Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 180 Serba Mendadak


__ADS_3

Thomas tetap ngotot ingin mendampingi kakek menuju ke bukit atas permintaan Alexander. Rico yang hanya menerima perintah untuk membawa kakek menuju kesana, semula menolak keinginan Thomas. Tetapi setelah kakek meyakinkan pada Rico, jika Thomas tidak akan membuat ulah disana, akhirnya Rico mengijinkan laki-laki putra ketiga keluarga Iswara itu turut serta. Sebelum berangkat, Thomas memberi tahu Tommy tentang kepergiannya dengan kakek menuju bukit tempat villa terbaru Alexander didirikan.


"Mari Tuan Besar..., saya sudah menyiapkan mobil untuk Tuan Besar.." Rico memimpin jalan kakek dan Thomas menuju mobil.


"Apakah kami juga tidak dibolehkan untuk membawa mobil sendiri Rico?" merasa sedikit curiga.., Thomas bertanya pada asisten Alexnader itu.


"Villa Tuan Muda Alexander didirikan di puncak bukit Tuan.. Sebenarnya villa ini mau diresmikan besok pada bulan Oktober tahun ini, tapi tidak tahu karena alasan apa.., Tuan Muda memajukan penggunaan villa sebelum diresmikan. Akses perjalanan menuju kesana masih terbatas.., hanya untuk jalan satu buah mobil tanpa berpapasan. Cavindra Group sebenarnya sudah membebaskan areal tanah di sekitar jalan yang sudah kami bangun, tapi pengerjaannya belum sempat kami lakukan." Rico menjelaskan alasan hanya menggunakan satu mobil.


"Begitukah..? Apakah tidak dipikirkan keselamatan, jika terjadi sesuatu yang urgent disana? Jalan akses hanya satu mobil, bisa menghambat mobilisasi." Thomas berkomentar tentang penjelasan Rico.


"Semua itu sudah kami antisipasi Tuan Thomas.. Di villa sudah kami siapkan hanggar, dan juga sudah siap dipakai. Satu helypad Tuan Muda Alexander sudah diparkir disana, untuk antisipasi jika terjadi sesuatu yang urgent." kembali Rico menambah penjelasan.


"Thomas.., kamu jangan meragukan Tuan Muda Alex. Kakek yakin.., orang secerdas dan sekaya CEO Kavindra Group akan memikirkan manajemen resiko, saat akan memulai suatu project. Ayo.., kita segera berangkat, kakek ingin segera tahu, kejutan apa yang sudah disiapkan oleh Tuan Muda." kakek malah mengajak mereka segera berangkat.


Thomas memegangi kedua tangan kakek.., saat laki-laki tua itu masuk ke mobil yang dibawa Rico. Di belakangnya, Rico segera melipat kursi roda kakek, kemudian menyimpannya di dalam bagasi belakang.


"Duduklah di depan Thomas.., temani nak Rico. Kakek duduk di kursi tengah ini saja sendiri." kakek meminta Thomas untuk menemani Rico.


Thomas menyalakan ponsel dan maps perjalanan, yang akan dia kirimkan pada kedua saudara laki-lakinya. Putra kedua keluarga Iswara itu merasa sedikit curiga akan perintah mendadak dari Alexander itu.


"Saya mulai mengemudi ya Tuan jika semua sudah masuk." Rico meminta ijin untuk mengemudikan mobil, setelah Thomas menepuk punggungnya, asisten Alexander itu segera menjalankan mobilnya.

__ADS_1


*************


Bukan hanya keluarga Iswara yang masih pagi buta mendapatkan kunjungan tamu. Ternyata Nyonya Besar Kavindra juga dibingungkan dengan panggilan telpon yang dilakukan oleh putra pertamanya. Alexander memaksa agar keluarga Kavindra segera berangkat menuju ke villa yang ada di atas bukit.


"Kamu gila apa Lex..., ini jam berapa?? Pagi buta begini kamu meminta mama untuk segera datang ke villamu yang baru. Evan saja belum bangun.., agak siangan mama kesana." Nyonya Besar Kavindra berbicara sedikit tinggi dengan Alexander.


"Pokoknya Alex sudah minta agar mama datang ke villa pagi ini juga. Jika mama bersikeras datang agak siang, Alex tidak bisa menunggu lagi ma. Mungkin mama tidak akan menyaksikan pernikahan Alexander dengan perempuan yang putra mama ini inginkan." dengan nada ancaman, Alexander menekan Nyonya Besar Kavindra.


