Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 201 Perangkat Baru


__ADS_3

Aldo Flash back On


Malas pulang ke villa maupun ke rumah orang tuanya, Aldo meminta Donny asistennya untuk mengantarkan perlengkapan camping. Setelah meminta ijin pada pemilik tanah di atas bukit, yang kemarin ditemuinya saat sedang bergembala, Aldo memutuskan untuk menginap di atas sana. Sebagai orang kepercayaan Aldo.., Donny tidak memiliki keberanian untuk menolak. Mengajak tiga orang pengawal, akhirnya Donny memutuskan untuk mengikuti ajakan Aldo melakukan camping dadakan.


Pagi hari, saat Donny dan pengawal masih terlelap, Aldo meninggalkan mereka untuk turun duluan ke bawah. Perlahan laki-laki muda itu mengendarai mobil menuruni bukit, dan kembali masuk ke jalan yang kemarin dia lewati. Baru jalan kira-kira tiga kilometer memasuki jalan Cempaka, tiba-tiba Aldo merasa haus. Melihat kanan kiri pintu mobil, ternyata laki-laki itu tidak menemukan ada persediaan air minum disana. Akhirnya begitu melihat ada kios pinggir jalan yang sudah buka, Aldo menghentikan mobilnya kemudian berjalan menuju kios.


"Air mineral botol tanggung 2 bu.." sambil menyerahkan dua lembar uang ratusan ribu, Aldo berbicara dengan pemilik kios.


"Kebanyakan uangnya Tuan.., satu lembar saja, Ibu masih harus mencari kembaliannya." Ibu penjaga kios mengembalikan satu lembar uang ratusan ribu pada Aldo.


"Ambil saja bu.." ucap Aldo setelah menerima dua botol air mineral.


"Terima kasih Tuan.. semoga keberkahan selalu melimpahi Tuan." ibu penjaga kios itu dengan mata berlinang, mengucapkan terima kasih pada laki-laki yang membeli air mineral itu. Tetapi Aldo sudah berjalan menuju mobilnya.


Saat Aldo akan membuka pintu mobil, tiba-tiba matanya menangkap seorang gadis muda yang sedang keluar dari rusun Cempaka. Melihat cara berjalannya, Aldo tertegun, dia tiba-tiba mengingat gadis yang sudah dia tinggalkan di dunia yang berbeda.


"Kak Ivona..." suara anak kecil yang memanggil gadis muda itu, sangat mengejutkan Aldo. Bergegas Aldo kembali menutup pintu mobilnya, kemudian berjalan mendekati pagar pembatas Rusun. Dengan penuh rasa ingin tahu, Aldo melihat bagaimana gadis muda itu berinteraksi dengan penuh keakraban pada gadis kecil itu. Padahal gadis kecil dengan nama Kathleen itu memiliki penampilan cenderung kumuh, dan gadis muda itu menyentuhnya tanpa merasa risih sedikitpun.

__ADS_1


Setelah gadis muda itu berinteraksi dengan gadis kecil itu, Aldo melihat gadis muda itu berjalan ke pojok jalan. Kembali laki-laki itu melihat, bagaimana dengan humble dan penuh keakraban, Ivona menyapa beberapa anak muda yang nongkrong di pinggir jalan.


"Siapa gadis muda itu.., kenapa aku merasa akrab dengan sikap dan perilakunya itu?? Bagaimana gadis muda itu berjalan, mengingatkanku pada seseorang. Bahkan gadis kecil tadi memanggilnya dengan nama Ivona," Aldo berpikir sendiri. Dia masih mengawasi gerak-gerik gadis muda yang dipanggil dengan nama Ivona itu dari tempat yang agak jauh.


Aldo menyandarkan punggungnya di pagar jalan, kemudian menyalakan rokok dan memegangnya dengan tangan kanannya. Matanya masih terus mengamati perilaku gadis muda itu, sampai keluar dari bilik ATM. Saat gadis muda itu berjalan lurus ke depan, Aldo terus mengikutinya. Tiba-tiba dia melihat gadis itu menjatuhkan sesuatu ke tanah, kemudian dia membungkuk untuk mengambilnya.


