Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 279 Wedding


__ADS_3

Mata Aldo tidak berkedip menatap seorang gadis muda dengan mengenakan kerudung organdi warna putih tulang, sedang berjalan ke arahnya. Gadis itu berjalan dengan diapit oleh Nyonya Carminda dan Nyonya Girindra. Setelah melakukan prosesi pernikahan tanpa menghadirkan mempelai wanita, dan Aldo mengucapkan kalimat tanda pernikahan dengan mantap, keduanya sudah dinyatakan sah sebagai suami istri. Sejak dari ruang tunggu, mata Ivona berkaca-kaca, karena tanpa sepengetahuannya, dia sudah dinikahkan dengan suaminya pada masa kehidupan sebelumnya. Melalui layar LED besar yang disediakan ruang tunggu, gadis itu melihat bagaimana Aldo mengucapkan kalimat kesediaan dan kesiapan menikahinya, dan berjanji untuk selalu bersama dalam suka maupun duka.


"Kakek.. terima kasih.." bisik Ivona lirih, matanya menatap mata Mahendra yang terus memandanginya dalam keharuan. Laki-laki tua itu tidak mampu menahan air mata yang mulai membanjiri kelopak matanya, demikian juga dengan Frans dan Dokter Rafi yang sudah menunggu gadis itu di dekat pengantin pria. Richard dan Donny yang mengerti bagaimana usaha Aldo untuk mendapatkan Ivona, juga turut merasa terharu. Sejak tadi, keduanya menghapus air mata yang menggenangi pelupuk matanya. Akhirnya kedua orang itu bisa disatukan, meskipun semuanya dipersiapkan dengan penuh rahasia untuk memberi kejutan pada Ivona,


Dalam senyuman kebahagiaan, Aldo terus memandangi wajah Ivona yang terlihat sangat cantik dengan riasan minimalis. Matanya terasa lekat, dan tidak memiliki keinginan sedikitpun untuk mengalihkan pandangan dari gadis muda itu. Ivona yang tidak merasa dilihati, mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan yang sudah didekorasi megah oleh orang-orang wedding organizer. Gadis itu merasakan kebahagiaan melihat orang-orang terdekatnya ikut berada di ruangan itu. Bibi Sonya dan tetangga dekat di rusun, semuanya turut menghadiri hari bahagia. Keterkejutan lain yang tidak bisa ditinggalkan, mata Ivona menatap sepasang suami istri di sudut ruangan. Marcus menatapnya tanpa mengucapkan kata-kata, dan Ester melambaikan tangan mengucapkan selamat pada Ivona.


"Ivona.., temui suamimu. Kalian akan saling mengenakan cincin, sebagai identitas baru bagi kalian. Cincin itu akan memberi tahukan pada orang-orang jika kalian sudah menikah sayang.." dengan lembut, Carminda berbisik pada Ivona. Gadis itu menoleh ke wajah Carminda, dan perempuan itu tersenyum sambil menganggukkan kepala. Demikian pula dengan Nyonya Girindra, mertua perempuannya itupun juga melakukan hal yang sama.


"Baiklah para hadirin semuanya..., saat yang kita tunggu-tunggu sudah tiba. Kedua pengantin sudah resmi menjadi pasangan suami istri..., tapi kita tidak tahu bagaimana perasaan Nona Besar Ivona ya. Begitu keluar ternyata gadis ini sudah menjadi Nyonya Muda Aldo Girindra.. Dan hari ini.., sepertinya menjadi hari patah hati sedunia.." pembawa acara menyambut kedatangan Ivona ke stage di depan dengan sikap humorisnya. Tepuk tangan haru terdengar memenuhi auditorium hotel itu.


"Mari kita saksikan, bagaimana Tuan Muda Aldo akan menjemput istrinya Nona Muda Ivona Carminda." tatapan semua tamu undangan yang tidak begitu banyak, menatap bagaimana dengan gagah dan senyum di mulutnya, Aldo turun dari stage dan berjalan menghampiri Ivona.

