
Begitu turun di basement.., Aldo melihat sopir mamanya memarkirkan mobil. Tidak mau berurusan masalah perempuan dengan mamanya, Aldo segera masuk ke mobil. Tidak lama, mobil Buggati Centodieci warna hitam melesat keluar dari basement. Beberapa saat melajukan mobilnya di jalan raya, Aldo merasa bingung. Laki-laki itu tidak memiliki tujuan kemana akan membawa mobilnya, dan seperti tidak sadar Aldo mengarahkan mobil yang dia kendarai ke rusun Cempaka.
Di depan pintu gerbang Rusun, Aldo melihat ke dalam kawasan rusun, Tetapi dia tidak menemukan apa yang dia cari. Laki-laki itu kemudian menyalakan rokok di tangannya, sambil matanya tidak lepas memandang ke arah pintu keluar rusun tersebut. Laki-laki itu tiba-tiba menajamkan matanya, saat melihat gadis muda yang dia cari berjalan keluar dari dalam bangunan rusun. Tetapi Aldo tiba-tiba merasa geram, laki-laki itu memicingkan matanya, saat melihat seorang laki-laki yang berjalan di samping gadis itu dengan mata berbinar. Dari kejauhan, terlihat keakraban antara laki-laki muda dan gadis muda itu. Di depan sebuah mobil Mercedes - Maybach warna silver, laki-laki muda masuk ke dalamnya. Tetapi gadis muda itu hanya mengantarnya sampai di depan mobil.
"Bye Ivona.., kasih kabar jika mau pergi-pergi. Malam nanti sampai besok pagi aku giliran jaga di rumah sakit, mungkin besok siang aku baru bisa menemanimu." laki-laki itu berteriak sebelum menyalakan mobilnya.
"Tidak perlu repot-repot Marc.., aku sudah sehat. Aku bisa untuk menjaga diriku sendiri.." dengan suara tinggi Ivona membalas perkataan laki-laki itu. Gadis muda itu melambaikan tangannya, dan perlahan mobil Maybach silver meninggalkan gadis muda itu.
"Selamat sore.., apakah ada yang dicari di kawasan ini Tuan..?" tiba-tiba Aldo dikejutkan oleh tepukan di punggungnya, dan saat laki-laki itu menoleh, terlihat seorang bapak-bapak tua berada di belakangnya.
"Eh iya.., eh tidak.. anu pak.." Aldo garuk-garuk kepala, dia merasa bingung mau berkata apa. Laki-laki tua itu tersenyum..
"Tidak apa-apa Tuan.., hanya dari tadi bapak mengamati Tuan yang tiba-tiba menghentikan mobil disini. Mobil Tuan ini pasti sangat mahal ya, terlihat sangat bagus. Dan pastilah.., menimbulkan ketertarikan orang-orang untuk melihatnya. Coba Tuan amati di sekitar Tuan..?" Aldo menuruti perkataan bapak-bapak itu, dan laki-laki itu tertegun saat melihat di sekelilingnya ternyata banyak yang melihatnya.
__ADS_1
"Maaf pak.., karena saya, tempat ini jadi seperti pasar malam." ucap Aldo, sambil matanya masih melihat ke rusun.
"Oh Non Ivona.., Tuan kenal ya dengan putri Nyonya Carminda. Sangat beruntung sekali gadis itu Tuan Muda.., sudah anaknya cantik, baik, suka membantu. Barusan beberapa hari lalu pulang dari rumah sakit." tiba-tiba bapak itu membicarakan tentang Ivona. Mendengar perkataan terakhir bapak itu, rasa ingin tahu Aldo tentang Ivona semakin besar.
"Rumah sakit..?? Memangnya Non Ivona sakit apa pak?" seperti mendapat kesempatan, Aldo mencoba mencari tahu siapa Ivona sebenarnya.
