Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 164 Having Fun


__ADS_3

Seperti seorang om-om yang sedang mengajak jalan keponakannya, Alexander menurut saat Ivona menginginkan barang-barang lucu yang dia inginkan. Selama berada dalam tubuh Ivona sekarang.., gadis muda ini belum pernah merasakan jalan ke mall di kota ini. Jadi selagi ada teman yang menemaninya berkeliling, Ivona sangat menikmatinya. Mata jernih gadis muda itu semakin berbinar.., saat melewati di tempat permainan anak-anak di Play Ground. Matanya terlihat bernaf**su melihat outlet yang menjajakan permen gulali dan permen kapas.


"Kak.., mau itu.." Ivona menunjuk permen kapas atau arum manis yang dipajang oleh penjualnya. Alexander menoleh pada gadis itu, dan Ivona menganggukkan kepala.


"Makanan anak kecil itu..? Kamu tidak salah pilih makanan Na..?" Alexander terkejut melihat makanan yang ditunjuk Ivona, dia merasa betul-betul berjalan dengan anak yang masih duduk di Kindergaten. Gadis-gadis muda seusia Ivona, pasti akan menggelendot manja pada om-om atau kakaknya, dan minta untuk dibelikan barang-barang branded. Tetapi ternyata hal itu tidak menggiurkan gadis muda itu. Dari tadi gadis itu menolak jika diajak masuk ke merchant sepatu dan tas-tas branded.


"Iya.., enak tahu.. Rasanya manis.. serasa makan kapas. Ayolah kak.., katanya mau memberikan Ivona hiburan." Ivona merengek dan menarik tangan Alexander. Menjadi tontonan orang-orang disitu, Alexander akhirnya mengalah. CEO Kavindra Group itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia mengikuti Ivona.


"Permen Gulali yang bulat besar dua.., sama permen kapasnya dua kak." ucap Ivona sama penjaga merchant.


"Baik kak.. delapan puluh ribu." penjaga kemudian menyiapkan barang yang diminta Ivona, kemudian memberikan barang tersebut pada gadis muda itu.


"Kok dua..? Memangnya kamu bisa menghabiskan makanan itu sekaligus." tanya Alexander bingung.


"He.., he.., he..., kak Alex harus mencobanya. Makanya Ivona pesan dua, untuk Ivona 1 dan untuk kak Alex satu." sahut Ivona tidak bermaksud untuk mengerjain laki-laki itu. Mendengar jawaban gadis muda itu, Alexander hanya geleng-geleng kepala.


"Ambil saja kembaliannya!" Alexander memberikan dua lembar uang ratusan ribu pada penjaga merchant. Kemudian Alexander menggandeng Ivona menuju bioskop. Studio tipe Premiere dipilih Alexander untuk mengurangi kontak fisik dengan penonton yang lain.


"Duduklah dulu.., tidak baik makan sambil berdiri." Alexander meminta Ivona, untuk duduk di ruang tunggu. Dari  tadi, Ivona disibukkan dengan permen kapas yang ada di tangannya, dengan sabar Alexander membawakan barang-barang yang dibeli oleh gadis itu.

__ADS_1


"Aaaaak.., cobain sedikit saja deh kak! Enak tahu..." Ivona menyuapkan permen kapas, tangannya berada di depan bibir laki-laki dewasa itu.


"Malas ah.., sudah kamu saja yang makan sendiri. Aku tidak mau.." Alexander menolak tawaran Ivona untuk ikut menikmati permen kapas.


"Kak Alex ga seru.., katanya mau menyenangkan dan menghibur Ivona. Diajak menikmati arum manis barengan saja tidak mau." gumam Ivona sambil cemberut. Melihat gadis muda di sampingnya kehilangan senyumannya, Alexander akhirnya membuka mulutnya.. Dengan cepat, Ivona memasukkan sobekan permen kapas ke mulut Alexander, dan laki-laki itu langsung mengunyah dan menelannya.


"Asyik.., kita nikmati arum manis ini barengan. Manis kan.." suara tertawa kecil Ivona kembali muncul, ketika Alexander ikut makan arum manis bersamanya. Melihat keceriaan gadis muda di depannya itu muncul lagi, hati Alexander merasa lumer. Laki-laki muda meraih kepala Ivona, dan menyandarkan kepala gadis itu ke pundaknya. Jika dilihat dari jauh.., pemandangan antara Ivona dan Alexander seperti anak kecil yang makan arum manis dengan tiduran di bahu kakaknya.


