
Dalam perjalanan Ivona hanya memejamkan matanya. Sayup-sayup Ivona mendengar Alexander berbicara dengan seseorang. Merasa bukan urusannya, gadis mengabaikan semua perkataan yang keluar dari bibir Alexander.
"Aku tidak mau tahu.., siapkan semuanya malam ini!" terdengar Alexander sedang memerintah seseorang.
"Aku sedang dalam perjalanan kesana. Jangan sampai mengecewakanku.., jika aku melihat ada yang kurang dari apa yang aku minta.. aku akan memotong gajimu 50% untuk tiga bulan ke depan." ancaman kembali keluar dari mulut CEO Kavindra Group itu.
Setelah berbicara, Alexander melempat ponselnya ke kursi belakang. Melihat gadis di sampingnya yang terpejam matanya, laki-laki itu tersenyum. Laki-laki itu menyalakan radio FM, dan mencari lagu untuk menemaninya mengemudi.
"Tiba saat mengerti, Jerit suara hati, Letih meski mencoba, Melabuhkan, Rasa yang ada," terdengar grup band Dewa 19 menyanyikan syair lagu Cintakan Membawamu Kembali.
Saat musik sampai pada reff.., laki-laki itu turut menyanyikan syairnya dengan riang. "Cintakan membawamu..., kembali disini. Menuai rindu. Basuh perih.." sambil melirik Ivona yang masih terpejam.., Alexander menyanyikan lagu itu.
************
Setelah mengemudi kurang lebih dua jam.., mobil Alexander masuk ke areal perbukitan. Dari atas jalan, pemandangan indah seperti bukit bintang tampak indah di bawah sana. Tetapi karena ingin memberi surprise untuk Ivona.., Alexander tidak mau membangunkan Ivona yang masih tertidur pulas. Tidak berapa lama.., mobil memasuki sebuah pintu gerbang. Tampak seorang laki-laki tua berlari mengikuti mobil yang dikendarai Alexander.
"Apakah semuanya sudah kamu siapkan Rico..?" setelah turun dari mobil, Alexander bertanya pada Rico. Ternyata asisten Alexander itu sudah berada di rumah itu lebih dulu.
"Sudah Tuan Muda.., orang-orang kita sampai mensabotase sebuah truk, yang akan menyetorkan bunga mawar ke tempat penjualan karangan bunga." Rico menjawab pertanyaan Alexander.
__ADS_1
"Bagus.. untuk acara dinner.. apakah semuanya juga sudah siap?" kembali Alexander menanyai Rico.
"Semuanya sudah siap Tuan Muda.. Bahkan jika Tuan Muda ingin menikahi Nona Muda malam ini, saya akan mendatangkan seorang penghulu untuk membuat acara. Sebelum berangkat menuju kesini.., saya sudah mampir ke sebuah pondok pesantren untuk menemui seorang ustadz. Beliau sudah menyatakan kesanggupannya untuk menikahkan Tuan Muda dan Nona Muda." tanpa bermaksud sarkasme.., Rico menambahkan penjelasan.
"Good job.., sampaikan orang-orangmu! Aku akan segera membuat surprise untuk perempuanku malam ini." ucap Alexander sambil tersenyum smirk.
Laki-laki merasa sudah tidak dapat menahan perasaannya untuk Ivona.., berdasarkan pengalaman bagaimana Ivona meninggalkannya ke Hong Kong, Alexander yakin jika gadis yang dicintainya itu memiliki status luar biasa. Gadis ini bukan seperti gadis yang selalu dia lihat di sekelilingnya. Tidak mau kehilangan untuk kedua kalinya, laki-laki itu bertekat untuk mengikat Ivona secepat mungkin.
"Okay Tuan Muda.." setelah melihat Rico memberinya kode, Alexander kembali melangkah ke mobil Di pintu tempat Ivona tidur.., laki-laki itu membuka pintu mobil. Tangannya terulur ke depan.., dengan kedua tangannya, Alexander mengangkat tubuh Ivona dan membawanya keluar. Tanpa sadar Ivona merapatkan kepalanya di dada Alexander, dan laki-laki itu hanya tersenyum melihatnya.
Pelan-pelan Alexander membawa Ivona masuk ke dalam sebuah villa.., kemudian setelah melewati ruang tengah, laki-laki itu langsung keluar lagi dan mendatangi meja dan kursi yang sudah disiapkan di pinggir kolam renang.
