Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 70 Perjanjian Kerja Sama


__ADS_3

Mendengar perkataan Vaya yang ditujukan padanya, Alexander kembali tersenyum sinis, dan dengan muka datar dia menatap pada Vaya yang duduk di sebelah Nyonya Iswara.


"Apa Ivona setuju kalau miliknya direbut olehmu? Atau paling tidak, sudahkah kamu meminta ijin padanya, untuk ikut menikmati kemuliaan atau menjadi penerus keluarga ini?" tanpa beban, Alexander bertanya kembali pada Vaya. Dia melakukan semua ini karena ingin mengembalikan harga diri Ivona di mata penghuni keluarga Iswara.


Begitu Alexander menyelesaikan perkataannya, ekspresi Vaya menjadi pucat dan bibirnya gemetar, Vaya tidak sanggup berkata-kata lagi. Terbayang di matanya bagiamana nasibnya suatu saat nanti. Dengan sabar, Nyonya Iswara memeluk dan menenangkan Vaya yang tampak shock.


"Mungkin benar apa yang sudah dikatakan oleh Tuan Alex kek.., sudah seharusnya kita mengembalikan kembali kemuliaan Ivona pada keluarga ini. Apa yang memang seharusnya menjadi miliknya, akan lebih berarti jika memang dikukuhkan atas namanya bukan atas nama orang lain." Thomas mendukung pernyataan yang disampaikan Alexander.


Tuan dan Nyonya Iswara terkejut dengan pernyataan Thomas, dia memelototi putra laki-lakinya itu. Tetapi sayangnya, Thomas sama sekali tidak melihat padanya. Dengan geram menahan emosi, mereka berdua tetap berusaha mempengaruhi kakek.


"Kek.., apakah kakek akan menyetujui apa yang sudah disampaikan oleh Tuan Alex? Tidakkah kakek akan meminta waktu untuk memikirkannya dulu?" tanya Tuan Iswara pada kakek.


Kakek mengambil nafas, kemudian dia memandang wajah Alexander sambil tersenyum padanya.


"Sepertinya tidak ada yang perlu dipermasalahkan lagi. Semua yang tadi disampaikan oleh nak Alex adalah benar adanya. Aku tidak akan keberatan, bahkan tanpa ada penawaran Surat Perjanjian Kerjasama antara perusahaan keluarga Iswara dengan CEO Kavindra Group pun, aku juga akan melakukannya." tanpa beban, Kakek menyampaikan pendapatnya.


"Tapi kek.., apakah tidak ada sedikitpun harapan untuk Vaya meskipun hanya secuil saja?" Tuan Iswara masih berusaha mengusulkan agar Vaya ikut menjadi penerus keluarga ini.


"Diamlah kamu.., aku bisa berpikir sendiri tanpa kamu pengaruhi!" dengan cepat kakek menjawab pertanyaan Tuan Iswara.


"Baiklah Kakek.., saya rasa sudah ada kesepakatan di antara kita. Besok lawyer saya dan orang-orang dari perusahaan, akan membawakan surat perjanjian kerja sama yang sebenarnya, nanti segera kita berdua akan melakukan tanda tangan bersama." ucap Alexander meyakinkan kakek.


"Terima kasih Nak Alex.., bagaimana kalau kita makan malam dulu secara bersama-sama!" kakek langsung menyetujui perkataan Allexander, dan menawarkan untuk makan bersama.


"Mohon maaf kakek, saya tidak bisa untuk makan malam bersama. Kasihan Ivona, dia sudah menunggu di dalam mobil dari tadi. Saya sekalian mohon pamit." dengan tegas, Alexander menolak ajakan makan malam, dan segera berpamitan untuk kembali.

__ADS_1


"Oh begitu ya.., baiklah tidak apa-apa. Mungkin lain waktu kita bisa mengaturnya kembali. Sekali lagi kakek pesan, jagalah Ivona, didiklah dia. Jangan pernah melakukan perbuatan yang nanti akan membuat kalian menyesal di kemudian hari." kakek langsung mengijinkan Alexander pulang.


Alexander menganggukkan kepala, dan langsung menjabat tangan kakek, Thomas dan Tuan Iswara, kemudian tanpa menoleh lagi langsung melangkah keluar dari rumah itu.


