Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
EXTRA


__ADS_3

Terlihat di pinggir kolam renang, Ivona sedang menyuapi anak kecil perempuan yang tampak sedang istriahat dari berenangnya. Di tengah kolam, terlihat Aldo sedang berenang dan tidak tampak merasa capai, laki-laki itu terus berenang mengelilingi kolam renang. Tampak Ivona yang sedang menyuapi anak perempuan yang menurut kepadanya, terlihat dalam keadaan sedang hamil lagi.


"Aileen sayang.. sekarang minum orange juice.. biar segar. Jika Aileen capai, bisa lanjut istirahat, kita sudahi berenangnya. Namun jika Aileen masih sanggup, kejar Daddy di kolam renang.." gadis kecil itu ternyata bernama Aileen, dan matanya tampak berkerjap ketika sedang berbicara dengan Mommy nya.


"Iya Mommy... Aileen mau orange juice nya." Ivona segera mendekatkan straw ke bibir mungil gadis kecil itu, dan Aileen langsung menyedot minuman itu sampai habis.


"Adik.. jaga Mommy ya.. tidak boleh nakal dan tidak boleh banyak bergerak. Kasihan Mommy.." dengan lucunya, Aileen mengusap perut hamil Ivona kemudian memberi ciuman beberapa kali di atas perut buncit itu. Ivona tersenyum, tangan perempuan itu mengusap lembut rambut di kepala belakang gadis kecil itu.


"Pergilah.. adik tidak nakal girl.. itu Daddy sudah menunggu Aileen.." Ivona menunjuk ke arah Aldo yang berada di tengah kolam renang, karena sejak tadi suaminya melambaikan tangannya memberi isyarat agar Aileen segera menyusulnya masuk ke kolam renang.


Aileen dengan lucunya langsung berlari meninggalkan Ivona, kemudian langsung melompat masuk ke dalam kolam renang. Dengan hati-hati, Aldo mengawasi gerakan gadis kecil itu. Keduanya kebetulan memiliki hobby yang sama, yaitu menghabiskan waktu berdua di kolam renang jika Aldo sedang tidak keluar kota, atau sedang berada di kantor.


"Bagaimana Mommy dan adik.. Aileen.. Apakah mereka berdua baik-baik saja..?" sambil berenang, ALdo bertanya pada putrinya Aileen.


"Baik Dadd.. malah mommy yang meminta Aileen untuk turun ke kolam renang menemani Daddy.. Ayo Daddy.. dua putaran lagi.. kita segera beristirahat untuk menemani Mommy.." selesai berteriak, Aileen segera meluncur. Di belakangnya, Aldo dengan cepat mengikuti gadis kecil itu. Setelah dua kali putaran, akhirnya kedua orang itu, Daddy dan girly akhirnya naik ke pinggir kolam renang. Di atas kolam renang, Ivona sudah menunggu mereka dengan mengulurkan masing-masing satu handuk kepada mereka.


**********

__ADS_1


Di atas king size bed kamar mereka, seperti biasa Ivona menyandarkan kepalanya di dada Aldo suaminya, Dengan penuh kasih, beberapa kali laki-laki itu memberi ciuman di pucuk kepala istrinya, sambil mengusap-usap rambutnya. Saat ini Ivona sedang membaca majalah Ayahbunda yang membahas tentang kehamilan, dimana jarak dengan anak pertama kurang dari lima tahun.


"Momm... apa yang sedang kamu baca honey.." dengan ingin tahu, Aldo bertanya pada istrinya.


"Biasa Dadd.. artikel kehamilan. Jujur sih.. sebenarnya Nana agak khawatir memiliki dua anak BALITa di dalam rumah ini. Kira-kira Mommy bisa adil tidak ya berbagi kasih sayang pada mereka berdua.." Ivona menunjukkan artikel yang dibacanya pada Aldo, perempuan itu menengadahkan wajahnya ke atas menatap suaminya.


