Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 186 Perubahan Hidup


__ADS_3

Mata Vaya memerah saat mendengar keputusan hakim tentang masa hukuman yang harus ditanggung ayahnya. Tanpa mempedulikan pembelaan dan alasan dari terdakwa, hakim memutuskan untuk memberi hukuman pada Kepala Rumah Sakit Jiwa itu selama 20 tahun. Hal itu diperparah dengan berhentinya bantuan subsidi keuangan dari Nyonya Iswara untuk operasional Vaya sehari-hari.


"Vay.., kamu harus menunda dulu masa kuliahmu. Bekerjalah dulu.., baru tahun depan kamu bisa mewujudkan impianmu untuk melanjutkan sekolah." kakak Vaya mengajaknya berbincang. Laki-laki itu merasa prihatin dengan keadaan adik kandungnya itu. Dia ingin membantu Vaya mewujudkan cita-citanya, tetapi kehidupannya juga tidak jauh lebih baik. Kelirunya pola asuh dari orang tuanya, menjadikannya sebagai seorang pecundang, waktu lebih banyak dihabiskan untuk mabuk dan berjudi.


"Harus begitukah kak..?? Kenapa hidup Vaya tiba-tiba harus mengalami kehancuran seperti ini." merasa tidak mampu menahan kemalangan nasibnya di masa depan, Vaya menangis tersedu. Pola hidup mewah yang selama ini diberikan oleh keluarga Iswara.., membentuknya menjadi gadis yang manja dan tidak suka bekerja keras.


"Untuk apa kamu menangis Vaya.., terimalah keadaanmu saat ini. Jangan mempersulitku.., hidupku sendiri juga sudah sulit." melihat adiknya menangis, kakak Vaya menegur adiknya itu dengan nada tinggi.


Mendengar perkataan kakaknya, Vaya menjadi semakin hancur. Harapan untuk mendapatkan perlindungan dan bantuan dari keluarga kandungnya, semuanya terhempas.


"Ivona Carmindra.., hancurnya hidupku semua karena disulut oleh anak gadis itu. Kamu lihat Ivona.., apa yang akan aku lakukan padamu." tidak mampu berpikir untuk menyelesaikan masalahnya, Vaya malah berpikir untuk menyalahkan Ivona. Lama Vaya diam tidak melakukan apa-apa. Gadis itu merasa bingung, bagaimana dia akan menjalani hidup dengan kakaknya. Sejak tadi pagi, Vaya sudah melakukan check-out dari hotel, karena sudah tidak mampu lagi membayar biaya menginapnya. Merasa tidak memiliki solusi untuk tempat tinggal, akhirnya Vaya memutuskan untuk pulang ke tempat kakaknya.


"Vay.., kakak lapar. Masakkan untuk makan siang kakak..!" Vaya terkejut, saat mendengar kakaknya menyuruhkan untuk membuat makanan.


"Tapi kak.., Vaya tidak bisa memasak. Bahkan selama tinggal di rumah keluarga Iswara.., Vaya belum pernah sekalipun ke dapur untuk membuat masakan." dengan rasa takut, Vaya mengatakan jika dia belum pernah memasak.


"Hadeh Vaya.., Vaya.. Kamu harusnya sadar diri.., saat ini kamu bukan lagi berada di keluarga Iswara. Jika kamu.., ingin tetap tinggal disini bersamaku. Kamu harus patuhi semua perintahku.., memasak, mencuci dan semua pekerjaan rumah menjadi urusanmu sehari-hari." tidak pernah sedikitpun Vaya menduga.., ternyata sikap kakaknya menjadi berubah. Gadis itu ketakutan.., dia hanya menundukkan dirinya.

__ADS_1


"Aku tidak mau tahu.., siapkan makanan untukku. Aku tunggu dalam waktu maksimal satu jam, makanan untukku harus tersedia di atas meja!" melihat Vaya yang tidak bergerak sedikitpun, kakak Vaya berdiri dan masuk ke dalam kamar.


"Bagaimana aku harus memasak untuk kakak.., aku sendiri juga merasa lapar.." sambil berlinang air mata, Vaya bergegas menuju dapur. Hatinya tambah sesak.., saat tidak melihat ada bahan makanan yang tersedia di dapur. Perlahan gadis itu berjalan menuju kulkas, dan dia terkejut karena juga tidak dapat menemukan bahan makanan apapun di dalamnya. Hanya ada beberapa minuman alkohol yang tersimpan di dalamnya.