__ADS_1


Ivona tidak mampu berkata-kata melihat laki-laki suaminya sudah berdiri di depannya. Tanpa bicara, Aldo langsung menundukkan wajahnya, dan memberi ciuman mesra di bibir gadis itu di depan para tamu. Seketika suasana di ruang itu menjadi riuh, mereka tertawa melihat sikap pengantin laki-laki yang tidak sabaran. Pembawa acara belum memerintahkan mereka untuk melakukan adegan itu, ternyata Aldo sudah tidak sabar.


"Wow..., wow..., ternyata saya selaku pembawa acara menjadi speechless para hadirin. Ternyata Tuan Muda Aldo sudah tidak mampu untuk mengendalikan dirinya. Baiklah.., agar kedua pengantin segera menikmati bulan madu.., saatnya Tuan Muda Aldo untuk menyematkan cincin ke jari manis Nona Muda Ivona, Begitu juga sebaliknya, Nona Muda Ivona menyematkan cincin di jari manis Tuan Muda Aldo." pembawa acara langsung kembali mengantarkan susunan acara.


Setelah memberikan ciuman pada istrinya, Aldo mengangkat Ivona dengan bridal style, dan membawanya ke stage di belakangnya. Nyonya Carminda dan Nyonya Girindra memandu pasangan itu untuk saling mengenakan cincin. Setelah cincin terpasang di jari mereka masing-masing, tanpa menghiraukan tamu yang sudah menyaksikan prosesi hari ini, Aldo kembali mengangkat Ivona dengan bridal style, dan membawa pergi istrinya keluar dari ruang auditorium.


"Biarkan saja mereka..., kita akan melanjutkan pestanya tanpa pasangan pengantin.." ucap Mahendra ketika melihat Richard dan Donny akan bereaksi. Frans tersenyum kecut melihat semuanya. Akhirnya mereka kemudian mendatangi dan menyalami para tamu tanpa pengantin di sisinya.


***********


"Turunkan aku kak.., Ivona bisa jalan sendiri." bisik Ivona karena merasa risih dilihati beberapa orang yang ada di basement.

__ADS_1


"Tidak perlu honey..., aku tidak mau kehilanganmu lagi. Kita akan berkendara mengelilingi kota ini, kita akan mengabarkan kebahagiaan kita pada orang-orang yang tinggal di kota ini." Aldo tetap mengangkat Ivona, kemudian dengan hati-hati menurunkan gadis itu dan mendudukkan di kursi depan. Setelah memasangkan seat belt, dan memastikan Ivona sudah duduk dengan nyaman, Alexander langsung menuju kursi di belakang kemudi,


"Kita akan pergi kemana kak..?" tanya Ivona pelan, karena dia memang tidak tahu jalan pikiran dari suaminya. Di dalam auditorium, banyak orang datang untuk memberi mereka selamat, tetapi mereka malah melarikan diri dari tempat itu.


"Kita berdua akan pergi ke surga honey.., seperti yang sering kita lakukan pada kehidupan kita sebelumnya." bisik Aldo sambil tersenyum smirk.


Melihat senyuman itu, pipi Ivona terlihat merah merona, dan menarik perhatian laki-laki itu. Tanpa diduga, Aldo meletakkan tangannya di belakang leher Ivona, kemudian dalam beberapa saat kedua orang itu sudah melakukan ciuman di dalam mobil. Beberapa orang yang sedang berada di basement, terkejut melihat pemandangan vulgar di depan mereka, dan tidak sedikit yang mengabadikan adegan itu menggunakan camera ponselnya. Beberapa saat Aldo melepaskan ciuman itu, dan dengan muka memerah Ivona menegakkan kembali lehernya. Sambil tersenyum.., Aldo menekan pedal gas dan mulai menjalankan mobilnya.


Seperti yang sudah diucapkannya, Aldo membawa Ivona putar-putar mengelilingi kota. Laki-laki itu mengemudikan mobil dengan sangat senang, bahkan rambut Ivona sampai acak-acakan terkena angin. Tidak lama kemudian, Aldo mengarahkan mobilnya memasuki Cempaka.., dan lurus langsung menaiki bukit. Ivona menoleh melihat ke arah suaminya, dan Aldo juga melakukan hal yang sama. Ternyata Aldo membawa Ivona untuk menghabiskan waktu bulan madu di villa yang dibangun laki-laki itu untuk Ivona.


**************

__ADS_1


__ADS_2