
Setelah film yang mereka lihat berakhir, Ivona mengajak Alexander untuk langsung pulang ke rumah. Merasa jika gadis muda itu masih negmbek karena perlakuan Alexander padanya, CEO Kavindra Group itu mengikuti Ivona di belakangnya. Tangannya berkali-kali ditepiskan oleh Ivona.., saat laki-laki itu mencoba untuk menggandengnya. Orang lain yang melihat mereka, sepertinya Alexander berjalan untuk memberi pengawalan pada gadis itu.
"Hi... Alex.. is that you?" terdengar teriakan seorang gadis memanggil Alex dengan panggilan akrab.
Alexander berhenti sebentar, tangannya berada di pundak Ivona, untuk menghentikan agar Ivona tidak beranjak lebih dulu. Melihat Alexander seperti sedang menunggu seseorang, Ivona ikut berhenti. Dari arah samping, terlihat seorang perempuan cantik dengan pakaian terbuka berjalan mendatangi mereka. Di tangannya menenteng dua paper bag dari merchant barang branded yang ada di mall tersebut. Melihat kecantikan dan penampilan perempuan itu, Ivona melihat pada dirinya.
"Apa ini ya kekasih kak Alex..?" Ivona berpikir sendiri, tiba-tiba dia merasa sedikit nyeri di ulu hatinya.
"Clara.., kapan kamu ke Indonesia? Kenapa tidak kasih kabar..?" Alexander dengan ramah menyapa perempuan itu, dan dengan akrab perempuan itu akan menghambur ke pelukan Alexander. Mata Ivona menjadi terbelalak, melihat keagresifan perempuan muda itu. Mendadak dia menjadi merasa tidak suka dengan perempuan itu.
Alexander menengok pada Ivona, melihat perubahan raut wajah gadis itu tangan kanan Alexander langsung menarik Ivona dan memeluk gadis itu. Sedangkan tangan kirinya menolak tubuh perempuan yang dipanggil Clara itu untuk memeluknya.
"What's the matter with you Alexander...? We're cousins right?" perempuan itu terkejut dengan penolakan Alexander, dia menanyakan ada apa dengan Alexander, dan mengatakan jika mereka adalah saudara sepupu.
"Benar Clara.., tapi ingat kita saat ini sudah dewasa. Tidak boleh saling bersentuhan di muka umum.., orang akan salah persepsi melihat kita. Benarkan..?" Alexander membuat alasan untuk menenangkan perempuan itu.
"Okay.., okay.. up to you. Siapa gadis ini.., jangan bilang padaku Lex.., jika saat ini kamu suka melihara sugar baby?" Clara menunjuk pada Ivona. Tetapi Ivona tidak merasa takut, gadis muda ini malah menatap perempuan itu dengan sengit.
"Kenapa kamu melihatku seperti itu? Menjauh dari Alexander.., jangan racuni dia!" tanpa Ivona duga, Clara mengusirnya untuk meninggalkan Alexander. Seketika rasa kesal dan panas mendapat perlakuan itu, menjadikan Ivona menjadi jengkel. Tetapi akal sehatnya untung masih jalan.., dia tidak bisa melawan perempuan itu dengan kekerasan.
"Okay.., I'll leave you guys." setelah mengucapkan perkataannya, Ivona berjinjit mengangkat kakinya, di depan perempuan itu dan di muka umum, Ivona berinisiatif memberi ciuman sekilas di bibir Alexander. Laki-laki muda itu merasa seperti kesetrum. dia tidak menyangka jika Ivona akan berani memperlakukannya di depan umum. Jika itu perempuan lain, dia akan menampar atau mengundang pihak keamanan untuk menangkapnya. Tetapi karena perlakuan itu berasal dari Ivona, rasa bangga dan bahagia mengalir di rongga dadanya. Tetapi belum hilang keterkejutan Alexander, Ivona sudah berlari meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
"Lex.., siapa gadis itu? Murahan sekali perilakunya, kamu juga kenapa membiarkannya seenaknya mencium bibirmu. Sedangkan, hanya untuk memberimu pelukan saja, kamu sudah menolakku." Clara memprotes perilaku Ivona pada Alexander.
