Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 173 Ceremony Kelulusan


__ADS_3

Alexander tersenyum melihat Ivona.., gadis muda itu dengan mudah menundukkan dan mengendalikan Evan adiknya. Anak kecil itu sering mencari perhatian keluarganya dengan cara yang menyebalkan, sehingga sering terjadi pertengkaran dengannya. Tetapi, hanya dengan ucapan, ternyata Ivona bisa menundukkannya dengan mudah.


"Kenapa senyum-senyum kak?" Ivona bertanya sambil berjalan meninggalkan laki-laki itu sendiri. Alexander segera mengikuti Ivona ke dalam, dan saat Alexander akan ikut masuk ke kamar, Ivona menahan dada laki-laki itu dengan menggunakan tangannya.


"Nana.., ada apa? Kenapa kamu menolakku untuk masuk mengikutimu?" tanya Alexander tanpa berpikir.


"Kita ini tidak memiliki hubungan apapun kak. Ivona perempuan, dan kak Alex adalah laki-laki. Oleh sebab itu.., kita harus menjaga jarak mulai sekarang. Jangan suka memperlakukan Ivona seenak jidat kak Alex sendiri." kata-kata pedas muncul dari bibir Ivona.., Alexander tertegun dan hanya bisa memandang Ivona masuk kamar meninggalkannya sendiri.


"Ivona.., tidak semudah itu kamu meninggalkanku. Aku akan mengikatmu secepatnya kekasih hatiku." Alexander hanya berbicara pada pintu yang sudah ditutup oleh Ivona. Laki-laki itu kemudian berjalan meninggalkan depan kamar, dan masuk ke kamar yang semula digunakan untuk istirahat Ivona.


**************


Hari-hari berikutnya...,


Ivona datang ke sekolah untuk mengetahui hasil pengumuman kelulusan, dengan diantar Alexander. Laki-laki itu seperti memegang teguh ucapannya, kemanapun gadis muda itu pergi, dia selalu menyertainya. Jika dia tidak dapat menemaninya, maka Rico asisten Alexander yang akan menggantikan tugasnya. Mengenakan baju bebas dan berjalan di samping Alexander, terlihat antara Ivona dan laki-laki itu seperti pasangan kekasih.


"Ivona.., kamu sudah datang?" tiba-tiba Beni menghampirinya. Di belakang Beni, tampak kedua orang tuanya mengiringi.


"Iya Ben.., siapa mereka?" Ivona menanyakan dua orang paruh baya di belakang Beni. Dengan sopan, Ivona menundukkan kepala menyapa keduanya.

__ADS_1


Melihat tingkah Ivona, Alexander melihatnya dengan pandangan kurang suka. Tetapi untuk menjaga privacy gadis itu, laki-laki itu bersedia untuk menahannya. Dia berusaha menahan rasa kesalnya, hanya dengan sikap yang ingin mengakui, laki-laki itu memegang lengan Ivona dan mengaitkan dengan tangannya.


"Mereka papa dan mamaku Iv.., kenalkan ya! Mam.., pa.., ini Ivona yang sudah membantuku melewati saat-saat penyakitku kambuh di sekolah. Jika yang lainnya langsung kabur ketika melihatku kambuh, beda dengan Ivona. Dia malah menolongku dan membawanya ke UKS." seperti mengingat jasa baik Ivona, Beni mengenalkan gadis itu pad akedua orang tuanya.


"Terima kasih Nak Ivona.. Alangkah bahagianya jika kamu bisa menjadi kekasih putraku Beni, dia pasti akan selalu tertolong saat penyakitnya kambuh." dengan perasaan suka cita, mamanya Beni memeluk Ivona. Mendengar perkataan perempuan paruh baya itu, wajah Alexander menjadi berlipat-lipat. Tatapan membunuh diarahkannya pada Beni. Untungnya Beni segera menyadari, anak itu kemudian menarik mamanya dari Ivona.


"Mam.., mama.. jangan bersikap seperti itu dengan Ivona. Kami bersahabat baik saja, sepertinya sudah membahagiakan Beni ma." sambil melirik Alexander, Beni menenangkan mamanya.


"Om.., tante.., Ivona langsung ke auditorium saja ya. Khawatirnya orang tua Ivona sudah menunggu disana." untuk menghilangkan rasa dingin pada Alexander, Ivona segera berpamitan.


