Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 235 Hatiku Berdebar


__ADS_3

Tidak disangka, ternyata Arham tinggal satu apartemen dengan Ivona. Mereka membicarakan banyak hal, dan ternyata laki-laki itu memiliki banyak kesamaan dengannya. Setelah merasa sudah cukup lama berada di tempat itu, Ivona berpamitan pada Arham.


"Arham.., sepertinya sudah berjam-jam aku meninggalkan apartemen. Aku khawatir orang yang ditugaskan untuk menemaniku kemana-mana saat ini sedang mencariku." Ivona mencari alasan untuk kembali ke apartemen. Tiba-tiba.., ponsel Ivona bergetar. Saat melihat Marcus sedang melakukan panggilan padanya, Ivona langsung menerima panggilan tersebut.


"Ada apa Marc..., apakah ada informasi penting?" merasa tadi pagi laki-laki muda itu sudah melakukan panggilan padanya, Ivona menanyakan keperluan laki-laki itu menghubunginya lagi.


"Kamu sedang ada dimana?? Apakah kamu tidak mempedulikan Kim yang pontang-panting mencarimu." tanpa menjawab pertanyaan Ivona.., gadis itu kaget melihat Marcus yang tiba-tiba marah pdanya.


"Sorry Marc.., aku tadi sudah mengirim pesan padanya. Hari ini I.m free.., aku minta anak itu untuk kembali ke apartemennya. Kamu kan juga tahu.., aku tidak membawa perlengkapan di negara ini. Aku ada di China Hong kong City Mall.., saat ini sedang menikmati  makan siang di food court." Ivona menjelaskan pada Marcus untuk menenangkannya. Sejak dari dulu.., Marcus memang selalu mengutamakan keselamatan gadis itu.


"Kamu tidak mengenal Kim dengan baik, kenapa aku tetap mempekerjakan anak itu meskipun aku stay di Indonesia. Anak itu memiliki tanggung jawab yang besar, meskipun kamu sudah berpesan padanya, anak itu tidak jauh berada di apartemen. Saat Kim mengirimmu makan siang di kamar, anak itu kaget karena tidak melihatmu ada di ruangan manapun." ucap Marcus masih dengan nada suara yang tinggi.


Tidak enak karena Arham melihatinya saat dia menerima panggilan dari Marcus.., akhirnya..


"Sudah ya Marc.., please forgive me! Aku akan menghubungi Kim sekarang, dan memintanya untuk menjemputku disini." Ivona menenangkan Marcus, dan ketika mendengar jika gadis itu akan menghubungi Kim, akhirnya kemarahan Marcus mereda.


"Okay.., bye Nana. Jangan lupa selalu kirim kabar dimanapun!" Marcus berpesan pada gadis itu, kemudian mengakhiri panggilan telponnya.


Ivona kembali duduk di depan Arham, laki-laki itu melihatinya sambil senyum-senyum sendiri. Setelah Marcus mengakhiri panggilan, Ivona langsung melakukan panggilan pada Kim.


"Hello... Miss Ivona. Where is Miss Ivona now?" dengan nada panik, Kim langsung menanyakan keberadaan Ivona.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja Kim. Saat ini aku sedang mencari sesuatu di China Hong Kong City Mall. Jemput aku di depan pintu lobby ya.., aku akan segera keluar." Ivona langsung meminta Kim untuk menjemputnya, dan terdengar nafas lega terhembus dari anak laki-laki itu.


"Okay Miss..., aku akan segera menjemput Miss Ivona di lobby mall." Kim langsung menyanggupi permintaan Ivona untuk menjemputnya. Dengan segera Ivona mengakhiri panggilan telpon, kemudian kembali menyesap orange juice yang masih tersisa.


"Sudah mau pulang..?" tanya Arham setelah Ivona kembali berdiri.


"Iya Arham.., aku duluan ya.. See you next time.." ucap Ivona sambil tersenyum.


"Betapa bahagianya kamu Iv.., memiliki boy friend yang sangat mengkhawatirkanmu." Arham juga tersenyum sambil menggoda Ivona. Gadis itu hanya mengangkat tangan dan membuat lingkaran dengan mengaitkan ibu jari dan jari telunjuknya. Tanpa bicara lagi, Ivona segera mengangkat paper bag dan berangkat menuju pintu lobby.


***************


"Sorry ya Kim.., aku sudah membuatmu khawatir dari tadi." Ivona langsung mengucapkan permintaan maaf pada Kim.


