Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 269 Restu Papa


__ADS_3

Frans menatap wajah Ivona dengan tatapan lekat, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Perlahan laki-laki itu mendekati gadis itu, kemudian memeluknya erat. Isak tangis kebahagiaan terdengar di ruangan itu. Richard berdiri dan meninggalkan ruangan, laki-laki itu memberi kesempatan untuk papa dan adiknya saling mengungkapkan perasaannya. Di kursi depan kolam renang, Richard menyalakan rokok, dan perlahan bibirnya mengeluarkan asap.


"Maafkan papa Na..., papa betul-betul tidak tahu, jika terakhir kali papa melakukan dengan Carminda, akan membuahkan hasil putri papa ini. Papa betul-betul tidak tahu..." di sela-sela isak tangis, Frans mengusap belakang kepala Ivona. Laki-laki tua betul-betul tidak mengira sama sekali, ketika Carminda memutuskan untuk meninggalkannya beberapa tahun lalu, ternyata perempuan itu sedang mengandung putrinya.


"Carminda seorang perempuan yang hebat, kuat... Dia rela menahan sendiri perasaannya, bahkan ketika dia mengetahui jika papa menikah lagi karena paksaan kakekmu, perempuan itu memilih untuk pergi. Papa betul-betul merindukan mamamu Nana... Beri tahu papa, papa akan bersimpuh di kaki perempuan tua itu." Frans kembali menceritakan tentang ketegaran Carminda. Di pelupuk matanya, laki-laki itu seperti terbawa ke masa lalu, ketika mereka berdua masih bersama.


"Papa..., Nana harap.., papa melupakan mama. Saat ini mamah sudah bahagia.., mama sudah menikah dengan Dokter Rafi.." ucap Ivona pelan. Dia sendiri waktu yang memaksa mamanya untuk menjalin ikatan dengan dokter itu, seorang dokter yang baik dan selalu mendamping Carminda dalam keadaan apapun.


Mendengar perkataan putrinya, Frans melihat ke wajah Ivona. Laki-laki tua itu tersenyum pahit, dia mengingat bagaimana Dokter Rafi yang selalu menemani, mendampingi Carminda sejak mereka masih kuliah. Dan saat ini, mereka akhirnya bisa bersatu, meskipun kesedihan dan kepahitan terasa sakit di ulu hati Frans.


"Apa yang papa pikirkan.., kenapa papa melamun?? Apakah ada yang salah dengan perkataan Ivona?" melihat Frans yang langsung terdiam setelah mendengar perkataannya, muncul perasaan was-was di hati Ivona. Segera gadis itu melakukan konfirmasi pada Frans.


"Tidak ada apa-apa putriku.., papa tidak apa-apa. Hanya saja, papa tidak bisa membohongi diri papa sendiri. Mendengar Dokter Rafi menikahi papamu, terselip rasa sakit di ulu hati papa. Tetapi.., mereka berdua memang berhak untuk bahagia, dan memilih jalan hidupnya." ucap Frans perlahan. mendengar hal itu, Ivona memeluk Frans.


Di sela-sela mereka saling mencurahkan perasaan antara papa dan putrinya, terdengar sedikit perbincangan di teras depan. Ivona mengangkat wajahnya dan melihat pada Frans.

__ADS_1


"Sepertinya suara penjaga mansion, mereka sedang berdebat dengan seseorang di luar. Abaikan saja.., lagian ada Richard yang akan menyelesaikan urusan itu." di mansion itu, Richard memang membuat aturan yang keras. Untuk menjaga dan melindungi keselamatan papanya, laki-laki itu melarang orang asing untuk berkunjung ke situ. Jika ada orang yang memiliki kepentingan urgent, mereka harus memberitahukan dulu keperluannya.


"Tapi sepertinya ada keributan pa.., Nana ingin keluar sebentar untuk melihatnya." samar-samar seperti mendengar teriakan Aldo, Ivona ingin melihat keluar. Tetapi Frans melarangnya


"Biarkan saja.., sudah biasa hal itu terjadi disini. Tetapi kamu tidak perlu khawatir.., penjaga itu diambil Richard dari orang-orang terlatih. Mereka akan dengan mudah menghajar orang yang tetap ngotot tanpa ijin masuk ke mansion ini." Frans menenangkan Ivona.