"Apa yang kamu katakan Alex..? Kamu akan menikah pagi ini.., siapa perempuan yang kamu nikahi?" meskipun hampir setiap hari, perempuan paruh baya ini mengatur anak gadis untuk dijodohkan dengan putranya. Tetapi mendengarnya jika Alexander akan menikah, tanpa terlebih dulu mengenalkan calon istri padanya, membuat Nyonya Besar Kavindra menjadi kurang senang.


"Maaf ma.., Alex banyak urusan. Nanti saja jika kita ketemu.., Alex akan menjelaskan sendiri pada mama. Share loc sudah Alex kirim ke chat mama." tanpa menunggu mamanya menjawab, Alexander sudah mengakhiri panggilan telponnya.


"Dasar anak kurang ajar.., setiap hari membuat hati orang tua tidak tenang. Apa putraku pada senang jika melihat orang tuanya mati karena serangan jantung atau terkena stroke ya..?" Nyonya Besar bergumam pada dirinya sendiri.


"Ada yang bisa Bibi bantu Nyonya Besar..? Dari belakang, tadi Bibi mendengar Nyonya Besar seperti marah-marah, makanya Bibi langsung berlari kesini." pelayan rumah bertanya pada Nyonya Besar.


"Bantu aku siap-siap Bi. Kita akan datang ke pernikahan Alexander.." sambil berjalan masuk ke dalam kamar, Nyonya Besar menjawab pertanyaan pelayan rumah itu. Mendengar perkataan itu, pelayan rumah menjadi bengong.


"Pernikahan.., siapa yang nikah Nyonya Besar?? Apakah Tuan Muda yang akan menikah?" pelayan rumah malah langsung memberondong Nyonya Besar dengan pertanyaan.


"Diam.., cepat ikuti saya ke kamar!" teriak Nyonya Kavindra.

__ADS_1


*************


Di depan meja rias, Ivona masih tidak percaya dengan keputusan yang sudah dia ambil tadi malam. Merasa terkesima dengan perhatian dan perlakuan Alexander.., gadis muda itu dengan mudah menganggukkan kepala, saat Alexander bertanya maukah menikah dengannya. Dengan pandangan kosong karena bingung.., saat ini gadis ini sudah tidak bisa lagi membatalkan keputusan. Di belakang Ivona.., tampak make up artist sedang menyiapkan persiapan untuk meriasnya.


"Muka Nona Muda sudah tirus.., kita tidak akan membutuhkan banyak shading. Riasan tipis saja hanya untuk merapikan kecantikan Nona Muda." perias itu malah memuji wajah Ivona.


"Riasnya jangan tebal ya.., aku tidak pernah menggunakan make up." Ivona melarang perias untuk membuat riasan tebal.


"Jangan khawatir Nona Muda.., tidak diriaspun wajah Nona Muda sudah terlihat cantik. Saya hanya merapikan saja Nona Muda." perias kembali memuji Ivona.


Tiba-tiba.., pintu kamar didorong dari kamar.


"Ada apa Ester..?" perias senior itu bertanya pada gadis muda yang baru masuk.


"Saya tidak berani melayani Tuan Muda .. Mom.. Laki-laki muda itu menolak saat saya akan membersihkan wajahnya. Dia malah bilang hanya Nona Muda yang bisa memiliki hak untuk menyentuh wajahnya." perempuan bernama Ester itu mengadukan perilaku Alexander.


Ivona tersenyum, gadis itu menutup mulutnya dengan satu tangannya.


"Abaikan saja mbak.., muka kak Alex tidak perlu dirias. Jika kalian berdua memaksakan.., saya malah khawatir akan terjadi keributan." sambil tertawa kecil, Ivona menasehati kedua perias itu.


"Begitu ya Nona Muda.., ya sudah siapkan saja bajunya. Ingat kamu hanya menyiapkan saja.., jangan berani membantu Tuan muda mengenakannya." perias senior itu berpesan pada Ester.

__ADS_1


"Baik Mom.., saya akan kembali ke kamar tempat Tuan Muda. Mana asistennya Tuan Rico juga belum datang kesini lagi.." sambil berjalan keluar, Ester masih berkeluh kesah.


****************


__ADS_2