"Tidak apa-apa Miss.., tapi ke depan, tolong beri tahu saya ya, jika Miss mau pergi kemanapun. Kim sangat khawatir terhadap keamanan dan keselamatan Miss Ivona. Apalagi Miss Ivona kan baru kali ini berada di negara ini." Kim menanggapi perkataan Ivona. Laki-laki itu kemudian membuka pintu mobil, dan mempersilakan Ivona untuk segera masuk ke dalam.


"Blamm.." setelah Ivona masuk, Kim langsung menutup pintu mobil, kemudian laki-laki itu segera berjalan dan masuk ke kursi kemudi.


"Apakah Miss Ivona memiliki tujuan lain..?" setelah menginjak pedal gas, Kim bertanya apakah Ivona masih memiliki urusan lain.


"Tidak Kim.., antarkan aku ke apartemen saja. Aku akan melanjutkan tidurku tadi pagi.., besok pagi aku akan langsung melanjutkan aktivitas, dan akan langsung berangkat ke laboratorium." Ivona langsung menyandarkan kepalanya, dia menjawab pertanyaan Kim. Mendengar perkataan Ivona.., Kim langsung mengarahkan mobil menuju apartemen. Beberapa saat mereka diam dalam mobil, dan setelah sekitar lima belas menit, Kim memasuki lobby apartemen. Setelah mobil berada di depan pintu lobby, security apartemen membukakan pintu mobil untuk Ivona.

__ADS_1


"Kim..., aku mohon kamu tidak perlu khawatir denganku ya. Aku pernah tinggal di kota ini selama dua minggu. jadi aku sedikit hapal dengan sudut-sudut kota ini. Beri aku waktu untuk free time sampai besok pagi ya, dan jika Marcus melakukan panggilan telpon padamu, bilang saja jika aku dalam keadan aman." sebelum Ivona turun, gadis itu berbicara dengan Kim. Laki-laki itu memandang Ivona.., tapi kemudian laki-laki itu menganggukkan kepala.


"Terima kasih Kim.. untuk kerja samanya. Aku masuk dulu ya.., dan ingat jangan ganggu aku dulu sampai besok pagi." sambil tersenyum, Ivona mengingatkan kembali perkataannya pada laki-laki itu.


Setelah menutup pintu mobil dengan perlahan, Ivona memasuki pintu lobby dan langsung menuju pintu lift. Kim berlari-lari di belakang gadis itu dengan membawa paper bag di tangannya.


"Miss.., miss Nana..., paper bag nya ketinggalan." ucap Kim pelan. Ivona berhenti dan menoleh, bibirnya tersenyum dan mengambil paper bag dari tangan laki-laki itu.


"Terima kasih Kim.." kembali gadis itu mengucapkan terima kasih pada bantuan Kim. Kemudian Ivona kembali melanjutkan langkahnya dan langsung memasuki pintu lift.


***********


Sejak pagi Nyonya Carminda merasa hatinya berdebar-debar, hingga beberapa kesalahan minor dia lakukan di laboratorium. Rekan kerjanya Tuan Fernando menepuk bahunya.


"Apakah kamu baru lagi banyak pikiran Carmin.., sejak pagi kamu sudah melakukan beberapa kesalahan. Untungnya bukan kesalahan mayor, sehingga tidak begitu berdampak pada hasil analisa." dengan suara pelan, Fernando menegur rekan satu timnya itu.


"Aku juga tidak tahu dengan dirimu Nando.., tiba-tiba saja tanpa aku tahu sebabnya, hatiku berdebar-debar sejak tadi pagi." sudah menganggap Fernando sebagai salah satu rekan kerja terbaik, Carminda menceritakan perasaannya. Laki-laki itu berdiri dan mengambil satu botol kecil air mineral.


"Minumlah dulu.., dan istirahatlah!! Aku akan melanjutkan analisanya, kamu sudah terlihat capat Carmin. Sudah sepuluh hari.., kita masih terus berkutat memelototi hasil penelitian ini." laki-laki itu menyerahkan botol air tersebut pada Carminda. Perempuan paruh baya itu menerima botol tersebut, dan perlahan mulai meminum air mineral tersebut sambil duduk di kursi. Fernando tersenyum melihati perempuan itu, kemudian melanjutkan penelitiannya sendiri.


*************

__ADS_1


__ADS_2