"Sayang.., bangunlah..! Nana sayang..., bukalah matamu sekarang!" dengan suara lemah lembut, Alexander membangunkan Ivona yang tertidur di atas sofa. Tidak membutuhkan waktu lama.., Alexander sudah berganti baju dengan mengenakan batik tulis. Penampilannya saat ini sangat kontras dengan penampilan yang dikenakan Ivona. Gadis itu saat ini mengenakan pakaian dengan kesan tomboy..., tetapi Alexander berpakaian formal. Tetapi dengan didasari niat untuk tidak mengecewakan perempuan yang dicintainya, Alexander rela melakukan itu semua.
Ivona mengerjap-ngerjapkan matanya, dan akhirnya mata itu membuka lebar. Pandangan pertama Ivona berpadu dengan tatapan mesra Alexander. Gadis itu kemudian menegakkan badannya.., dan mata Ivona terbelalak melihat perubahan penampilan Alexander.
"Kakak.., ada dimana Ivona sekarang..?" dengan suara serak ciri khas bangun tidur Ivona bertanya pada Alexander.
Alexander tersenyum.., laki-laki itu kemudian duduk di samping Ivona. Tangannya terangkat dan menyentuh pipi Ivona.., kemudian mengarahkan wajah Ivona ke wajahnya sendiri. Untuk beberapa saat dua anak manusia itu saling berpandangan.., dan akhirnya Ivona mengalihkan tatapannya karena merasa tidak kuat.
__ADS_1
"Lihatlah sekelilingmu Nana.., aku harap kamu menyukainya." bisik lembut Alexander di telinga Ivona.
Seperti tersihir.., Ivona mengikuti perintah laki-laki itu. Matanya dia edarkan ke sekeliling.., rasa takjub dan heran terlihat jelas di matanya. Kolam renang penuh dengan bunga mawar segar di dalamnya, dan sebuah meja untuk dinner dengan candle light terlihat berada di pinggir kolam tersebut. Semua yang ada di depannya itu terlihat nyata.., merasa tidak percaya.., gadis itu menepuk pipinya sendiri.
"Ini bukan mimpi sayang.., ini riil. Lihatlah sejenak di atas langit.." begitu kalimat itu selesai diucapkan Alexander, dan Ivona menengadahkan wajahnya ke atas langit. Tiba..tiba..
"Duarr..., duarr.., duarrr.." terdengar ledakan suara mercon di udara, disusul dengan kembang api warna-warni yang membentuk tulisan " I Love You Nana.."
Mata Ivona berkaca-kaca.., dia tidak mempercayai semua itu terjadi untuknya. Tetapi Alexander memeluknya erat, dan laki-laki itu tiba-tiba duduk di depannya. Sambil meraih jari Ivona..,
"Nana.., aku mencintaimu sayang. Maukah kamu menerimaku apa adanya?" ucapan yang keluar dari bibir laki-laki yang duduk di bawah lututnya itu.. seperti mengukir relung indah hati Ivona. Tetapi karena semua terjadi serba mendadak, bibir Ivona terasa kelu. Gadis itu tidak mampu bereaksi untuk menjawab pernyataan cinta dari Alexander. Hanya dengan mata berkaca-kaca tapi menampakkan rona bahagia.., tatapan Ivona tidak lepas dari tatapan mata Alexander.
"Ka..kakak.. melakukan ini semua untuk Ivona..?" dari kehidupan sebelumnya maupun kehidupan saat ini, Ivona belum pernah mendapatkan perlakuan romantis dari seorang laki-laki. Melihat jika semua yang saat ini ada di depannya, didesain khusus untuk dirinya, menjadikan gadis ini tidak percaya.
"Benar Nana.., kakak menyiapkan semua ini untuk Ivona. Maukah kamu menerima perasaanku padamu Nana..?" kembali Alexander bertanya dengan lembut pada Ivona.
Musik lembut tiba-tiba mulai dimainkan dan menambah suasana menjadi semakin romantis.., tanpa menunggu jawaban dari gadis itu.., Alexander memasangkan sebuah cincin berlian di hari manis Ivona. Mulut Ivona menganga melihat kenekatan laki-laki yang ada di depannya, satu tangan Ivona yang menganggur terangkat ke atas untuk menutup mulutnya.
"Nana.., aku mengungkapkan perasaanku padamu, dan juga menunjukkan keseriusanku untuk melamarmu. Maukah kau menikah denganku..?" suasana kembali menjadi hening.
__ADS_1
************