****************


Alex langsung menuju ke mobil, dan dari bibirnya mengembangkan sebuah senyuman pada Ivona yang masih setia menunggunya. Gadis itu duduk di kursi penumpang samping pengemudi, dan pada malam ini dia terlihat sangat cantik. Hanya dengan tampilan apa adanya, dia duduk  sambil menahan dagunya. Alexander segera memasuki mobil.


"Sudah selesai kak?" Ivona langsung menyapa Alexander, saat pria muda itu mulai duduk di belakang kemudi.


"Menurutmu?" goda pria itu sambil tersenyum pada Ivona.


"Melihat kakak bisa keluar tanpa ada yang mengikuti, bisa membawaku pergi, aku pikir kakak sudah memberi tahu kakek ya? Kakak pasti sudah memberi tahu dan meminta ijin untuk membawaku pergi dan ikut tinggal di tempat kakak." Ivona menebak-nebak.


"Ha..ha..ha.., kamu memang gadis yang pintar." ucap Alexander sambil mengelus kepala Ivona.


"Rahasia dong, ini hanya rahasia antar laki-laki, perempuan tidak boleh tahu." goda Alexander lagi sambil menyalakan mesin mobil.


"Terserah kakak saja deh, yang penting kakak bahagia." sahut Ivona tidak menanyakannya lagi.


"He..he..he.., by the way kita mau kemana ini?? Apa kita perlu makan dulu?" tanya Alexander.


"Kalau Ivona sih sudah makan tadi dengan kakek, tapi kalau kakak belum makan, Ivona bisa menemani."


"Tidak perlu.., kamu pasti sudah capai dan harus segera istirahat. Nanti biar Bi Mina memasak buatku saja."

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua mengisi perjalanan menuju Villa dengan mengobrol ringan, dan sesekali terdengar suara tertawa dari dalam mobil itu.


**********


Keesokan paginya,


Seorang wanita yang sangat cantik dengan polesan make up di wajahnya, memasuki villa Alexander tanpa permisi. Bi Mina langsung menghampirinya. Gadis itu mengenakan rok diatas lutut, kemudian kemeja  dengan warna ungu berkancing depan. Sepatu high heels tampak menemani langkahnya memasuki villa.


"Ada apa nona datang ke villa ini? Apa ada yang perlu kami bantu?" Bi Mina menanyakan keperluan wanita cantik itu.


"Aku akan langsung ke kamar Alexander, aku ada perlu dengannya. Aku akan menanyakan kapan jadwal les privat untuk adiknya. Karena harus segera aku atur." wanita cantik hanya memberi tahu jika akan menemui Alexander.


Tanpa bisa dicegah, dia langsung masuk dan mendorong pintu kamar Alexander. Bi Mina hanya geleng-geleng kepala melihatnya.


"Hello Alex.., aku yakin kamu pasti sudah bangun pagi ini." kata wanita itu saat dia membuka pintu, dan melihat ada orang yang masih tidur dengan mengenakan selimut.


"Waduh ternyata kamu masih nyenyak ya tidurnya? Kapan nih kita akan mengatur jadwal les untuk adikmu?" sambil tersenyum manis, wanita itu melepaskan kancing baju yang paling atas, kemudian mendatangi tempat tidur Alex.


Tetapi saat dia berada di sisi ranjang, tiba-tiba wanita itu terkejut, dia tidak menjumpai Alexander disitu, dia malah melihat wajah seorang perempuan yang polos dan bersih masih tidur nyenyak dengan memejamkan mata.


"Sialan.., siapa perempuan yang tidur ini? Tidak mudah untuk bisa memiliki kesempatan menjadi guru privat di tempat ini, aku harus bersaing dengan banyak orang. Tetapi kenapa malah Alex tidak ada, yang ada malah perempuan ini?" wanita itu berpikir sendiri sambil memandangi wajah polos milik Ivona.


"Apakah dia adik yang dimaksud Alex? Tapi kalau perempuan ini memang adiknya Alex, kenapa seorang adik bisa tidur di ranjang Alex? Terus saat ini, Alex tidur dimana? Apakah mereka tidur berdua, dan Alex sudah bangun kemudian berangkat pergi?" banyak pertanyaan berputar di kepala wanita itu.


Dengan tatapan pasrah, dia hanya memandangi wajah Ivona yang terlihat sangat bersih dan cantik.

__ADS_1


*************


__ADS_2