"*Sh*it.., ternyata cerdas juga gadis muda itu." gumam Aldo sambil tersenyum masam. Dia menyadari jika gadis muda itu menatapnya dengan melihat dari sela-sela lututnya. Aldo tiba-tiba sadar atas trik yang digunakan oleh gadis muda itu untuk menjebaknya.


Akhirnya dengan tersenyum smirk.., Aldo berhenti dan membalikkan badannya. Dia akan menyelidiki gadis muda itu dengan melibatkan Donny asistennya.


Flashback Off


Ivona langsung menuju outlet penjual ponsel berlogo buah Apel tergigit.., dan saat melihat gadis muda itu datang, pelayan yang sudah mengenalnya segera melayaninya. Tetapi baru saja pelayan itu akan melayani Ivona, seorang laki-laki muda melarangnya untuk menemui Ivona.


"Non Iv..., ikut saya! Kita didalam saja bicaranya.., takut banyak yang nguping.." pemilik outlet langsung meminta Ivona untuk masuk ke ruang kerjanya. Laki-laki muda itu mengetahui tentang Ivona, dia termasuk laki-laki yang don't judge a book by its cover. Meskipun penampilan gadis muda pelanggannya itu selalu terkesan easy going, dan mungkin untuk golongan kasta tertentu menganggapnya sedikit urakan. Barang dengan kualitas bagus dan spesifikasi rumit, selalu diminta oleh gadis muda itu.


"Carikan aku dua barang.., satu ponsel dan satunya iPad!! Tahu sendiri, spec apa yang aku inginkan." Ivona langsung meminta barang yang dia inginkan. Laki-laki muda itu tersenyum, dia sudah sangat hafal dengan sikap dan perilaku gadis muda itu.

__ADS_1


"Sabar dulu kenapa cantik.. Sudah sangat lama aku tidak melihatmu datang kesini, malah aku dengar-dengar.., maaf ya... katanya cantik mengalami vegetatif di rumah sakit terbagus di kota ini." laki-laki muda itu malah menanyakan kabar terbaru Ivona.


"Sudah tidak perlu dibahas lagi. Toh saat ini aku juga sudah kembali lagi ke dunia ini kan.., biasalah mungkin aku diminta turun mesin dulu." Ivona menolak untuk membahas dirinya.


"Okay.., okay.. aku ada barang baru pasti akan cocok untukmu. iPad Pro Generasi keenam pasti akan cocok untukmu. Spec nya dijamin okay banget dengan fitur lengkap. Ram nya juga gede untuk aktivitasmu.." laki-laki muda itu menawarkan model barang baru.


"Sudah bungkus saja..., carikan aku ponsel juga dengan kriteria sama. Aku tidak bisa berlama-lama disini, langsung aku transfer ke rekening via mobile banking. Tapi saat ini aku ga ada ponsel Bro.." tidak sabar mendengar ocehan laki-laki itum Ivona langsung memotong kalimatnya.


"Uwoke.. selalu ashiappp pokoknya untuk Nona Ivona. Plok.., plok.., plok.." wajah laki-laki itu langsung berbinar, segera dia bertepuk tangan memanggil pelayannya.


"Ada apa boss.., apa yang perlu saya siapkan?" setelah berada di depan pemilik merchant, pelayan langsung menanyakan keperluan Boss nya.


"Siapkan iPad Pro generasi keenam, jangan lupa program-program di list yang ada dalam laci mejaku. Install sekalian.., ratu IT kita sudah datang kembali. Ponsel terbaru dengan spec tertingginya juga disiapkan." pemilik merchant itu langsung memberi instruksi pada anak buahnya. Ivona cuek tidak ikut mendengarkannya, karena dia sudah sangat percaya dengan pemilik merchant itu.


"Baik maksimal tiga puluh menit, barang pesanan akan saya keluarkan Boss." pelayan itu segera meninggalkan mereka berdua.


Pemilik merchant memberikan satu botol kecil air mineral pada Ivona, dan gadis itu yang memang merasa haus langsung membuka tutup botol serta langsung meminumnya.

__ADS_1


"Perlu aku siapkan hot coffee tidak Non.., sama sandwich untuk breakfast..?" pemilik merchant menawarkan satrapan untuk Ivona. Tetapi gadis itu menolak dengan mengangkat tangannya ke atas. Dia siang ini akan mencicipi kembali masakan Bibi Sonya, sudah sangat lama dia tidak menikmatinya.


************


__ADS_2