"Cup.." sebuah kecupan diberikan Aldo, dan mendarat di bibir kenyal perempuan muda itu. Ivona membelalakkan matanya menatap mata suaminya, dan Aldo hanya senyum-senyum pura-pura mengalihkan pandangannya.


"Jangan terlalu banyak berpikir Momm... sama saja jika kamu meragukan suamimu ini. Daddy janji akan membantu Mommy mengawasi anak-anak, terutama Aileen, karena anak itu sedang masa-masanya ingin mengenal lingkungannya. Kita juga bisa menambah baby sitter untuk membantu Mommy mengawasi jagoan Daddy.." ucap Aldo akhirnya.


Ivona memejamkan matanya berusaha membayangkan kericuhan rumah itu karena hadirnya anak-anak. Tetapi dari cerita orang tua, anak perempuan lebih bisa sedikit dewasa daripada usia yang sebenarnya. Jadi semoga saja Aileen bisa menyayangi adiknya, dan menghilangkan rasa jealous karena kehadiran adik kecilnya nanti. Melihat Ivona memejamkan mata, Aldo berpikir jika istrinya sedang tertidur di dadanya. Laki-laki itu diam tidak bergerak, khawatir jika Ivona akan terbangun oleh gerakannya. Hal itu berlangsung beberapa saat, sampai akhirnya Aldo juga ikut tertidur.


********


"Terima kasih Daddy.. sampai sebegitunya Daddy menjaga Mommy.." Ivona bergumam perlahan, tangan kanannya mengambil satu buah bantal, kemudian mengganjal kepala suaminya dengan bantal, dan menarik bantal yang ada di punggung laki-laki itu.


Setelah beberapa saat, akhirnya Aldo sudah dalam posisi tidur yang sebenarnya. Ivona tersenyum, kemudian menundukkan wajahnya dan memberikan ciuman di kening laki-laki itu. Perlahan Ivona berjalan meninggalkan kamarnya untuk menengok putrinya di kamar yang ada di samping kamarnya. Untuk memperhatikan dan memastikan keselamatan Aileen, mereka memang menggunakan connecting room antara kamar yang digunakannya dengan kamar putrinya Aileen.

__ADS_1


"Aileen juga sudah tertidur rupanya, jam berapa sih ini.." Ivona menengok jam dinding di kamar gadis kecil itu.


"Pantas saja sudah terasa sepi, rupanya sudah pukul sepuluh malam.." guman Ivona pelan.


Perempuan muda itu kemudian mencium kening putrinya, kemudian mengambil selimut dan menyelimutinya tubuh putrinya. Terlihat pintu kamar Aileen belum sepenuhnya tertutup rapat. Ivona berjalan mendekati pintu, kemudian melihat keluar kamar. Beberapa pelayan sedang melihat televisi di ruang tengah, dan Ivona tersenyum. Meskipun Aldo dan Ivona sudah melengkapi televisi di ruang belakang, tetapi mereka tidak pernah melarang jika para pelayan menonton televisi di ruang tengah. Hal itu biasa dilakukan jika mereka ingin menjaga Aileen tidur.


"Nona muda Ivona.. apakah nona muda merasa lapar. Sepertinya tadi sore, nona muda dan tuan muda belum makan malam." ternyata pelayan melihat kedatangan Ivona, dan menyapa perempuan muda itu.


"Aku belum ingin makan berat Bibi.. antarkan beberapa potong buah apel saja untukku. Juga buatkan sekalian, teh manis panas ya, dan bawa saja kesini. Aku ingin memakannya disini bergabung dengan kalian." dengan ramah, Ivona menanggapi pertanyaan pelayan.


"Baik nona muda.. mohon tunggu sebentar. Bibi akan segera menyiapkannya." Bibi tergopoh-gopoh masuk ke dalam kamar, untuk menyiapkan pesanan Ivona.


*******


Para Pembaca Novel-novel karya Author. Bantu Author Yukkk!!!


Bantu Baca, Like, Comment dan jadikan Favorite ya karya novel terbaru Author dengan judul

__ADS_1


CEO Takluk


Terima kasih


__ADS_2