
Alexander duduk di atas sofa dengan satu kaki diangkat di atas lututnya. Tangan kanannya memegang rokok, dengan sloki minuman keras terletak di depannya. Terlihat juga Tommy menemani di sampingnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Tommy.
"Lex.., jawab pertanyaanku! Ada hubungan apa kamu dengan adikku, apakah kalian sudah jadian?" tiba-tiba Tommy menanyakan status hubungan antara Alexander dengan Ivona.
Mendengar pertanyaan itu, mata Alexander menatap Tommy tajam. Laki-laki muda itu tidak bisa mencerna pertanyaan sahabatnya itu.
"Jangan salah paham dulu Lex.. Ivona adalah adik perempuanku satu-satunya. Kami akan menjadikannya ratu di rumah keluarga Iswara. Tolong kamu pahami kekhawatiran aku dan saudara-saudaraku." Tommy menjelaskan pertanyaannya pada Alexander.
Alexander meletakkan rokok di asbak, kemudian mengambil sloki dan menyesapnya sedikit minuman yang ada di dalamnya.
"Apakah kamu pernah melihat track record Alexander memainkan hati perempuan. Ada berapa perempuan yang aku perlakukan seperti aku memperlakukan Ivona Tomm..? Aku tidak begitu mempedulikan status, Ivona adalah milikku, tidak akan ada orang yang bisa mengambilnya dariku." mendengar jawaban Alexander, terselip rasa senang di hati Tommy.
"Thank.s Lex.., sebagai kakak kandung Ivona.., aku rela dan ikhlas melepaskan adikku untukmu. Okay.. kita segera ke private room. Penyanyi lagu yang sedang tenar itu pasti sudah menunggu kita di dalam sana." Tommy langsung berdiri dari duduknya, putra keluarga Iswara itu mengajak Alexander.
***************
Ivona tersenyum saat melihat Caroline yang mengenakan topi dan kaca mata hitam, sedang duduk di kursi tunggu dekat lobby. Gadis itu selalu melindungi privacy nya.., dia selalu menutup identitasnya jika berada di tempat umum. Sebenarnya restaurant yang dikunjungi kali ini, menjamin privacy customer tidak akan terganggu. Pemeriksaan ketat akan dilakukan untuk para tamu yang belum memiliki reservasi sebelumnya.
"Carol.., ayo masuk!" sambil menepuk punggung Caroline, Ivona mengajak gadis muda itu masuk.
"Okay.., lumayan aku menunggumu disini Iv.. Kedua orang calon produser kita sudah berada di restaurant ini. Tadi salah satu dari mereka sudah menghubungi dan memberi tahuku jika mereka ada di dalam." Caroline langsung berdiri begitu melihat kedatangan Ivona.
__ADS_1
Kedua gadis muda itu kemudian memasuki private room yang terlihat masih kosong belum ada orang di dalamnya. Tetapi makanan pembuka dan minuman sudah tersaji di atasnya. Seorang pramusaji segera mendatangi mereka.
"Katanya tadi sudah menunggu di dalam, kenapa belum ada siapapun di ruangan ini." sebelum ditanya Ivona.., Caroline sudah berbicara. Ivona tidak menanggapi, dia hanya mengangkat kedua bahunya ke atas.
"Ruangan ini sudah dipesan dan dipersiapkan untuk Nona Caroline. Apakah Nona yang bernama Caroline?" pramusaji bertanya pada Caroline.
Caroline tidak menjawab, gadis itu hanya menganggukkan kepala. Kemudian dia segera duduk di kursi yang sudah disiapkan untuk mereka.
"Aku mau ke toilet dulu .." Ivona langsung menuju toilet yang ada di dalam private room.
*************
Setelah menunggu beberapa saat, dua laki-laki muda memasuki private room. Caroline langsung berdiri kemudian mempersilakan laki-laki itu untuk duduk di kursi.
"Sedang ada urusan di toilet Tuan Tommy. Kita akan menunggunya sebentar lagi." Caroline menjawab pertanyaan Tommy, detak jantung gadis itu bertambah kencang melihat penampilan Tommy malam ini.
Alexander melihat ke arah pergelangan tangannya, kemudian laki-laki muda itu menatap Tommy.
"Jam 19.00 aku sudah harus sampai di rumah. Aku harap kalian tahu batasannya." dengan suara dingin, Alexander berbicara pada Tommy.
