bisa menikmatinya bersamamu." sambil tertawa.., Richard kembali meledek Aldo.


"Tidak usah banyak bicara.., membelikanmu sepuluh botol juga tidak akan membuatku jatuh miskin." Aldo langsung menuangkan wine ke sloki yang sudah tersedia. Laki-laki itu langsung mengambil salah satu kemudian perlahan menyesap dan menikmati cita rasa serta aroma anggur tersebut. Setelah itu, Aldo kembali meletakkan sloki kemudian mengambil kertas print out tadi dan menyerahkannya pada Richard.


"Aku sudah menduga.., untuk ini kamu mengundangku untuk ketemu." ucap Richard dengan mata menatap lembar demi lembar cetakan pergerakan Ivona yang terpantau kamera CCTV.


"Ada keperluan apa gadis itu di Hong Kong..?" kembali Richard berbicara, sambil membolak-balik kertas di tangannya.


"Kita akan tahu.., jika kita bisa menemui gadis itu. Dari analisaku, Ivona saat ini tinggal di apartemen Opus di Kowloon. Malam ini aku akan mencari gadis itu di Hong Kong.., aku akan menggunakan pesawat pribadi." ucap Aldo mantap, dan Richard hanya menatap laki-laki itu.

__ADS_1


***********


__ADS_2