*************


Beberapa saat kemudian


Dari arah pintu, dua penjaga mansion menyeret laki-laki muda masuk ke dalam ruangan. Melihat mukanya yang lebam, dan darah mengalir dari sudut mulutnya, Ivona merasakan pedih yang sama. Gadis itu bergegas berlari menghampiri laki-laki yang terlihat lemas karena terbanting ke lantai itu. Raut wajah Ivona memucat, melihat siapa yang dihajar oleh penjaga mansion,


"Cepat carikan obat, kassa dan pembersih luka!! Kalian semua biadab, tidak memiliki perasaan.." Ivona langsung berteriak pada dua penjaga itu, melihat Nona Muda rumah ini mengenali laki-laki yang barusan mereka hajar, wajah kedua pengawal itu langsung memucat. Mereka segera melepaskan pegangan tangan mereka pada Aldo, kemudian berlari mencari obat-obatan yang diperintahkan oleh gadis itu.


"Aku tidak apa-apa Na.., jangan terlalu mengkhawatirkan aku." Aldo langsung mengangkat tubunya, dan Ivona memegangi laki-laki itu dan membawanya duduk di atas sofa.

__ADS_1


Mendengar suara keributan di ruang tengah, Richard dan Frans mendatangi suara itu. Melihat Ivona sedang membersihkan luka seorang laki-laki, dan ketika Richard mengenalinya, laki-laki itu langsung tertawa keras.


"Ha..., ha..., ha.., apa yang terjadi Tuan Muda Aldo..? Bagaimana bisa kamu dihajar oleh orang-orangku..?" mendengar suara tawa yang mengejeknya, mata Aldo menjadi berkilat. Lak-laki itu menatap mata Richard dengan tatapan berkilat.


"Tidak ada yang lucu, dan tidak perlu banyak tanya. Diam..!" dengan nada tinggi, Aldo membentak Richard. Ivona yang sedang membersihkan luka dan mengoles salep di luka lebamnya, tersenyum melihat reaksi Aldo pada kakaknya.


"Kak Richard..., sudahlah. Lihat luka-luka kak Al.. karena penjaga mansion. Masa tahu kayak gini, kak Richard malah tega mengolok-olok kak Aldo." Ivona memprotes sikap kakaknya yang mengolok-olok Aldo.


"Kak Al.., ganti baju dulu saja ya. Nih.., di kemeja kakak ada noda darah. Nanti Nana carikan baju kak Richard di walk in closet. Masih banyak baju baru yang belum pernah dipakainya.." Ivona mengajak Aldo untuk berdiri, kemudian menarik tangan laki-laki itu menuju kamar yang pernah dia tempati saat menginap di mansion ini. Melihat sikap adiknya yang terang-terangan mengajak laki-laki masuk ke kamar, mata Richard akan meloncat. Aldo tersenyum smirk, ganti memberi ejekan pada laki-laki tersebut.


Akhirnya berpikir jika Ivona sudah dewasa, dan dia juga baru mengenal kehidupan gadis itu belum lama, Richard membiarkan Ivona membawa Aldo masuk ke dalam kamar. Frans dengan dahi berkerut menatap Richard, laki-laki itu meminta penjelasan dari putranya.


"Aldo itu calon menantu papa.., sepertinya mereka sudah siap untuk menikah pa. Jadi papa tidak perlu khawatir tentang mereka.." tanpa diduga, di depan Frans Richard melindungi status laki-laki itu. Tinggal bersama dengan Aldo selama beberapa hari di Hong Kong ternyata membuka pemikirannya tentang laki-laki itu.


"Oh begitu..., kalau demikian segera siapkan acara untuk meresmikan hubungan mereka. Papa tidak mau menunggu lagi, papa tidak mau mengulang kesalahan, seperti yang pernah papa lakukan pada Carminda." Frans langsung menyetujui hubungan Ivona dan Aldo.

__ADS_1


"Benarkah pa..?" tanya Richard tidak percaya. Dengan mantap, Frans menganggukkan kepala, dan berjalan meninggalkan ruangan itu.


********


__ADS_2