***************


Sampai menjelang malam, Alexander dan Ivona keluar dari bioskop. Aktor laga Vin Diesel dengan film terbarunya XXX hanya ditonton oleh mereka berdua, karena laki-laki muda itu sengaja meminta pengelola bioskop untuk mengosongkan satu studio untuk mereka. Tanpa menaruh curiga, Ivona menikmati pelayanan dan melihat film sampai selesai hanya berdua dengan Alexander.


"Pada pilih studio deluxe penontonnya, mungkin jauh lebih murah.." sahut Alexander cepat. Ivona tersenyum melihat Alexander, karena laki-laki itu sedang menjilati gulali yang ada di tangannya.


Di screen besar terlihat Vin Diesel yang sedang memerankan Xander Cage sebagai seorang mantan atlet olahraga ekstrem. Xander Cage ini dikenal sering melakukan aksi yang berbahaya, dan malah diburu karena diketahui menabrak mobil seorang senator. Samuel L. Jackson yang berperan menjadi Gibbons yang berasal dari agen keamanan NSA, tertarik dengan kemampuan Cage dan berpikir untuk merekrut Cage.


"Kamu serius sekali Na.. lihat filmnya?" tanya Alexander yang dari tadi merasa diabaikan Ivona. Gadis itu sedikitpun tidak melihat padanya, tanpa berkedip melihat aksi Vin Diesel di layar lebar.


"Ivona fans berat Vin Diesel kak..., emmm.. lihat tuh badannya tegap banget. Ngarep banget dipeluk tubuh itu.." ucap Ivona tanpa memandang Alexander sedikitpun. Raut wajah Alexander menjadi tidak enak dilihat.., dia sebagai laki-laki yang banyak menjadi incaran kaum hawa, saat ini ternyata dibandingkan dengan aktor Vin Diesel tidak ada apa-apanya.

__ADS_1


"Wajah seperti kamu harapkan untuk kamu peluk? Sepertinya tidak ada apa-apanya jika dibanding wajah kakak." sahut Alexander jengkel.


"Wajahnya cool banget.., jarang tersenyum. Tapi perhatian banget sama sahabat dan pacarnya.. Uwuuuu banget Ivona dengan Vin Diesel. Setiap film yang dimainkan keluar, Ivona pasti akan melihatnya." tanpa henti, Ivona malah memuji Vin Diesel.


"Perhatian..? persis kakak donk. Sampai dari tadi dikacangin orang saja, masih tetap bertahan yang penting kekasihnya senang." dengan kalimat sarkasme.., Alexander menyandarkan punggungnya ke kursi.


Ivona terdiam, sesaat dia menyadari kalimat yang diucap Alexander sepertinya ditujukan untuk dirinya.


"Tetapi kenapa Alexander menyebut kekasih.., memangnya siapa yang menjadi kekasihnya saat ini. Apakah kak Alex sudah memiliki kekasih saat ini?" Ivona tba-tiba berpikir tentang kalimat yang barusan diucapkan laki-laki yang ada di sampingnya itu. Gadis itu tiba-tiba menoleh dan melihat wajah Alexander.


"Kenapa Na.., lapar?" tanya Alexander, dia langsung menegakkan punggungnya kembali, dan ikut melihat Ivona.


"Ga.., masih kenyang. Tadi kak Alex bilang kekasih.., saat ini kakak sudah punya kekasih ya?? Siapa kak.., kenalkan dong dengan Ivona. Dan kalau malam, kak Alex tidak boleh lagi menyusul Ivona tidur.., nanti kekasih kakak marah lagi dengan Ivona." dengan tampang polos, Ivona bertanya pada Alexander.


Jengkel mendengar perkataan gadis muda itu, Alexander mendekatkan kepala gadis itu. Bibirnya tanpa bisa diatur sudah menempel di bibir Ivona yang langsung terbuka. Beberapa menit dihabiskan Alexander dan Ivona.., sampai hampir kehabisan nafas, Alexander baru melepaskan pagutannya.


"Kakak kok suka banget sih.., cium bibir Ivona tanpa ijin terlebih dahulu.." protes Ivona.. sambol bergeser dan duduk di kursi sebelahnya. Jantung Ivona berdegup kencang.., dengan pipi bersemburat pink. Alexander hanya tersenyum, kemudian kembali menyandarkan punggungnya ke kursi.


*************

__ADS_1


__ADS_2