Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 254 Aku Akan Berusaha


__ADS_3

Ivona membuka mata, tangannya meraba sisi rangka di sampingnya, tetapi dia tidak menemukan siapapun. Perlahan gadis itu duduk, setelah menyibakkan rambut, Ivona berdiri menuju ruang tamu. Tetapi tetap saja Ivona tidak menemukan Nyonya Carminda di sekitar ruangan.


"Mom..., dimana mom?" Ivona memanggil mamanya, tetapi tidak ada sahutan dari perempuan paruh baya itu.


Gadis itu menengok ke kamar mandi, tetapi tetap tidak dapat menemukan keberadaan mamanya. Ivona menengok ke arah jam dinding, waktu menunjukkan pukul dua dini hari.


"Jam segini mama tidak ada di ruangan ini, kemanakah mama?" Ivona bertanya pada dirinya sendiri. Tetapi gadis itu tetap tidak bisa menemukan jawabannya.


Beberapa saat gadis itu terlihat seperti orang linglung, mau keluar ruangan sendiri, sedikit kurang nyaman karena masih terlalu malam.


"Dokter Rafi.., aku akan mencoba menghubungi Dokter. Hanya laki-laki itu di komplek ini yang mengenal dekat dengan mama." Icona tiba-tiba memiliki ide untuk menghubungi Dokter Rafi.


Ivona segera mencari ponselnya di atas meja. Setelah menemukannya, segera mencari nomor Dokter Rafi. Setelah ketemu, dengan cepat Ivona langsung menekan panggilan keluar. Beberapa saat tidak terdengar jawaban, tetapi setelah tiga laki gadis itu menekan nomor laki-laki itu akhirnya terdengar panggilan dari diterima.


"Selamat malam.., kenapa Na..? Apakah mencari mama?" seperti tahu untuk apa gadis itu melakukan panggilan padanya, Dokter Rafi langsung menebak siapa yang dicari gadis itu.


"Iya Dokter.., tadi saat Ivona tidur, mama masih memeluk Ivona. Tapi begitu terbangun, mama sudah tidak ada di ruangan ini Dokter. Apakah Dokter tahu dimana keberadaan mama?" dengan khawatir, Ivona menanyakan keberadaan mamanya pada Dokter Rafi.


Laki-laki paruh baya itu tersenyum, menjadi orang pertama yang dihubungi ketika Carminda tidak ada di tempat, menunjukkan jika gadis itu sudah mengakui keberadaannya untuk mamanya.


"Apakah kamu merindukan mamamu?? Jika iya, aku akan membangunkan Carminda. Mamamu sedang tertidur pulas di sampingku." tanpa rasa malu dan rasa sungkan, Dokter Rafi langsung mengatakan jika mama Ivona sedang tidur di sampingnya.


Mendengar perkataan itu, Ivona tersenyum kecut, jujur sebagai perempuan dari timur,. telinganya belum terbiasa dengan perkataan seperti itu. Tetapi bagaimanapun, gadis itu menyadari jika mamanya juga manusia biasa. Sehingga untuk alasan apapun, mamanya juga pasti akan menginginkan kebutuhan dasarnya terpenuhi.


"Bagaimana Na.., dibangunkan tidak Carminda?" kembali Dokter Rafi membuyarkan lamunannya. Ivona menjadi tersentak.

__ADS_1


"Biarkan saja Dokter ., kasihan mama. Apalagi tidak lama lagi, matahari juga akan bersinar. Selamat malam Dokter ., maaf mengganggu istirahatnya." Ivona akhirnya memutuskan untuk membiarkan mamanya menghabiskan pagi dengan Dokter Rafi.


Setelah berpamitan dan minta maaf karena sudah mengganggu istirahat laki-laki itu, Ivona meletakkan kembali ponselnya di atas meja. Termenung gadis itu, tiba-tiba dia kembali melamun dan teringat akan Alexander.


"Dimanakah kamu kak Alex.." gumam Ivona lirih. Gadis itu kembali termenung, sangat jelas bayangan wajah Alexander menari-nari di pelupuk matanya.


"Tapi aku yakin.., cepat atau lambat aku pasti akan menemukanmu dan membawamu kembali ke hadapanku." dengan penuh keyakinan, akhirnya Ivona kembali menuju ranjang.