"That girl is not a sugar baby, but she is my honey." setelah mengucapkan kalimat itu untuk Clara.., Alexander segera berlari keluar mengejar Ivona.
************
Di depan lobby mall, Ivona bingung mau mencari taksi untuk pulang duluan. Dia juga heran dengan dirinya sendiri, tadi bilang pada Alexander jika dia ingin mengetahui kekasih laki-laki muda itu, Tetapi melihat perempuan bernama Clara seenaknya akan memeluk Alexander di muka umum, tiba-tiba menjadikannya tidak bisa menguasai emosinya. Untuk menunjukkan eksistensinya di hati Alexander, tanpa pikir panjang dia memberikan kecupan di bibir laki-laki itu.
"Ups.., *fu*ck.., dompetku ada di tas sekolahku lagi. Semua debit card juga ada di dalamnya, masak aku membayar taksi pakai mobile banking." Ivona mengumpat sendiri, ketika dia sadar jika tas sekolahnya dibawa oleh Alexander.
Ivona mengedarkan pandangan ke area lobby mall yang mulai banyak didatangi orang. Tiba-tiba Ivona melihat kedatangan William dengan mobilnya di depan mall. Ivona langsung menghampiri mobil yang dikendarai laki-laki itu..
"Will.., baru datang ya? Tolongin aku dong!" Ivona langsung menyapa dan minta tolong pada William. William dan dua teman laki-lakinya menengok ke arah Ivona, melihat gadis teman sebangkunya berbicara lebih dahulu padanya, menjadikan hati William senang.
"Baik yok naik ke kursi depan mobilku. John.., kamu pindah belakang!" tanpa pikir panjang, William mengusir John teman laki-lakinya untuk pindah di kursi belakang. Tidak mau berurusan dengan William, John menuruti dan langsung melompat ke kursi belakang.
Ivona segera masuk ke kursi depan, dan saat dia sudah di dalam mobil, terlihat Alexander berlari mengejarnya dari dalam mall.
'Will.., cepat jalankan mobilnya! Aku ingin segera pulang." teriak Ivona.., takut ketahuan Alexander jika saat ini dia berada bersama dengan teman sekolahnya. William heran melihat Ivona.., tetapi dia langsung menekan pedal gas.
"Nana.., berhenti. Turun kamu dari mobil itu..!" terdengar teriakan Alexander memintanya turun.
__ADS_1
William memandang Ivona, tetapi karena gadis muda itu tidak bereaksi apapun, laki-laki itu terus menekan pedal gas, dan membawa Ivona pergi. Terlihat dari kaca depan, Alexander menendangkan kakinya ke depan sambil marah-marah.
Setelah beberapa saat mengemudi, William menoleh ke Ivona.
"Kemana tujuanmu Iv.., aku akan mengantarmu?" William bertanya pada Ivona. Gadis itu menoleh padanya, kemudian menengok ke belakang. Seketika Ivona kaget saat menyadari jika saat ini dia sedang berada satu mobil dengan empat orang laki-laki.
"Jangan takut.., mereka teman-temanku. Kita satu sekolah juga di SMA Dharma Nusa, hanya beda kelas saja." merasa jika Ivona tidak nyaman, William mengenalkan teman-temannya.
"Hi.., aku John, dari kelas D."
"Aku Rolland, sama dengan John dari kelas D juga."
"Aku David dari kelas A."
Ketiga teman William mengenalkan dirinya satu persatu, dari kursi depan Ivona hanya melambaikan tangannya sebagai tanda menerima perkenalan mereka.
"Antar aku ke Jalan Simanjuntak saja." ucap Ivona pada William.
"Berarti pulang ke rumah keluarga Iswara ya. Baik.., kita akan mengantarmu pulang." William tersenyum.
"Tin.., tin.., tin..," tiba-tiba terdengar suara klakson mobil dari belakang. William melirik ke kaca depan, terlihat Alexander sedang mengemudikan mobil di belakangnya. Tanpa bicara dan tanpa peringatan, William langsung menekan pedal gas untuk melajukan mobilnya.
__ADS_1
"Wait.., ada apa Will..? Kenapa tiba-tiba kamu lebih kencang nyetirnya? Kasih peringatan dong..!" protes John dari belakang.
*************