"Slow dikit lah Bro..! Nona Caroline sudah menyampaikan jika pencipta lagunya sudah ada disini, Dia lagi ada urusan di dalam kamar mandi. Apa perlu kita samperin dia sekarang ini di dalam toilet?" sergah Tommy dengan sedikit ekspresi kesal.
__ADS_1
"Iya Tuan.., Ivona baru ada di toilet. Sebentar lagi pasti gadis itu sudah keluar." Caroline ikut menimpali. Mendengar Caroline menyebut nama Ivona.., hati Alexander seperti berhenti berdetak.., tiba-tiba saja dia mengingat gadis itu.
"Paling hanya kebetulan saja namanya sama. Di dunia ini banyak gadis yang memiliki nama sama." Alexander menenangkan hatinya sendiri.
Perlahan laki-laki muda itu kembali menyalakan rokoknya, Tommy hanya geleng-geleng kepala melihat sikap CEO Kavindra Group itu. Caroline menyibukkan dirinya dengan mulai menikmati appetizer atau makanan pembuka penggugah selera. Tommy menggunakan sudut matanya melirik aktivitas yang dilakukan Caroline.
Tidak lama kemudian, seorang gadis dengan menundukkan kepala berjalan ke arah mereka. Muka Caroline langsung berseri melihat kedatangan Ivona. Tetapi beda dengan yang dialami Alexander, meskipun mau menyamar serapi apapun, laki-laki ini tetap mengenali penampilan Ivona. Tanpa bicara.., Alexander langsung mematikan rokoknya, kemudian dia berdiri dan mencekal lengan Ivona dengan sedikit keras.
"Siapa ka.." Ivona terperanjat melihat ada Alexander disitu. Mulutnya yang sudah mengucap satu suku kata, tiba-tiba berhenti. Gadis itu tidak lagi dapat melanjutkan perkataannya. Saat melihat ke arah kursi.., mata Ivona menjadi lebih terbelalak, dia melihat kakak keduanya Tommy sedang duduk di kursi.
"Kenapa kamu bisa berada di restoran ini tanpa memberi tahu padaku? Kamu bisa bicara padaku, jika kamu ingin makan di restauran ini, tanpa harus menyelinap pergi sendiri dariku." tanpa jeda, Alexander langsung menginterogasi gadis itu.
"Uhuk.. uhuk.." Caroline langsung tersedak melihat pemandangan di depannya. Gadis itu sama sekali tidak menyangka, jika calon produser film yang akan membiayai lagunya untuk dibuat sebuah cerita film, ternyata sudah mengenal Ivona. Dan sepertinya antara keduanya memiliki hubungan emosional yang dekat.
"Bisa tidak kakak bicaranya tidak dengan menggunakan emosi?" Ivona tanpa rasa takut, balik bertanya pada Alexander. Tanpa menghiraukan laki-laki itu, Ivona langsung duduk di kursi yang ada disamping Tommy.
"Lex.., kendalikan dirimu! Kita dengar dulu keterangan dari mereka berdua. Benar apa yang dikatakan adikku, jangan gunakan emosi untuk menyelesaikan masalah." Tommy menasehati Alexander.
"Adik..? Jadi.." mendengar perkataan Tommy.., mata Caroline semakin terbelalak. Dia sama sekali tidak menyangka, jika Ivona memiliki identitas yang tidak biasa. Bisa memiliki hubungan dekat dengan CEO Kavindra Group, dan adik dari orang nomor satu di industri music dan film, menunjukkan status tinggi dan terhormat yang dimilikinya. Tetapi, Ivona tidak pernah membawa dan menyombongkan diri akan statusnya.
"Maaf.., maaf.., sepertinya ini ada kesalah pahaman di antara kita. Aku mohon Tuan Muda Alexander untuk mengendalikan diri. Aku akan menjelaskan pada kalian semua, status apa atas hadirnya Ivona malam ini." Caroline yang tidak menginginkan Ivona terpojok, mencoba untuk menetralisir suasana.
__ADS_1
"Tidak ada yang akan mendengarkan penjelasanmu. Sekarang juga.., aku akan membawa Ivona pulang." suara Alexander dengan nada tinggi menginterupsi perkataan Caroline.
*****************