Perlahan gadis itu mengangkat kakinya dan kembali membaringkan tubuhnya. Mengetahui saat ini mamanya berada di tempat yang tepat, gadis itu kembali tenang. Perlahan matanya kembali terpejam, dengan mudah Ivona tertidur pulas.


*******


Pukul enam pagi, karena Nyonya Carminda belum kembali ke paviliunnya, Ivona memutuskan untuk kembali ke paviliunnya sendiri. Setelah mandi dan membersihkan dirinya, Ivona segera beranjak keluar dengan perlahan. Diapun harus segera bersiap untuk kembali, karena harus segera melakukan sarapan pagi dan berangkat ke divisinya.


"Iya mom.., kebetulan tadi malam Ivona menginap di salah paviliun di blok Utara Mom." dengan jujur Ivona menjawab panggilan perempuan seusia mamanya itu.


Mendengar kepolosan jawaban Ivona, perempuan paruh baya itu tersenyum.


"Kamu memang masih muda Miss.., jangan sia-siakan usia mudamu untuk membusuk disini. Selagi ada kesempatan, nikmatilah dengan baik, karena kebahagiaan adalah kita sendiri yang akan menemukannya." ucap Messy sambil tersenyum penuh arti. Sepertinya perempuan itu telah salah mengartikan perkataan Ivona. Tetapi gadis itu tidak mempermasalahkannya, karena juga tidak mungkin dia akan memberi tahu jika dia baru saja menginap di kamar mamanya.


"Terima kasih sarannya mom.., Ivona kembali ke paviliun dulu ya untuk bersiap-siap untuk berangkat ke laboratorium." tidak mau memperpanjang pembicaraan, Ivona segera berpamitan dan langsung meninggalkan Messy sendiri. perempuan paruh baya yang ditinggalkan itu geleng-geleng kepala melihat sikap dan perilaku gadis itu.


*******


Di hotel

__ADS_1


Richard yang sedang menikmati menu breakfast di restoran hotel, tiba-tiba menerima panggilan masuk. Melihat siapa yang melakukan panggilan, laki-laki itu dengan segera menekan tombol diterima.


"Iya Uncle Johnny..., Richard disini." dengan cepat, Richard langsung menyapa Johnny.


"Aku sudah membawa surat rekomendasi dari your grandpa untuk memasuki main laboratory. Siang ini rencana Uncle akan membawa beberapa orang akan berkunjunglah kesana. Bersiaplah jika kamu akan berpartisipasi untuk membawa adikmu dan mamanya keluar." tidak diduga, mantan pegawai dari markas komandan militer itu membawa kabar bagus.


"Baik Uncle.., Richard akan segera bersiap dan datang sendiri ke integrated laboratory." Richard langsung menyanggupi ajakan Johnny. Merasa berkejaran dengan waktu, Richard segera berdiri dan menghampiri Aldo yang duduk tidak jauh dari situ.


"Aldo..., aku akan segera ke main laboratory. Mau ikut tidak?" sambil menepuk punggung laki-laki itu, Richard berjalan keluar dari restoran.


Mendengar kata laboratorium, Aldo.langsung berdiri dan segera mengikuti Richard keluar. Dia langsung mengejar laki-laki itu.


"Okay.. aku akan hubungi Marcus, bagaimanapun laki-laki itu lebih mengenal lingkungan laboratorium." ucap Aldo sambil mengikuti langkah Richard.


"Terserah kamu, segera hubungi sekarang. Kita harus segera bersiap.." ucap Richard.


Dengan segera Aldo melakukan panggilan pada Dokter Marcus. Tanpa penjelasan lengkap, Aldo meminta dokter itu untuk bersiap.di lobby hotel. Tetapi karena ada kata kunci laboratorium, sama dengannya, laki-laki itu langsung tanggap darurat. Dengan segera Dokter Marcus mengiyakan ajakan Aldo.


"Ronald... segera siapkan mobil di depan pintu lobby. Aku dan Richard akan segera keluar,, bawa kami ke integrated laboratory." dengan suara tegas, Aldo memberi perintah pada Ronald yang sedang berdiri di depan restoran.


"Siap Tuan Muda.." Ronald langsung membalikan badan dan segera keluar menuju parkiran mobil.


Aldo dan Richard segera masuk ke dalam kamar, dan tidak lamaran kemudian, keduanya secara serentak sudah menuju ke depan lobby. Terlihat Dokter Marcus yang sudah siap menanti mereka di dekat tempat jaga security.


*****

__ADS_1


__ADS_2