"Baik nak Ivona.., sehat-sehat ya. Kamu betul-betul seorang gadis yang sopan.." ucap mama Ivona. Setelah menundukkan kepala, Ivona segera berjalan meninggalkan mereka. Tanpa sadar.., dalam perjalanan menuju auditorium, Alexander masih memegangi Ivona. Terlihat dari kejauhan, mereka seperti pasangan.


Sesampainya di depan pintu auditorium, ketiga kakak kandung Ivona tampak sedang menunggunya. Melihat Alexander berjalan sambil merangkul Ivona.., dahi ketiga kakak laki-laki itu berkerut. Mereka saling berpandangan, meskipun mereka kurang setuju melihat penampilan mereka di muka umum, tetapi mereka juga tidak mau memancing emosi Alexander di tempat itu.


"Kakek sudah berada di dalam dengan papa dan mama Na... Kata penerima tamu, katanya karena kamu memiliki prestasi, keluarga kita bisa hadir dan masuk semuanya ke dalam. Kita mendapatkan kursi di bagian depan." laki-laki berambut warna perak atau Thomas menjawab pertanyaan Ivona.


"Atau kita langsung masuk saja.., acara sudah akan dimulai. Aku sudah minta pada panitia, untuk memberikan satu kursi tambahan untuk kita." melihat ekspresi Alexander yang kurang enak, Tommy segera mengajak mereka untuk segera masuk.


***************

__ADS_1


Karena belum dinyatakan Lulus.., tempat duduk antara murid dan pendamping dipisahkan. Ivona mencari kursi tempatnya duduk.., dan melihat William melambaikan tangan memanggilnya. Merasa belum meminta maaf dan mengucapkan terima kasih atas bantuannya beberapa waktu lalu, Ivona mendatangi laki-laki itu.


"Ada apa Will memanggilku?" tanya Ivona setelah gadis itu berdiri di depan laki-laki itu.


"Ini kursimu kan.., karena alasan ini aku memanggilmu." William menjelaskan alasannya. Ivona tersenyum kemudian segera duduk di samping laki-laki muda itu. Setelah mereka diam untuk beberapa saat...


"Will.., maafkan kak Alex ya..! Aku menjadi tidak enak padamu, sudah ditolong malah membuatmu dan teman-teman berada dalam masalah." Ivona meminta maaf atas kejadian beberapa waktu itu.


"Tidak masalah Iv.., biasa laki-laki kan memang terkadang perlu untuk menunjukkan eksistensinya." William menanggapi perkataan Ivona.


"Tapi sebenarnya apa hubunganmu dengan CEO Kavindra Group itu Iv..., jika aku boleh tahu. Pada awalnya, aku pikir jika CEO itu adalah kakakmu. Baru saja akhir-akhir ini aku tahu, jika kamu adalah Nona Besar Keluarga Iswara yang sebenarnya bukan Vaya." William melanjutkan kalimatnya. Ivona tersenyum, tapi dia tidak menanggapi perkataan William, karena jujur dia sendiri juga bingung jika diminta mendeskripsikan apa hubungannya dengan Alexander.


"Acaranya sudah dimulai Will.., kita fokus ke depan dulu ya." menggunakan alasan acara sudah dimulai, digunakan Ivona untuk mengalihkan pertanyaan William.


************


Berbagai kalimat sambutan sudah disampaikan oleh pembawa acara, dan giliran diberikannya samir untuk lulusan yang berprestasi. Ivona melirik ke beberapa kursi yang ada di depannya, dia melihat penampilan Vaya yang seperti artis yang sedang bersinar. Ternyata gadis itu juga sedang meliriknya, dan tatapan menyeramkan diarahkan Vaya untuknya. Tetapi dengan tersenyum sinis, Ivona balas menatapnya.


"Baiklah sekarang akan kita panggilkan tiga siswa yang berprestasi untuk maju ke depan. Mohon juga untuk para pendamping agar mempersiapkan diri. Setiap murid yang meraih prestasi, dua pendampingnya bisa maju ke depan untuk mengambil gambar dengan para murid." setelah proses pemberian sambutan berakhir, pembawa acara mengumumkan siswa berprestasi.

__ADS_1


"Urutan ketiga siswa berprestasi tahun ini diraih oleh Viola Ramadhan dari kelas A. Dimohon siswa yang memiliki nama tersebut, dan kedua dari pendampingnya untuk segera maju ke depan." tepuk tangan gemuruh mengikuti, ketika pembawa acara menyebutkan nama siswa tersebut.


****************


__ADS_2