"Tidak jelas beritanya Tuan.., hanya satu tahun lebih Non Ivona dikabarkan vegetatif di rumah sakit. Beberapa anak muda dulu pernah mengunjunginya, tetapi sekitar enam bulan lalu, Dokter yang bertanggung jawab atas pengobatan Non Ivona tidak membolehkan ada kunjungan lagi. Beberapa hari lalu, syukurlah.. Non Ivona sudah terlihat lagi." dengan mata berbinar, bapak itu menceritakan dengan penuh syukur kabar Ivona. Aldo terdiam, dia mencoba mengaitkan apa yang dia alami di dunia sebelumnya, dengan keadaan sekarang.
*********
Sepeninggalan Dokter Marcus.., Ivona membuka iPad dan masuk ke akun-akun yang sudah lama ditinggalkannya. Tetapi untungnya, pada saat dia menjadi Ivona di dunia novel, beberapa kali Ivona pernah mengaktifkan akunnya, meskipun lebih sering juga menon aktifkannya. Saat itu, ketika gadis itu membutuhkan uang maka akunnya akan dia gunakan untuk mencari uang atau barang. Begitu rekeningnya terisi, maka dia akan melakukan log out dan menguncinya sehingga tidak ada hacker yang bisa menembusnya.
"Welcome Ivona to the virtual world... long time no visit this page." sebuah manusia hologram keluar dari iPad saat gadis itu mengaktifkan perangkatnya. Sebuah ucapan selamat datang di dunia virtual, karena sudah lama tidak mengunjungi, menyambut kedatangan Ivona.
__ADS_1
"Hi Sisi, nice to see you again. Find me an article on telemedicine, and a list of hospitals that already have the device." sambil merebahkan badan di atas ranjang, Ivona meminta perangkat untuk menyediakan data online yang dia inginkan. setelah terkumpul, baru gadis itu akan membuat analisisnya. Kali ini, Ivona menginginkan data tentang daftar rumah sakit yang sudah memiliki perangkat terlengkap tentang telemedicine.
Sambil menunggu manusia hologram mencarikan artikel, Ivona memeluk guling dan memejamkan matanya. Pergi keluar rusun dari pagi, dilanjutkan menemani makan siang Nyonya yang dia tolong, masih dilanjutkan mengobrol dengan Dokter Marcus membuatnya kecapean. Tetapi belum lama Ivona berhasil memasuki alam tidur, gadis muda itu terbangun dengan terkejut. Alexander tiba-tiba muncul di alam mimpinya, laki-laki itu memanggilnya untuk mengikutinya sampai di puncak bukit.
"Kak Alex..., aku rindu.." bisik Ivona, yang langsung terbangun. Gadis muda itu duduk sambil mendekap kedua lutut dengan kedua tangannya. Tanpa sadar.., bibir Ivona bergetar dan air mata gadis itu mengalir di atas pipinya.
"Ya Tuhan.., sampai kapan aku dan Kak Alex akan terpisah seperti ini. Aku rela tidak kembali ke alam ini, asalkan aku masih diberi kesempatan untuk bersama dengan kak Alex." gumam Ivona.., gadis itu benar-benar merasa rindu dengan suaminya pada kehidupan sebelumnya. Di alam inipun, dia merasa dekat dengan Alex.., hanya tidak tahu kenapa perasaan itu menghantuinya.
Perlahan Ivona turun dari ranjang, gadis itu menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya. Setelah merasa sedikit tenang, gadis itu melangkah menuju dapur untuk mengambil air minum. Satu gelas air mineral langsung ditenggak Ivona sampai habis, kemudian Ivona duduk di atas sofa.
"Apa aku mengikuti jejak mama saja, aku akan abdikan ilmuku di laboratorium? Agar aku bisa melupakan kak Alex..?" Ivona berbicara pada dirinya sendiri. Kenangan Alex pada diri gadis itu teramat dalam. Apalagi di depan matanya, Ivona melihat bagaimana Alexander menghalangi tembaka yang diarahkan untuk dirinya.
************
__ADS_1