Akhirnya dengan berlinangan.., Vaya menyalakan aplikasi online untuk memesan makanan. Padahal dia sudah berjanji untuk menghemat pengeluarannya, tetapi keadaan saat ini tidak memberinya satu pilihan.


*************


Tergesa-gesa Ivona mencari ponselnya.., dia harus menghubungi Marcus. Tetapi ponselnya menghilang, dan saat gadis itu kebingungan, tiba-tiba dia dikejutkan oleh suaminya.


"Apa yang sedang kamu cari Na.., inikah?" Alexander menyerahkan ponsel padanya. Dengan penuh tanda tanya, Ivona menghampiri suaminya.


"Hmm.., begitu ya?? Apakah biar istriku bisa bebas melakukan panggilan dengan Marcus?" Ivona terkejut.., karena tiba-tiba Alexander menyinggung tentang mitra kerjanya. Padahal dia merasa tidak pernah menceritakan siapa Marcus pada suaminya.


"Kenapa terdiam sayang..? Ada hubungan apa antara istriku dengan laki-laki yang bernama Marcus? Bisakah kamu menceritakannya padaku!" tanya Alexander sarkasme... Laki-laki itu memegang dagu Ivona dengan tatapan menyelidik.


Ivona tersenyum nyengir.., dia memberanikan diri untuk menatap mata Alexander. Dia berpikir, jika dia semakin berusaha menghindari tatapan itu, bisa-bisa suaminya malah menaruh prasangka padanya.

__ADS_1


"Darimana suami Ivona bisa tahu jika istrinya yang cantik ini memiliki teman bernama Marcus?? Apakah Tuan Muda Alexander stalking semua aktivitas online Ivona?" tanya Ivona sambil tersenyum masam. Tangan Ivona menyingkirkan jari-jari Alexander yang masih berada di dagunya. Sebuah kecupan di pipi laki-laki itu, diberikan Ivona untuk merubah suasana hati suaminya.


"Apakah kamu berpikir hanya dengan memberikan kecupan di pipi, sudah bisa menghilangkan kecurigaanku padamu sayang?" ucap Alexander cepat. Tatapannya berubah seakan ingin menerkam Ivona saat itu juga.


"Kak Alex.., apakah kakak pernah melihat Ivona pergi sendiri untuk menemui seseorang di luar?? Tidak kan.. Mungkin kakak ingat saat beberapa waktu lalu, Ivona pergi ke Hong Kong. Ivona pergi ke negara itu bukan untuk staycation.., tapi Ivona ada bisnis dengan Marcus. Ivona membuat prothotype untuk peralatan elektromedis yang membantu dokter dalam melakukan surgery penyakit kanker otak. Ivona terikat kontrak kerja yang bisa dikerjakan secara online dengan Institut Komputer International, dan Marcus adalah seorang peneliti senior di perusahaan tersebut." untuk menghindari kecurigaan suaminya, Ivona akhirnya menceritakan pekerjaan dan hubungannya dengan Marcus.


Di luar dugaan Ivona.., Alexander tersenyum dam memeluknya erat. Ciuman lembut di puncak kepalanya diberikan Alexander untuknya.


"Tenanglah sayang.., kakak hanya ingin menguji kejujuranmu saja. Sebenarnya kakak tahu.., apa yang kamu lakukan di sana dan apa yang kamu kerjakan." dengan senyum penuh misteri, Alexander kembali menatap Ivona.


"Apa maksud kak Alex...? Apa yang kakak ketahui tentang Ivona.., tentang jiwa Ivona?" dengan penuh tanda tanya, gadis itu menatap ke mata suaminya.


Alexander tidak menjawab, laki-laki itu hanya mengulum senyum penuh misteri, kemudian memeluk tubuh Ivona dengan erat.


"Hubungi Marcus.., batalkan kepergianmu ke luar negeri! Katakan padanya, jika saat ini kamu sudah terikat janji denganku. Kamu tidak akan dapat meninggalkanku lagi Ivona.., kemanapun aku akan mengikutimu." kalimat yang diucapkan Alexander terakhir mengejutkan Ivona.


Gadis itu kembali menerawang dengan pikirannya sendiri. Dia saat ini dengan terpaksa harus mengisi jiwa Ivona, hanya karena kesamaan namanya dalam novel ini. "Apakah aku akan terus berada dalam cerita ini? Tidak adakah kesempatan bagiku untuk kembali pada kehidupanku sebelumnya?"

__ADS_1


***********


__ADS_2